Efektivitas Tanaman Bawang Putih Lanang (Allium sativum L.) Sebagai Terapi Herbal Hipertensi

Authors

  • Anne Elvina Bangun Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia
  • Alifadya Rezky Agista Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia
  • Andi Agista Dewi Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia
  • Nabiila Djaya Lestari Program Studi S1 Farmasi
  • Himaniarwati

DOI:

https://doi.org/10.54883/jpmw.v5i3.512

Keywords:

Hipertensi, Bawang Putih Lanang, Allium Sativum , Black Garlic, Senyawa Bioaktif

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan penanganan
komprehensif, termasuk terapi komplementer berbasis bahan alam. Bawang putih lanang (Allium sativum L.) diketahui
mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antihipertensi. Review ini bertujuan mengkaji kandungan
senyawa aktif, perubahan komposisi kimia akibat fermentasi menjadi black garlic, serta efektivitas berbagai bentuk
sediaan bawang putih dalam menurunkan tekanan darah. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed, Google
Scholar, dan ScienceDirect pada periode 2016–2025, dengan 30 artikel eksperimental dan klinis yang dianalisis secara
kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa allicin, hidrogen sulfida (H₂S), S-allyl cysteine (SAC), polifenol, dan flavonoid
berperan melalui mekanisme vasodilatasi, inhibisi ACE, perbaikan fungsi endotel, dan penurunan stres oksidatif.
Fermentasi meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas senyawa aktif, sehingga black garlic menunjukkan efek
antihipertensi yang lebih optimal dibandingkan bawang putih segar atau rebus

Downloads

Published

2026-06-29