Uji Aktivitas Antibakteri Gel Kombinasi Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) Dan Ekstrak Daun Mimba (Azadiractha indica A. Juss) Terhadap Cutibacterium acnes Dan Staphylococcus epidermidis
DOI:
https://doi.org/10.54883/jpmw.v5i4.781Keywords:
Cutibacterium acne, Staphylococcus epidermidis, temulawak, mimbaAbstract
Jerawat (acne vulgaris) merupakan gangguan inflamasi kronis pada unit pilosebasea yang antara lain berkaitan dengan kolonisasi Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Penggunaan antibiotik dalam terapi jerawat secara berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi sehingga mendorong pengembangan bahan alam sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss), baik secara tunggal maupun kombinasi, serta mengevaluasi karakteristik sediaan gel yang mengandung kombinasi ekstrak tersebut. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan etanol 96%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia, pengujian Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), Diameter Daya Hambat (DDH), Fractional Inhibitory Concentration Index (FICI), aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, formulasi gel, evaluasi fisikokimia, stabilitas, dan uji iritasi. Rendemen ekstrak rimpang temulawak
dan daun mimba masing-masing sebesar 22,58% dan 36,44%. Kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Di antara rasio kombinasi yang diuji, rasio 1:2 (6,25%:3,12%) menghasilkan DDH terbesar, yaitu 23,42±0,53 mm terhadap C. acnes dan 22,18±0,68 mm terhadap S. epidermidis. Namun, nilai FICI sebesar 8,006 terhadap C. acnes dan 10,92 terhadap S. epidermidis menunjukkan bahwa interaksi kedua ekstrak bersifat antagonis. Aktivitas antioksidan ekstrak rimpang temulawak dan ekstrak daun mimba menunjukkan nilai IC₅₀ masing-masing sebesar 60,38 ppm dan 51,89 ppm. Sediaan gel yang dihasilkan memenuhi kriteria evaluasi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, dan daya sebar serta menunjukkan kestabilan fisik selama empat minggu pengujian dan tidak menimbulkan iritasi primer pada hewan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang temulawak dan daun mimba memiliki aktivitas antibakteri dan dapat diformulasikan dalam sediaan gel, tetapi kombinasi keduanya tidak menunjukkan efek sinergis berdasarkan nilai FICI.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pharmacia Mandala Waluya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
