Uji Aktivitas Antijamur Fraksi N-Heksan, Etil Asetat Dan Air Daun Gayam (Inocarpus Fagifer (Parkinson ex F.A Zom) Fosberg) Terhadap Jamur Candida Albicans

Authors

  • Mona Rustia Program studi farmasi, fakultas sains dan teknologi, universitas mandala waluya
  • Silviana Hasanuddin Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia
  • Nur Herlina Nasir Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54883/jpmw.v5i3.616

Keywords:

Fraksinasi, daun gayam, albicans

Abstract

Infeksi jamur candida albicans salah satu penyebab utama kandidiasis pada manusia, khususnya didaerah yang beriklim
tropis dengan kelambapan tinggi seperti Indonesia. Tanaman gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex F.A Zom) Fosberg)
diketahui mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antijamur fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex F.A Zom) Fosberg) terhadap
candida albicans dan untuk mengetahui kosentrasi berapa fraksi daun gayam (Inocarpus fagifer (Parkinson ex F.A Zom)
Fosberg) yang optimal untuk menghambat pertumbuhan jamur candida albicans. Penelitian bersifat eksperimental
dengan metode difusi sumuran. Fraksi uji digunakan pada kosentrasi 20%, 40% dan 60%. Data dianalisis menggunakan
uji Kruskal-Wallis, serta Mann-Whitney. Fraksi n-heksan pada semua kosentrasi tidak memiliki daya hambat. Fraksi etil
asetat pada kosentrasi 60% menunjukan daya hambat sebesar 6,83 ± 1,66 mmraksi air pada kosentrasi 60% menunjukan
daya hambat sebesar 11,86 ± 0,75 mm. Disimpulkan bahwa Uji Kruskal-Wallis menunjukan fraksi n-heksan tidak signifikan (p=0,108), sedangkan fraks etil asetat (p=0,043) dan fraksi air (p=0,041) menunjukan perbedaan signifikan dan Kosentrasi optimal yang memberikan daya hambat adalah 60% diperoleh nilai signifikasinya yaitu masing-masing p<0,050

Downloads

Published

2026-06-29