https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/issue/feedJurnal Mandala Pengabdian Masyarakat2025-12-31T06:52:12+00:00Muhammad Isrulisrulfar@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat (JMPM) merupakan jurnal (Open Journal System) untuk <strong> </strong>hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan kesehatan.</p>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/624Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Yang Kreatif Dan Inovatif Di Kalangan Generasi Muda2025-07-30T20:44:43+00:00Maria Juniantamariajunianta03@gmail.comFitria Elvimariajuniata43@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Di Kabupaten Sekadau, pengetahuan kaum muda tentang kewirausahaan saja masih sangat rendah. Sehingga dengan membekali OMK Sekadau dengan pola pikir kreatif, ketangguhan dalam berinovasi, dan keterampilan dasar mengelola ide, program ini diharapkan dapat menjadi katalisator lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis pada identitas lokal. Pada akhirnya, program ini bukan sekadar pengabdian, melainkan investasi dalam membangun fondasi budaya inovasi dan kemandirian ekonomi sejak dini, yang sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan dan meningkatkan daya saing bangsa di masa depan.Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda melalui program pengabdian masyarakat. Program ini dilaksanakan oleh Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) dan menyasar kaum muda "Orang Muda Katholik" (OMK) Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau. Penelitian ini menggunakan metode pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kaum muda dalam berwirausaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini dapat membantu kaum muda memahami konsep kewirausahaan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam memulai usaha. Berdasarkan hasil wawancara terhadap jumlah peserta , 90% peserta memahami tentang langkah-langkah dalam memulai usaha.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/861Implementasi Proyek Pendidikan Berkelanjutan Berbasis Wirausaha Lingkungan melalui Pelatihan Guru Sekolah Dasar2025-10-29T06:18:30+00:00Marinda Sari Sofiyanasarisofiyana@gmail.comSuyitno Suyitnodrsuyitno03@gmail.comHazairin Nikmatul Lukmahaza.airin@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Penerapan pembelajaran berbasis proyek yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan masih terbatas pada jenjang sekolah dasar, sehingga diperlukan peningkatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran kontekstual berbasis potensi lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam menerapkan Education for Sustainable Development (ESD) dan Project-Based Learning (PjBL) di SD Negeri Gembongan 2, Kabupaten Blitar. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan konsep, pendampingan penyusunan modul ajar proyek, implementasi pembelajaran di kelas, serta monitoring dan evaluasi melalui pretest–posttest, observasi, dan angket. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep ESD dan PjBL sebesar 47% setelah pelatihan, serta 100% guru berhasil mengembangkan dan menerapkan minimal satu modul ajar proyek terkait isu lingkungan di sekolah. Proyek yang dikembangkan juga memuat unsur wirausaha lingkungan, seperti pengolahan sampah menjadi produk kerajinan, pembuatan kompos, dan budidaya tanaman bernilai ekonomi, sehingga memberikan pengalaman langsung bagi siswa dalam memadukan kepedulian ekologis dengan praktik kewirausahaan sederhana. Selain itu, keterlibatan aktif siswa meningkat selama pelaksanaan proyek yang berdampak pada penguatan kesadaran lingkungan dan kemampuan berpikir kritis.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/667Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Nugget Tinggi Protein Dalam Penurunan Prevelensi Stunting Desa Mojorayung, Kabupaten Madiun2025-08-03T09:39:16+00:00Prajwalita RukmaKharisma Rizkirukmakharisma15@staff.uns.ac.idYenny Febriana Ramadhan Abdiyennyabdi@staff.uns.ac.idAlfi Nur Rochmahfinur@staff.uns.ac.idDini Nadhilahdininadhilah@staff.uns.ac.idFitriyah Zulfafitriyahzulfa@staff.uns.ac.idDininurilmi Putri Sulemandininurilmi@staff.uns.ac.id<p style="font-weight: 400;">Desa Mojorayung merupakan salah satu desa di Kabupaten Madiun yang memiliki angka kasus <em>stunting </em>yang tinggi di Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, yaitu sekitar 50 kasus di tahun 2022. Berdasarkan hasil analisis, permasalahan yang terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang makanan bergizi dan beragam. Masyarakat kurang memahami tentang variasi olahan makanan sehat dan cara penyajiannya untuk pengolahan pangan yang bervariasi. Oleh karena itu, pemerintah Desa Mojorayung bersama PKK Sehat Lestari Berencana menciptakan serangkaian program untuk mendukung penurunan angka <em>stunting</em>, salah satunya adalah Rumpi <em>Stunting</em>. Program ini merupakan program yang berbasis ilmu pengetahuan kesehatan dan pangan untuk mendukung program berkelanjutan kolaborasi dengan Tim Akademis Prodi D3 Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Sebelas Maret di Madiun perlu dilakukan dengan tujuan mengedukasi pentingnya gizi seimbang dan menu panganan kaya nutrisi untuk 1000 hari pertama masa kehidupan anak melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat Desa Mojorayung dan mengimplementasikan keilmuan dalam bentuk pangan olahan siap saji yang digemari masyarakat dengan mengadakan pelatihan pembuatan <em>nugget</em> tinggi protein. <em>Nugget</em> dipilih karena bahan baku yang mudah didapatkan dan produknya digemari oleh anak-anak. Pelatihan pembuatan <em>nugget </em>tinggi protein pada masyarakat Desa Mojorayung diharapkan dapat meningkatkan informasi dan menjadi variasi bagi pola konsumsi harian keluarga untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein. Tahapan pengabdian Tim UNS melalui sosialisasi B2SA, pelatihan produksi <em>nugget</em> tinggi protein di Desa Mojorayung, dan introduksi peralatan produksi. Luaran dari pengabdian ini adalah Jurnal Ber-ISSN, video kegiatan, dan publikasi media cetak.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/670Model Pemberdayaan Gender dalam Budaya Partilinealistik: Implementasi Sekolah GALUH Berbasis Betty Neuman System Model2025-08-03T11:27:32+00:00Bernadetta Germia Aridamayantidettagerman@gmail.comMaulidya Septianybernadetta.aridamayanti@gmail.comIhya Hazairin Noorbernadetta.aridamayanti@ulm.ac.id<p style="font-weight: 400;">Budaya partilinealistik yang mengakar kuat di wilayah pedesaan Kalimantan Selatan menyebabkan perempuan terpinggirkan dalam pendidikan, ekonomi, dan pengambilan keputusan. Program Sekolah Perempuan GALUH berbasis Betty Neuman System Model diinisiasi sebagai bentuk intervensi edukatif dan transformatif untuk meningkatkan kesadaran gender, keterampilan kewirausahaan, dan literasi kesehatan perempuan. Program dilaksanakan melalui pendekatan pemberdayaan komunitas dengan 16 sesi pembelajaran teori dan praktik, yang mencakup kesetaraan gender, pengelolaan limbah, kewirausahaan, serta pemasaran digital. Evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test serta FGD. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada enam aspek kompetensi, termasuk pemahaman gender (dari 45% menjadi 85%), hak perempuan (40% menjadi 80%), hingga manajemen keuangan keluarga (32% menjadi 73%). Intervensi ini juga mendorong pembentukan kelompok perempuan produktif dan komunitas alumni sebagai wadah keberlanjutan. Integrasi teknologi tepat guna seperti Mesin Wood Crusher memperkuat aspek ekonomi dan lingkungan. Penerapan Betty Neuman System Model terbukti efektif dalam memperkuat sistem pertahanan perempuan terhadap stresor budaya patriarki. Program ini tidak hanya membentuk personal agency tetapi juga struktur sosial baru yang mendukung transformasi budaya dan kesetaraan berkelanjutan. Model ini berpotensi direplikasi di wilayah serupa dengan pendekatan kontekstual.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/675Edukasi Pemanfaatan Bunga Telang (Clitoria ternatea) pada Penderita Hipertensi di Desa Bumi Indah, Kabupaten Konawe2025-08-03T11:28:24+00:00Wa Ode Yuliastriyuliastriwaode82@gmail.comPrawara Purnamayuliastriwaode82@gmail.comFitri Yantiwaodeyuliastri82@gmail.comEka Dharma Putriyuliastriwaode82@gmail.comMimi Yatiwaodeyuliastri82@gmail.comNur Ainun Asrinurainunasri0910@gmail.comHendri Apriantowaodeyuliastri82@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang melibatkan tekanan darah yang tidak terkontrol. Masyarakat banyak yang belum mengetahui terkait pengetahuan tentang penyakit hipertensi, pola hidup sehat, dan pemanfaatan bunga telang sebagai tanaman yang dapat mencegah penyakit hipertensi. Pengabdian kepada Masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan edukasi terkait penyakit hipertensi dan cara pencegahan penyakit hipertensi serta sosialisasi bunga telang sebagai antihipertensi. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan didesa Bumi Indah, kecamatan Konawe. Metode pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini adalah edukasi dan pelatihan pembuatan minuman seduh yang berasal dari bunga telang. Peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah Perempuan atau ibu rumah tangga serta laki laki yang memiliki potensi dalam ketertarikan terhadap minuman seduh yang berasal dari bunga telang. Hasil dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini menunjukkan bahwa Masyarakat mengerti terkait penyakit hipertensi dan pencegahan penyakit hipertensi serta ketertarikan dalam mengolah bunga telang menjadi minuman seduh dan cara pengolahannya. Kegiatan ini memiliki manfaat Kesehatan dan dapat berpotensi dalam menurunkan angka penyakit hipertensi di desa Bumi Indah.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/679Pendampingan Pengembangan Usaha Kuliner Pantai Glagah, Kelurahan Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo2025-07-30T09:20:19+00:00Xaveria Indri Prasasyanignsihindriprass@staff.ukdw.ac.idPutriana Kristantiputrianak@staff.ukdw.ac.idViola Nextzitavnextzita93@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Usaha kuliner di kawasan wisata Pantai Glagah, Kulon Progo, berperan penting dalam mendukung perekonomian lokal, namun banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam manajemen dan pengelolaan keuangan. Kondisi ini membuat mereka sulit berinovasi dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan mitra melalui pendampingan usaha kuliner. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, serta pelatihan yang difokuskan pada penguatan keterampilan manajemen usaha dan keuangan sederhana. Luaran dari program ini mencakup publikasi jurnal nasional terindeks, bahan ajar, dan karya visual yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan usaha kuliner di daerah wisata. Hasil program menunjukkan bahwa mitra memperoleh peningkatan pengetahuan, kepuasan, serta rasa percaya diri dalam mengelola usaha mereka. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan daya saing pelaku usaha kuliner, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kulon Progo.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/682Branding UMKM Berbasis Potensi Lokal Sinergi Pendampingan, Teknologi Digital dan Pemberdayaan Ekonomi di Jakarta Timur2025-08-07T11:33:30+00:00Zulfikar Tegar Salimzulfikarsalim@uhamka.ac.idOnny Fitriana Sitoruszulfikarsalim@uhamka.ac.idFayi Evan Nurizulfikarsalim@uhamkaa.c.idMuhammad Faisal Ramdhanizulfikarsalim@uhamka.ac.idWaode Elza Firdaussulfikarsalim@uhamka.ac.idWilly Setiyawanzulfikarsalim@uhamka.ac.id<p style="font-weight: 400;">Era revolusi digital menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mampu beradaptasi dalam aspek branding dan teknologi digital guna meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pendampingan berbasis potensi lokal dalam mengembangkan strategi branding UMKM melalui sinergi edukatif, teknologi digital, dan pemberdayaan ekonomi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta pendampingan adaptif secara berkelanjutan. Hasil menunjukkan bahwa intervensi melalui pembuatan identitas visual (logo dan <em>banner</em>), pendaftaran lokasi UMKM di Google Maps, serta implementasi alat pembayaran digital (QRIS) secara signifikan meningkatkan literasi digital, visibilitas usaha, dan profesionalisme pelaku UMKM. Pendampingan terbukti efektif mendorong transformasi dari promosi ke pemasaran digital berbasis narasi lokal. Studi ini menegaskan pentingnya replikasi dan pengembangan strategi pendampingan branding yang terintegrasi dengan potensi lokal agar UMKM Indonesia dapat tumbuh lebih inklusif, mandiri, dan berdaya saing tinggi di era digital.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/808Penguatan Male Cadre dalam Implementasi Buku KIA untuk Wujudkan Papa Mama Berdaya 2025-11-17T13:33:49+00:00Giyawati Yulilania Okinarumgitaokinarum@respati.ac.idPuspito Panggih Rahayupuspitopanggihrahayu@respati.ac.idFery Lusviana Widianylusviana86@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Stigma negatif sangat melekat bagi laki-laki yang terlibat dalam perawatan kesehatan maternal dan neonatal. Hal tersebut menimbulkan dampak abai serta tidak percaya diri dalam mendampingi pasangannya pada masa perinatal. Selama ini, kader yang terpilih adalah seorang perempuan, padahal laki-laki pun juga memiliki peran yang penting jika terpilih sebagai kader. Mereka mampu memberikan dukungan sosial serta ruang belajar di masa perinatal bagi sesama ayah. Dengan demikian, kami mengembangkan inovasi sosial dengan mengikutsertakan laki-laki sebagai kader dalam program ‘Papa Mama Berdaya’, dan memberikan penguatan pengetahuan implementasi buku KIA. Desain yang digunakan adalah <em>repeated measured </em>dengan tiga pengukuran (pretest, posttest 1 setelah pelatihan konsep, dan posttest 2 setelah pelatihan praktis) pada 15 ayah yang dibentuk sebagai ‘<em>male cadre</em>’. Pengetahuan meningkat secara signifikan terjadi pada sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan praktis selama 2 kali, dengan peningkatan pada pretest vs posttest 1, posttest 1 vs possttest 2, dan pretest vs posttest 2 sebesar (36,06%; 11,44%; dan 51,64%). Penguatan peran dan wawasan kewaspadaan yang tepat untuk <em>‘male cadre’</em>, sangat dibutuhkan dalam peningkatan pengetahuan mereka.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/825Pelatihan Pemanfaatan Citra Satelit dan Sistem Informasi Geografis Dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Sambas2025-10-31T05:53:05+00:00Sudirman Masara'Tsudirmanmt963@gmail.comMuhammad Usmanusman.mtaib@gmail.comNurul Fatimah Yunitanurulfatimahyunita@gmail.comAzani Azanidudirmanmt963@gmail.comAwiastian Awiastiansudrimanmt963@gmail.comNursyariah Nursyariahsurimanmt963@gmail.comDiandra Julinantasudirmanmt963@gmail.comSintia Sintiasudirmanmt963@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Upaya peningkatan produktivitas tanaman padi di kabupaten Sambas sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim yang berakibat pada sulitnya memprediksi musim tanam dan metode kultur teknis yang tepat serta minimnya akses teknologi modern ditingkat petani dan penyuluh lapangan. Kondisi ini diperparah oleh kurang akuratnya data dan informasi tentang kondisi lahan pertanian. Perubahan iklim mengakibatkan ketidakstabilan pola cuaca yang sangat berpengaruh pada pasokan dan jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman padi. Teknik budidaya yang berbasis pada intuisi dan pengalaman historis selama puluhan tahun masih dijadikan dasar oleh penyuluh dan petani dalam melakukan budidaya. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode <em>participatory action research (PAR)</em>yang melibatkan beberapa langkah strategis yang diawali dengan survei lokasi, analisis komprehensif masalah dan kebutuhan kelompok mitra melalui kuisioner dan diskusi terbuka, serta pelatihan. Hasil pemberdayaan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi dan pengetahuan mitra yang sebelumnya berada pada persentase 41% dan setelah kegiatan menjadi 92% pada aspek pemanfaatan data citra dan keruangan. Selain itu juga terjadi peningkatan pemahaman mitra dalam pengendalian hama secara terpadu dan pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Hasil uji statistik Wilcoxon dan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai signifikansi (p<0,05) mengindikasikan bahwa adanya perbedaan dalam pengetahuan petani sebelum dan sesudah pelatihan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/840Budidaya Bawang Putih Organik sebagai Upaya Penyediaan Bahan Baku Obat Tradisional2025-11-11T02:26:24+00:00I Gusti Agung Ayu Kartikaayukartika@uhnsugriwa.ac.idI Made Sugataimadesugata65@gmail.comDewi Puspita Apsaridewipuspitaapsari@gmail.comNi Luh Gede Sudaryatisudaryati@unhi.ac.id<p style="font-weight: 400;">Desa Siakin, Kabupaten Bangli, Bali, memiliki potensi pengembangan tanaman bawang putih sebagai bahan baku obat tradisional, namun keterampilan masyarakat dalam budidaya organik masih terbatas. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan minat, pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam budidaya bawang putih organik. Metode yang digunakan adalah <em>Participatory Action Research</em> melalui sosialisasi pada 30 orang warga dan pembuatan lahan percontohan budi daya bawang putih organik. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 3,9% (dari 76% menjadi 79%). Selain itu, pada aspek motivasi mengalami pergeseran. Alasan motivasi sebelum pelatihan yaitu dominan terkait potensi pasar (37%), namun setelah pelatihan berubah menjadi motivasi akibat kesadaran akan kesehatan dan keamanan pangan (36%) serta menilai bahwa bawang putih organik memiliki nilai ekonomi lebih tinggi (32%). Peserta juga mampu mempraktikkan budidaya bawang putih organik. Program ini terbukti meningkatkan literasi pertanian organik sekaligus membuka peluang pengembangan sentra pertanian bawang putih yang berkelanjutan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/872Pengembangan Kegiatan Pendidikan dan Keterampilan Sosial Anak Yatim di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Sukoharjo2025-11-04T03:09:30+00:00Nurul Asma Khoiriyahayuhana340@gmail.comHANA AYU SAFITRI wahyuniayuhana340@gmail.comAnisah Safitriayuhana340@gmail.comAnisa Meilawatiayuhana340@gmail.comTriono Ali Mustofaayuhana340@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah di Sukoharjo adalah lembaga sosial yang memberikan perlindungan dan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu. Artikel ini mengulas kegiatan rutin di panti yang berfokus pada pengembangan spiritual, pendidikan, dan keterampilan sosial anak-anak. Kegiatan di panti dimulai dengan hafalan Al-Qur'an, diikuti oleh kegiatan sekolah di siang hari, dan dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan dan pendidikan pada sore dan malam hari. Panti ini juga mengadakan kegiatan Tapak Suci dan muhadarah untuk meningkatkan kemampuan fisik dan kepercayaan diri anak-anak. Desain penelitian ini menggunakan analisis kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Berbagai kendala yang teridentifikasi kemudian dianalisis guna menemukan akar permasalahan serta merumuskan upaya untuk meningkatkan keterampilan social dengan kegiatan Muhadharoh (Pidato). Tujuan utama dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan keterampilan sosial anak-anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Sukoharjo melalui penerapan kegiatan Muhadharoh. Kegiatan PKM merupakan kegiatan berupa pendampingan dan pelaksanaan muhadharah (pidato) yang disusun secara sistematis dan terstruktur untuk melatih keberanian dan kemampuan anak dalam berkomunikasi dengan baik. Pelaksanaan muhadharah secara bergiliran membuat anak-anak lebih berani tampil dan mampu menyampaikan pendapat di depan teman temannya serta para pengasih di panti.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/893Pemberdayaan Kelompok UPPKA Bering Berigas melalui Diversifikasi Produk Olahan Ikan Haruan di Kelurahan Bereng Bengkel 2025-11-21T06:04:16+00:00Lia Septyariadindilestari@mipa.upr.ac.idria windi lestaririawindilestari@mipa.upr.ac.idNorhayani Norhayaniriawindilestari@mipa.upr.ac.idOkta Sulistiariawindilestari@mipa.upr.ac.idFadhila Azizriawindilestari@mipa.upr.ac.idDesi Maria Panjaitanriawindilestari@mipa.upr.ac.idFebby Darmawanriawindilestari@mipa.upr.ac.id<p style="font-weight: 400;">Ikan haruan (<em>Channa striata</em>) merupakan komoditas perikanan air tawar dengan nilai ekonomi yang cukup baik di Kota Palangka Raya, khususnya di Kelurahan Bereng Bengkel, di mana mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan sungai. Selama ini, hasil tangkapan ikan haruan lebih banyak dijual dalam bentuk segar atau diolah secara sederhana, sehingga nilai tambah dan potensi pasarnya belum optimal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah terbatasnya jenis produk olahan, keterbatasan peralatan pengolahan, serta keterampilan teknis yang masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam diversifikasi olahan ikan haruan yang layak dijual di toko-toko frozen food. Metode yang digunakan adalah pendampingan wirausaha masyarakat dengan tahapan persiapan dan pelatihan teknis pembuatan produk, seperti fillet, daging giling, tahu bakso, dan otak-otak ikan haruan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta, yang semula hanya terbatas pada produksi amplang, kini berkembang menjadi penguasaan beragam produk olahan dengan kualitas kemasan lebih baik. Seluruh indikator capaian meningkat hingga 100% setelah pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa diversifikasi produk ikan haruan dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pendapatan nelayan sungai dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Kelurahan Bereng Bengkel secara berkelanjutan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/672SANTERA (Santri Sehat Terawat): Edukasi Penyakit Menular Berbasis Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat bagi Santri2025-08-03T09:40:21+00:00Kiky Martha Ariesakakiky.martha.fk@um.ac.idLintang Widya Sishartamilintang.widya.fk@um.ac.idAnditri Weningtyasanditri.weningtyas.fk@um.ac.idHilma Tsurayya Iftitahurrozahilma.tsurayya.fk@um.ac.idMatius Dimas Reza Dana Ismayamatius.dimas.fk@um.ac.idarif Ladika Wiratamakiky.martha.fk@um.ac.idTaurisma Aulia Nanda Wibisonokiky.martha.fk@um.ac.idFannia Yosa Bakhtiarkiky.martha.fk@um.ac.id<p style="font-weight: 400;">Lingkungan pesantren yang padat dan komunal menyebabkan santri rentan terhadap penyakit menular serta gaya hidup tidak sehat. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, ditemukan masalah kesehatan yang dominan seperti skabies, diare, serta kelelahan akibat kebiasaan menahan buang air besar dan melewatkan sarapan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri mengenai pentingnya kebersihan diri dan gaya hidup sehat melalui edukasi kesehatan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap kunjungan dan menggunakan pendekatan model ADDIE yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan materi, pengembangan media edukatif berupa presentasi dan flyer, pelaksanaan edukasi secara interaktif kepada santri, serta evaluasi menggunakan kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh indikator kepuasan memperoleh skor rerata tinggi, berkisar antara 76,5% hingga 83%, dengan kategori sangat baik. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama sesi edukasi, serta adanya niat untuk menerapkan dan menyebarluaskan informasi yang diperoleh. Tim pengabdian juga memberikan dukungan fasilitas kesehatan berupa alat kebersihan, alat pemeriksaan sederhana, dan obat-obatan umum yang dibutuhkan oleh Unit Kesehatan Pesantren. Kegiatan ini memberikan dampak positif jangka pendek dalam hal peningkatan pengetahuan dan kesadaran, serta memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menjaga kesehatan santri. Oleh karena itu, program ini dinilai berhasil mencapai tujuannya dan berpotensi untuk direplikasi di lingkungan pesantren lainnya dengan penyesuaian konteks lokal.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/866Penciptaan Pola Batik Orchidee Khas Kelud untuk Mendukung Keberlanjutan Eco-Ethnotourism dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Semen2025-10-31T06:56:14+00:00Wahyu Djoko Sulistyowahyu.djoko.fis@um.ac.idmellinanur hafidamellina.hafida89@gmail.comJoko Sayonowahyu.djoko.fis@um.ac.idAditya Nugroho Widiadiwahyu.djoko.fis@um.ac.idIsmail Lutfiwahyu.djoko.fis@um.ac.idGedhe Ashariwahyu.djoko.fis@um.ac.idAriani Susilowahyu.djoko.fis@um.ac.idAnisa Amalia Maisarohwahyu.djoko.fis@um.ac.idAhmad Suhadakwahyu.djoko.fis@um.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menciptakan pola Batik Orchidee Khas Kelud sebagai upaya mendukung keberlanjutan eco-ethnotourism dan pemberdayaan masyarakat di Desa Semen, Kabupaten Blitar. Desa ini memiliki kekayaan flora endemik, khususnya anggrek <em>Vanda tricolor</em>, yang mencerminkan identitas ekologis dan budaya lokal. Pendekatan <em>Asset-Based Community Development</em> (ABCD) diterapkan melalui lima tahapan: discovery, dream, design, define, dan destiny, untuk menggali dan mengoptimalkan aset komunitas. Kegiatan ini melibatkan 35 peserta dari unsur ibu rumah tangga, karang taruna, dan komunitas Puspa Jagad selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif masyarakat mencapai 80%, penggunaan pewarna alami meningkat hingga 78%, serta pendapatan pengrajin meningkat hingga 45%. Penerapan teknik batik print berbasis flora lokal tidak hanya memperkaya estetika seni batik, tetapi juga memperkuat identitas budaya, kesadaran ekologis, dan ekonomi kreatif masyarakat desa. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekonomi kreatif, pelestarian nilai budaya lokal, serta penerapan praktik produksi berkelanjutan dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis <em>eco-ethnotourism</em>.