Perbandingan Metode Maserasi Dan Ultrasonik Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.)
DOI:
https://doi.org/10.54883/jpmw.v5i3.743Keywords:
daun cengkeh, ekstraksi, maserasi, ultrasonik, antioksidanAbstract
Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan sel apabila jumlahnya melebihi
kapasitas pertahanan tubuh. Antioksidan alami diperlukan untuk membantu menangkal radikal bebas, salah
satunya dapat diperoleh dari daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) yang mengandung senyawa bioaktif seperti
eugenol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode ekstraksi maserasi dan ultrasonik
terhadap rendemen dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun cengkeh. Jenis penelitian ini adalah penelitian
analitik. Sampel yang digunakan berupa daun cengkeh yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan
metode maserasi dan ultrasonik. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan
pembanding vitamin C dan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa metode maserasi menghasilkan rendemen sebesar 35,6%, sedangkan metode
ultrasonik menghasilkan rendemen sebesar 8,96%. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak
maserasi memiliki nilai IC₅₀ sebesar 3,31 μg/mL, sedangkan ekstrak ultrasonik memiliki nilai IC₅₀ sebesar 18,36
μg/mL. Kedua ekstrak termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat karena memiliki nilai IC₅₀ < 50
μg/mL. Berdasarkan hasil tersebut, metode maserasi lebih efektif dibandingkan metode ultrasonik dalam
menghasilkan ekstrak daun cengkeh dengan rendemen lebih tinggi dan aktivitas antioksidan yang lebih kuat.
Kata kunci: daun cengkeh; ekstraksi; maserasi; ultrasonik; antioksidan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pharmacia Mandala Waluya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
