Skrining Fitokimia Dan Uji Antioksidan Pada Tumbuhan Paku Di Kawasan Air Terjun Kakek Bodo

Authors

  • Saidatul Anisa Pendidikan Biologi, Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan
  • Shaddiqah Munawaroh Fauziah Pendidikan Biologi, Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan
  • Uun Rohmawati Pendidikan Biologi, Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

DOI:

https://doi.org/10.54883/jpmw.v5i3.688

Keywords:

tumbuhan paku, skrining fitokimia, antioksidan, metode FRAP

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder serta mengevaluasi aktivitas antioksidan
tumbuhan paku di kawasan Air Terjun Kakek Bodo, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimental laboratorik dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan melalui
skrining fitokimia, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan metode Ferric Reducing Antioxidant Power
(FRAP). Sampel penelitian terdiri atas tujuh spesies tumbuhan paku yang diekstraksi menggunakan etanol 96%. Hasil
skrining fitokimia menunjukkan adanya variasi kandungan metabolit sekunder antarspesies, dengan senyawa tanin
sebagai komponen yang paling dominan. Senyawa fenolat, triterpenoid, dan steroid terdeteksi secara bervariasi,
sedangkan flavonoid dan saponin tidak terdeteksi pada seluruh sampel. Berdasarkan hasil skrining fitokimia, tiga spesies
terpilih, yaitu Athyrium filix-femina, Pecnemia irregularis, dan Nephrolepis cordifolia, dilanjutkan pada pengujian
aktivitas antioksidan metode FRAP. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai FRAP meningkat seiring bertambahnya
konsentrasi ekstrak, yang menandakan adanya kemampuan reduksi ion Fe³⁺ menjadi Fe²⁺. Di antara ketiga spesies yang
diuji, Nephrolepis cordifolia menunjukkan nilai FRAP tertinggi secara deskriptif dengan nilai maksimum sebesar 285 μM
Fe²⁺, diikuti oleh Athyrium filix-femina dan Pecnemia irregularis. Nilai koefisien determinasi (R²) yang mendekati 1
menunjukkan hubungan linear yang kuat antara konsentrasi ekstrak dan nilai FRAP. Secara keseluruhan, hasil penelitian
menunjukkan bahwa tumbuhan paku di kawasan Air Terjun Kakek Bodo berpotensi sebagai sumber antioksidan alami,
yang diduga berkaitan dengan keberadaan senyawa fenolat dan tanin.

Downloads

Published

2026-06-29