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/777Inovasi Produksi Mie Analog di Desa Masbagik Timur: Solusi Pangan Fungsional Untuk Diabetes dan Stunting2025-10-10T08:45:56+00:00Yuyun Febrianiyuyunfebriani89@hamzanwadi.ac.idJeli Marlitajelimarlita@hamzanwadi.ac.idIndra Gunawani.gunawan@hamzanwadi.ac.id<p style="font-weight: 400;">Stunting dan diabetes melitus merupakan suatu kondisi kronis yang pada dasarnya memiliki akar penyebab yang sama, yaitu ketidakseimbangan gizi dalam jangka panjang. Kekurangan gizi pada masa awal kehidupan mengakibatkan perubahan metabolisme yang dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes melitus pada usia dewasa. Oleh karena itu, nilai angka kecukupan gizi produk pangan sangat penting untuk memastikan kemanannya pada kedua kondisi tersebut. Permasalahan gizi dan kasus diabetes mellitus menjadi tantangan besar bidang kesehatan. Tingginya angka prevalensi per tahunnya menjadi kedua kasus yang serius. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan pendampingan pengembangan produk olahan pangan berupa mie analog dan tepung mocaf untuk pengendalian stunting dan diabetes melitus. Metode yang digunakan yaitu produksi, diversifikasi produk, dan pengecekan kadar kecukupan gizi produk pangan. Hasil yang diperoleh berupa mie analog rasa original, rasa kacang lebui, rasa rumput laut, dan rasa daun kelor. Diversifikasi (pengembangan) produk berupa tepung mocaf. Nilai kadar zat gizi karbohidrat berkisar antara 72-89%, protein 0.7-5.8%, dan lemak 0.4-11%. Nilai ini menunjukkan dengan tingginya karbohidrat dan protein, serta rendahnya kadar lemak membuat potensi tepung mocaf dan mie analog berperan dalam hal memenuhi kecukupan gizi sehingga mengurangi resiko terjadinya diabetes melitus dan stunting. Kesimpulan, mie analog dan tepung mocaf memiliki nilai kadar zat gizi yang cukup baik dan dapat menjadi solusi alternaif pangan bergizi dan fungsional untuk pengendalian stunting dan diabetes melitus.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/891Meningkatkan Pemahaman Dan Kesadaran Hukum Siswa Melalui Edukasi Berbasis Sekolah 2025-11-11T02:28:40+00:00Hasrat A. Aimanghasratsaluan@gmail.comFarid Halutifhaluti@gmail.comRiniarty Djamalriniarty@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Kesadaran hukum di kalangan remaja, khususnya siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), menjadi isu penting dalam membentuk generasi yang taat hukum dan bertanggung jawab secara sosial. Rendahnya pemahaman hukum sering kali menjadi faktor pendorong meningkatnya pelanggaran tata tertib hingga tindakan melanggar hukum ringan di lingkungan sekolah. Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum siswa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 2 Luwuk. Pelaksanaan pengabdian dengan pendekatan sosialisasi hukum, simulasi kasus, untuk mengukur ketercapaian program ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman hukum siswa sebesar 50%–58% setelah mengikuti program edukasi hukum yang melibatkan simulasi kasus, diskusi reflektif, dan media visual. Temuan ini memperkuat efektivitas pendekatan pembelajaran hukum berbasis pengalaman dalam pendidikan karakter hukum. Kegiatan ini memberikan kontribusi praktis bagi sekolah dan membuka peluang pengembangan kurikulum literasi hukum kontekstual di masa mendatang. Untuk kegiatan pengabdian selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian untuk mengukur dampak jangka panjang dan efektivitas keterlibatan multi pihak dalam program serupa.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/803Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas untuk Siswa Sekolah Dasar Frater Bakti Luhur Makassar Melalui Edukasi dan Penyediaan Sarana Keselamatan2025-11-23T03:04:38+00:00Louise Elizabethlouise_radjawane@ukipaulus.ac.idErwinda Garcya Lamanlouise_radjawane@ukupaulus.ac.idOlan Jujun Sanggarialouise_radjawane@ukipaulus.ac.idMarni Patandalouise_radjawane@ukipaulus.ac.idMonika Sensuslouise_radjawane@ukipaulus.ac.id<p style="font-weight: 400;">Siswa SD Frater Bakti Luhur memiliki 844 siswa yang mana tempat tinggal mereka tidak semuanya berada dekat dengan sekolah. Selain itu, SD Frater Bakti Luhur yang terletak di ruas jalan yang memiliki volume kendaraan dan kecepatan tinggi sangat berisiko terhadap terjadinya konflik antar kendaraan atau kendaraan dan pejalan kaki. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas pada siswa melalui penambahan pemahaman tertib berlalulintas dan kelengkapan informasi keselamatan lalu lintas di sekitar sekolah. Metode yang digunakan adalah analisis situasi awal dari mitra, mendesain model inovasi, edukasi terhadap siswa, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta monitoring keberlanjutan kegiatan. Hasil dari kegiatan ini berupa peningkatan pemahaman siswa akan keselamatan lalu lintas baik sebagai pejalan kaki maupun saat berada di kendaraan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 35% berdasarkan perbandingan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Selain edukasi, tim juga memasang rambu peringatan, <em>warning light</em>, serta menyediakan <em>pocket book</em>keselamatan. Diharapkan keberlanjutan dari kegiatan ini agar dapat melibatkan orang tua untuk lebih memahami kesalamatan lalu lintas terutama saat berkendara dan berjalan kaki bersama anak di jalan raya.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/625Pelatihan Pembuatan Kimchi untuk Meningkatkan Gizi dan Pencegahan Awal Stunting di Posyandu Melati, Menteng, Palangka Raya 2025-07-24T22:23:35+00:00Muh. Supwatul Hakimhakim@mipa.upr.ac.idDwi Hermayantiningsihdwiherma@mipa.upr.ac.idYuliana Yulianayuliana@upr.ac.idHanasia Hanasiahanasia@upr.ac.id<p style="font-weight: 400;">Stunting merupakan masalah gizi yang terjadi akibat kekurangan nutrisi, terutama pada periode pertumbuhan awal anak. Kasus stunting di Kota Palangka Raya mencapai 27,8%, bahkan lebih tinggi dari rata-rata angka stunting di Provinsi Kalimantan Tengah (26,9%). Prevalensi stunting sangat dipengaruhi oleh kesadaran untuk mengkonsumsi makanan sehat dan tinggi probiotik yang menunjang pertumbuhan. Pada umumnya, masyarakat terutama ibu balita dan anak-anak sering mengkonsumsi makanan ringan yang rendah nutrisi sehingga menghambat pertumbuhan anak. Makanan bergizi tidak harus mahal, contohnya kimchi sebagai makanan fermentasi mengandung serat tinggi, probiotik, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan kimchi kepada ibu-ibu dan kader posyandu. Proses pembuatan kimchi cukup mudah, bahan-bahannya mudah diperoleh serta harganya terjangkau. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari pemaparan materi, simulasi pembuatan kimchi, tanya jawab, dan evaluasi. Hasil kuesioner dari 24 peserta, sebagian besar setuju dan sangat setuju jika tema kegiatan sesuai kebutuhan, materi mudah dipahami, pengetahuan peserta meningkat dan peserta juga tertarik untuk mencoba membuat kimchi. Kegiatan PKM ini dinilai cukup berhasil dan dapat diteruskan oleh peserta</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/773Penerapan SIM Berbasis Cloud Untuk Tingkatkan Daya Saing Anyaman Bambu Sukodadi, Lamongan 2025-11-11T02:16:46+00:00ARIEFAHariefah.sundari@unisda.ac.idMansyur Abidinariefah.sundari@unisda.ac.idAnjar Sulistyowatiariefah.sundari@unisda.ac.idUmi Nur Nadzifahariefah.sundari@unisda.ac.idM. Misbachul Hudaariefah.sundari@unisda.ac.idFatimatuzzahro Fatimatuzzahroariefah.sundari@unisda.ac.id<p style="font-weight: 400;">Sentra Kerajinan Anyaman Bambu di Sukodadi, Lamongan, merupakan salah satu kelompok usaha mikro kecil dan menengah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi keterbatasan dalam aspek manajemen dan pemasaran. Permasalahan utama meliputi rendahnya literasi digital pengrajin, sistem pencatatan manual yang menimbulkan kesalahan inventaris, serta keterbatasan akses pasar yang sebagian besar masih bergantung pada penjualan konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing melalui penerapan sistem informasi manajemen berbasis cloud serta penguatan strategi pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan intensif, penerapan aplikasi Zoho Inventory, pendampingan lapangan, serta evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi operasional dengan penurunan kesalahan pencatatan stok hingga di bawah lima persen, serta meningkatnya keterampilan digital pengrajin dalam mengelola toko online. Selain itu, keterlibatan aktif pengrajin perempuan memperkuat keberlanjutan program dan memberikan dampak positif terhadap partisipasi ekonomi lokal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penerapan sistem manajemen berbasis cloud terbukti mampu meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing UMKM anyaman bambu sebagai bagian dari ekonomi kreatif daerah.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/523Pengaruh Pemberian Edukasi Gerakan Cerdas Menggunakan obat (Ge Ma Cermat) dengan Leaflet terhadap tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara 2025-04-27T17:12:50+00:00apt. Pusmarani, S. Farm., M.Sc.triapusmarani20@gmail.comCitra Dewitriapusmarani@gmail.comRisky Juliansyah Putritriapusmarani20@gmail.comRifa'atul Mahmudahtriapusmarani20@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Swamedikasi (mengobati diri sendiri) adalah upaya yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri untuk mengatasi keluhan dari gejala penyakit sebelum meminta pertolongan kepada tenaga kesehatan. Beberapa masalah yang terjadi pada masyarakat Wawatu terkait swamedikasi ini adalah masyarakat Desa Wawatu juga banyak menyimpan obat dalam jangka waktu yang lama, menggunakan kombinasi obat sintetik dan jamu tanpa pendampingan untuk mengurangi gejala penyakit, menggunakan obat yang kemasannya sudah rusak, menggunakan antibiotic ketika mengalami gejala diare atau sakit gigi dan menggunakan antinyeri ketika mengalami kelelahan. Masalah terkait swamedikasi tersebut dapat dicegah melalui pendampingan penggunaan obat oleh apoteker. Selain itu, apoteker juga berperan dalam mencegah kejadian efek samping obat yang tidak diinginkan, resistensi antibiotic, dan memberikan pendampingan kepada masyarakat ketika menggunakan obat, jamu atau kosmetik. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa Wawatu dalam menggunakan obat melalui pemberian edukasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Ge Ma Cermat) dengan menggunakan leaflet. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah melalui penyuluhan kepada masayarakat desa Wawatu dengan memberikan <em>pre-test</em> dan <em>post-test </em>pada 50 orang dengan kriteria peserta adalah usia dewasa (umur 18-65 tahun), dapat membaca dan menulis, bersedia menjadi peserta dalam kegiatan ini. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling. Hasil uji <em>Chi Square</em> dengan nilai P=0,000<0,05 yang menunjukkan bahwa pemberian edukasi dengan leaflet berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan masyarakat desa Wawatu dalam menggunakan obat secara rasional.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/554Edukasi dan Pelatihan Pemanfaatan Daun Kenikir Sebagai Minuman Fungsional Antioksidan dan Kosmetika Herbal di Desa Ulak Kerbau Baru 2025-04-27T17:50:29+00:00Herlina Herlinamutia.sariwardana@binawan.ac.idDina Permata Wijayadinapermatawijaya@unsri.ac.idViva Starlistamutia.sariwardana@binawan.ac.idSternatami Liberiteramutia.sariwardana@binawan.ac.idMutia Sari Wardanamutia.sariwardana@binawan.ac.id<p style="font-weight: 400;">Penyakit degeneratif dapat dicegah dan disembuhkan dengan mengkonsumsi minuman fungsional ramuan herbal yang mengandung antioksidan. Banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan mengenai tanaman herbal yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Daun kenikir banyak mengandung zat gizi, vitamin, dan metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan dalam bentuk minuman fungsional dan kosmetik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat di Desa Ulak Kerbau Baru untuk memanfaatkan daun kenikir menjadi produk teh celup yang siap dikonsumsi dan produk masker untuk kecantikan sehingga dapat dipasarkan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai perekonomian masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat khususnya ibu rumah tangga dan remaja putri. Kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan yaitu observasi, pengenalan dan pemanfaatan daun kenikir serta demonstrasi pelatihan pembuatan teh celup dan masker. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang tanaman berkhasiat obat dan mampu membuat produk minuman fungsional antioksidan dalam bentuk teh celup dan kosmetika herbal dalam bentuk masker bubuk daun kenikir. Kegiatan ini berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan menjadi peluang bisnis bagi masyarakat setempat untuk membuat produk komersil dalam bidang kesehatan dan kecantikan yang bernilai ekonomis tinggi untuk sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/556Penerapan Budaya Kerja 5S Pada Area Kerja di UKM Bengkel Sepatu JKS 2025-04-27T17:50:58+00:00Uyuunul Mauidzohuyuunul@itda.ac.idGunawan Gunawangunawan@itda.ac.idRiani Nurdinrianinurdin@itda.ac.idMarni Astutimarniastuti@itda.ac.idYasrin Zabidiyasrin@itda.ac.idMaria Asumpta Deny Kusumaningrummariadeny@itda.ac.id<p style="font-weight: 400;">Candi Borobudur merupakan destinasi wisata populer di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Untuk menunjang kebutuhan wisatawan dalam berkunjung ke Candi Borobudur banyak didirikan Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar candi, salah satunya adalah Bengkel Sepatu JKS milik Bapak Joko Santoso yang memproduksi sepatu, ikat pinggang, case handphone, dompet, tempat KTP, tempat korek api dan juga menerima reparasi sepatu dan tas. Bahan utama pembuatan produk UKM ini adalah kulit hewan asli dan dibuat secara manual dengan tangan (handmade). Permasalahan yang muncul pada Bengkel Sepatu JKS adalah kondisi kerja yang tidak bersih, tidak rapi, tidak aman, dan tidak nyaman. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi kinerja pekerja dalam pembuatan produk. Oleh karenanya perlu dilakukan pendampingan dalam pengenalan dan menerapkan budaya kerja yang baik. Metode untuk menyelesaikan permasalahan di Bengkel Sepatu JKS berupa pendampingan dalam menerapkan budaya kerja 5S (<em>Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke</em>). Hasil pendampingan Budaya kerja 5S antara lain penataan meja kerja pembuatan sepatu, rak untuk penempatan produk setengah jadi dan produk jadi, pembuatan petunjuk tempat dan slogan 5S, dan rak produk sandal upanat. Penerapan budaya kerja 5S di UKM Bengkel Sepatu JKS meningkat dari 25% menjadi 100%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini sangta bermanfaat bagi UKM Bengkel Sepatu JKS.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/566Penyuluhan dan Pelatihan Pengembangan Produk “KEHA" Pada Kader Pkk di Desa Kasulatombi Buton Utara2025-05-13T15:31:56+00:00Rosdarni Rosdarnirosdarni@gmail.comYuliana Musliminyulianamuslimin79@gmail.com La Ode Musliminmusliminlaodefam@gmail.comfatma Sari Siharissiharis.fatma@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Pokea atau biasa dikenal dengan sebutan “Keha” oleh masyarakat desa Kasulatombi merupakan jenis moluska bivalvia yagng hidup di perairan sungai dan danau di wilayah Sulawesi termasuk Kabupaten Buton Utara. Kerang ini memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang cukup tinggi, dan juga sumber pangan bagi masyarakat setempat. Namun sayangnya masyakat Desa Kasulatombi, khususnya Kader PKK mengalami permasalahan dalam memaksimalkan sumber daya alam ini. Program ini menawarkan solusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, terutama dalam pengolahan “KEHA” sehingga lebih bernilai ekonomis sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi terutama pada kader PKK dan membuka peluang usaha berbasis olahan kerang “Keha”. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat tersedia model bisnis skala rumah tangga yang dapat direplikasi oleh masyarakat lainnya di Desa Kasulatombi. Hasil dari penyuluhan dan pelatihan ini adalah hampir seluruh peserta yang mengikuti pelatihan merasa terbantu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilaan dalam memanfaatkan produk kerang “KEHA” agar lebih bernilai ekonomis.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/599Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Kronis Mengenai “Tanya Lima O”2025-07-11T20:55:38+00:00Nia Kurnia Sari nia_kurnia_sari@stfi.ac.idDeby Tristiyanti debytristiyanti@stfi.ac.idNovi Irwan Fauzi noviirwan@stfi.ac.idMaria Ulfahmariaulfah@stfi.ac.idM. Hilmi Faturrahmanirmaerika@stfi.ac.idIffa Risfayantiirmaerika@stfi.ac.idWempi Eka Rusmanairmaerika@stfi.ac.idMelvia Sundalianirmaerika@stfi.ac.idWahyu Priyo Legowoirmaerika@stfi.ac.idEky Septian Pradanairmaerika@stfi.ac.idIrma Erika Herawatiirmaerika@stfi.ac.id<p style="font-weight: 400;">Tanya lima O adalah salah satu materi edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema CerMat) yang terdiri dari lima pertanyaan yang harus ditanyakan atau dicari informasinya sebelum masyarakat menggunakan obat. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa apoteker Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia adalah mengunjungi pasien-pasien kronis menggunakan metode <em>home pharmacy care</em>. Selain diberikan pelayanan <em>home pharmacy care</em>, pasien juga diberikan kuesioner mengenai Tanya lima O. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari kuesioner tingkat pengetahuan dan sikap pasien kronis mengenai “Tanya Lima O” pada pasien kronis di empat kelurahan di Kota Bandung: Kelurahan Batununggal, Kelurahan Bojongloa Kulon, Kelurahan Maleer, dan Kelurahan Mengger. Analisis validitas menggunakan teknik Product Moment Pearson sementara uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Chronbach. Hasil analisis menunjukkan validitas instrumen terhadap 10 item pertanyaan menunjukkan bahwa semua item pertanyaan valid dengan nilai korelasi lebih besar dari 0,361. Sedangkan uji reliabilitas kuesioner meunjukkan nilai Alpha’s Cronbach >0,60 yaitu 0,774 untuk kuesioner bagian pengetahuan dan 0,776 untuk kuesioner bagian sikap sehingga instrumen dapat dinyatakan reliabel atau konsisten.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/606Edukasi Pengelolaan dan Penggunaan Obat yang Tepat pada Komunitas Rumah Singgah Sahabat Jakarta2025-07-24T21:09:39+00:00Sherly Tandi Arrangsherly.tandiarrang@atmajaya.ac.idLinawati Hanantasherly.tandiarrang@atmajaya.ac.idNaomi Arumratri Endrardewisherly.tandiarrang@atmajaya.ac.idJocelyn Viony Leesherly.tandiarrang@atmajaya.ac.idEvadia Nathaliesherly.tandiarrang@atmajaya.ac.id<p style="font-weight: 400;">Tingginya prevalensi swamedikasi di Indonesia, termasuk di DKI Jakarta pada tahun 2024 (76,02%), menunjukkan perlunya peningkatan literasi masyarakat terkait penggunaan obat yang rasional. Salah satu upaya strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat adalah melalui program edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang), yang diinisiasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia. Kegiatan edukasi dilakukan di Rumah Singgah Sahabat Jakarta, dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan keluarga pasien anak yang tinggal sementara di Rumah Singgah Sahabat Jakarta terkait pengelolaan obat sebelum dan sesudah diberikan edukasi DAGUSIBU. Edukasi dilakukan pada tanggal 5 April 2025 kepada 10 responden berusia 19–48 tahun menggunakan metode ceramah dan media powerpoint. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 butir soal, dengan skor maksimum 100. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 89% responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan 11% kategori sedang. Proporsi ini tidak mengalami perubahan setelah edukasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman sebelumnya dalam mendampingi pasien anak selama pengobatan jangka panjang di rumah sakit telah memberikan pemahaman memadai mengenai pengelolaan obat. Meskipun tidak ada peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan, responden menyambut baik kegiatan ini dan berharap adanya edukasi lanjutan dengan tema kesehatan lainnya.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/611Penyuluhan Masa Simpan Pasca Pembukaan Kemasan Sediaan Farmasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat di Desa Wairkoja 2025-07-24T21:55:41+00:00Nelly Kurniawatinellykurniawati.apt@gmail.comMasni Dmasnid107@gmail.comAbraham Christian Mac.Arthur Lamengabrahamchristianlameng@gmail.comFransiskus Xaverius Lamengdokter_fxlameng@yahoo.comTarsisius Jemadingtarsijemading@gmail.comAgustina Mogimogiagustina18@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Pengetahuan masyarakat mengenai masa simpan sediaan farmasi (obat dan kosmetik) pasca pembukaan kemasan masih rendah, berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Wairkoja tentang <em>Beyond Use Date</em> (BUD), <em>expiry after opening</em>, dan <em>Period After Opening</em> (PAO). Metode yang digunakan ialah penyuluhan interaktif disertai demonstrasi langsung menggunakan peraga obat dan kosmetik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan kuesioner 12 item pada 34 peserta yang didominasi oleh perempuan (88%) dan ibu rumah tangga (71%) dengan tingkat pendidikan menengah (65%). Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed-Rank</em> dan uji <em>McNemar</em>. Sebelum penyuluhan, 94% peserta memiliki pengetahuan rendah dengan skor rata-rata 30,4 ± 15,3. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan (p=0,001) dimana 100% peserta mencapai pengetahuan tinggi dengan skor rata-rata 93,6 ± 12,2. Peningkatan jawaban benar terjadi pada semua aspek, terutama pada pengetahuan masa simpan obat tetes mata, sirup kering, dan kosmetik dari 0% menjadi 94%. Penyuluhan interaktif yang dikombinasikan dengan demonstrasi alat peraga terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang masa simpan sediaan farmasi pasca pembukaan kemasan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/551Peningkatkan Kesadaran Remaja Putri tentang Anemia dengan Buku Saku sebagai Media Penyuluhan 2025-07-24T21:23:34+00:00Nurmala Sarinurmalamrs08@gmail.comAulia Aradia Nisya auliaaradia23@gmail.comFadlina Saputri fadllinasaputrii@gmail.comNamirah Nur Olivia namirah.nurolivia@gmail.comSiti Khoirunnisa As Sholehastkhoirunnisa1004@gmail.comRury Anlifedika Jabarisutannurmalamrs08@gmail.comMuh Fitrah Nurjaya Sudarmanfitrahnurjaya0@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi anemia pada remaja putri (15-24 tahun) adalah 18%. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam mengatasi kejadian anemia. Metode Intervensi penyuluhan terkait bahaya anemia pada remaja putri dilakukan secara Focus Group Discussion menggunakan media buku saku. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 84% responden mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan materi penyuluhan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pemberian pre-post test untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum dan sesudah kegiatan. Kegiatan intervensi ini perlu mendapat perhatian dari pihak sekolah dibantu oleh puskesmas pembantu atau pos Kesehatan desa setempat untuk terus melakukan promosi kesehatan dalam rangka mencegah terjadinya anemia pada remaja putri.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/630Edukasi Pemanfaatan Tanaman Lokal Untuk Penanganan Hipertensi Di Desa Wawobungi Kabupaten Konawe2025-07-24T21:49:37+00:00Himaniarwati Himaniarwatihimaniarwatie@gmail.comRisky Juliansyah Putrihimaniarwatie@gmail.comSilviana Hasanudinhimaniarwatie@gmail.comNurhatidja Awaliya Halidhimaniarwatie@gmail.comNur Herlina Nasirhimamiarwatie@gmail.comJastria Pusmaranihimaniarwatie@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan pada warga desa Wawobungi, kurangnya pengetahuan dan cara penanganan hipertensi menjadi salah satu penyebab peningkatan kasus hipertensi pada warga desa Wawobungi. Tujuan pelaksanan PKM ini untuk meningkatkan pengetahuan melalui edukasi tentang hipertensi dan pemanfaatan bahan alam lokal sebagai alternatif pengobatan hipertensi, deteksi dini penyakit melalui tes kesehatan dan meningkatkan keterampilan masyarakat desa Wawobungi dengan pelatihan pembuatan serbuk instran dari bahan alam lokal yaitu kelor. Metode pelaksanaan dilakukan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pelatihan pembuatan serbuk instant. Peserta PKM semua warga yang hadir pada saat pelaksanaan PKM 17 orang. Hasil yang diharapkan pelaksanaan pengabdian masyakarat ini adalah meningkatnya pengetahuan Masyarakat desa Wawobungi dalam pencegahan dan pengendalian mandiri hipertensi dengan memanfatkan dan mengelolah tanaman disekitar menjadi tanaman obat lokal yang dapat memberikan manfaat bagi Kesehatan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/645Evaluasi Pengetahuan dan Sikap Pasien tentang Beyond Use Date Obat setelah Edukasi di Puskesmas Kota Palu 2025-07-24T22:24:47+00:00Yuliet Susantoyuliet_susanto@yahoo.comRecky Patalareckyfarmasi@gmail.comKhusnul Dianakhusnuldianakd@gmail.comMuhammad Rinaldhi Tandahprof.aldhi@gmail.comAlun Witantiyuliet_susanto@yahoo.comViorenita Giovany Bawilingyuliet_susanto@yahoo.comRifda Nurfajaryuliet_susanto@yahoo.comMiftahul Jannahyuliet_susanto@yahoo.comNurwalyani Nurwalyaniyuliet_susanto@yahoo.comAsriana Sultanasriana.sultan@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Promosi kesehatan di Puskesmas merupakan upaya pemberdayaan masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan secara mandiri. Salah satu topik penting yang diangkat adalah pemahaman tentang <em>Beyond Use Date</em> (BUD), yaitu batas waktu penggunaan obat yang telah diracik atau setelah kemasan primernya dibuka. Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara BUD dan <em>expired date</em>, sehingga edukasi diperlukan. Kegiatan promosi dilakukan di ruang tunggu Apotek tiga Puskesmas di kota Palu yaitu: Puskesmas Bulili, Kamonji dan Mabelopura melalui penyuluhan menggunakan media leaflet, dengan peserta sebanyak 100 orang. Penyuluhan dipandu oleh mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Universitas Tadulako bersama Apoteker Puskesmas. