Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit X Provinsi Jawa Tengah

Antibiotik Kuantitatif ATC/DDD DU 90%

Authors

  • Selin Aprilliana Purnamasari
    Selinaprilliana37@gmail.com
    Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, Kota Surakarta, Jawa Tengah
  • Yane Dila Keswara Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, Kota Surakarta, Jawa Tengah
  • Zenita Reiza Instalasi Farmasi RSUD dr Gondo Suwarno, Jl. Diponegoro, Ungaran, Kab Semarang, Jawa Tengah
December 25, 2025

Downloads

Evaluasi penggunaan antibiotik menjadi langkah penting dalam memastikan efektivitas terapi serta mencegah terjadinya resistensi mikroba, terutama di negara berkembang yang masih menghadapi tingginya angka infeksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di rumah sakit X Provinsi Jawa Tengah menggunakan metode ATC/DDD dan DU 90%. Studi ini bersifat deskriptif retrospektif dengan purposive sampling pada 616 pasien usia 19–59 tahun yang terdiagnosis infeksi bakteri dan mendapat terapi antibiotik ATC J01 pada periode Januari – Desember 2021. Tiga antibitoik dengan nilai DDD/100 patients-day tertinggi adalah Levofloxacin parenteral (59,59), Ceftriaxon (17,09), dan Azitromicin parenteral (8,28). Antibiotik yang masuk dalam segmen DU 90%, antara lain Levofloxacin parenteral, Ceftriaxone, Azitromicin parenteral, Metronidazole parenteral, dan Meropenem parenteral. Pola ini memperlihatkan dominasi penggunaan antibiotik parenteral berspektrum luas sebagai terapi empiris pada kasus infeksi, yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya resistensi mikroba. Oleh karena itu, perlunya evaluasi berkelanjutan untuk mendukung penggunaan antibiotik yang rasional di rumah sakit.