Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Air, Etil Asetat dan n-Heksan Batang Brotowali (Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thomson) Terhadap Bakteri Escherichia coli
DOI:
https://doi.org/10.54883/jpmw.v5i4.557Keywords:
Ekstraksi, UAE, Fraksinasi, Skrining, Batang Brotowali (Tinospora crispa L.)Abstract
Sebanyak 7,7 juta kematian dilaporkan terjadi akibat 33 jenis infeksi bakteri umum pada tahun 2019, salah satunya disebabkan oleh Escherichia coli, bakteri patogen yang berperan penting dalam menimbulkan berbagai infeksi pada manusia. Upaya pengendalian infeksi Escherichia coli memerlukan pengembangan agen antibakteri yang efektif dan aman, salah satunya melalui pemanfaatan bahan alam. Batang brotowali (Tinospora crispa (L.)) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan menentukan konsentrasi optimal fraksi air, etil asetat dan n-heksan batang brotowali terhadap E. coli. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan proses Ekstraksi dilakukan menggunakan metode Ultrasonic Assisted Extraction dengan etanol 96%, dilanjutkan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut air, etil asetat, dan n-heksan. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi golongan senyawa, sedangkan uji antibakteri dilakukan secara sumuran pada konsentrasi 20%, 25%, dan 30%. Kemudian analisis data dengan menggunakan One Way ANOVA. Hasil menunjukkan fraksi air mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin; fraksi etil asetat mengandung alkaloid, saponin dan steroid; serta fraksi n-heksan mengandung flavonoid dan steroid. Zona hambat terbesar pada konsentrasi 30% untuk fraksi air (8,33 mm), konsentrasi 25% dan 30% untuk fraksi etil asetat (5,94 mm dan 6,83 mm), serta konsentrasi 30% untuk fraksi n-heksan (4,94 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah fraksi air, etil asetat, dan n-heksana dari batang brotowali menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli, dengan fraksi air pada konsentrasi 30% menunjukkan zona hambat terbesar. Penelitian lanjutan diperlukan untuk identifikasi senyawa aktif melalui analisis spektroskopi dan pengujian terhadap bakteri patogen lainnya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pharmacia Mandala Waluya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