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pasca-edukasi. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien meningkat secara signifikan, dengan persentase jawaban benar mencapai 84,5%. Nilai rata-rata sikap yang diperoleh adalah 8,2, yang mengindikasikan kecenderungan positif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai BUD dan pentingnya memperhatikan batas penggunaan obat secara aman dan rasional. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan sebagai sarana edukatif di layanan kesehatan primer</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/610Pemanfaatan Flashcards Anatomi Tubuh Manusia dalam Mengenal Penyakit Tuberkulosis2025-11-23T05:48:29+00:00Farida Tuahunsfaridatuahuns.ikifa@gmail.comMarta Halimpharmartacist@gmail.comLeonov Riantofarida@ikifa.ac.idRakeysha Yulita Maesarohfarida@ikifa.ac.idSalsa Bilafarida@ikifa.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa dari STIKes IKIFA di SMK Al Muhadjirin 2 Bekasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai penyakit Tuberkulosis (TB) dan cara penyimpanan obatnya melalui penggunaan media <em>flashcards</em> anatomi tubuh manusia. Penggunaan flashcard dalam kegiatan pengabdian dimaksudkan agar kegiatan lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa-siswi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin, 5 Mei 2025 pukul 10.00-12.00 WIB yang dihadiri oleh 26 siswa-siswi kelas 10. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian kuesioner <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Kuesioner terdiri atas 5 pernyataan dengan pilihan jawaban Benar-Salah. Meskipun siswa tampak aktif dalam sesi diskusi, hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai signifikansi 0,837 (p > 0,05). Hasil ini salah satunya dipengaruhi oleh kondisi siswa yang sudah kelelahan setelah mengikuti pelajaran olahraga.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/650Eco-Enzyme Kulit Buah Semangka Upaya Penerapan Net-Zero Emmision Dalam Peningkatan Green Economy 2025-07-24T22:25:20+00:00Riris Nadia Syafrilia Gurningririsnadia@umsu.ac.idWildani Lubiswildanilubis@umsu.ac.idNurhajijah Nurhajijahnurhajijah@umsu.ac.idSakral Hasby Puaradasakralhasby@unimal.ac.idDian Retno Intanririsnadia@umsu.ac.idNana Trisna Mei Br Kabeakanririsnadia@umsu.ac.id<p style="font-weight: 400;">Permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah kurangnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga, khususnya oleh ibu rumah tangga, akibat minimnya edukasi dan pengetahuan mengenai pengolahannya menjadi produk bernilai guna seperti eco-enzyme. Padahal, eco-enzyme sangat bermanfaat sebagai pupuk dan pestisida alami baik untuk skala kecil maupun besar, serta mendukung program pemerintah dalam upaya net-zero emission (NZE) yang berguna untuk mengurangi emisi dan polusi dari industri pupuk dan pestisida konvensional yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada ibu rumah tangga dalam mengolah limbah organik, khususnya kulit buah semangka, menjadi eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik (sayur dan buah) dengan tambahan gula merah atau molase, yang memiliki berbagai manfaat seperti pembersih serbaguna, pupuk, pestisida nabati, pembersih lingkungan, serta stimulan pertumbuhan tanaman dan peningkat unsur hara tanah. Selain manfaat ekologisnya, eco-enzyme juga berpotensi untuk dikomersialisasikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan mendorong terciptanya ekonomi hijau (<em>green economy</em>). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran lingkungan, serta kemampuan inovasi masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat dan ramah lingkungan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/651Edukasi Peningkatan Pengetahuan Obesitas pada Wanita Usia Subur di Wilayah UPTD Puskesmas Pasir Putih, Depok2025-07-24T21:13:55+00:00Anindita Sasikirana Putriliaamajida@upnvj.ac.idLia Majidaliaawwaliamajida@gmail.comSintha Fransiske Simanungkalitliaamajida@upnvj.ac.id<p style="font-weight: 400;">Wanita Usia Subur (WUS) adalah perempuan berusia 15–49 tahun dengan organ reproduksi yang sudah matang dan berfungsi baik. Prevalensi obesitas di Indonesia naik dari 21,8% (2018) menjadi 23,4% (2023), sedangkan di Jawa Barat dari 23% menjadi 25,7% dalam periode yang sama. Perempuan memiliki kemungkinan obesitas yang lebih besar dibandingkan laki-laki. Obesitas pada WUS dapat mempengaruhi siklus reproduksi, seperti infertilitas, anovulasi, siklus menstruasi yang tidak teratur, PCOS, keguguran, hingga kematian janin. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko obesitas antara lain keturunan, ketidakseimbangan hormon, minimnya pemahaman tentang nutrisi, serta rendahnya tingkat aktivitas fisik. Program “SADARI” dilaksanakan secara offline di beberapa RW wilayah Pasir Putih dengan 30 responden, menggunakan media leaflet dan poster sebagai alat bantu edukasi. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dibuktikan melalui uji Wilcoxon dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.000. Peneliti menyarankan adanya kegiatan fisik bersama setiap minggu, serta pemeriksaan dan evaluasi kesehatan rutin tiap bulan bagi WUS untuk memantau status gizi dan mencegah penyakit tidak menular.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/653Edukasi Gizi Melalui Teams Games Tournament (TGT) di SMPN 5 Kota Jambi 2025-08-03T11:09:24+00:00Arnati Wulansariarnatia09@gmail.comAndicha Gustra Jekiarnatiwulansari@unja.ac.id<p style="font-weight: 400;">Salah satu cara penanggulangan masalah gizi pada balita yang saat ini trennya terus meningkat adalah intervensi spesifik pada remaja. Maka dari itu derajat kesehatan dan gizi pada remaja harus ditingkatkan. Salah satu caranya adalah memberikan edukasi gizi seimbang pada remaja. Hal ini dikarenakan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dapat mendukung perkembangan fisiologis agar fungsi dalam tubuh dapat berjalan dengan baik. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi gizi seimbang pada remaja melalui kegiatan <em>Teams Games Tournament</em> (TGT) di SMP N 5 Kota Jambi. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan dikombinasi dengan TGT. Sasaran pada kegiatan ini adalah remaja putra dan putri di SMP N 5 Kota Jambi sebanyak 30 orang. Tahapan kegiatan yang dilakukan meliputi pengisian kuesioner <em>pre-test</em>, memberikan materi, diskusi dan tanya jawab, TGT, dan pengisian kuesioner <em>post-test</em>. hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90% peserta memiliki pengetahuan tentang gizi seimbang dengan kategori kurang. Namun setelah dilakukan pemberian materi dan TGT menunjukkan adanya peningkatan skor dan sebanyak 86,7% peserta memiliki kategori pengetahuan baik. Berdasarkan hasil uji T-Test diperoleh bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai pre dan post (P-Value <0.05). Metode TGT dapat dilaksanakan sebagai inovasi metode edukasi gizi pada remaja.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/654Sosialisasi SOP Tim Penanggulangan Bencana di RSUD Lakipadada Tana Toraja2025-07-15T12:25:13+00:00Yunus Parindingyparinding87@gmail.comNurwijayanti Nurwijayantiyparinding87@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada di Tana Toraja memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan utama dalam penanganan bencana, seperti tanah longsor dan kecelakaan massal. Sosialisasi mengenai Standar Operasional Prosedur Tim Penanggulangan Bencana dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan serta efektivitas tenaga medis dan non-medis dalam menghadapi situasi darurat. Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 Desember 2024 di aula RSUD Lakipadada dengan metode ceramah, diskusi, serta pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari 7,09 pada pretest menjadi 8,33 pada posttest, yang menandakan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai tugas, tanggung jawab, dan prosedur penanggulangan bencana. Peserta didominasi oleh tenaga perawat yang memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan rumah sakit. Meskipun tim telah memahami SOP dengan baik, ditemukan beberapa kekurangan seperti minimnya pelatihan triage dan keterbatasan ketersediaan alat pelindung diri. Oleh karena itu, direkomendasikan peningkatan pelatihan rutin, penyediaan alat evakuasi, serta evaluasi dan penyempurnaan SOP secara berkala. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat, khususnya dalam kondisi bencana. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan agenda tahunan agar tim senantiasa siap dan terlatih menghadapi situasi darurat.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/660Pendampingan Transformasi Digital dalam Pelaporan Ibu Hamil Risiko Tinggi melalui Aplikasi Elektronik2025-08-03T10:40:52+00:00Yusuf Alam Romadhonyar245@ums.ac.idRetno Sintowatiyar245@ums.ac.idDewi Usdiana Rosyidahyar245@unms.ac.idYunu Prastyo Kurniatiyar245@ums.ac.idSri Wahyuniyar245@ums.ac.idDedy Triwijayayar245@ums.ac.idSyarafina Ayu Putru Susantoyar245@ums.ac.idIzzati Paramadinayar245@ums.ac.idZahra Hayuna Fadhilayar245@ums.ac.idMoch. Tabriz Azentayar245@ums.ac.idTaqwa Ziyan Maulanayar245@ums.ac.id<p style="font-weight: 400;">Angka kematian maternal di Indonesia masih masuk dalam kategori tinggi bila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Secara khusus di kecamatan GatakKabupaten Sukoharjo Jawa Tengah, angka kematian maternal di tahun 2022 sebesar 3 kematian dari 628 kelahiran hidup, dan di bulan Juli 2023 sudah terdapat 2 kematian ibu terkait kehamilan. Upaya pencegahan primer telah dilakukan melalui penggunaan skrining keberadaan ibu hamil risiko tinggi dengan skoring Pudji Rochjati, dalam kegiatan SABU- SABU (Satu ibu hamil satu ibu kader). Meskipun demikian, dalam pengumpulan data dilakukan secara manual dan berjenjang membuat data terkumpul secara utuh dalam waktu satu bulan. Waktu satu bulan ini membuat keputusan penting untuk intervensi dini lebih lambat dilakukan. Solusi yang ditawarkan adalah pengembangan aplikasi digital sederhana yang dapat dioperasikan oleh kader kesehatan, tetapi dapat terkoleksi oleh pengelola program kesehatan ibu dan anak di Puskesmas secara real time, sehingga keputusan intervensi yang dilakukan dapat dilakukan secara responsif. Di akhir kegiatan pengabdian telah tersusun aplikasi SI-Bulan (Sistem Informasi Ibu Hamil Lancar Bersalin). Aplikasi SI-Bulan sebagai alat bantu digital, dan waktu yang diperlukan untuk pelaporan bisa didapatkan saat itu juga.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/658Pencegahan Hipertensi dengan Program CERDIK pada Masyarakat Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok2025-08-03T09:37:17+00:00Muhammad Faathir Amrifadliramadhansyah@upnvj.ac.idNi Ayu Sari Tamariska Muliartafadliramadhansyah@upnvj.ac.idDona Presilia Putrifadliramadhansyah@upnvj.ac.idClarissa Mahardiekafadliramadhansyah@upnvj.ac.idAdelia Zahirahfadliramadhansyah@upnvj.ac.idGumelar Abdillah Muslimfadliramadhansyah@upnvj.ac.idVania Rahma Kurniawanfadliramadhansyah@upnvj.ac.idEndah Nurhalimah Hamidfadliramadhansyah@upnvj.ac.idRuth Clarafadliramadhansyah@upnvj.ac.idDayinta Dewayani Hidayatfadliramadhansyah@upnvj.ac.idMuhammad Fadli Ramadhansyahfadliramadhansyah@upnvj.ac.idDyah Utaridyahutari@upnvj.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pengabdian ini mengkaji kegiatan intervensi kesehatan masyarakat yang berfokus pada pencegahan hipertensi di RT 01–05 RW 003, Kelurahan Pengasinan, Depok, melalui program "Cegah Hipertensi dengan CERDIK." Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat, serta metode kualitatif untuk analisis kendala implementasi. Penentuan prioritas kesehatan dilakukan menggunakan metode CARL (Capability, Accessibility, Readiness, Leverage). Kegiatan intervensi mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, dan sesi edukasi tentang faktor risiko serta perubahan gaya hidup. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat, dengan skor rata-rata naik dari 72,67 menjadi 91,27 (p=0,001). Sebanyak 97,7% peserta mencapai tingkat pengetahuan "baik" setelah intervensi. Tantangan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, perbedaan jadwal masyarakat, dan kesulitan dalam pelaksanaan edukasi yang terstruktur. Penelitian ini menyoroti efektivitas pendekatan berbasis masyarakat dalam meningkatkan pemahaman dan pengelolaan hipertensi. Rekomendasi meliputi edukasi kesehatan yang berkelanjutan, pemeriksaan rutin, dan penguatan kolaborasi dengan kader kesehatan untuk memastikan perbaikan kesehatan yang berkelanjutan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/659Inovasi Pemberdayaan Desa Berbasis Aset Lokal: Transformasi Daun Kelor Menjadi Produk Wirausaha Kreatif di Desa Tunggulwulung2025-07-25T08:45:27+00:00Achmad Yusufachysf@yudharta.ac.idMifta Fauzia Mabruroachysf@yudharta.ac.idFannisa Fitra Purnomoachysf@yudharta.ac.idArwidya Diestyanaachysf@yudharta.ac.idMelani Putri Dewitasariachysf@yudharta.ac.idLailatul Maslakhahachysf@yudharta.ac.idNurul Karismaachysf@yudharta.ac.id<p style="font-weight: 400;">Desa Tunggulwulung, yang terletak di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, memiliki potensi besar dalam budidaya dan pemanfaatan tanaman kelor (<em>Moringa oleifera</em>). Namun, potensi ini belum dioptimalkan secara maksimal oleh masyarakat setempat. Penelitian ini menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) sebagai strategi pemberdayaan untuk mengembangkan produk olahan kelor bernilai ekonomi tinggi. Pendekatan ABCD menitikberatkan pada kekuatan dan aset yang sudah dimiliki masyarakat, seperti sumber daya alam, keterampilan lokal, jaringan sosial, dan infrastruktur desa, sehingga mampu membangun kapasitas dari dalam komunitas sendiri. Rangkaian kegiatan dalam program ini meliputi identifikasi aset lokal, pelatihan peningkatan kualitas pengolahan kelor, pendampingan branding dan desain kemasan, edukasi pemasaran digital, serta literasi keuangan sederhana. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya dalam diversifikasi produk olahan kelor serta kemampuan dalam memasarkan produk melalui media digital. Program ini juga mendorong terbentuknya beberapa unit usaha mikro baru yang mengolah daun kelor menjadi produk bernilai tambah seperti teh celup kelor, bubuk kelor, dan keripik kelor dengan kemasan menarik dan siap jual. Dengan demikian, pendekatan ABCD terbukti efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi lokal berbasis potensi desa, khususnya melalui pemanfaatan tanaman kelor sebagai komoditas unggulan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/662Cegah Stunting Melalui Pemberdayaan Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya2025-08-03T09:23:51+00:00Lamia Diang Mahalialamiadiang@gmail.comMunifa Munifamufidapuniq@gmail.comJuni Ramadhanijuni.ramadhani@kemkes.go.id<p style="font-weight: 400;">Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi pada balita di Indonesia yang belum sepenuhnya teratasi dan merupakan topik yang selalu hangat dibicarakan baik di tingkat global maupun nasional. Hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan prevalensi stunting pada balita di kota Palangka Raya masih tinggi yaitu sebesar 28%. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional yang sebesar 21,5%. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kepada kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kereng Bangkirai mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stuntingdengan harapan para kader dapat memberikan edukasi secara berkelanjutan kepada ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita di wilayah Desa Kereng Bangkirai, palangka Raya. Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah yang disertai diskusi dan tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan Makanan Pendamping ASI mengggunakan media poster, leaflet, dan power point. Target sasaran adalah kader Posyandu sejumlah 24 orang. Evaluasi dilakukan untuk menilai pengetahuan kader melalui pre-test dan post-test. Dari hasil pre-test dan post-test terlihat bahwa nilai pre-test yang masuk kategori baik sebesar 70,8% dan ketika post-test jumlah yang masuk kategori baik meningkat menjadi 83,3%. Artinya, setelah para peserta menerima edukasi terdapat peningkatan persentase yang masuk kategori baik yaitu sebesar 12,5%. Hasil menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan kepada kader Posyandu dapat meningkatkan pengetahuan para kader tentang pencegahan stunting. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan pemahaman para kader Posyandu mengenai pencegahan stunting pada balita<strong>.</strong></p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/664Peningkatan Kompetensi Hard Skill Remaja Melalui Pelatihan Seni Lukis Batik Tamarind untuk Elemen Estetika Interior yang Terintegrasi dengan Industri Kreatif2025-07-13T10:31:17+00:00Cama Juli Rianingrumcama.yuli@trisakti.ac.idAriesa Pandanwangiariesa.pandanwangi@maranatha.eduRosalinda Wiemar Wiemarcama.yuli@trisakti.ac.idElda Franzia Jasjficama.yuli@trisakti.ac.idErlina Novianticama.yuli@trisakti.ac.idSiti Febrina Rahmadani Pandanwangicama.yuli@trisakti.ac.id<p style="font-weight: 400;">Remaja di tingkat sekolah menengah atas perlu memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkannya dimasa depan, selain kompetensi dari mata pelajaran yang sudah dipelajarinya. Salah satunya adalah penggunaan material ramah lingkungan yang dapat digunakan dalam proses kreatif membuat karya seni lukis yang dapat dimanfaatkan ke dalam industri kreatif. Material tersebut adalah limbah dari biji asam jawa yang diambil pada bagian bubuknya. Permasalahannya belum banyak remaja yang mengetahui proses pembuatan lukis tamarind. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan material ramah lingkungan dan memberikan pelatihan melukis pada media kain dengan material lilin dingin. Material ini ramah lingkungan dan aman digunakan. Peserta dalam PkM ini adalah siswa dan guru di SMAN. 7 secara khusus. Metode pelatihan yang digunakan yaitu metode ABCD (<em>Asset Based Community Development</em>), yang fokus pada pengembangan asset sumber daya manusianya, yaitu siswa SMA. Metode dalam pengabdian ini akan memberikan motivasi para siswa dan guru agar berkreasi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat yang dapat memperluas kemampuan teknis, dan diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kreatif dan wirausaha. Disamping itu hasil karya yang dihasilkan menambah estetika lingkungan sekolah dengan nuansa lukis batik Indonesia. PkM lukis batik tamarind ini dapat meningkatkan kompetensi hard skill siswa dan mengintegrasikan karya mereka dalam industri kreatif, khususnya sebagai elemen estetika penunjang interior.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/656Pengaruh Edukasi Pencegahan Stunting terhadap Pengetahuan Ibu di Puskesmas Pasir Putih2025-08-03T09:28:04+00:00Margareta Dias Listyawatidianwputri@upnvh.ac.idDian Putridianwputri@upnvj.ac.idSintha Fransiske Simanungkalitdianwputri@upnvj.ac.id<div> <p><span class="citation-316"><span lang="EN-ID">Stunting masih menjadi masalah gizi yang signifikan di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dan pencegahan stunting</span></span><span lang="EN-ID">.<span class="apple-converted-space"> </span><span class="citation-315">Meskipun prevalensi nasional menurun, kasus stunting masih ditemukan di tingkat lokal seperti di wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih, yang mengindikasikan adanya kesenjangan pengetahuan di masyarakat</span>.<span class="apple-converted-space"> </span><span class="citation-314">Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pemenuhan gizi seimbang dan pencegahan stunting melalui program edukasi "CERDAS SEHAT"</span>. <span class="citation-313">Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain</span><span class="apple-converted-space"> </span><span class="citation-313"><em>pretest-posttest</em></span><span class="apple-converted-space"> </span><span class="citation-313">pada 32 ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih, Depok</span>.<span class="apple-converted-space"> </span><span class="citation-312">Intervensi dilakukan dengan pendekatan edukasi dari rumah ke rumah (<em>door-to-door</em>) menggunakan media leaflet</span>.<span class="apple-converted-space"> </span><span class="citation-311">Analisis data untuk mengukur perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Wilcoxon</span>.<span class="apple-converted-space"> </span><span class="citation-310">Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik setelah intervensi (p<0.05)</span>.<span class="apple-converted-space"> </span><span class="citation-309">Persentase responden dengan pengetahuan kategori 'baik' meningkat secara drastis dari 15,6% pada saat</span><span class="apple-converted-space"> </span> <span class="citation-309"><em>pre-test</em></span><span class="apple-converted-space"> </span><span class="citation-309">menjadi 81,3% pada saat</span><span class="apple-converted-space"> </span><span class="citation-309"><em>post-test</em></span>.<span class="apple-converted-space"> </span>Program edukasi "CERDAS SEHAT" terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting dan gizi seimbang. Peningkatan kesadaran ini diharapkan menjadi fondasi untuk perubahan perilaku positif dalam pemenuhan gizi anak, serta membuktikan bahwa metode edukasi langsung merupakan intervensi yang berharga.</span></p> </div>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/668Edukasi Ironmom Pada Ibu Hamil Menggunakan Media Kipas dan Poster di Puskesmas Pasir Putih Depok2025-08-03T10:42:18+00:00Firda Nur Safitriranifpranita@upnvj.ac.idRani Fitri Pranita Pranitaranifpranita@upnvj.ac.idSintha Fransiske Simanungkalitranifpranita@upnvj.ac.id<p style="font-weight: 400;">Anemia pada ibu hamil masih menjadi tantangan besar kesehatan di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi anemia mencapai 27,7% dengan wilayah kerja UPTD Puskemas Pasir Putih Depok mencatat angka tertinggi sebesar 11,36% di Kecamatan Sawangan. Rendahnya pengetahuan gizi dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (Fe) menjadi faktor utama penyebab anemia. Program edukasi Ironmom melalui media vidual berupa kipas dan poster dirancang untuk menyampaikan informasi gizi secara ringkas, menarik dan mudah dipahami oleh ibu hamil. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui edukasi terkait anemia, kepatuhan konsumsi tablet Fe selama kehamilan, dan persiapan ASI. Metode yang digunakan mencakup wawancara berbasis kuesioner dan pemberian edukasi gizi dalam bentuk penyuluhan dengan media kipas dan poster. Intervensi dilaksanakan secara langsung kepada 30 ibu hamil di daerah Pasir Putih, Kota Depok. Hasil uji statistik menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Ranks</em>, didapatkan nilai <em>p-value </em>sebesar 0.000 yangmenunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini membuktikan bahwa pemberian edukasi melalui media kipas dan poster berpengaruh nyata dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait anemia. Penting untuk dilakukan implementasi edukasi berkelanjutan mengenai anemia pada kehamilan dan pemantauan secara teratur oleh tenaga kesehatan setempat guna mencegah peningkatan prevalensi kejadian anemia pada ibu hamil.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/678Pendampingan Orang Tua Dalam Meningkatkan Kemandirian Pada Anak Penyandang Difabel di SLB Negeri Provinsi Lampung2025-08-18T13:43:33+00:00Eti Hadiatieti.hadiati@radenintan.ac.idMeriyati Meriyatieti.hadiati@radenintan.ac.idAgus Diyantoeti.hadiati@redenintan.ac.idDiah Ayu Setianingrumeti.hadiati@radenintan.ac.idSetiyo Setiyoeti.hadiati@radenintan.ac.idErwanto ErwantoErwanto@radenintan.ac.id<p style="font-weight: 400;">Tidak semua anak terlahir dengan kondisi yang sempurna, bahkan dari mereka terlahir dengan keterbatasan dan kecacatan fisik maupun psikisnya. Keadaan seseorang yang tidak mampu untuk melakukan kecakapan sehari-hari dikenal dengan istilah Anak Berkebutuhan Khusus yang merupakan anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak umumnya. Ada beberapa jenis anak berkebutuhan khusus antara lain Disabilitas Daksa, Disabilitas Rungu, Disabilitas Grahita, Disabilitas Netra, Gangguan Perilaku, Disabilitas Laras, Anak Berbakat, Anak Gangguan Kesehatan dan Kesulitan belajar. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di Sekolah Luar Biasa Negeri Provinsi Lampung, dengan sampel pengabdian sebanyak 20 orang tua anak penyandang Difabel dengan metode pengumpulan data menggunakan Forum Group Diskusi, Wawancara dan observasi lapangan. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Lampung, beberapa temuan yang didapat hasil dari pendampingan orangtua dalam meningkatkan kemandirian anak Difabel yaitu Orangtua yang memliki anak difabel menguasai cara mendidik yang perlu mereka lakukan dalam mengasuh anak, terutama dengan kegiatan sehari-hari yang harus anak-anak lakukan. Adanya perubahan dari kegiatan anak-anak yang berkaitan dengan keterampilan yang selalu ditanamkan kepada orangtua agar anak dapat mandiri kelak dewasa nanti dengan bekal keterampilan yang mereka miliki, kemampuan untuk bersosialisasi dengan lingkungan dan masyarakat juga selalu ditanamkan terus menerus kepada anak tersebut, sehingga kelak mereka memiliki jiwa yang besar, tidak minder dan siap untuk menghadapi kehidupan yang nyata dengan kekurangannya.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/680Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional untuk Peningkatan Pengetahuan Imunitas pada Remaja di MAN Kota Palangka Raya2025-08-18T13:48:54+00:00Harlyanti Muthma'innah Masharharlyanti@polkesraya.ac.idSukmawati Ahmad Damitisukmawati@polkesraya.ac.idDali Dalidalimashar@gmail.comAhmad Sukrianursukrianurahmad@gmail.comAlfeus Manuntungalfeus@polkesraya.ac.id<p style="font-weight: 400;">Masalah kekebalan tubuh menjadi isu penting dalam pencegahan penyakit menular, terutama pada remaja yang cenderung kurang mengenal pengobatan tradisional. Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, memiliki kekayaan tanaman obat yang berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan imunitas secara alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pemanfaatan tanaman obat tradisional sebagai upaya peningkatan daya tahan tubuh. Kegiatan dilaksanakan pada siswa-siswi MAN Kota Palangka Raya yang tergabung dalam ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) berjumlah 60 peserta, terdiri dari 27 laki-laki dan 33 perempuan, dengan rentang usia 15–17 tahun. Edukasi diberikan melalui penyuluhan interaktif menggunakan media PowerPoint, visual, dan leaflet. Desain kegiatan mencakup penyuluhan dan evaluasi akhir menggunakan kuesioner 10 item berskala tiga poin (setuju–netral–tidak setuju). Hasil evaluasi menunjukkan tingginya respons positif peserta: pemahaman materi mencapai 88,33%, kesesuaian materi dan media 91,67%, serta peningkatan pengetahuan 80%. Tanaman obat seperti temulawak, meniran, sambiloto, dan pasak bumi diperkenalkan sebagai imunostimulan alami berbasis kearifan lokal yang mudah diakses. Kegiatan ini meningkatkan antusiasme remaja terhadap tanaman obat serta mendorong pelestarian kekayaan hayati lokal. Edukasi kesehatan berbasis herbal tradisional terbukti relevan dan layak dikembangkan lebih luas sebagai strategi promosi kesehatan yang preventif dan berkelanjutan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/687Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Wonokromo Melalui Pelatihan Budikdamber Sebagai Alternatif Solusi Peningkatan Ekonomi Skala Rumah Tangga 2025-08-10T14:48:39+00:00Amanah Amalia Mahmudah22041010218@student.upnjatim.ac.idMohammad Ilham Rachmadtullahdita.atasa.agribis@upnjatim.ac.idDjordan Rachman Saputradita.atasa.agribis@upnjatim.ac.idAisyah Rachmayanti Arasdita.atasa.agribis@upnjatim.ac.idDita Atasadita.atasa.agribis@upnjatim.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan di perkotaan seperti Surabaya dapat menimbulkan tantangan ketahanan pangan dan keterbatasan ekonomi. Program kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan solusi yang inovatif melalui Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber). Program ini memungkinkan masyarakat untuk memelihara ikan dan menanam sayuran secara mandiri dalam satu wadah, sehingga mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi dari hasil panen. Kegiatan ini dilaksanakan di RW 07 Kelurahan Wonokromo, dengan sasaran sebanyak 60 orang. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan sosialisai, praktik lapangan/pelatihan dan evaluasi pengetahuan dan ketrampilan berdasarkan hasil <em>pre test </em>dan <em>post test. </em>Hasil <em>pre test</em> menunjukkan hanya 18,3% warga memiliki pengetahuan awal yang memadai, sementara setelah pelatihan meningkat tajam menjadi 98,7%. Hasil kegiatan ini menunjukkan respon positif dari masyarkat, dengan antusiasme tinggi untuk turut menerapkan Budikdamber sebagai sumber pangan dan pendapatan tambahan. Secara keseluruhan Budikdamber berpotensi dapat meningkatkan kemandirian pangan dan pendapatan masyarakat perkotaan dengan keterbatasan lahan, serta dapat mendorong keberlanjutan ekonomi rumah tangga.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/688Pelatihan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Media Pembelajaran di MIS Mualimin Tabek Talang Babungo, Solok2025-11-01T03:22:52+00:00Mahmud mahmudmahmud@uinib.ac.idZulfahmi HBmahmud@uinib.ac.idHesty Parbuntarimahmud@uinib.ac.idNofri Yuhelmanmahmud@uinib.ac.idAdilla Setia Sarimahmud@uinib.ac.id<p style="font-weight: 400;">Permasalahan yang dialami di MIS Mualimin Tabek, Talang Babungo, Kabupaten Solok adalah proses pembelajaran belum efektif karena ketersedian media pembelajaran yang belum memadai, serta SDM tenaga pendidik terlatih masih rendah dan belum mendapat kompetensi memadai dalam pembuatan media pembelajaran. Berdasarkan permasalahan yang dialami oleh mitra, tim pengabdian UIN Imam Bonjol Padang menawarkan solusi untuk melatih tenaga pendidik melalui pelatihan kompetensi guru dalam pengembangan media belajar yang berfokus pada beberapa aplikasi seperti Wordwall, Kahoot dan lain-lain, agar proses pembelajaran bisa berjalan secara efektif dan menyenangkan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap pertama berupa pemberian materi mengenai pengenalan media pembelajaran tingkat SD/MI, tahap kedua yaitu proses pembuatan media pembelajaran yang disertai dengan pendampingan secara langsung, dan tahap ketiga adalah implementasi terhadap media pembelajaran yang telah dibuat oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan 87% peserta menilai pelatihan bermanfaat dan 96% menilai pelatihan sangat sesuai dengan kebutuhan mereka sedangkan pelatihan yang dilakukan juga mampu memberikan pengetahuan baru dan praktik pembuatan media pembelajaran bagi guru MIS Mualimin Tabek Talang Babungo Solok.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/689Pemanfaatan Minyak Essensial Alami Daun Litsea, Bunga Lavender dan Jeruk Manis sebagai Pengaroma dalam Pembuatan Produk Bath Salt di RW.008 Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur2025-11-01T06:01:00+00:00Indri Astuti Handayaniindriastutihandayani@gmail.comIvan Santosoindriastutihandayani@gmail.comSenny Listy Kartika Falestinindriastutihandayani@gmail.comGuritno Syahputraindriastutihandayani@gmail.comKiky Ashariindriastutihandayani@gmail.comAlvia Noer Fatmawatiindriastutihandayani@gmail.comSiti Arum Kenangindriastutihandayani@gmail.comKhalifatul Fauziahindriastutihandayani@gmail.comRada Desvita Razakindriastutihandayani@gmail.com<div><span class="ShortAbstract"><span lang="IN">spa yang dinamis dengan efek gelembung (<em>fizz</em>), sekaligus berfungsi membersihkan, merelaksasi, dan menyehatkan kulit karena dalam formula bath salt menggunakan pengaroma sintetis. Namun, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap keamanan produk, penggunaan aroma sintetis menjadi perhatian karena potensi bahayanya bagi tubuh dan lingkungan. Menjawab tantangan ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemanfaatan minyak esensial alami sebagai alternatif pengaroma yang lebih aman, khususnya kombinasi minyak esensial dari daun <em>litsea</em> (mengandung terpineol dengan bau khas), bunga Lavender (mengandung <em>linalool</em>), dan jeruk manis (mengandung <em>limonen</em>). Penggunaan minyak esensial alami tidak hanya meningkatkan nilai estetika, tetapi juga memberikan manfaat seperti relaksasi dan peningkatan <em>mood</em> tanpa risiko efek samping berbahaya dari pengaroma sintetis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengedukasi 15 Kader PKK RW 008 Kelurahan Klender, Jakarta Timur, mengenai produk <em>bath salt</em> dan cara pembuatannya. Metode yang digunakan meliputi penetapan formula <em>bath salt</em> dengan bahan-bahan kering (natrium karbonat, asam sitrat, magnesium sulfat, tepung maizena, pewarna) dan bahan cair (minyak kelapa murni/vco, minyak esensial, air), pengujian produk, serta evaluasi pemahaman peserta melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, di mana total rata-rata jawaban benar mengalami kemajuan yang positif. Peningkatan paling nyata terlihat pada Pertanyaan 2 mengenai bahan utama yang bereaksi menghasilkan gelembung gas (dari 47% menjadi 93%). Lebih lanjut, uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p=0.019, yang mengkonfirmasi bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara nilai <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Dengan demikian, intervensi edukasi dan demonstrasi yang diterapkan berhasil secara signifikan meningkatkan pemahaman Kader PKK terhadap pembuatan produk<em> bath salt</em> dengan menggunakan pengaroma minyak esensial alami</span></span></div>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/690Upaya Preventif Masalah Malnutrisi melalui Evaluasi Status Gizi Lansia di UPTD Sosial Banten2025-08-25T21:39:24+00:00Erni Trisnasarierni.trisnasari@untirta.ac.idAde Ichwan Sulthanyade.ichwan@untirta.ac.idSiti Darifahsitidarifahira@untirta.ac.idMaytia Pratiwisithamaytia.pratiwisitha@untirta.ac.idEkawati Rini Wulansaripaklopedia@gmail.comLuluk Hermawatiluluk.hermawati@untirta.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi status gizi lansia dan meningkatkan literasi gizi sebagai upaya preventif terhadap risiko malnutrisi. Kegiatan dilaksanakan di UPTD Perlindungan Sosial Provinsi Banten dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengukuran antropometri dan edukasi gizi interaktif. Tinggi badan lansia diestimasi menggunakan dua metode, yaitu panjang rentang lengan dan tinggi lutut, yang hasilnya digunakan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). Dari 13 lansia yang diperiksa, 4 orang (30,8%) tergolong <em>Underweight</em>, 4 orang (30,8%) normal, dan 5 orang (38,4%) mengalami kelebihan berat badan, dengan klasifikasi IMT yang identik dari kedua metode estimasi tinggi badan. Sesi edukasi literasi gizi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang. Hasil ini menunjukkan bahwa metode estimasi tinggi badan tersebut valid digunakan dalam penilaian status gizi lansia, dan bahwa edukasi gizi berperan penting dalam mendorong kesadaran gizi lansia sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif di lingkungan lembaga sosial.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/691CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif ) Edukasi Golongan Obat dan Swamedikasi Penggunaan Obat Pada Ibu Hamil CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif ) A Drug Type Education And Self-Medication On Pregnant Women2025-11-02T04:38:33+00:00Ida Adhayantimulisukma84@gmail.comSesilia Rante Pakadangmulisukma84@gmail.comMuli Sukmawatymuli.sukmawaty@poltekkes-mks.ac.id<p style="font-weight: 400;">Swamedikasi perlu mendapatkan perhatian yang serius, utamanya untuk populasi yang spesifik dan rentan terhadap pengobatan seperti ibu hamil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kelompok ibu hamil sebanyak 27 orang di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Kegiatan pengabdian berupa penerapan metode edukasi CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif) dengan tiga tahapan kegiatan kelompok dan individu. Kegiatan didahului dengan <em>pre test</em> untuk mengukur tingkat pengetahuan awal khalayak sasaran terhadap golongan obat dan swamedikasi pada ibu hamil dengan instrumen kuisioner. Setelah dilakukan penyuluhan dilakukan pengukuran keberhasilan kegiatan dengan melihat peningkatan pengetahuan melalui post tes. Kegiatan ini berhasil mengedukasi khalayak sasaran dengan tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan 75% dan meningkat hingga 82% setelah penyuluhan. Meskipun kegiatan ini berhasil sesuai tujuannya namun edukasi perlu dilakukan dengan khalayak sasaran yang lebih banyak untuk pemerataan pengetahuan tentang swamedikasi pada ibu hamil.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/692Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Sediaan Infusa Jahe dan Kayu manis Sebagai Analgetik Dismenore Pada Siswi SMPN 21 Banjarmasin2025-11-02T04:57:58+00:00Muliyanimuliyani@uniska-bjm.ac.idYulistia Budianti Soemarieyulistia_bs@uniska-bjm.ac.idKarina Erlianiyulistia-bs@uniska-bjm.ac.idYuniarti Falyayuliastia_bs@uniska-bjm.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMP Negeri 21 Banjarmasin adalah salah satu sekolah menengah negeri yang terdapat di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Sasaran pada pengabdian adalah usia remaja 12-17 tahun, dimana usia ini adalah usia remaja pendidikan menengah pertama. Permasalahan yang sering terjadi pada remaja putri yaitu nyeri haid atau dismenore sering terjadi pada usia remaja, terutama pada remaja putri yang baru mulai haid. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan solusi dengan memberikan workshop pembuatan infusa jahe dan kayu manis sebagai alternatif anti nyeri metodepembuatan yang sederhana serta bahan dasar yang mudah didapat dan tidak mahal sehingga sangat baik diberikan kepada anak remaja. Metode yangdigunakan pada kegiatan ini yaitu ceramah, diskusi serta praktek pembuatan Infusa Jahe dan Kayu Manis. Usia Responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 30 siswi dari usia 12 tahun hingga 14 tahun. Usia menstruasi anak remaja paling banyak dimulai dari usia 12 tahun (56,7%) dan usia 13 tahun (26,7%) yaitu rentang <em>early menarche </em>. Adapun hasil pre test dan post test responden menunjukkan adanya peningkatan skor dari nilai rata-rata 48 pada pre test dan nilai rata-rata 81.33 pada saat post test.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/703Transformasi Skill Jadi Usaha : Pelatihan Virtual Assistant Bookkeeping dengan Pendampingan Branding Tools Digital untuk SDG’S2025-11-23T02:56:57+00:00Imelda Sinagaproficiatmelsi@gmail.comYunada Arpanproficiatmelsi@gmail.comFenry Arianyproficiatmelsi@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Permasalahan yang ada dalam PkM ini anggota karang taruna 70% memiliki smartphone, tetapi hanya 20% yang mampu mengoperasikan <em>tools </em>produktif. Pelatihan wirausaha yang pernah diberikan hanya menyasar 10% anggota dalam melakukan kegiatan usahanya sisanya masih belum menunjukkan hasil. Hal ini menjadi sasaran dari program ini untuk membantu Karang Taruna dalam hal melakukan<strong> pengabdian kepada masyarakat. Tujuan PkM ini </strong>kemandirian untuk berwirausaha serta membantu dan mendukung program pemerintah dalam Asta Cita ketiga dan keempat untuk menuju Indonesia Emas di tahun 2045. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan pendekatan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan evaluasi serta monitoring dan keberlanjutan. Hasil yang diperoleh adalah tujuan memberdayakan Karang Taruna Kartamada dalam pelatihan <em>Virtual Assistant</em> (VA) <em>Bookkeping</em> dengan pendampingan <em>branding tools digital</em> untuk SDG’S. Sehingga diharapkan memberikan dampak positif atas terlaksananya kegiatan ini dalam hal kemandirian untuk berwirausaha untuk dapat menggunakan excel sebagai cara sebagai VA dengan memanfaatkan media digital sebagai portofolio brandingnya untuk mengenalkan jasanya di media sosial. Ini terbukti dengan adanya keberlanjutan pendampingan pengabdian masyarakat sebesar 100% untuk membentuk tim VA dan bekerja sama dengan UMKM setempat dalam memproses laporan keuangan sehingga memberikan kemandirian bagi Karang Taruna dalam mencari pendapatan utama atau sampingan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/708Literasi Hukum dan Administrasi Izin Tinggal Bagi Warga Negara Asing di Bali 2025-11-23T08:00:40+00:00I Gede K Ananta Yogaananta.yoga96@gmail.comI Putu Suparnaananta.yoga96@gmail.comI Made Sudiksaananta.yoga96@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Bali merupakan salah satu destinasi utama bagi Warga Negara Asing (WNA) yang datang baik untuk berlibur maupun tinggal sementara. Tingginya jumlah WNA yang masuk, tercatat lebih dari 71.000 izin tinggal pada tahun 2023, berimplikasi pada semakin kompleksnya pengelolaan izin tinggal di daerah ini. Sayangnya, masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh WNA, baik berupa overstay, penyalahgunaan visa, maupun kesalahan administratif. Fenomena ini tidak selalu disebabkan oleh niat untuk melanggar, melainkan sering kali berakar dari lemahnya literasi hukum dan administrasi yang dimiliki oleh WNA, termasuk kurangnya pemahaman terhadap hak, kewajiban, serta konsekuensi hukum yang berlaku di Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di PT Putra Nadi Wibawa (PNW), sebuah biro jasa yang bergerak di bidang pengurusan izin tinggal WNA di Bali. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi hukum dan administrasi izin tinggal melalui asesmen awal, workshop literasi hukum, dan simulasi administratif. Sebanyak 65 WNA dari berbagai latar belakang izin tinggal serta 20 staf PT PNW terlibat secara aktif. Metode evaluasi yang dilakukan dalam peltihan ini adalah dengan memberikan pre test dan post test. Pre test dilakukan sebelum dilakukan pelatihan, sedangkan post test dilakukan setelah pelaksanaan pelatihan. Materi pre test dan post test adalah tentang linterasi dan administrasi Warga Negara Asing yang datang dan tinggal di Indonesia. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, dengan skor rata-rata literasi hukum naik sebesar 46,4% setelah mengikuti program. Lebih dari 80% peserta aktif berpartisipasi, dan tingkat kepuasan mencapai 84,6% dengan mayoritas menyatakan sangat puas. Kegiatan ini berhasil menunjukkan bahwa intervensi berbasis literasi hukum dan administrasi dapat mencegah terjadinya pelanggaran izin tinggal sekaligus meningkatkan kesadaran hukum di kalangan WNA.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/705Pemberdayaan Pariwisata Desa Ngembe Melalui Pengembangan Infrastruktur dan Inovasi Produk Lokal Berbasis Kearifan Lokal2025-08-27T08:57:13+00:00Any Urwatul Wuskoanieurwah@yudharta.ac.idMuhammad Syarifuddin Hidayatullohanieurwah@yudharta.ac.idShintya Mutimmatuz Zahroanieurwah@yudharta.ac.idEka Prastyoanieurwah@yudharta.ac.idAchmad Candra Irawanarnieurwah@yudharta.ac.idAmalia Nur Fadillahanieurwah@yudharta.ac.idDina Putri Rif'atun Nafisyahanieurwah@yudharta.ac.idMochammmad Ayyub Bil Ansorianieurwah@yudharta.ac.idAbdurahman Abdurahmananieurwah@yudharta.ac.idRofiq Saiful Hadi Asanieurwah@yudharta.ac.idNabila Faizinanieurwah@yudharta.ac.idM H Azadhalianieurwah@yudharta.ac.idMahbubah El Gabrielaanieurwah@yudharta.ac.id<div> <p><span lang="EN-US">Desa Ngembe memiliki potensi wisata alam unggulan berupa Grojokan Limo yang mengalami penurunan kunjungan drastis dari 200 orang per minggu pada tahun 2018 menjadi hanya 40-60 orang per minggu pada tahun 2024. Penurunan ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur pendukung, promosi wisata yang belum terstruktur, dan belum terintegrasinya produk lokal dalam paket wisata. Meskipun telah ada upaya pemberdayaan sebelumnya, namun belum menyentuh aspek infrastruktur fisik dan digitalisasi pemasaran secara komprehensif. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan revitalisasi desa wisata melalui peningkatan infrastruktur, inovasi produk lokal, dan pengembangan pemasaran digital berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan pemerintah desa, karang taruna (15 orang), pelaku UMKM (8 unit usaha), dan masyarakat (35 peserta pelatihan) melalui observasi lapangan, diskusi musyawarah desa, pelatihan dan pendampingan, serta implementasi program selama satu bulan (Juli 2025) yang melibatkan 20 mahasiswa dari berbagai program studi. Hasil yang dicapai meliputi pembuatan website desa wisata (desangembe.com) dengan rata-rata 150 kunjungan per minggu pada bulan pertama, pembangunan 1 unit gazebo di area wisata, pembuatan video profil desa yang ditonton 500+ kali di YouTube, pemasangan 5 papan penunjuk arah di lokasi strategis, serta inovasi produk stik tempe yang berhasil memproduksi 200 kemasan dalam bulan pertama peluncuran. Program ini berhasil meningkatkan infrastruktur pendukung wisata, memperluas jangkauan promosi melalui media digital, memberikan nilai tambah pada produk lokal, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan desa wisata. Keberlanjutan program dapat dilakukan melalui pengembangan kapasitas SDM dalam pengelolaan website dan media sosial, penambahan fasilitas wisata, pengembangan variasi produk UMKM, dan pelibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan desa wisata melalui pembentukan kelompok sadar wisata (POKDARWIS).</span></p> </div>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/713SUNTROPIS 2025: Pembelajaran Lintas Budaya Jamu dan Scrub Tradisional Indonesia Untuk Mahasiswa Asing2025-08-27T08:57:48+00:00Viriyanata Wijayasprabowo@faperta.unmul.ac.idAlifah Balqis Salamahsprabowo@faperta.unmul.ac.idRama Ramasprabowo@faperta.unmul.ac.idRonald Halim Wijayasprabowo@faperta.unmul.ac.idBrenda Angellicasprabowo@faperta.ac.idIntan Wulandari Eulies Setyawatisprabowo@faperta.unmul.ac.idSulistyo Prabowosprabowo@faperta.unmul.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pengintegrasian pengetahuan tradisional ke dalam pembelajaran internasional masih sering menghadapi tantangan, terutama terkait efektivitas metode pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman peserta. Program SUNTROPiS 2025 <em>International Summer School</em> merupakan upaya untuk memperkenalkan dan menguatkan literasi mahasiswa internasional mengenai minuman dan <em>scrub</em> tradisional Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran berbasis praktik langsung dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap pembuatan jamu kunyit asam dan lulur kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain pre-test dan post-test serta observasi partisipatif, melibatkan 23 peserta dari berbagai negara. Kegiatan dilaksanakan melalui sesi teori selama satu jam yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan selama empat jam. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor post-test dibandingkan pre-test, terutama pada aspek pemahaman prosedural. Observasi juga memperlihatkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori baik hingga sangat baik dalam indikator partisipasi, keingintahuan, keterampilan praktik, interaksi, dan kedisiplinan, dengan keterlibatan paling tinggi pada sesi pembuatan lulur. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik langsung yang dipadukan dengan teori tidak hanya efektif dalam meningkatkan literasi farmasi tradisional, tetapi juga memperkuat apresiasi peserta internasional terhadap pemanfaatan bahan alam Indonesia untuk kesehatan dan perawatan tubuh.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/720Pemberdayaan Kelompok Tani Desa Tongkok Untuk Meningkatkan Keterampilan Melalui Produksi Bioetanol Dari Limbah Kulit Kopi2025-08-27T08:58:15+00:00endang lovisialovisiae@gmail.comSyabawaihi Syabawaihilovisiae@gmail.comFitri Lestarilovisiae@gmail.com<p style="font-weight: 400;">This community service activity aims to improve the skills of 18 members of the farmers’ group in Tongkok Village, Lahat Regency, in utilizing coffee husk waste as a raw material for renewable energy in the form of bioethanol. The implementation methods include socialization, technical training, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires to measure participants’ skill improvement. From 70 kg of dried coffee husk waste, the fermentation process and three-stage distillation produced approximately 5 liters of bioethanol with an ethanol content of around 70%, which has the potential to be used as an alternative household-scale energy source. The skill evaluation results show that 83% of the participants are in the high category based on the skill interpretation table, indicating that they have successfully mastered the skills required for bioethanol production. Thus, this activity has effectively improved the community’s ability to process coffee husk waste into a valuable product.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/722Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Ekstrak Nanas Menjadi Lip Balm Sebagai Produk Moisturizing di Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya2025-11-05T02:37:20+00:00Anggraini Putri Utamianggrainiputriutami@itekesmukalbar.ac.idHasria Alanganggrainiputriutami@itekermulakbar.ac.idNurul Jati Jagadanggrainiputriutami@itekesmukalbar.ac.idGalih Dwiki Ramandaanggrainiputriutami@itekesmulakbar.ac.idYuyun Nisaul Khairillahanggrainiputriutami@itekesmukalbar.ac.idNuruniyah Nuruniyahanggrainiputriutami@itekesmukalbar.ac.id<p style="font-weight: 400;">Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, memiliki potensi pertanian nanas yang melimpah dengan kualitas unggul. Namun, pemanfaatannya oleh masyarakat masih terbatas pada konsumsi langsung dan penjualan dalam bentuk mentah, sehingga belum memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal. Pada sisi lain, tren masyarakat terhadap produk perawatan alami dan terjangkau semakin meningkat. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya Kelompok Wanita Tani, melalui sosialisasi dan edukasi mengenai pengolahan ekstrak nanas menjadi lip balm sebagai produk <em>moisturizing</em>yang bernilai tambah tinggi. <em>Lip balm</em> dibuat dengan mengombinasikan ekstrak nanas yang kaya vitamin C dengan bahan alami seperti <em>beeswax</em>, <em>shea butter,</em> dan minyak kelapa untuk menghasilkan produk yang melembapkan dan melindungi bibir. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, demonstrasi langsung, dan diskusi interaktif. Sebanyak 35 peserta terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, di mana persentase peserta yang dalam kategori paham dengan menjawab “Ya” pada kuisioner meningkat dari 20 % pada saat <em>pretest </em>menjadi 100% ketika <em>posttest </em>Program sosialisasi dan edukasi ini berhasil memberi pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam mengolah potensi lokal salah satunya dengan membuata<em> lip balm</em> yang memanfaatkan buah nanas.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/780Pelatihan Pengolahan Maggot BSF Kering dan Pengemasan Pada Kelompok Pengelola Sampah Organik Sinergi (KOPASOS) Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Dan Pakan di Masyarakat 2025-11-26T01:56:47+00:00Fatimah Fatimahsandri@politala.ac.idDwi Sandrisandri@politala.ac.idHendrik Setyo Utomosandri@politala.ac.idFadhli Fajrisandri@politala.ac.idIbrahim Noorsandri@politala.ac.idAhmat Tedisandri@politala.ac.idPuan Gusti Halida Lutfiahsandri@politala.ac.idEnjelina Tasia Boru Hutajulusandri@politala.ac.id<p style="font-weight: 400;">Sampah organik, khususnya sisa makanan, masih menjadi permasalahan utama di berbagai daerah termasuk Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Volume sampah yang tinggi berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Salah satu solusi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan larva <em>Black Soldier Fly</em> (BSF) atau maggot untuk mengubah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi, seperti maggot kering. