The Uji Aktivitas Antidiabetes Fraksi Etil Asetat Daun Bidara (Ziziphus mauritiana L) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus) Yang Diinduksi Aloksan
DOI:
https://doi.org/10.54883/jpmw.v5i5.783Keywords:
Diabetes melitus, Daun Bidara, fraksi etil asetat, antihiperglikemikAbstract
Penyakit diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Terapi konvensional seperti metformin terbukti efektif, namun penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Daun bidara (Ziziphus mauritiana L.) diketahui mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai agen antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antidiabetes fraksi etil asetat daun bidara pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0.5%), kontrol positif (metformin 500 mg/kgBB), serta kelompok perlakuan fraksi etil asetat daun bidara dosis 15 mg/kgBB, 30 mg/kgBB, dan 45 mg/kgBB. Kadar glukosa darah diukur pada hari ke-3, ke-7, dan ke-14 menggunakan glukometer melalui pengambilan darah vena ekor mencit. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian fraksi etil asetat daun bidara mampu menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan, dengan penurunan yang semakin meningkat hingga hari ke-14 (p < 0,05). Dosis 45 mg/kgBB memberikan penurunan kadar glukosa darah terbesar dan menunjukkan efektivitas yang mendekati kontrol positif (metformin). Dengan demikian, fraksi etil asetat daun bidara memiliki aktivitas antihiperglikemik yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pharmacia Mandala Waluya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
