Uji Aktivitas Hepatoprotektor Tablet Curcuma® terhadap Kadar SGPT dan SGOT pada Tikus yang Diinduksi Isoniazid

Hepatoprotektor SGPT SGOT Isoniazid Tablet Curcuma®

Authors

December 31, 2025

Downloads

Isoniazid (INH) merupakan obat anti tuberkulosis yang penggunaannya dapat menimbulkan efek samping berupa hepatotoksisitas. Kondisi ini dapat dipantau melalui peningkatan kadar enzim hati, yaitu serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) dan serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT). Oleh karena itu, diperlukan suatu agen pelindung untuk meminimalisir efek samping hepatotoksik yang ditimbulkan. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dikenal memiliki aktivitas hepatoprotektor yang berpotensi melindungi hati dari kerusakan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan tablet Curcuma® terhadap kadar SGPT dan SGOT pada tikus putih jantan yang diinduksi INH, serta menganalisis korelasi antara dosis Curcuma® dengan penurunan kadar kedua enzim hati tersebut. Metode pada penelitian ini yaitu menggunakan hewan uji berupa tikus putih jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok dengan pemberian dosis INH yang sama: kelompok 1 diberikan INH 5,4 mg/kgBB, kelompok 2 curcuma® 0,36 mg/kgBB + INH, dan kelompok 3 curcuma® 0,72 mg/kgBB + INH. Perlakuan diberikan selama 14 hari secara oral untuk diukur kadar SGPT dan SGOT, rasio berat hati, serta pengamatan makroskopis hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian curcuma® memberikan efek yang berbeda pada kelompok 2 dan 3. Pada kelompok 3, kadar SGPT dan SGOT mengalami penurunan. Sedangkan, pada kelompok 2 hanya kadar SGPT yang menurun, untuk kadar SGOT mengalami peningkatan. Meskipun demikian, perbedaan penurunan kadar SGPT dan SGOT antara kedua kelompok tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik (p > 0,05). Rasio hati pada kelompok 1 (3,16%), kelompok 2 (2,83%), dan kelompok 3 (2,71%). Rasio hati pada kelompok 3 menunjukkan persentase yang lebih rendah dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Secara makroskopis, hati pada kelompok 3 memiliki warna segar, licin, dan kenyal, mendekati kondisi hati normal. Pemberian sediaan tablet curcuma® mampu melindungi hati dari kerusakan karena memiliki potensi sebagai hepatoprotektor terhadap tikus putih jantan yang diinduksi isoniazid.

Most read articles by the same author(s)