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok pengelola sampah organik sinergi (KOPASOS) melalui pelatihan pengolahan, pengemasan, dan pelabelan produk maggot kering sehingga dapat mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha. Metode kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu: (1) identifikasi kebutuhan mitra melalui survei dan FGD, (2) sosialisasi program dan peluang bisnis maggot, (3) pelatihan teknis pembuatan maggot kering dengan teknik sangrai serta pengemasan dan pelabelan produk, dan (4) monitoring serta evaluasi melalui observasi lapangan dan wawancara. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh bulan yaitu dari bulan Juni sampai Desember 2025. Hasil kegiatan menunjukkan Peserta pelatihan yang terlibat selama kegiatan berasal KOPASOS dan undangan dari masyarakat lainnya sebanyak 15 orang. Peserta mampu menghasilkan maggot kering dengan kadar protein kasar mencapai 47,06%, mengemas produk secara higienis, serta memahami aspek pemasaran. Hasil observasi dan wawancara secara langsung juga memperlihatkan adanya kemandirian awal dalam memproduksi dan memasarkan meskipun masih terdapat keterbatasan sarana seperti peralatan pengering dan pelabelan. Kesimpulannya, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pengolahan dan pengemasan maggot kering, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan teknologi pengeringan yang efisien dan pemanfaatan pemasaran digital.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/774Pelatihan Pembuatan Ecoenzym Dari Limbah Organik Pada Kelompok Tani Buluh Serumpun2025-10-16T09:24:30+00:00Kiki Kristiandikikikristiandi@gmail.comSangkala Sangkalakikikristiandi2020@gmail.comSri Mulyatikikikristiandi2020@gmail.comIndra Mahyudikikikristiandi2020@gmail.comJordi Jordikikikristiandi2020@gmail.comMia Audinakikikristiandi2020@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Kelompok tani buluh serumpun merupakan kelompok pertanian yang aktif dalam bidang pertanian diantaranya adalah jeruk, nanas, pisang dan jenis pertanian lainnya. Kendala yang dihadapi oleh kelompok ini adalah adanya limbah organik yang tidak terolah dengan baik dan menimbulkan ketidaknyamanan akibat hasil pembusukan yang tidak terkelola dengan baik. sehingga menimbulkan ketidaknyamanan akibat proses pembusukan yang tidak terkelola secara optimal. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dalam pembuatan ecoenzym yang berasal dari limbah organik. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah <em>participatory rural appraisal</em> (par) dan penyebaran kuesioner dalam bentuk data diri peserta. Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa jumlah peserta yang terlibat dalam PKM yaitu sebanyak 22 peserta dengan jumlah laki-laki sebanyak 7 orang dan 15 orang perempuan. Dan untuk latar belakang pendidikan yaitu 12 orang Sekolah Dasar, 6 orang Sekolah Menengah Pertama dan 3 orang Sekolah Menengah Atas. Sedangkan untuk pekerjaan petani sebanyak 17 orang, 1 orang sebagai siswa dan 4 orang sebagai ibu rumah tangga. Dari kegiatan ini peserta mendapatkan pengalaman baru dalam melakukan pengolahan limbah, dimana sebelumnya kegiatan di kelompok tani buluh serumpun belum pernah ada kegiatan dalam pengolahan dan memiliki antusias yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/732Peningkatan Pengetahuan Pada Anak Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Berbasis Digital (Cyber Violence)2025-09-01T20:04:08+00:00Ida Agus Setiawatiiasetiawati@unib.ac.idIndria Agustinaiagustina@unib.ac.idSyahrio Marta Hilasmhila@unib.ac.id<p style="font-weight: 400;">Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan akses informasi, namun juga meningkatkan risiko kekerasan berbasis digital pada anak. Berbagai data nasional menunjukkan tingginya kerentanan anak terhadap kejahatan online. KPAI mencatat 26.869 kasus kekerasan digital pada 2024, sedangkan Simfoni PPA melaporkan 7.842 kasus kekerasan terhadap anak pada periode Januari–Juni 2024. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di LKSA Aisyiyah “Kasih Ibu” dengan sasaran 18 anak berusia 8–18 tahun. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak dalam menggunakan media digital secara aman. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, <em>storytelling</em>, dan <em>ice breaking</em>. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab, observasi perilaku, serta perbandingan kemampuan awal (pre-evaluasi) dan capaian akhir (post-evaluasi). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan praktik keamanan digital. Sebelum kegiatan, hanya 4 dari 18 anak yang mampu menyebutkan empat jenis kekerasan digital, dan 15 anak memiliki akun media sosial tanpa pengaturan privasi. Setelah kegiatan, 12 anak secara mandiri mengunci akun mereka, sedangkan 6 lainnya melakukan pengaturan privasi dengan pendampingan. Selain itu, 85% anak mampu menjawab pertanyaan evaluatif dan 7 anak aktif berdiskusi serta bertanya mengenai risiko dunia maya. Temuan ini menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif, sikap kehati-hatian, serta perubahan perilaku nyata dalam menjaga privasi. Implikasi kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi literasi digital sebagai langkah preventif dalam melindungi anak dari paparan kekerasan digital. Edukasi berbasis pendekatan interaktif terbukti efektif dan dapat direplikasi di panti maupun sekolah lain.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/731Pemberdayaan GAPOKTAN “Tani Agung” Banyuwangi dalam Diversifikasi Produk Buah Naga melalui Teknologi Vacuum Frying 2025-09-01T20:04:39+00:00Findi citra kusumasarifindi.citra@polije.ac.idMohammad Mardiyantomohammad.mardiyanto@polije.ac.idEmi Kurniawatiemi_kurniawati@polije.ac.id<p style="font-weight: 400;">Buah naga merah (<em>Hylocereus polyrhizus</em>) merupakan komoditas hortikultura unggulan dengan potensi pasar tinggi, namun distribusi kualitas hasil panen tidak merata. GAPOKTAN “Tani Agung” Banyuwangi menaungi kelompok petani buah naga dimana sekitar 10% produksi buah naga yang dihasilkan tergolong grade C dengan mutu rendah sehingga bernilai jual sangat rendah dan seringkali terbuang, menimbulkan kerugian ekonomi dan beban lingkungan. Permasalahan ini menuntut adanya solusi pengolahan pascapanen yang mampu meningkatkan nilai tambah buah naga grade C. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan petani melalui pelatihan diversifikasi produk menjadi keripik buah naga menggunakan teknologi <em>vacuum frying</em>, yang dapat menjaga warna, rasa, tekstur, serta kandungan gizi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 35 petani anggota GAPOKTAN. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap: persiapan (penyusunan modul dan instrumen pre-test), sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra secara signifikan, tercermin dari kenaikan skor rata-rata <em>pre-test</em> 71.1±5.27 menjadi 88.05±4.70 pada <em>post-test</em>. Produk keripik yang dihasilkan memiliki tekstur renyah, warna menarik, rendah, serta cita rasa khas yang berpotensi dipasarkan sebagai camilan sehat. Kendala utama yang dihadapi adalah kompleksitas pengoperasian mesin <em>vacuum frying</em> yang masih memerlukan pendampingan teknis lebih lanjut. Pelatihan yang telah dilaksanakan terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah buah naga grade C menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mengurangi <em>food waste</em>, memperkuat daya saing agroindustri lokal, dan membuka peluang peningkatan pendapatan petani.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/734Pelatihan Pengolahan Gurita Menjadi SAGU (Sambal Gurita) di Desa Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur 2025-09-01T20:05:28+00:00Thoy Batun Citra Rahmadanicitra@unram.ac.idLaily Fitriani Mulyanicitra@unram.ac.idBambang Dipokusumocitra@unram.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kelompok nelayan yang termasuk dalam Pokmaswas Tanjung Menangis merupakan salah satu kelompok yang berada di Pantai Ketapang, Desa Pringgabaya, Lombok Timur. Salah satu hasil tangkapan mereka adalah gurita. Gurita merupakan hewan cephalopoda yang cukup melimpah di Perairan Ketapang, Lombok Timur. Selama ini kelompok masyarakat hanya mengandalkan pendapatan dari hasil tangkapan di alam, sehingga ketika terjadi cuaca buruk maka nelayan tidak memiliki penghasilan. Oleh sebab itu program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan diversifikasi produk dari gurita menjadi sambal gurita. Olahan sambal sudah sangat popular di Indonesia, namun sambal yang terbuat dari gurita masih sangat jarang ditemukan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu survei lokasi, persiapan alat dan bahan, diskusi, praktik pembuatan sambal gurita dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki keinginan untuk meneruskan kegiatan pembuatan sambal dan menjadikan sumber pendapatan. Dari segi hasil olahan, sambal yang diolah memiliki warna merah cerah dan rasa yang sesuai dengan selera masyarakat. Selanjutnya, dari hasil evaluasi terlihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pemahaman pengolahan gurita menjadi sambal gurita dari 20% di tahap awal dan setelah pelatihan menjadi 90%.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/738Optimalisasi Penggunaan Media Website sebagai Upaya Peningkatan SDGs Desa Kalitengah Banjarnegara2025-11-21T05:48:44+00:00Ika Septianaikaseptiana@upgris.ac.idSiti Ulfiyaniikaseptiana@upgris.ac.idAris Tri Jaka Harjantoikaseptiana@upgris.ac.id<p style="font-weight: 400;">Perkembangan dunia teknologi yang kian berkembang pesat memberikan pengaruh pada pemerintahan salah satunya desa. Dengan adanya teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi lokal di Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Kurangnya platform digital yang representatif untuk memasarkan pariwisata dan produk UMKM menyebabkan terbatasnya visibilitas desa sebagai destinasi wisata dan pusat ekonomi kreatif. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan kompetensi literasi digital masyarakat melalui pengelolaan situs web, mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan SDGS desa dan meningkatkan perekonomian desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian yaitu diskusi, ceramah, praktik dalam bentuk pelatihan. Tahapan metode yang digunakan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Peserta kegiatan pengabdian meliputi unsur Pokdarwis, UMKM, Karangtaruna, perangkat desa, PKK, tokoh masyarakat yang didominasi peserta dengan usia 31—40 sebanyak 35,7%. Peserta yang belum mengetahui website desa sebanyak 64,3%. Pelatihan pembuatan media web berfokus pada transfer pengetahuan dan keterampilan teknis pembuatan konten dan pengelolaan platform serta peningkatan kesadaran akan pentingnya transformasi digital di era modern. Luaran kegiatan berupa terbentuknya website Desa Kalitengah untuk memperkuat tata kelola desa dan mendukung keberlanjutan desa SDGs desa melalui peningkatan ekonomi melalui pariwisata dan UMKM. Kegiatan pengabdian yang dilakukan telah berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta terkait pengelolaan Web desa sehingga meningkatkan literasi digital dan menyediakan platform promosi desa.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/741Edukasi Mikrobiota Usus dan Pengolahan Pangan Probiotik sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Sokawera, Banyumas 2025-09-25T15:52:22+00:00Rizqi Yanuar Pauzirizqi.yanuar@unsoed.ac.idIzka Sofiyya Wahyurinizka.sofiyya.wahyurin@unsoed.ac.idSuci Ihtiaringtyassuci.ihtiaringtyas@unsoed.ac.idRihhadatul Khoirunnisarihhadatul.khoirunnisa@mhs.unsoed.ac.idJannah Al Inayahjannah.inayah@mhs.unsoed.ac.id<p style="font-weight: 400;">Stunting merupakan masalah gizi kronis yang serius di Desa Sokawera, Banyumas. Permasalahan ini diperburuk oleh rendahnya pemahaman masyarakat tentang peran mikrobiota usus dalam penyerapan gizi dan kurangnya pemanfaatan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menanggulangi stunting melalui intervensi holistik yang mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah <em>participatory action research</em> yang melibatkan 40 ibu balita dan kader Posyandu. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: asesmen awal (<em>pre-test</em>), implementasi program (penyuluhan kesehatan dan pelatihan produksi pangan fungsional “LowiPro” berupa yoghurt dan biskuit pisang), dan evaluasi (<em>post-test</em>dengan analisis N-gain). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh aspek yang diukur, meliputi pemahaman tentang mikrobiota usus, stunting, infeksi parasit, serta keterampilan produksi dan sertifikasi produk. Analisis data menunjukkan skor N-gain berada pada kategori rendah hingga sedang (0,14–0,37). Peserta berhasil memproduksi produk “LowiPro” dan menunjukkan antusiasme tinggi untuk melanjutkan produksi sebagai wirausaha mandiri dan alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Oleh karena itu, integrasi edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk pencegahan stunting.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/745Pelatihan Integrasi Teknologi berbasis TPACK bagi Guru IPA untuk Membumikan Sains melalui Proyek Kontekstual Siswa2025-09-27T21:03:45+00:00MEILI YANTImeiliyanti@unsulbar.ac.idHaryanti Putri Rizalmeiliyanti@unsulbar.ac.idFauziah Ameiliyanti@unsulbar.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru Ilmu Pengetahuan Alam dalam menerapkan kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge melalui pembelajaran kontekstual berbasis proyek. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya minat dan literasi sains siswa yang disebabkan oleh dominasi metode hafalan, keterbatasan pemanfaatan teknologi, dan kesenjangan penguasaan konten lintas bidang karena sebagian besar guru berlatar belakang Biologi atau Fisika. Program pengabdian dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu persiapan, pelatihan, penerapan, dan evaluasi. Pelatihan disusun secara sistematis dalam tiga fokus utama: penguasaan teknologi, penguatan strategi pedagogis, dan penyegaran konten materi IPA. Jumlah Guru yang dilatih sebayak 20 orang yang terdiri dari 10 sekolah di Majene. Guru dilatih memanfaatkan berbagai media digital seperti simulasi interaktif dan platform pengolahan data untuk memvisualisasikan konsep abstrak, merancang pembelajaran berbasis proyek, serta mengintegrasikan konsep Fisika, Biologi, dan Kimia secara terpadu. Setelah pelatihan, guru mempraktikkan keterampilan yang diperoleh dengan membimbing siswa mengidentifikasi masalah lokal, merancang proyek sains, dan memamerkan hasilnya dalam gelar karya siswa. Terdapat 10 jenis proyek yang berbeda dari setiap kelompok guru. Hasil evaluasi menunjukkan respons sangat positif, peningkatan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi, serta keberhasilan mereka membimbing pembuatan proyek sains yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini disimpulkan berhasil memperkuat keterampilan integratif guru, memfasilitasi pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis data, serta memberikan dampak nyata pada peningkatan kreativitas, partisipasi, dan literasi sains siswa. Temuan ini menjadi dasar penting bagi keberlanjutan program dan diseminasi praktik baik ke sekolah lain.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/749Peningkatan Kapasitas Kelompok Usaha Kue Curuti Melalui Diversifikasi Produk Dan Penerapan Teknologi Di Desa Panggulo Barat2025-09-17T21:23:12+00:00Satria Wati Padelindapade@gmail.comEva Sunarti Antulindapade@gmail.comSinta Sulemanlindapade@gmail.comAsniwati Zainuddinlindapade@gmail.comAsriani Labokolindapade@gmail.comA. Nurfitrianilindapade@gmail.comIka Okhtora Angelialindapade@gmail.com<p style="font-weight: 400;">UMKM yang memiliki peran strategis sebagai sektor yang potensial serta berkontribusi dalam menjaga kestabilan ekonomi perlu dikelola sesuai strategi agar operasionalnya berkelanjutan. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kapasitas usaha kue curuti di desa Panggulo Barat melalui diversifikasi produk dan pemanfaatan teknologi untuk menciptakan produk inovatif dengan nilai jual tinggi melalui pemasaran digital. Kegiatan dilakukan melalaui beberapa tahapan yaitu : sosialisasi, pleatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Sasaran kegiatan ini yaitu anggota kelompok usaha kue curuti “ You Cookies” yang berjumlah 14 orang yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan diawali dengan sosialisasi program kegiatan dan pemberian materi prospek usaha kue curuti di pasar lokal dan digital. Tahapan berikutnya yaitu pelatihan dan penerapan teknlogi yang meliputi: pelatihan diversifikasi produk kue curuti, pelatihan dan penerapan teknologi digital marketing, pelatihan dan penerapan teknologi digital dalam mendesain kemasan. Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan dan evaluasi untuk mengetahui efektivitas program kegiatan yang telah dijalankan. Tahap akhir dari kegiatan yaitu keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan menunjukkan dampak yang cukup signifikan terhadap kelompok usaha “you Cookies”. Hal ini terlihat pada produk kue yang dihasilkan sudah bervariasi dari segi bentuk dan rasa serta telah diposting ataupun dijual melalui tiga platform media sosial serta meningkatnya pesanan jumlah produksi sebesar 150% per minggu.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/750Program SIPAPiTa: Strategi Inovasi Pengelolaan Sampah Anorganik menjadi Produk Hiasan dalam Optimalisasi Potensi Nilai Jual Produk2025-11-11T02:12:54+00:00Darmawansyah Darmawansyahjumrah@unhas.ac.idDarhamsyah Darhamsyahjumrah@unhas.ac.idRosita Rositajumrah@unhas.ac.idJumrah Jumrahjumrah.mega.rezky@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Sampah rumah tangga merupakan salah satu sumber yang memiliki peran besar dalam pencemaran lingkungan. Sampah memerlukan perhatian yang serius, karena setiap harinya akan mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kader tentang sampah dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola sampah. Kegiatan ini dilakukan melalui 3 bentuk kegiatan yaitu penyuluhan tentang limbah, pelatihan pembuatan ecoenzym dan pelatihan pembuatan hiasan. Peserta pada kegiatan ini Adalah masyarakat kelurahan Pattingalloang dan Kader Posyandu. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan pada penyuluhan meningkat rata-rata 79. Pada kegiatan kedua (Pelatihan Ecoenzym) meningkat menjadi rata-rata 83. Pada kegiatan ketiga (Pembuatan hiasan) rata-rata pengetahuan meningkat menjadi rata-rata 81. Masyarakat dan kader mengalami peningkatan pengetahuan selama pelaksanaan program SIPAPITA dan diharapkan terus berlanjut sebagai upaya pengelolaan sampah di masyarakat</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/752Gerakan Desa Membaca untuk Membangun Budaya Literasi Anak di Desa Kelindang Atas2025-09-18T20:46:51+00:00Rany Claudiarclaudia@unib.ac.idYudi Apriansyahrclaudia@unib.ac.idSyahwa Sestikarclaudia@unib.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun budaya literasi anak melalui program Gerakan Desa Membaca di Desa Kelindang Atas. Rendahnya minat baca anak-anak desa serta keterbatasan sarana bacaan yang tersedia. Metode pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dengan sasaran kegiatan kepada orang tua, anak dan perangkat desa mengenai pentingnya literasi, mendongeng dan membaca bersama anak-anak, serta penyerahan sumbangan buku kepada perpustakaan desa. Pelaksanaan kegiatan melibatkan orang tua, anak-anak, dan perangkat desa. Hasil kegiatan melalui observasi dan absensi kehadiran terdapat indikasi adanya peningkatan budaya literasi yang ditunjukkan dengan kehadiran 70% peserta dan partisipasi aktif dalam diskusi. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan mendongeng, dengan sebagian berani menceritakan kembali isi dongeng dan membaca bergiliran. Sumbangan buku juga diterima dengan baik oleh pihak desa dan direncanakan menjadi koleksi pojok baca desa. Keunggulan kegiatan ini adalah metode sederhana namun efektif, serta dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa. Program ini membuka peluang pengembangan ke depan, seperti pembentukan klub membaca, penguatan peran pemuda desa sebagai relawan literasi, serta kolaborasi dengan sekolah dan pemerintah desa. Dengan demikian, kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya menumbuhkan budaya literasi anak sekaligus memperkuat peran institusi desa sebagai pusat literasi masyarakat.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/519Edukasi Pembuatan Handsanitezer Dari Daun Sirih Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Diare Di Kecamatan Muara Jawa2025-02-06T09:10:19+00:00Ika Ayu Mentariiam856@umkt.ac.idAfin Irgi Prasetyoiam856@umkt.ac.idDerry Partirahmaniam856@umkt.ac.idFitriah Nabiilahiam856@umkt.ac.idIka Widya Lestariiam856@umkt.ac.idNanda Ulfiyantiiam856@umkt.ac.idClaudya Viona Prasetnoiam856@umkt.ac.id<p style="font-weight: 400;">Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kebersihan tangan melalui pembuatan <em>hand sanitizer</em> alami berbahan dasar daun sirih dan jeruk nipis. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan praktik langsung oleh mahasiswa di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai kebersihan dan sanitasi. Produk hand sanitizer berbahan alami ini tidak hanya efektif secara antimikroba, tetapi juga ramah lingkungan dan ekonomis, memanfaatkan bahan lokal yang mudah didapat. Dengan kegiatan ini, masyarakat dapat meningkatkan kemandirian dalam memproduksi produk kesehatan berbasis sumber daya lokal, sekaligus mendukung pola hidup sehat yang berkelanjutan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/754Penerapan Teknologi Sentrifugal dan Enzim Papain untuk Produksi Virgin Coconut Oil pada Industri Rumah Tangga2025-09-18T20:47:06+00:00La Ode Ahmad Nur Ramadhanlaode.ramadhan@uho.ac.idNur Arfa Yantinur.yanti@uho.ac.idIrnawati Irnawatiirnawati.vhina@gmail.comKinaya Aghisna Y. Silondaesilondaekinaya@gmail.comAnanda Azzahra Antonndazhra1115@gmail.com Muhammad Ihtiarihtiarmuhammad94@gmail.comKila Dayana Putrikiladayanaputrig2l122006@gmail.com<p style="font-weight: 400;"><em>Virgin Coconut Oil</em> (VCO) merupakan produk olahan dari buah kelapa Kegiatan ini dilakukan untuk membantu industri rumah tangga Zayt Mufid di Kelurahan Foo Kuni, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara meningkatkan kualitas VCO yang di produksi sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis dan daya saingnya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan memberikan pelatihan keterampilan pada kelompok rumah industri Zayt Mufid dalam penerapan teknologi sentrifugal dan enzim papain untuk memproduksi VCO. Metode pelaksanaan dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu tahap sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Mitra sasaran adalah anggota kelompok industri rumah tangga Zayt Mufid yang mengikuti pelatihan pembuatan VCO. Pada tahap sosialisasi, tim PKM menyampaikan materi terkait penerapan teknologi sentrifugal dan enzim papain dalam pembuatan VCO dan manfaatnya. Pada tahap pelatihan dilakukan demonstrasi pembuatan VCO menggunakan teknologi sentrifugal dan enzim papain. Dalam tahap pendampingan dan evaluasi tim Program Kemitraan Masyarakat melakukan monitoring proses produksi, pengecekan kualitas VCO serta mendata peningkatan pengetahuan peserta setelah pelatihan. Penggunaan teknologi sentrifugal dan enzim papain dalam memproduksi VCO berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas VCO. Hasil pengecekan kualitas VCO menunjukkan bahwa VCO yang diproduksi dengan penerapan teknologi sentrifugal dan enzim papain memenuhi baku mutu SNI 7381:2022, serta kapasitas produksi VCO menunjukkan peningkatan sebesar 30% dibandingkan menggunakan metode konvensional. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan yaitu sebesar 40%.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/755Inovasi Media Edukasi untuk Optimalisasi Investigasi Kontak TB Keluarga di Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh 2025-10-10T08:43:44+00:00Reka Julia Utamareka@bbg.ac.idMira Fajarinareka@bbg.ac.idPopy Citra Sari Morianreka@bbg.ac.idGadis Halizasiareka@bbg.ac.idFitria Fitriareka@bbg.ac.id<p style="font-weight: 400;">Penurunan cakupan investigasi kontak tuberkulosis (TB) di masyarakat menjadi tantangan utama di wilayah kerja Puskesmas Baiturrahman. Rendahnya pengetahuan keluarga pasien, stigma sosial, dan keterbatasan media edukasi menjadi faktor penghambat optimalisasi penemuan kasus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterbukaan keluarga pasien TB melalui pengembangan media edukasi inovatif berupa buku panduan dan video edukasi, serta mendorong peningkatan cakupan investigasi kontak TB di sepuluh desa di Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan meliputi penyuluhan berbasis komunitas dengan desain pre-test dan post-test, observasi partisipatif, dan wawancara singkat. Media edukasi disampaikan oleh kader TB kepada keluarga pasien di Desa Lampaseh, Keudah, Lamgapang, Lamdingin, Lamteumen, Lamgugob, Lamteumen Barat, Lamteumen Timur, Lamteumen Tengah, dan Lamteumen Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan keluarga, yaitu pengetahuan tentang TB meningkat sebesar 30%, pemahaman pentingnya investigasi kontak meningkat 32%, dan kesadaran pencegahan penularan di rumah meningkat 28%. Selain itu, cakupan investigasi kontak meningkat dari 35% menjadi 70% setelah intervensi. Media edukasi inovatif yang dikombinasikan dengan pendampingan kader TB menunjukkan efektivitas yang baik dalam meningkatkan pengetahuan, mendorong keterbukaan keluarga, dan memperluas cakupan investigasi kontak TB, sehingga berpotensi menjadi model intervensi berbasis komunitas yang dapat diterapkan di wilayah lain.