Uji Efektivitas Pelembab Sediaan Lipcream Dengan Ekstrak Buah Bit (Beta vulgaris L) dan Biji Alpukat (Persea americana Mill)

Authors

  • Sandy Firmansyah Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila
  • Chaidir Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila
  • Faizatun Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila
  • Iin Ruliana Rohenti Fakultas Kesehatan dan Farmasi, Universitas Bani Saleh

DOI:

https://doi.org/10.54883/jpmw.v5i4.809

Keywords:

buah bit, minyak biji alpukat, lip cream, betasianin, kelembapan bibir

Abstract

Buah bit (Beta vulgaris L.) mengandung pigmen betasianin dan berbagai metabolit sekunder yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam sediaan kosmetik, sedangkan minyak biji alpukat (Persea americana Mill.) dapat digunakan sebagai emolien untuk membantu mempertahankan kelembapan bibir. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi sediaan lip cream yang mengandung ekstrak etanol buah bit dan minyak biji alpukat. Ekstrak buah bit diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dikarakterisasi berdasarkan organoleptik, rendemen, parameter spesifik dan nonspesifik, serta skrining fitokimia. Sediaan dibuat dalam
empat formula, yaitu F0 sebagai kontrol basis tanpa ekstrak buah bit dan minyak biji alpukat, serta F1, F2, dan F3 yang mengandung ekstrak buah bit 30% dengan variasi minyak biji alpukat masing-masing 3%, 6%, dan 9%. Seluruh formula dievaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, viskositas, pH, daya oles, daya sebar, daya lekat, iritasi, stabilitas selama 28 hari pada suhu 5 ± 2°C, 25 ± 2°C, dan 40 ± 2°C, serta hedonik, sedangkan uji efektivitas kelembapan dilakukan pada formula aktif F1–F3. Ekstrak yang diperoleh berbentuk semi padat, berwarna cokelat, dan memiliki rendemen 29,27%. Ekstrak memenuhi parameter karakterisasi yang digunakan serta mengandung betasianin, alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Seluruh formula homogen, memiliki viskositas 11.530–18.860 cPs, daya sebar 5,10–5,73 cm, daya
lekat 72–114 detik, dan tidak menunjukkan reaksi iritasi pada 12 panelis. Selama penyimpanan, seluruh formula tetap homogen dan mudah dioleskan, meskipun pH F3 pada suhu 40 ± 2°C minggu kedua menurun menjadi 4,36. Formula aktif F1, F2, dan F3 menunjukkan peningkatan kelembapan bibir pada kondisi pengujian. F3 memberikan peningkatan kelembapan tertinggi sesaat setelah pemakaian dan setelah empat jam, sedangkan setelah penggunaan selama tiga hari peningkatan kelembapan ketiga formula relatif serupa. F1 memperoleh skor hedonik tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah bit dan minyak biji alpukat dapat diformulasikan dalam sediaan lip cream, dan formula aktif menunjukkan peningkatan kelembapan bibir pada kondisi pengujian. Namun, karena kontrol basis F0 tidak diuji pada parameter kelembapan, kontribusi spesifik bahan aktif terhadap peningkatan kelembapan belum dapat dipisahkan dari pengaruh komponen basis.

Downloads

Published

2026-08-31