Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Terhadap Lama Rawat Inap Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di Puskesmas Tongkuno

Authors

  • Destianita Sari Universitas Mandala Waluya
  • Bai Athur Ridwan Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia
  • Muhammad Idrus Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

DOI:

https://doi.org/10.54883/jpmw.v5i3.608

Keywords:

Antibiotik, Rasionalitas Penggunaan Antibiotik, ISPA, Lama Rawat Inap

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan bagian bawah yangdapat menyebabkan berbagai macam penyakit dari infeksi ringan sampai berat. Penggunaan obat secara rasional memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan pemakaian obat yang tepat, proses penyembuhan penyakit dapat berlangsung lebih cepat. Penggunaan antibiotik tidak rasional berdampak serius, terutama memicu resistensi antibiotik (bakteri jadi kebal), membuat infeksi sulit diobati, memperpanjang masa sakit, meningkatkan biaya perawatan, dan risiko kematian. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan data rekam medik pasien. Rasionalitas penggunaan antibiotika ditentukan dengan menggunakan metode Gyssens. Pada penelitian ini
menggunakan uji statistik Chi-square. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh data rekam medik sebanyak 283 pasien ISPA dan diperoleh sampel sebanyak 100 data rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi pada rawat inap di Puskesmas Tongkuno Kabupaten Muna Tahun 2023. Hasil penelitian pasien ISPA di Puskesmas Tongkuno diketahui bahwa jumlah pasien dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak dengan presentase sebesar (53,0%). Antibiotik yang paling sering digunakan adalah Amoxicillin dengan presentase sebesar (77,0%). Hasil rasionalitas antibiotik diperoleh tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat cara pemberian, dan tepat lama pemberian yaitu memiliki hasil yang sama dengan presentase sebesar (86,0%) dan yang tidak rasional sebanyak (14,0%). Nilai p pada hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap lama rawat inap adalah p < 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan lama rawat inap pasien ISPA di Puskesmas
Tongkuno Kabupaten Muna

Downloads

Published

2026-06-29