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/757Membangun Kemandirian Ekonomi Pascabencana: Peran Teknologi Tepat Guna bagi UMKM di Huntap Semeru2025-09-18T20:47:20+00:00Retno Cahyaningatiretnocahyaningati@dosen.itbwigalumajang.ac.idMuhammad Mukshinretnocahyaningati@dosen.itbwigalumajang.ac.idAbdur Ro'ufretnocahyaningati@dosen.itbwigalumajang.ac.idiBagas Purnamaretnocahyaningati@dosen.itbwigalumajang.ac.idMuhammad Ufri Hidayatullahretnocahyaningati@dosen.itbwigalumajang.ac.idBima Wahyu Gilang Ramadhanretnocahyaningati@dosen.itbwigalumajang.ac.id<p style="font-weight: 400;">Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Namun, keterbatasan teknologi produksi masih menjadi hambatan utama, khususnya pada UMKM olahan pangan tradisional di kawasan pascabencana seperti Huntap Semeru. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan untuk menjawab permasalahan rendahnya efisiensi produksi dan kualitas produk akibat keterbatasan peralatan yang dimiliki UMKM. Metode Pengabdian kepada Masyarakat menggunakan beberapa tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap monitoring dan evaluasi serta indicator keberhasilan program. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan bahwa penggunaan alat perajang singkong mampu mempercepat proses pengirisan hingga seratus kali lebih cepat dibandingkan cara manual, sementara mesin spinner berhasil menurunkan kadar minyak produk sekitar 20%, membuat keripik lebih renyah dan daya simpannya meningkat dua kali lipat. Selain itu, omzet UMKM mengalami peningkatan rata-rata hingga lima ratus persen. Kesimpulannya, penerapan teknologi tepat guna sederhana terbukti efektif meningkatkan kinerja UMKM baik dari sisi teknis, ekonomi, maupun motivasi kewirausahaan. Pengabdian kepada Masyarakat ini menegaskan pentingnya penyediaan teknologi sederhana, murah, dan sesuai kebutuhan lokal sebagai strategi pemberdayaan UMKM pascabencana.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/762Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Inovasi Mie Sehat Berbahan Kangkung Sebagai Alternatif Pangan Bergizi dan Ekonomis di Kelurahan Gambesi, Kota Ternate2025-09-18T20:47:30+00:00Muhammad Subhan A. Sibadumuhammadsubhan@unkhair.ac.idMuh Danial Fajrimuh.danialfajri@unkhair.ac.idJeri Cahyadi Sqaputrajericahyadi@unkhair.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kelurahan Gambesi, Kota Ternate, merupakan salah satu pusat produksi kangkung (<em>Ipomoea aquatica</em>) dengan hasil panen yang melimpah. Namun, pemanfaatannya masih terbatas sebagai sayuran segar dengan daya simpan singkat sehingga nilai ekonominya rendah. Kondisi ini sering membuat harga jual menurun saat panen raya. Di sisi lain, anemia masih menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi 20,11% pada remaja putri di Kota Ternate, sehingga diperlukan inovasi pangan bergizi berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan Tim PKK Kelurahan Gambesi melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan mie kangkung sebagai pangan sehat sekaligus produk bernilai tambah. Metode meliputi penyuluhan, praktik pembuatan mie, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p<0,05). Pada materi nilai tambah ekonomi, rata-rata skor meningkat dari 46 (pre-test) menjadi 85 (post-test), sedangkan pada materi gizi kangkung dan pencegahan anemia skor naik dari 49 menjadi 88. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi, aktif berdiskusi, serta menilai produk mie kangkung memiliki cita rasa enak, tekstur kenyal, dan lebih sehat dibandingkan mie instan. Kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi mie kangkung mampu meningkatkan pengetahuan gizi, memberikan alternatif pangan sehat, serta membuka peluang usaha rumah tangga.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/765Strategi Pengembangan dan Pemasaran Produk Olahan Kemiri Di Desa Uzuramba Barat Kecamatan Ende2025-11-14T08:13:45+00:00Rafael Octavianus Byrebyrerafael@gmail.comHermanus Reohermanusreo23@gmail.comPatricius Marianus Bothamarianusbotha@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Uzuramba Barat dengan fokus pada pemberdayaan kelompok UKM Purna Migran dan Kelompok Gapoktan melalui pemanfaatan potensi lokal berupa kemiri. Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah kemiri, memperkuat kapasitas usaha, serta memperluas akses pemasaran berbasis ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi materi tematik mengenai ekonomi kreatif dan <em>local capacity building,</em> pendampingan teknis dalam proses pengolahan kemiri menjadi minyak kemiri dan kemiri kupas, pemanfaatan teknologi sederhana berupa mesin pemecah kemiri dan <em>freezer</em>, serta fasilitasi pemasaran melalui platform daring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra telah mampu memproduksi minyak kemiri skala kecil dengan teknik pengolahan manual maupun semi modern, serta mengemas kemiri kupas dalam bentuk berlabel sederhana untuk dipasarkan. Selain itu, penguatan strategi branding dan pemasaran digital turut meningkatkan kesadaran mitra akan pentingnya identitas usaha. Program ini berkontribusi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan produk lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/768Restorasi Mangrove Multi-Spesies dan Peran Komunitas untuk Risiliensi Pesisir Salurang2025-09-26T20:12:03+00:00Frets Rieuwpassafrets.polnustar@gmail.comIndra Wibowoindra.wibowo@itb.ac.idDevi Nandita Choesindevi@itb.ac.idFerdinang Gansalangiferdinandgansalangi@yahoo.co.idNita Yuanitanita@ocean.itb.ac.idAprelia Martina Tomasoaapriltomasoa@gmail.comJulius Frans Wuatenwuatenjulius@yahoo.co.idMuhammad Luqman Dzakyluqmandzaky8@gmail.comGaberaja Samuel Roosevelt Sidaurukgaberajasidauruk@gmail.comGetruida Nita Mozesaang@itb.ac.idAnggraini Barlianaang@itb.ac.idWalter Balansawalter.balansa@fulbrightmail.org<p style="font-weight: 400;">Ekosistem pesisir Salurang, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, menghadapi ancaman abrasi kritis yang diperparah oleh degradasi ekosistem mangrove dan kerusakan infrastruktur pelindung yang menyebabkan kerugian ekologis dan sosio-ekonomi. Salah satu strategi mitigasi adalah menerpakan rehabilitasi mangrove mono-spesies, yang telah terbukti tidak memadai dan kurang efektif untuk restorasi lingkungan jangka panjang. Keadaan ini mendorong penerapan pendekatan restorasi multi-spesies yang lebih holistik. Pengabdian kepada masyarakat kolaboratif antara ITB, Polnustar dan masyarakat Kampung Salurang ini bertujuan mengevaluasi potensi restoratif dari pendekatan multi-spesies yang pada fase ini berfokus pada kelangsungan hidup mangrove <em>Rhizophora apiculata</em> dan <em>Calophyllum inophyllum</em>. Monitoring selama 90 hari pasca-penanaman menunjukkan tingkat kelangsungan hidup <em>C. inophyllum</em> (82,48%) yang signifikan lebih tinggi dibandingkan <em>R. apiculata</em> (53,70%). Perbedaan ini diduga berhubungan erat dengan kerentanan <em>R. apiculata</em> terhadap tekanan lingkungan di muara sungai Salurang yang terdegradasi (sedimentasi, sampah, fluktuasi salinitas), sementara <em>C. inophyllum</em>di lokasi relatif terlindung menunjukkan adaptasi yang optimal. Meskipun demikian, tingkat kelangsungan hidup R. apiculata masih lebih baik dari beberapa inisiatif mono-spesies di beberapa tempat lain. Hasil ini juga menegaskan pentingnya alokasi spesies berdasarkan kesesuaian ekologis dan menyoroti urgensi reintroduksi spesies kunci lain seperti <em>Nypa fruticans</em> untuk meningkatkan resiliensi ekosistem. Pendekatan partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan pelibatan masyarakat aktif dalam seluruh tahapan program telah memperkuat relevansi solusi lokal, menumbuhkan rasa kepemilikan, dan mengintegrasikan kearifan lokal dengan data ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggarisbawahi model rehabilitasi pesisir dengan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kearifan lokal, dan partisipasi komunitas dalam upaya merestorasi pesisir dan mengoptimalkan manfaat multifungsi sumber daya lokal. Ketik abstrak bahasa Indonesia di sini.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/770Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Hidrosol untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Produksi Minyak Atsiri Sereh Wangi pada Kelompok Tani Shafaluna, Dlingo, Kabupaten Bantul 2025-11-21T05:51:27+00:00Ester Dwi Antariesterdwiantari@poltekindonusa.ac.idAptika Oktaviana Trisna Dewiesterdwiantari@politeknikindonusa.ac.idWachid Yahyaesterdwiantari@politeknikindonusa.ac.id<p style="font-weight: 400;">UKM Shafaluna memiliki lahan seluas 400 hekto are yang digunakan untuk menanam sereh wangi dan menggerakkan masyarakat di sekitar untuk menanam sereh wangi pada lahan mereka untuk kemudian dapat menyuplai bahan baku yang terus berkelanjutan dari UKM Shafaluna. UKM Shafaluna mampu memproduksi 200 Liter minyak atsiri sereh wangi dalam satu bulan. Namun, permasalahan mitra yang kesulitan dalam mengelola limbah hasil penyulingan minyak atsiri menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi dan nilai manfaat lebih agar UKM Shafaluna mampu memproduksi produk <em>zero waste.</em> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan kepada kelompok tani mengenai manfaat hidrosol sereh wangi, memberikan pelatihan pengemasan hidrosol sereh wangi kedalam kemasan, serta memberikan pelatihan pemasaran produk hidrosol sereh wangi pada marketplace dan media sosial UKM Shafaluna. Indikator tercapainya dari kegiatan penyuluhan mengenai manfaat hidrosol ini yaitu masyarakat mampu menampung hidrosol sereh wangi pada <em>toren HDPE</em> yang diberikan oleh penulis. Kegiatan pengabdian ini memberikan seperangkat mesin filling hidrosol kedalam kemasan kepada UKM Shafaluna dan memberikan pelatihan penggunaan mesin filling kepada anggota Kelompok Tani UKM SHafaluna. Dilakukan pelatihan penggunaan sosial media untuk memaksimalkan pemasaran hidrosol sereh wangi ke seluruh penjuru. Pengabdian masyarakat telah berjalan dengan lancar dengan hasil yang sesuai dengan indikator capaian yaitu mampu meningkatkan nilai ekonomi UKM Shafaluna. terbukti dalam 1 bulan hidrosol sereh wangi dapat terjual sebanyak 1000 L, produk hidrosol telah terjual melalui marketplace dan sosial media Shafaluna. Optimalisasi dari proses penyulingan minyak atsiri sereh wangi telah tercapai karena hidrosol telah ditampung dan telah dijual ke pasaran melalui sosial media UKM Shafaluna. </p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/781PKM Pemberdayaan Industri Rumah Tangga "Ikan Asap" Berbasis Digital Marketing di Kota Kendari2025-10-16T13:23:23+00:00AZLIMIN AZLIMINazlimin0788@gmail.comAhsan Qasasazlimin0788@gmail.comLa Ode Sahlanazlimin0788@gmail.comIcha Sriwulanazlimin0788@gmail.comLa Ode Arlanazlimin0788@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Program pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kondisi industri rumah tangga pengolah ikan asap di Kota Kendari yang masih menghadapi berbagai kendala, antara lain metode produksi tradisional, pengemasan sederhana, keterbatasan manajemen usaha, serta rendahnya pemanfaatan digital marketing. Permasalahan tersebut berdampak pada kualitas produk yang belum higienis, daya tahan yang rendah, serta jangkauan pemasaran yang terbatas. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan mutu produksi ikan asap, mendiversifikasi produk olahan menjadi ikan asap vakum siap saji dan sambal ikan asap, memberdayakan mitra dalam pengelolaan usaha berbasis digital, serta mendampingi pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi halal. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi yang melibatkan mitra secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam produksi higienis melalui penggunaan mesin pengasapan modern dan vacuum sealer, yang berdampak pada peningkatan volume produksi sekitar 30–40%. Selain itu, diversifikasi produk dengan kemasan yang lebih menarik dan tahan lama berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan mitra sebesar ±20–25%. Dari sisi pemasaran, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi menunjukkan peningkatan interaksi konsumen lebih dari 50%, meskipun implementasi pemasaran digital masih memerlukan pendampingan lanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada perubahan perilaku mitra dalam penerapan sanitasi dan teknologi, peningkatan kinerja usaha, serta penguatan daya saing produk lokal berbasis perikanan di Kota Kendari.</p>2025-12-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/801Peningkatan Daya Saing UMKM Sandal Limbah Batik di Magetan melalui Integrasi Manajemen2025-10-04T15:24:43+00:00Rida Perwita Sariridaps.ak@upnjatim.ac.idErna Sulistyowatiernas.ak@upnjatim.ac.idLilik Supriyantililiksuprianti.tk@upnjatim.ac.id<p style="font-weight: 400;">Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, sektor ini kerap menghadapi berbagai permasalahan, khususnya dalam aspek manajerial. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini difokuskan pada UMKM “Sandal Batik Syarifah” yang berlokasi di Magetan, yang mengalami sejumlah kendala, antara lain keterbatasan pemahaman dalam manajemen produksi, pengelolaan keuangan yang belum sistematis, serta pemanfaatan teknologi digital dalam strategi pemasaran yang masih minim. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui penerapan manajemen yang terintegrasi. Pendekatan yang digunakan meliputi survei pendahuluan, pelatihan dan pendampingan dalam aspek manajemen produksi, keuangan, serta pemasaran digital. Selain itu, tim PkM juga memberikan dukungan berupa alat produksi (seperti pisau potong dan perbaikan mesin), pasokan bahan baku, serta bantuan dalam pengembangan branding dan strategi pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam produktivitas dan perluasan akses pasar digital. Intervensi ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen terintegrasi secara efektif dapat meningkatkan daya saing dan potensi pertumbuhan UMKM</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/818Workshop Pengelolaan Limbah Organik sebagai Solusi Pupuk Cair Rumah Tangga Ramah Lingkungan di Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember2025-10-31T05:53:25+00:00Nurul Laili Fadhilahlaili.fh@unej.ac.idPratiwi Puspitho Andinilaili.fh@unej.ac.idBayu Dwi Anggonolaili.fh@unej.ac.idMuhlisin Muhlisinlaili.fh@unej.ac.idTutik Patmiatilaili.fh@unej.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup di level rumah tangga dalam pengelolaan sampah organik minim resiko dengan menerapkan prinsip kehati-hatian khususnya di Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Proses pengelolaan sampah organik dengan <em>output</em> berupa <em>eco enzyme</em>yang dimanfaatkan berupa pupuk cair ramah lingkungan menjadi trend saat ini meskipun beberama kelompok masyarakat masih membakar sampah yang dimiliki. Adapun metode pelaksanaan meliputi: (1) Edukasi dan penyuluhan terkait dengan pengelolaan sampah organik minim resiko dengan metode 3R dengan memberikan materi terkait dengan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan sampahdengan output eco enzyme yang dimanfaatkan sebagai pupuk cair alami ramah lingkungan dan minim resiko bagi rumah tangga; (2) <em>Workshop</em> pembuatan <em>eco enzyme</em> yang melibatkan kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan remaja masjid; (3) Pendampingan melalui instagram komunitas masyarakat untuk edukasi dan promosi <em>eco enzyme</em> melalui media sosial dalam pemanfaatan sampah organik dengan <em>output eco enzyme</em>. Hasil evaluasi menunjukkan: (1) peserta sangat antusias, mengingat ternyata sampah organik yang dihasilkan diubah menjadi pupuk cair ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dalam skala rumah tangga, (2) Kegiatan workshop juga berjalan lancar dengan <em>output seluruh kelompok</em> berhasil dengan masa panen 3 bulan setelah mengikuti <em>workshop (bulan Mei-Agutus)</em>, (3) harapan lain dari perserta <em>workshop</em> dapat memberikan dampak positif dalam pengelolan sampah yang bermanfaat dan ramah lingkungan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/871Program TEMU SAJA Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Permasalahan Pencernaan pada Remaja di SMPIT As-Salam2025-11-05T02:27:15+00:00Farah Paramitafarah.paramita.fik@um.ac.idLulu'ul Badriyahlulubadriyah.fik@um.ac.idDian Puspitaningtyas Laksanadian.puspitaningtyas.fik@um.ac.idBeta Salsabila Febiola Efendibeta.salsabila.2306126@students.um.ac.idFatihaturrizqiyani Tri Muriazmifatihaturrizqiyani.tri.2306126@students.um.ac.idNuria Alfisana Yudhanuria.alfisana.2306126@students.um.ac.idAyu Andhiny Atika Putriayu.andhiny.2306126@students.um.ac.idNabila Qurata A’yunnabila.qurata.2306126@students.um.ac.idNiken Dwi Anggraeniniken.dwi.2306126@students.um.ac.id<p style="font-weight: 400;">Gangguan pencernaan seperti penyakit asam lambung kronis (GERD) menjadi salah satu masalah kesehatan yang biasa terjadi pada remaja dan sering disebabkan oleh pola makan yang kurang teratur serta stres yang dipicu dari tekanan akademik. Program “TEMU SAJA (Teman Temu Sehat Sejiwa Remaja)” dilaksanakan sebagai upaya promotif serta preventif untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta perilaku hidup sehat pada siswa di SMPIT As-Salam Malang. Program ini menggabungkan tiga metode utama, yaitu <em>workshop</em> edukatif tentang kesehatan pencernaan, kelas memasak sehat, dan <em>peer support group</em> sebagai wadah berbagi pengalaman serta motivasi antar remaja sebaya. Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh 28 siswa dan menggunakan desain <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil mengindikasikan terdapat peningkatan kuantitas rata-rata skor pengetahuan sebesar 22,95% setelah pelaksanaan program. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif partisipatif yang menggabungkan praktik langsung, penguatan keterampilan, dan dukungan sebaya efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku makan sehat pada remaja. Hal ini selaras dengan temuan Wijaya et al. (2020) dan Monika et al. (2021) yang menyatakan bahwa pola makan tidak teratur dan konsumsi makanan kurang bergizi meningkatkan risiko gangguan pencernaan pada remaja, serta Dyna et al. (2018) yang menekankan pentingnya asupan gizi seimbang bagi kesehatan siswa. Program TEMU SAJA berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan pada tingkat pendidikan lain sebagai model edukasi kesehatan remaja yang berkelanjutan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/880Pre-Coding in Early Childhood Education: Equipping Teachers for the Digital Age2025-11-11T02:27:34+00:00Amaira Utamiamairautami@upi.eduRiana Nurismawatiamairautami@upi.ac.idHanna Nurul Husnaamairautami@upi.ac.idAi Nurlaelasari Rusmanaamairautami@upi.ac.idPutra Habib Dhitarekaamairautami@upi.ac.id<p style="font-weight: 400;">In the digital world, technology is an important part of human life, driving demand for technology-literate human resources. As technology becomes an integral part of human life, introducing it to young children will benefit them. One approach is to bring the pre-coding concept into the classroom. This community service was held in Bandung, West Java, in partnership with <em>Sekolah Karakter </em>RA SBB Hidayatul Musthafa. The workshop consisted of three stages: an initial phase including socialization, a workshop day, and an evaluation phase. In the main phase, the workshop discussed the need to introduce pre-coding to preschool students, followed by the installation of Gcompris software. In the second session, the teachers are assisted in using Code.org and Scratch Jr as tools to introduce pre-coding concepts to preschool students. At the end, teachers’ interest and self-efficacy regarding teaching the pre-coding concept to early childhood students were assessed. The data indicate that teachers’ interest and self-efficacy are moderate. Therefore, it can be concluded that future training and workshops related to pre-coding will be highly valuable for early childhood teachers.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/873Penciptaan Pola Batik Orchidee Khas Kelud untuk Mendukung Keberlanjutan Eco-Ethnotourism dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Semen2025-11-11T02:26:36+00:00Wahyu Djoko Sulistyowahyu.djoko.fis@um.ac.idMellina Nur Hafidawahyu.djoko.fis@um.ac.idJoko Sayonowahyu.djoko.fis@um.ac.idAditya Nugroho Widiadiwahyu.djoko.fis@um.ac.idIsmail Lutfiwahyu.djoko.fis@um.ac.idGedhe Ashariwahyu.djoko.fis@um.ac.idAriani Susilowahyu.djoko.fis@um.ac.idAnisa Amalia Maisarohwahyu.djoko.fis@um.ac.idAhmad Suhadakwahyu.djoko.fis@um.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menciptakan pola Batik Orchidee Khas Kelud sebagai upaya mendukung keberlanjutan eco-ethnotourism dan pemberdayaan masyarakat di Desa Semen, Kabupaten Blitar. Desa ini memiliki kekayaan flora endemik, khususnya anggrek <em>Vanda tricolor</em>, yang mencerminkan identitas ekologis dan budaya lokal. Pendekatan <em>Asset-Based Community Development</em> (ABCD) diterapkan melalui lima tahapan: discovery, dream, design, define, dan destiny, untuk menggali dan mengoptimalkan aset komunitas. Kegiatan ini melibatkan 35 peserta dari unsur ibu rumah tangga, karang taruna, dan komunitas Puspa Jagad selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif masyarakat mencapai 80%, penggunaan pewarna alami meningkat hingga 78%, serta pendapatan pengrajin meningkat hingga 45%. Penerapan teknik batik print berbasis flora lokal tidak hanya memperkaya estetika seni batik, tetapi juga memperkuat identitas budaya, kesadaran ekologis, dan ekonomi kreatif masyarakat desa. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekonomi kreatif, pelestarian nilai budaya lokal, serta penerapan praktik produksi berkelanjutan dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis <em>eco-ethnotourism</em>.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/881Peningkatan Kesadaran Keselamatan Berkendara Siswa Melalui Analisis STEM pada Konstruksi Jembatan Semanggi Jember2025-11-05T06:48:38+00:00Habibah Baihaqihabibahkhusnabaihaqi.fkip@unej.ac.idDyah Arum Arimurtiarimurti.arum@unej.ac.idAnnisa Rahmadina199204022024062002@mail.unej.ac.id<p style="font-weight: 400;">Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja menjadi isu penting yang dipengaruhi kurangnya pemahaman dan kesadaran keselamatan berkendara. Kondisi ini diperparah dengan pembelajaran fisika yang jarang dikaitkan dengan konteks nyata, sehingga siswa merasa materi kurang relevan. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan wawasan keselamatan berkendara siswa SMA Al-Furqan Jember dengan mengontekstualisasikan konsep kinematika pada konstruksi ikonik Jembatan Semanggi Jember. Kegiatan dilaksanakan melalui metode <em>Participatory Action Research</em> (PAR) dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang melibatkan demonstrasi, praktik, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Analisis kuantitatif dengan n-gain menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 0,96 (kategori tinggi untuk 11 siswa peserta workshop), sedangkan hasil kualitatif mengindikasikan antusiasme siswa serta kemampuan mereka mengaitkan teori fisika dengan praktik berkendara sehari-hari. Temuan ini menegaskan efektivitas pendekatan STEM dalam membuat pembelajaran lebih bermakna dan aplikatif, sekaligus berimplikasi pada peningkatan kesadaran keselamatan remaja di jalan raya. Program ini direkomendasikan sebagai model pembelajaran kontekstual yang dapat direplikasi pada sekolah lain untuk mendukung pendidikan keselamatan berkendara.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/889Digitalisasi Sistem Administrasi Kepengurusan Kampung2025-11-21T06:00:27+00:00Muliyati MuliyatiRianicompany@gmail.comDidy Maharudinkahlilgibran619@gmail.comAstari RahimAstarrahim999@gmail.commuhamad muchsinMmuchsin3112@gmail.comBildaria Gombobildagombo@gmail.comRaihan Setyagimangaan@gmail.comsamuel wonmalyWonmalysamuel46@gmail.comfrengkyladja frengkyladjafrengkyladja@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Digitalisasi sistem administrasi pemerintahan kampung menjadi kebutuhan mendesak dalam era transformasi digital, namun implementasinya di wilayah terpencil menghadapi berbagai tantangan kompleks. Pengabdian ini bertujuan menganalisis kondisi sistem administrasi sebelum digitalisasi, mendeskripsikan proses pelatihan Google Drive, dan mengidentifikasi hambatan implementasi di Kampung Traimelyan, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua. Metode service learning digunakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan praktis, dan evaluasi dengan pendekatan kualitatif menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan kondisi awal sistem administrasi konvensional dengan keterbatasan kapasitas penyimpanan perangkat, tidak adanya backup data, dan kesulitan akses informasi. Pelatihan berhasil membekali aparatur dengan keterampilan menggunakan cloud storage untuk migrasi data, pengorganisasian folder, dan berbagi dokumen. Implementasi Google Drive menghasilkan peningkatan signifikan dalam efisiensi pengelolaan dokumen, aksesibilitas data real-time dari berbagai perangkat, dan keamanan informasi administrasi. Hambatan yang dihadapi mencakup koneksi internet tidak stabil, literasi digital rendah, dan kondisi geografis menantang. Program ini membuktikan digitalisasi di wilayah terpencil dapat terlaksana dengan pendekatan kontekstual, pendampingan intensif, dan pemanfaatan teknologi sederhana yang aplikatif. Keberlanjutan memerlukan dukungan infrastruktur, pendampingan lanjutan, dan replikasi model ke kampung lain.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/892Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembuatan Nugget Ikan Sembilan Sebagai Pilar Pengelolaan Hasil Perikanan Berkelanjutan di Kelurahan Warmon2025-11-21T06:09:33+00:00Ahmad Fahrizala.fahrizal.ab@gmail.comSaleh Rumwokasshalehrumwokas@gmail.comAhmad Waelahmadwael818@gmail.comSherly Gabriella Laura Weyaia.fahrizal.ab@gmail.comHanai Loklomina.fahrizal.ab@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Kelurahan Warmon, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengolah hasil perikanan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan difokuskan pada pelatihan pembuatan <em>nugget ikan (Uto) Sembilan (Sebero)</em> sebagai upaya diversifikasi produk perikanan untuk mendukung pengelolaan sumber daya berkelanjutan di kawasan ekosistem mangrove Warmon. Metode pelaksanaan meliputi 4 (Empat) tahap, yaitu perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sebanyak 11 peserta terlibat aktif dalam pelatihan ini. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terhadap bahan, tahapan pembuatan, kebersihan, serta penyimpanan produk. Seluruh peserta (100%) berhasil menjawab benar seluruh pertanyaan post-test dan menunjukkan kemampuan praktis yang baik dalam proses produksi dan pengemasan. Selain itu, tingkat kepercayaan diri dan minat kewirausahaan peserta sangat tinggi, ditunjukkan oleh skor rata-rata di atas 4,8 pada aspek sikap dan niat. Kegiatan ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran terhadap pemanfaatan potensi ikan lokal serta mendorong terbentuknya usaha mikro berbasis produk olahan ikan di wilayah pesisir Warmon. Keberlanjutan program diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian ekosistem mangrove melalui pendekatan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/906Pendampingan Guru SMP Halmahera Selatan: Pengembangan Pembelajaran Inovatif Berbasis Gaya Kognitif pada Materi Invers Proporsi2025-11-26T08:43:07+00:00Rusmin R.M. Salehsalehrusmin93rm@gmail.comUsman Amiruddinusmanamiruddin0@gmail.comIsnain Waliisnain08wali@gmail.comAgeng Triyonoagengtriyono@umpwr.ac.idWachyudi Eksanwachyudi2512@gmail.comSuharlin Ode Bausuharlinodebau@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Kegiatan pendampingan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Halmahera Selatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada materi invers proporsi melalui strategi inovatif berbasis gaya kognitif. Program dilaksanakan secara sistematis selama 8 minggu pada September–Oktober 2025, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penyusunan panduan keberlanjutan. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan kolaboratif, melibatkan guru, kepala sekolah, dan tim pendamping perguruan tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi pedagogik guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran adaptif terhadap perbedaan gaya belajar siswa (visual, auditori, kinestetik). Guru menjadi lebih reflektif, kreatif, dan percaya diri dalam memanfaatkan media digital serta teknologi sederhana, seperti Kahoot, Quizizz, dan video pembelajaran. Penerapan pendekatan inovatif ini berdampak positif terhadap pemahaman konseptual siswa, dengan rata-rata peningkatan hasil belajar sebesar 27% berdasarkan hasil pretest–posttest pada 30 siswa menggunakan tes uraian (5 soal) dan pilihan ganda (10 soal). Selain itu, kegiatan ini membangun budaya kolaboratif dan reflektif di sekolah, serta menghasilkan panduan pembelajaran berbasis gaya kognitif untuk keberlanjutan inovasi. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan berbasis praktik reflektif dan pemanfaatan teknologi sederhana efektif dalam mengatasi tantangan mutu pendidikan di daerah terpencil. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kapasitas guru dan pengembangan komunitas belajar digital. Selain itu, advokasi kebijakan pendidikan diperlukan untuk mendukung transformasi pembelajaran inovatif secara berkelanjutan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/913Pemanfaatan QR Code pada Pelatihan Pembentukan Pojok TOGA (Tanaman Obat Keluarga) untuk Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Proklim Gajah Putih Karangasem, Surakarta2025-12-13T03:12:50+00:00Iin Suhestiiinsuhesti@poltekindonusa.ac.idDessy Erliani Mugita Saridessyerlyani3@gmail.comNorma Puspitasarinormasari@poltekindonusa.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Indonesia yang mendukung ketahanan kesehatan keluarga. Namun, seiring perkembangan zaman, pengetahuan masyarakat tentang jenis dan manfaat tanaman obat mulai berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi digital dengan pelatihan pembentukan pojok TOGA berbasis <em>Quick Response</em> (QR) <em>Code</em>. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan <em>Participatory Rural Appraisal</em> (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan. Pelatihan dilakukan melalui beberapa tahap: penyusunan modul, pelatihan budidaya TOGA, pelatihan pembuatan QR code, serta implementasi pelabelan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang TOGA berdasarkan hasil wawancara kepada warga. Selain itu, sebanyak 30 jenis tanaman berhasil didigitalisasi melalui QR code yang dapat diakses menggunakan ponsel pintar. Kegiatan ini mampu meningkatkan literasi digital masyarakat, menumbuhkan minat terhadap pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta menciptakan media edukasi berbasis teknologi yang berkelanjutan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/914Safeheaven: Kolaborasi Teknologi Dan Masyarakat Dalam Mewujudkan Desa Zero Sex Harm2025-11-21T06:15:10+00:00Nirwanto K. Rahimnirwanto@ung.ac.idNurdiana Djamaluddin nurdiana@ung.ac.idAyu Rofia Nurfadhillahayu@ung.ac.id<p style="font-weight: 400;">kekerasan seksual merupakan masalah sosial serius yang masih sering terjadi di tingkat desa dan kerap tidak terlaporkan akibat stigma sosial, rasa takut, serta belum tersedianya sistem pelaporan yang aman dan terintegrasi. Kondisi ini juga ditemukan di Desa Padengo, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, di mana tingkat pelaporan kasus kekerasan seksual masih sangat rendah meskipun prevalensinya meningkat setiap tahun. Menjawab permasalahan tersebut, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) SafeHeaven dikembangkan sebagai inovasi teknologi berbasis sistem informasi yang berfungsi untuk memfasilitasi pelaporan kekerasan seksual secara aman, rahasia, dan cepat, sekaligus memberdayakan masyarakat dalam pencegahan dan pendampingan korban. Metode pelaksanaan program meliputi lima tahapan utama, yaitu koordinasi awal dan identifikasi masalah, sosialisasi dan edukasi masyarakat, pelatihan kader kesehatan dan perangkat desa, pengembangan serta uji coba aplikasi <em>SafeHeaven</em>, dan pendampingan serta evaluasi program. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta pre-test dan post-test terhadap 30 peserta untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan masyarakat dari 68,00 pada pre-test menjadi 80,38 pada post-test, menandakan peningkatan signifikan sebesar 12,38 poin setelah pelatihan. Aplikasi <em>SafeHeaven</em> versi prototype juga telah berhasil dikembangkan dengan fitur pelaporan kasus, tombol darurat (SOS), dan pusat informasi edukatif. Hasil uji coba menunjukkan 90% responden merasa lebih nyaman melapor melalui aplikasi dibandingkan secara langsung, dan 85% kader mampu mengedukasi warga dalam penggunaannya. Selain itu, telah disusun <em>Standar Operasional Prosedur (SOP) Desa Aman dari Kekerasan Seksual</em> serta pembentukan <em>Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (TPPA)</em> Desa Padengo sebagai upaya keberlanjutan program. Secara keseluruhan, SafeHeaven menjadi model kolaborasi antara teknologi dan masyarakat dalam membangun sistem pelaporan kekerasan seksual berbasis komunitas yang efektif dan berkelanjutan. Program ini berpotensi direplikasi ke desa-desa lain untuk mendukung terwujudnya Desa Zero Sex Harm, yaitu desa yang aman, inklusif, dan tanggap terhadap kekerasan seksual.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/922Pencegahan Gangguan Muskuloskeletal dengan Menggunakan Desain Ergonomi sebagai Percontohan pada Penjual Minuman Dingin Kota Jayapura2025-12-13T03:44:23+00:00Ilmidin Ilmidinsubcomandan.ilmidin@gmail.comSyaharuddin Nursyaharuddinnur@fkm.uncen.ac.idEtty Octaviani Manaluettyoctavianimanalu@gmail.comIqbal Bayu Pamungkasiqbalbayupamungkas1@gmail.comChorano Elsada RobahaChoranoelsadarobaha@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Penjualan minuman dingin di wilayah Kota Jayapura memiliki potensi pada perekonomian yang dapat menopang ekonomi mandiri pelaku usaha. Peningkatan kesejahteraan usaha mikro kecil tidak hanya dilihat dari sudut pandang ekonomi saja, namun jauh dari itu, implementasi modal kesehatan dan keselamatan juga perlu ditingkatkan untuk melindungi para pelaku usaha dan pekerjanya. Berdasarkan analisis, pelaksana menemukan bahwa tindakan untuk memperbaiki postur kerja diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sesuai dengan kondisi ergonomis pekerjanya, sehingga tidak menyebabkan gangguan muskuloskeletal (MSD) kedepannya. Metode pengabdian ini didasarkan pada tiga langkah yaitu sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi dan inovasi (pembuatan gerobak dan tempat galon yang sesuai dengan antropometri penjual). Sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan mendatangi satu-satu pejual minuman dingin sepanjang jalan Kampwolker Kelurahan Yabansai, Kecamatan Heram, Kota Jayapura. Pembinaan dan pelatihan ini berupa cara menjaga postur agar tetap netral saat mengangkat, mendorong, menarik, maupun menurunkan barang yang ada disekitar mitra, area jangkauan mitra yang fleksibel, dan sikap berdiri sambil duduk yang perlu diterapkan oleh penjual minuman dingin. Tidak lupa, pengabdi juga melakukan pelatihan mengenai pelayanan yang baik dan ramah untuk membuat pelanggan nyaman berbelanja, termasuk pada pengaturan ergonomi di lingkungan penjualan mereka. Pelaksanaan pre test dan post test mendapatkan peningkatan pengetahuan sebanyak 8,5 dari hasil pre test sebesar 60,7 dan hasil post tes sebanyak 69,2. Artinya terdapat peningkatan pengetahuan pada penjual minuman dingin setelah dilaksanakan pelatihan. Sebelum pembuatan gerobak, pengabdi melakukan pengukuran antropometri pada penjual sehingga pada saat gerobak digunakan, penjual merasa nyaman dan aman terhindar dari MSD.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/958Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan oleh Petani Milenial untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Pupuk Kotoran Kambing di Gubug Mimpi, Plupuh, Sragen2025-11-30T09:48:47+00:00Dewi Novita Saridns104@ums.ac.idSartono Putrosp150@ums.ac.idSri Hartatisrihartatiunivet@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Sebagian besar kotoran kambing di Desa Plupuh dibiarkan menumpuk tanpa diolah berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Gubug Mimpi merupakan inisiatif petani milenial di desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen sebagai wadah pelatihan pertanian pedesaan swadaya. Kegiatan utamanya pelatihan pembibitan, penanaman, dan pembuatan pupuk kompos dari limbah kotoran kambing. Permasalahan utama Gubug Mimpi adalah bidang produksi yaitu mesin pengolahan limbah yang sudah tidak berjalan optimal dan seringnya muncul “kutu kebul” atau istilah latin Silverleaf whitefly pada musim tertentu. Bidang manajemen usaha pengelola masih berbasis konvensional dengan asas kekeluargaan. Bidang Pemasaran produk belum mengoptimalkan dan pemanfaatan teknologi informasi seperti aplikasi pemasaran online. Tujuan dari PKM ini adalah meningkatkan produksi pupuk organik berbahan dasar kotoran kambing dan memaksimalkan produksi sistem hidroponik, khususnya untuk tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti blewah dan melon. Metode kegiatan PKM dibagi menjadi 5 bagian yaitu tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program dilaksanakan selama 8 bulan. Teknologi Tepat Guna untuk proses produksi melalui pembuatan alat <em>screw conveyor</em>-VSC untuk produktivitas pembuatan kotoran kambing dan <em>steam generator </em>untuk sterilisasi greenhouse. Pembentukan struktur organisasi untuk meningkatkan manajemen usaha dan pendampingan pemasaran dengan sosial media. Hasil yang diperoleh Penerapan teknologi tepat guna, penguatan organisasi, dan pelatihan pemasaran digital di Gubug Mimpi berhasil meningkatkan produksi pupuk organik hingga 70%, produktivitas tanaman hidroponik sebesar 50% dengan penurunan serangan kutu kebul 80%, memperbaiki efisiensi manajerial, serta memperluas akses pasar melalui media sosial dan platform e-commerce</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/959Penguatan Literasi Kesehatan Melalui Informasi Cerdas Menggunakan Tanaman Obat Sebagai Pengobatan Mandiri Di LPKA Kelas II Karangasem2025-12-13T03:47:42+00:00Fitria Megawatifitriamega83@unmas.ac.idNi Luh Kade Arman Anita Dewiarmannita@unmas.ac.idNi Putu Dewi Agustinidewiagustini789@unmas.ac.idGusti Ayu Putu Laksmi Puspa Sarilaksmipuspasari@unmas.ac.idLuh Santhi Utami Wiryaniwiryani@unmas.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pokok permasalahan dalam kegiatan pengabdian ini adalah bagaimana meningkatkan produktivitas sumber daya manusia, khususnya warga binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Karangasem. Warga binaan membutuhkan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian mereka setelah menyelesaikan masa binaan. Upaya nyata peningkatan kapasitas dilakukan melalui promosi kesehatan yang berfokus pada literasi pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan serta pelatihan pembuatan buku saku cerdas yang berisi informasi tentang tanaman obat, sehingga dapat menjadi panduan praktis bagi warga binaan. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan berupa edukasi mengenai jenis tanaman obat, manfaatnya, serta cara pemanfaatannya, disertai pelatihan pembuatan buku saku. Hal ini diyakini lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus produktivitas warga binaan, terutama dalam bidang kesehatan mandiri berbasis tanaman obat. Metode pengabdian dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pelatihan praktik. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan dengan desain <em>pre-experimental one group pretest-posttest</em> untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga binaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi kesehatan, baik dalam aspek pengetahuan tentang jenis tanaman obat, manfaat, maupun cara pengolahannya. Selain itu, warga binaan memperoleh keterampilan praktis melalui kegiatan mengenali, memilih, dan mengolah tanaman obat secara langsung. Program ini juga menghasilkan promosi kesehatan berbasis komunitas yang dapat disebarkan kembali oleh warga binaan di lingkungan masing-masing. Kesimpulannya, pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas warga binaan melalui literasi cerdas pemanfaatan tanaman obat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh menjadi bekal penting pasca binaan untuk mendukung kemandirian serta produktivitas mereka di masyarakat.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/965Peningkatan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran bagi Masyarakat dan Karang Taruna di Kawasan Pemukiman Padat2025-11-30T12:45:41+00:00deni kuswoyodkuswoyo2014@gmail.comMeisi Rianadeni.kuswoyo@polimedia.ac.idArrahmah Apriliadeni.kuswoyo@polimedia.ac.idMuhammad Nur Ilhamdeni.kuswoyo@polimedia.ac.idDimaz Rosdesmyantodeni.kuswoyo@polimedia.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kawasan pemukiman padat di Kelurahan Kedoya Utara memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana kebakaran yang disebabkan oleh faktor seperti korsleting listrik, kebocoran gas, dan akses jalan yang sempit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan masyarakat serta Karang Taruna dalam mencegah dan menanggapi keadaan darurat kebakaran. Kegiatan melibatkan 20 anggota Karang Taruna dan masyarakat dari RT.14/RW.02 di Keurahan Kedoya Utara. Metode pelaksanaan terdiri dari (1) Penyuluhan kepada Karang Taruna sebagai kader siaga bencana, (2) Sosialisasi massal kepada masyarakat bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), (3) Workshop praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan (4) Workshop partisipatif pembuatan poster edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 18% berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test. Peserta mampu mengidentifikasi titik bahaya kebakaran di rumah mereka, mempraktikkan teknik menggunakan APAR dengan metode T.A.T.A., dan menghasilkan media edukasi poster yang kreatif dan kontekstual. Hal terpenting, kegiatan ini berhasil memicu pembentukan Tim Siaga Bencana di tingkat RW yang terdiri dari para karang taruna. Efektivitas media edukasi dievaluasi menggunakan pendekatan <em>Cognitive Walkthrough</em> untuk mengukur kejelasan instruksi, kemudahan pemahaman visual, dan relevansi konteks lokal. Simpulan dari kegiatan ini adalah pendekatan multi-metode yang melibatkan kader (Karang Taruna) dan masyarakat luas terbukti efektif dalam membangun ketangguhan komunitas. Untuk keberlanjutan, disarankan agar Karang Taruna melakukan simulasi kebakaran (<em>fire drill</em>) secara berkala dan memasang poster-poster hasil workshop di titik-titik strategis lingkungan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/969Pelatihan Book Creator sebagai Media Pembelajaran Digital untuk Guru PAUD2025-12-01T08:45:23+00:00Anggita Suria Fatimahanggitasuriaf31@upi.eduAi Hesti Nurlinaaihestiupi12@upi.eduRiska Uswatun Hasanahriskauswatun22@upi.eduYosifa Qolbi Nooryosifaqn@upi.eduGia Nikawantigyanikawanti@upi.eduEvi Navisahevinavisah006@gmail.comSri Dewi Ernawatisriernawarti161@guru.paud.belajar.idInes Ria Diyaniinesriadiani45@guru.paud.belajar.id<p style="font-weight: 400;">Era digital menuntut inovasi dalam media pembelajaran, termasuk di tingkat PAUD. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan kapasitas guru TK Wiyata Handayani, Purwakarta, melalui pelatihan pembuatan media digital dengan book creator. Tujuannya adalah membekali guru dengan keterampilan tekno-pedagogik untuk menciptakan bahan ajar interaktif, yang pada akhirnya meningkatkan minat dan partisipasi belajar anak. Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2025 yang dihadiri sebanyak 7 orang terdiri dari 3 guru dan 4 tim pelaksana. Pelatihan menggunakan pendekatan berbasis proyek dengan pendampingan intensif untuk mempraktikkan pembuatan buku digital secara langsung. Evaluasi keberhasilan pelatihan diukur melalui tiga indikator terukur: (1) produk akhir, dihasilkan 3 buku digital interaktif yang lengkap; (2) kualitas produk, dinilai dengan rubrik sederhana (mencakup kelengkapan teks, gambar, audio/video, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, dan tingkat interaktivitas) dengan rata-rata skor 4,2 dari skala 5; serta (3) peningkatan kompetensi guru, berdasarkan kuesioner pre- dan post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman tekno-pedagogik sebesar 85%. Respon guru sangat positif, mengindikasikan bahwa book creator dianggap sebagai alat yang relevan dan mudah diadopsi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik. Keberhasilan model pelatihan ini menunjukkan potensinya untuk diadopsi oleh PAUD lain dengan penyesuaian sesuai kebutuhan spesifik masing-masing sekolah.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/1029Penguatan Kepedulian Sosial Mahasiswa Melalui Program Kkn Berbasis Pengabdian Masyarakat Di Kampung Melayu Batam2025-12-26T02:59:01+00:00Muji Mujimmujiridho@gmail.comRizal Ilhamsyahrizalilhamsyah8@gmail.comBitcar Batubararizalilhamsyah8@gmail.comAnisa Lutvhi Mahfurinrizalilhamsyah8@gmail.comWahdania Wahdaniarizalilhamsyah8@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan kepedulian sosial mahasiswa melalui program KKN berbasis pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kampung Melayu – Batu Besar Batam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melibatkan mahasiswa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi aksi sosial door to door kepada lansia dhuafa, pemberian bantuan sosial, bimbingan belajar bagi anak-anak, penyuluhan keagamaan, serta pemeliharaan sarana umum. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial mahasiswa, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam aspek pendidikan, sosial, dan kesejahteraan. Dengan demikian, KKN tidak hanya berfungsi sebagai wadah penerapan ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana pembentukan karakter mahasiswa yang peduli dan berorientasi pada pengabdian.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/909Pelatihan Pengembangan Kreasi Seni Kaligrafi Tiongkok (SHUFA) Pada Homeschooling Pena Surabaya2025-11-21T06:12:04+00:00Rosita Nugrahenirositanugraheni@unesa.ac.idCicik Aristarositanugraheni@unesa.ac.idSubandi Subandirositanugraheni@unesa.ac.idStephen Aji Wrositanugraheni@unesa.ac.idLin Xin Yuerositanugraheni@unesa.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya mengenalkan warisan budaya Tiongkok melalui seni kaligrafi Shufa kepada siswa Homeschooling Pena Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa dan dilaksanakan secara langsung di Homeschooling Pena Surabaya. Shufa tidak hanya dipahami sebagai seni menulis indah, tetapi juga sebagai media pembelajaran budaya yang menanamkan nilai kesabaran, ketenangan, dan keharmonisan batin yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tiongkok sejak ribuan tahun silam. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif melalui observasi langsung selama kegiatan berlangsung, angket terbuka, serta wawancara dengan peserta dan guru pendamping untuk menggali respons, pengalaman, dan pemahaman peserta terhadap pelatihan kaligrafi Shufa. Pemateri mendemonstrasikan secara langsung cara menata alat kaligrafi, teknik memegang kuas, serta teknik menggoreskan tinta di atas kertas, kemudian peserta mempraktikkan penulisan kaligrafi dengan bimbingan dosen penutur asli dari Tiongkok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti seluruh tahapan dengan antusias dan mampu memahami filosofi yang terkandung di balik setiap goresan huruf. Melalui pengalaman ini, siswa tidak hanya memperoleh keterampilan seni tulis, tetapi juga menghayati nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam seni kaligrafi Tiongkok. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis praktik budaya dapat menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan apresiasi dan kecintaan terhadap bahasa serta kebudayaan Tiongkok.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/644Edukasi Penggunaan Antibiotik Sebagai Upaya Pencegahan Resistensi Bagi Pengunjung Kapal Wisata Pesut Kita Samarinda2025-08-03T11:26:22+00:00Muhammad Rega Septa Wijayaaryati.fika28@gmail.comDian Sekarwatiaryati.fika28@gmail.comVira Saphira Likraharyati.fika28@gmail.comFikaaryati.fika28@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Penyakit infeksi menjadi tantangan utama di negara berkembang seperti Indonesia, dimana antibiotik sering digunakan sebagai pengobatan utama. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik, mengurangi efektivitas pengobatan, dan meningkatkan angka kesakitan serta biaya perawatan. Faktor utama resistensi adalah penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan yang rasional. Promosi kesehatan dan edukasi menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar menggunakan antibiotik secara bijak, mengurangi swamedikasi, dan menekan laju resistensi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pengunjung di Kapal Wisata Pesut Kita Samarinda, Kalimantan Timur terhadap penggunaan antibiotik yang tepat. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi melalui <em>leaflet</em>, penyuluhan langsung, serta pengisian kuesioner untuk menilai tingkat pemahaman dan persepsi peserta. Gambaran tingkat pengetahuan peserta sebelum dilakukan edukasi kesehatan pada kategori baik sebanyak 3 (13.6%), kategori cukup sejumlah 8 (36.4%), dan kategori kurang sejumlah 11 (50.0%). Setelah dilakukan edukasi kesehatan diperoleh hasil tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 7 (31.8%), kategori cukup sejumlah 11 (50.0%), dan kategori kurang sejumlah 4 (18.2%). Hasil ini menunjukkan terjadinya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar dan bahaya resistensi antibiotik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas di ruang publik seperti Kapal Wisata Samarinda efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait penggunaan antibiotik. Kedepannya, kegiatan serupa diharapkan dapat diperluas dan disertai evaluasi berkelanjutan untuk mendorong perubahan perilaku terkait penggunaan antibiotik secara lebih konsisten.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/663Penyuluhan Pemanfaatan Daun Sirih Merah (Piper Porphyrophyllum) Sebagai Tanaman Obat Di RW 12 Kelurahan Klender, Jakarta Timur2025-08-03T09:38:40+00:00Tria Prayogaiyaaqil@gmail.comEriawan Rismanaiyaaqil@gmail.comDeva Maharani Oktaviaiyaaqil@gmail.comAmanda Alycia Maria Talumepaiyaaqil@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga masih tergolong rendah di RW 12 Kelurahan Klender, Jakarta Timur, meskipun wilayah ini memiliki potensi dalam penerapan tanaman herbal sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap manfaat daun sirih merah sebagai tanaman obat yang dapat digunakan secara mandiri di lingkungan rumah tangga. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan langsung, penyampaian materi visual, dan diskusi interaktif kepada 17 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta dari 71,43 menjadi 85,71. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan minat untuk menanam serta memanfaatkan daun sirih merah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan sederhana berbasis hasil penelitian dapat meningkatkan literasi kesehatan dan mendorong pemanfaatan tanaman obat lokal sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan keluarga.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/723Pengalaman Konsumen Melalui Pelatihan Pembuatan Kemasan Edible Untuk Aplikasi pada Usaha Mahasiswa 2025-11-23T14:01:17+00:00Ma'ruf Ma'rufmaruf.ik@upi.eduMelia Handayanimaruf.ik@upi.eduKukuh Widiyantomarif.ik@upi.eduUswatun Hasanahmaruf.ik@upi.eduE. Efendimaruf.ik@upi.eduGadis Sarigadissarir@upi.eduRika Sabrina Zahramaruf.ik@upi.eduKen Chindamaruf.ik@upi.eduCynthia Vitamaruf.ik@upi.edu<p style="font-weight: 400;">Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, namun juga berdampak pada meningkatnya limbah kemasan plastik. Salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan kemasan ramah lingkungan berupa edible film. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pembuatan kemasan edible film serta mendorong penerapannya pada usaha mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium <em>Supply Chain Management</em> Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Daerah Serang dengan melibatkan 55 mahasiswa Program Studi Logistik Kelautan. Metode pelaksanaan menggunakan model pelatihan yang dipadukan dengan praktik langsung dan pendekatan <em>Participatory Action Research</em> (PAR). Tahapan kegiatan meliputi pemberian materi, praktik pembuatan <em>edible film</em>, serta uji coba konsumsi produk yang dikemas menggunakan <em>edible film</em>. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil memproduksi <em>edible film</em> berbahan dasar gelatin sapi dan mengaplikasikannya sebagai kemasan produk kopi dan krimer. Uji coba konsumsi menunjukkan bahwa <em>edible film</em> larut sempurna tanpa memengaruhi rasa, aroma, dan warna produk, serta memperoleh respon positif dari peserta. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung pengembangan usaha mahasiswa berbasis inovasi kemasan ramah lingkungan serta menjadi upaya nyata dalam pengurangan sampah plastik.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/707Pemberdayaan Remaja Melalui Pembentukan PIK-R di Lereng Merapi sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini 2025-11-23T05:55:21+00:00Ardyawati Wira Oktavianaardyaoktav@student.uns.ac.idLiena Sofianaliena.sofiana@ikm.uad.ac.idDesi Wahyuningrumdesiwahyu0612@gmail.comIsnaini Yogiana Wulandariisnainiyogianaw@students.amikom.ac.idFepriyani Murtianingsihfepriyanim@gmail.comAdam Rekso Yudhoadamrekso17@gmail.comErni Gustinaerni.gustina@ikm.uad.ac.idSuci Musivita Ayusuci.ayu@ikm.uad.ac.idAlfida Aulia Rahma Firdausy Nurhalizaardyaoktav@student.uns.ac.idArjuna Pratama Waruwuardyaoktav@student.uns.ac.idAdi Guzaliardyaoktav@student.uns.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan reproduksi, keberlanjutan pendidikan, serta kesejahteraan sosial remaja. Wilayah lereng Merapi menghadapi kerentanan khusus akibat faktor budaya, ekonomi, dan keterbatasan akses informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan remaja melalui pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai upaya pencegahan pernikahan dini. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat di Dusun Besalen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, dan melibatkan 23 remaja berusia 14–24 tahun. Tahapan kegiatan meliputi pelatihan kader dan Duta PIK-R, pembentukan struktur organisasi, penyusunan program kerja, serta evaluasi melalui <em>pre–posttest</em>. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan proporsi remaja dengan tingkat pengetahuan baik dari 21,74% sebelum kegiatan menjadi 52,17% setelah kegiatan, disertai terbentuknya kepengurusan PIK-R yang aktif melaksanakan edukasi sebaya. Pemberdayaan remaja melalui PIK-R berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif yang berkelanjutan dalam pencegahan pernikahan dini dan stunting di wilayah lereng Merapi serta mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat dan berkualitas.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/725Sosialisasi Program Pemberdayaan Kelompok Tani dan PKK di Desa Palrejo Kabupaten Jombang Jawa Timur Sebagai Upaya Meningkatkan Produksi dan Sumber Daya2025-09-01T20:02:58+00:00Suesthi Rahayuningsihesthiachmad@gmail.comAchmad Rijantorijanto1970@gmail.comDicki Nizar Zulfikanizar.zulfika@ppns.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di desa Palrejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Mitra pemerintah kegiatan ini adalah Pemerintah Desa Palrejo, sedangkan mitra sasaran terdiri dari Kelompok Tani (Poktan) Desa Palrejo dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Palrejo. Permasalahan yang dihadapi Poktan Desa Palrejo ada 2 bidang yaitu bidang produksi dan bidang manajemen, sedangkan permasalahan TP PKK Desa Palrejo ada 2 yaitu bidang sosial kemasyarakatan dan manajemen. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengatasi permasalahan Kelompok Tani Desa Palrejo di bidang produksi dan manajemen dalam bentuk memberikan hibah alat penanam benih padi, pompa air sawah berbahan bakar ganda (bensin dan gas) dan cara penggunaannya, sedangkan kepada TP PKK di bidang sosial kemasyarakatan dan manajemen, dalam bentuk meningkatkan pengetahuan stunting dan gizi buruk serta hibah alat pengolah makanan dan minuman ringan berupa deep friyer gas, cup sealer, dan spinner beserta cara penggunaannya. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode edukatif kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi program pemberdayaan kepada kedua mitra sasaran. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah Poktan Desa Palrejo mengetahui dan memahami berbagai program kegiatan pemberdayaan yang akan diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi kelompok tani, anggota TP PKK mengetahui dan memahami berbagai program kegiatan pemberdayaan yang akan diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh TP PKK Desa Palrejo. Kelompok tani dan TP PKK desa Palrejo sangat mendukung dengan adanya program pemberdayaan masyarakat ini, karena program ini dapat meningkatkan aset di bidang produksi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang sosial kemasyarakatan dan manajemen usaha Kelompok Tani dan TP PKK desa Palrejo.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/726Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak Melalui Kegiatan Sosialisasi2025-11-23T06:17:12+00:00Mona Deyantriamir.hidayatulloh@act.uad.ac.idTresa Nursolekhatunamir.hidayatulloh@act.uad.ac.idDwi Putri Fatmawatiamir.hidayatulloh@act.uad.ac.idJoyce Michelle Taniaamir.hidayatulloh@act.uad.ac.idAmir Hidayatullohamir.hidayatulloh@act.uad.ac.id<p style="font-weight: 400;">Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara, bahkan pajak adalah sumber penerimaan negara terbesar. Sehingga, perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan pajak. Salah satunya adalah sosialisasi pajak dan retribusi. Hal ini bisa jadi masyarakat tidak bersikap patuh karena masyarakat belum mengetahui pajak secara keseluruhan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait dengan pajak dan retribusi yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayarkan pajaknya. Kegiatan sosialisasi pajak dan retribusi ini dilakukan pada tanggal 14 dan 15 Juli 2025 bertempat di Kota Yogyakarta yang diikuti 14 peserta. Kegiatan ini berbentuk sosialisasi secara langsung yang dilakukan dengan mendatangi secara langsung masyarakat (jemput bola). Pengabdian ini mengukur pengetahuan masyarakat sebelum pengabdian (pre-test) dan setelah pengabdian (post-test). Analisis data dilakukan dengan analisis persentase pemahaman masyarakat terkait pengetahuan pajak dan retribusi. Uji Pre-test menghasilkan bahwa 71,43% masyarakat memahami definisi pajak, 50% memahami perbedaan pajak dan retribusi, 71,43% memahami fungsi pajak, 64,28% memahami bahwa ketika parkir ditepi jalan dikenakan retribusi, 50% memahami bahwa ketika membeli produk di supermarket dikenakan Pajak, dan 92,86% memahami bahwa ketika masuk tempat wisata dikenakan retribusi. Setelah diadakan sosialisasi (hasil uji post-test), 100% peserta memahami definisi pajak, perbedaan pajak dan retribusi, fungsi pajak, pengenaan retribusi saat parkir ditepi jalan, pengenaan pajak saat melakukan pembelian di supermarket, dan pengenaan reribusi saat memasuki tempat wisata.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/405Edukasi Pemanfaatan Daun Teh Hijau Sebagai Obat Kumur Sebagai Tindakan Preventif Terhadap Karies Gigi di Desa Powelua Kab. Donggala, Sulawesi Tengah 2024-07-12T11:54:18+00:00Sririzqi Muthmainnah A.Rrizqiramadhani@rocketmail.comSyafika Alyadrusrizqiramadhani@rocketmail.comMariyani Mariyanirizqiramadhani@rocketmail.comFaikah Dyah Utamirizqiramadhani@rocketmail.comSandra Sri dewi Djumiranrizqiramadhani@rocketmail.comAnnisa Fitria Tamuntuanrizqiramadhani@rocketmail.com<p style="font-weight: 400;">Desa Powelua merupakan salah satu desa 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), sehingga berdampak pada minimnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya karies gigi, serta pemahaman terkait penggunaan tanaman sebagai sediaan yang dapat digunakan dalam pencegahan penyakitujuan pengabdian kali ini untuk mengedukasi terkait upaya pencegahan karies gigi, salah satunya dengan membuat obat kumur dari seduhan daun teh hijau pada masyarakat Powelua ini untuk meningkatkan pengetahuan terkait pemelihaan kesehatan gigi. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dengan menggunakan leaflet yang dibagikan dan tanya jawab. Adapun hasil yang didapatkan, kemampuan peserta saat pretest dan post test juga menunjukkan peningkatan dari yang awalnya belum memahami beberapa aspek, namun setelah post test ada peningkatan pemahaman terkait materi. Hasil Setelah dilakukan edukasi pemanfaatan daun teh hijau sebagai obat kumur sebagai upaya preventif terhadap karies gigi pada masyarakat Powelua Dusun II mereka mulai paham tentang pencegahan karies gigi dengan pemanfaatan daun teh hijau rajangan menjadi obat kumur sebagai salah satu upaya pencegahan karies gigi sebagai salah satu upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Kesimpulan Masyarakat desa Powelua sangat antusias dan membutuhkan edukasi terkait kesehatan gigi, serta memahami cara memanfaatkan daun the hijau sebagai obat kumur sebagai tindakan preventif terhadap karies gigi.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/957Pemberdayaan Wisata Kesehatan (SANDROMATERAPY) Untuk Lansia Penyakit Tidak Menular (PTM)2025-12-13T03:47:05+00:00mike asmariamikeasmaria@fik.unp.ac.idDwi Happy Anggia Sarimikeasmria@fik.unp.ac.idHadayati Hadayatimikeasmria@fik.unp.ac.idHilma Yessiamikeasmria@fik.unp.ac.idMariza Elviramikeasmria@fik.unp.ac.id<p style="font-weight: 400;">Desa Pauh Barat memiliki Wahana wisata pantai yang sangat menarik seperti <em>water front</em> dan pemandangan laut dengan hamparan pasir pantai yang luas. Namun Desa ini juga memiliki data lansia dengan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang cukup tinggi seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, asam urat, kolesterol, obesitas, dan lainya. Tujuan pengabdian yaitu untuk memberdayakan Desa Pauh Barat sebagai desa wisata berbasis kesehatan yang memanfaatkan pasir pantai sebagai terapy non farmakologi. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini yaitu FGD, pelatihan, demonstrasi. Mitra Pengabdian adalah Pokdarwis Buana Samudera dan Kader lansia sebanyak 12 orang, mitra sasaran lansia PTM sebanyak 16 orang. Hasil kegiatan FGD didapatkan adanya dukungan Kepala Desa dan Pokdarwis dalam pelaksanaan kegiatan wisata kesehatan berbasis sandromaterapy, hasil pelatihan yaitu adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan yaitu sebanyak 58,4 poin persentase dari sebelum pelatihan. Hasil demonstrasi terjadi peningkatan keterampilan peserta mitra (pokdarwis dan kader) dari 75% menjadi 100%, begitu juga dengan mitra sasaran terdapat peningkatan kesadaran dalam memafaatkan terapy dari 62,5% 100%. Untuk keberlanjutan diharapkan pokdarwis, kader dan lansia PTM dapat menggalakkan program ini sebagai upaya pencegahan stroke.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/739Batik Warna Alam untuk Konservasi Lingkungan: Edukasi Siswa Sekolah Dasar di Desa Wisata MENARI, Kabupaten Semarang 2025-11-23T03:00:04+00:00Widhi Handayaniwidhyandayani@gmail.comYoga Aji Handokoyoga.handoko@uksw.edu<p style="font-weight: 400;">Berbagai kerusakan lingkungan hidup yang berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat menuntut diupayakannya pendidikan lingkungan hidup sejak dini. Salah satu bentuk pendidikan lingkungan hidup sejak dini adalah memperkenalkan batik warna alami melalui pelatihan membatik di Desa Wisata MENARI, Ngrawan, Kabupaten Semarang. Desa wisata ini merupakan salah satu kelompok binaan ASTRA yang mendedikasikan upaya pelestarian berbagai kesenian tradisional. Batik dipilih karena ia merupakan warisan budaya Indonesia, motifnya melibatkan keanekaragaman hayati, dan dapat memberikan pengetahuan tentang jenis-jenis kekayaan hayati yang potensial digunakan sebagai pewarna alami untuk batik. Oleh sebab itu, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pelatihan membatik bagi siswa kelas SD. Pelatihan diikuti oleh 120 siswa kelas IV SDIT Permata Bunda dari Demak dengan metode eksperiensial yang dilakukan dalam dua tahap, yaitu (1) pemaparan materi; dan (2) praktik membatik dan pewarnaan dengan pewarna alami. Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias, dan hasilnya berupa kain batik yang diwarnai dengan Secang dan Tingi dapat mereka bawa pulang. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebelumnya para peserta pelatihan ini sudah pernah belajar membatik dengan pewarnaan sintetis. Ada berbagai alasan mereka mengikuti pelatihan ini, dan yang paling banyak dikemukakan adalah bahwa (1) mereka ingin belajar membatik; (2) membatik adalah kegiatan yang menyenangkan; (3) mengikuti program sekolah. Meski demikian, ada sedikit (3%) yang mengikuti pelatihan membatik untuk melestarikan budaya bangsa. Hasil post-test menunjukkan bahwa 79% dari peserta sudah memahami proses membatik. Pelatihan membatik ini diharapkan akan dapat menumbuhkan kecintaan siswa SD dalam melestarikan lingkungan hidup, yaitu keanekaragaman hayati, sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/744Edukasi Dan Pemeriksaan Hemoglobin Pada Masyarakat Pesisir Dan Pertambangan di Kecamatan Kapoila Desa Lalimbue Kabupaten Konawe2025-12-13T05:24:57+00:00Wa Ode Gustiani Purnamasarilun89tin@gmail.comTiti Purnamalun89tin@gmail.comErick Erianto Ariflun89tin@gmail.comAsfani Yuhadilun89tin@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan penunjang utama untuk mendeteksi adanya indikasi penyakit anemia. Lokasi pengabdian dilaksanakan di Kecamatan Kapoila Desa Lalimbue Kabupaten Konawe Selatan merupakan wilayah pesisir dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan yang rentan mengalami anemia akibat faktor nutrisi dan pola hidup. Anemia terjadi akibat penurunan kadar hemoglobin dalam darah akibat defisiensi zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin dan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat pesisir Desa Lalimbue. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kadar hemoglobin dan penyuluhan kesehatan pada 23 responden dengan rentang usia 29 – 45 dan 26 – 77 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan 57% responden memiliki kadar hemoglobin normal dan 43% mengalami kadar hemoglobin abnormal yang menunjukkan risiko anemia. Edukasi kesehatan mengenai pengenalan penyakit degeneratif. Kegiatan ini penting untuk deteksi dini anemia dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat khususnya kelompok rentan di wilayah pesisir.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/787Bimbingan Teknis Penerapan STEAM dalam Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini 2025-12-13T05:08:15+00:00Novitawatinovitawati@ulm.ac.idAlfiana Falan Syarri Auliyaalfiana.fsa@ulm.ac.idFadilatul Fitriafadila.fha@ulm.ac.idMuhammad Rusvendy Doddyansyahmrusvendy.doddyansyah@ulm.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kegiatan bimbingan teknis penerapan STEAM berbasis kearifan lokal dilaksanakan untuk menjawab tantangan guru PAUD dalam mengintegrasikan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, serta mampu meningkatkan kreativitas anak usia dini. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam menerapkan pendekatan STEAM yang diintegrasikan dengan nilai dan budaya lokal. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan tatap muka yang diikuti oleh 31 guru PAUD di Kecamatan Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan meliputi penyampaian materi interaktif, diskusi, penyusunan rencana pembelajaran berbasis STEAM dengan kearifan lokal, serta refleksi. Evaluasi program dilakukan dengan menggunakan instrumen angket pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terdiri dari 3 aspek (STEAM, kearifan lokal, dan penerapan) dengan total 10 item pertanyaan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor keseluruhan peserta sebesar 16,10% dari total skor 267 menjadi 310 dengan rincian peningkatan pemahaman terhadap konsep STEAM sebesar 22,36%, kearifan lokal sebesar 5,68%, dan penerapan STEAM berbasis kearifan lokal sebesar 20,38%. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan teknis berkontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran inovatif, kolaboratif, dan berakar pada budaya lokal. Kesimpulannya, bimtek STEAM berbasis kearifan lokal terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PAUD, meskipun masih diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan praktik mengajar dan optimalisasi pemanfaatan teknologi agar hasil pelatihan dapat diterapkan secara lebih maksimal di lembaga masing-masing.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/879Pengembangan Hortikultura Berbasis Teknologi dan Penguatan Manajemen Usaha KWT Sauyunan di Desa Gombongsari, Karawang 2025-12-31T06:52:12+00:00Devie Rienzanidevie.rienzani@faperta.unsika.ac.idMiftkahul Bakhrir Khamiddevie.rienzani@faperta.unisika.ac.idI Ketut Manu Mahatmayanadevie.rienzani@faperta.unisika.ac.idEvi Selvidevie.rienzani@faperta.unisika.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Gombongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, dengan mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) Sauyunan yang beranggotakan 17 orang. KWT ini memiliki potensi besar dalam pengembangan hortikultura, namun menghadapi kendala utama berupa keterbatasan air pada musim kemarau, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta lemahnya manajemen usaha dan pencatatan keuangan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pelaksana yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa menerapkan teknologi tepat guna berupa sistem penyiraman otomatis (irigasi tetes), penggunaan mulsa, penggunaan mesin pemotong rumput, disertai pelatihan pencatatan digital berbasis aplikasi Android. Metode kegiatan meliputi observasi, persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, evaluasi, dan pendampingan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan anggota, dibuktikan melalui perbandingan <em>pre-test</em> dengan tingkat jawaban benar 87,14% dan <em>post-test</em> yang meningkat menjadi 97,13%. Selain itu, penerapan teknologi mampu mengurangi beban kerja, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat manajemen usaha KWT. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dengan pendampingan manajerial dapat memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan perempuan desa dalam pengelolaan hortikultura berkelanjutan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/753Pendampingan Penjamah Makanan Dalam Meningkatkan Keamanan Pangan Siap Saji di Wisata Kuliner Embong Sawo Surabaya 2025-11-23T05:21:12+00:00Narwati Narwatinarwati@poltekkesdepkes-sby.ac.idRusmiati Rusmiatirusmiati@poltekkes-surabaya.ac.idPutri Arida Ipmawatiputriaridaipmawati@poltekkes-surabaya.ac.idRachmaniyah Rachmaniyahrachmaniyah@poltekkes-surabaya.ac.id<p style="font-weight: 400;">Sentra Wisata Kuliner Embong Sawo memiliki 11 stan dengan 11 penjamah makanan di dalamnya. Hasil wawancara dan observasi yang dilakukan kepada 11 penjamah, 100% belum pernah memperoleh penyuluhan keamanan pangan siap saji dan tidak menggunakan celemek serta masker dalam pengolahan pangan. Sebagian besar yakni 8 penjamah makan (73%) masih menggunakan asesoris berupa cincin dan gelang ketika mengolah pangan, 9 penjamah (82%) masih mengambil pangan matang tanpa menggunakan sarung tangan atau alat bantu lainnya seperti sendok dan penjepit makanan. Hasil uji makanan minuman yang dilakukan mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Surabaya ditemukan kandungan <em>E. coli</em> dan <em>Staphylococcus</em> pada makanan dan minuman yang dijual pedagang. Hasil inspeksi awal yang dilakukan di SWK Embong Sawo terhadap 11 penjamah makanan didapatkan fakta 100% penjamah makan tidak menerapkan cuci tangan dan tidak menggunakan sarung tangan saat penyajian makanan. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa penyuluhan, demontrasi, pembagian leaflet dan perlengkapan cuci tangan. Hasil kegiatan diperoleh rerata nilai pengetahuan personal hygiene dan sanitasi makanan penjamah makanan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi adalah 59,09 dan 89,55 secara berurutan dengan <em>p-value</em> 0,000 . Hasil ini mengindikasikan adanya peningkatan 51,5% lebih baik setelah dilakukan intervensi penyuluhan dan pemberian leaflet. Disimpulkan bahwa diperlukan pendampingan secara rutin melalui kegiatan edukasi dan penyuluhan untuk menambah pengetahuan penjamah makanan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/760Penguatan Kapasitas Karang Taruna Baru melalui Pelatihan Kelembagaan, Perencanaan Program, dan Literasi Digital di Desa Purworejo Kabupaten Pekalongan 2025-11-23T06:26:19+00:00Wenti Ayu Sunarjowentyaasagita@gmail.comAmalia Ilmianiwentyaasagita@gmail.comAri Putra Wibowowentyaasagita@gmail.comMarisa Azzahrawentyaasagita@gmail.comNatania Selvianawentyaasagita@gmail.comSiti Munafisahwentyaasagita@gmail.comIsabela Isabelawentyaasagita@gmail.comAuliya Zakiatul Anggraeniwentyaasagita@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Karang Taruna merupakan salah satu organisasi kepemudaan yang berperan penting dalam pembangunan desa. Namun, banyak Karang Taruna baru yang menghadapi tantangan dalam penguatan kelembagaan, penyusunan program kerja yang berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Karang Taruna Baru Desa Purworejo, Kabupaten Pekalongan, yang beranggotakan 21 orang dan diketuai oleh Bapak Dunawar. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan intensif, praktik penyusunan program kerja, serta workshop pengelolaan website desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami struktur kelembagaan, menyusun program kerja tahunan, serta mengoperasikan website sebagai media komunikasi publik. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas organisasi pemuda desa dalam mendukung pembangunan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/771Transformasi Limbah Herbal Menjadi Produk Ekonomis melalui Teknologi Upcycling dan Digital Marketing 2025-11-23T06:51:58+00:00Vera Firdausverafirdaus@umsida.ac.idIndah Apriliana Sari Wulandariverafirdaus@umsida.ac.idSatrio Sudarsoverafirdaus@umsida.ac.idUmmul Maulidahverafirdaus@umsida.ac.idRizky Mutawakkiverafirdaus@umsida.ac.id<p style="font-weight: 400;">Penumpukan limbah industri herbal menjadi permasalahan karena berdampak pada pencemaran lingkungan, keterbatasan gudang penyimpanan, menyebabkan pembusukan, mengundang hama dan menimbulkan bau tidak sedap. Pendekatan Green Human Resource dengan circular economy dan penerapan teknologi menjadi solusi guna mengatasi permasalahan mitra. Kegiatan abdimas ini kerja sama dengan mitra yaitu Sahabat Mitra Khallaz yang berlokasi di Jalan Al Hidayah, Dusun Pagotan, Keplaksari, Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Tim pengabdi memperkenalkan teknologi mesin roasting biji kurma untuk mengolah limbah menjadi produk baru berupa kopi kurma dengan kemasan orisinil yang lebih menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membawa pesan kesadaran akan green human resource dengan memadukan teknologi. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang makna circular ekonomi dengan pemanfaatan limbah biji kurma menjadi kopi kurma, kesadaran dalam melestarikan lingkungan, menerapkan, serta pengembangan pemasaran dengan digital marketing dan partnership. Metode kegiatan dilakukan dengan 5 tahapan meliputi Sosialisasi Dan Kampanye Internal Green Human Resource; Penerapan Teknologi Upcycle Limbah; Membuat Kemasan Premium; Pelatihan Strategi Marketing; Pelatihan Digital Marketing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 95% anggota komunitas memberikan respon positif terhadap peningkatan kesadaran Green Human Resource. Penerapan teknologi upcycle limbah biji kurma berhasil mengalihkan sekitar 80% limbah menjadi produk bernilai ekonomis. Pada aspek pemasaran, 80% peserta menyatakan memahami dan siap memanfaatkan digital marketing, serta 60% menunjukkan kesiapan membangun kemitraan usaha.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/772Model Edukasi Preventif Stunting dan Anemia pada Remaja: Implementasi Program BARIS (Babulu Atasi Risiko Stunting) di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara2025-11-23T03:02:27+00:00Dadan Hamdanidadanhamdani@fmipa.unmul.ac.idRahmawati Munirdadanhamdani@fmipa.unmul.ac.idAdam Abdurrahmandadanhamdani@fmipa.unmul.ac.idAji Arda Nur Wahyudadadanhamdani@fmipa.unmul.ac.idMutmainna Mutmainnadadanhamdani@fmipa.unmul.ac.id<p style="font-weight: 400;"><em>Stunting </em>dan anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat paling umum yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Prevalensi <em>stunting </em>di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat sebesar 14,64% pada balita, serta kasus anemia yang kerap terjadi pada remaja putri tingkat SMP dan SMA. Sebagai bentuk aksi nyata dalam upaya menghadapi masalah tersebut, dilaksanakan program BARIS (Babulu Atasi Risiko Stunting) yang merupakan salah satu kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui intervensi berbasis penyuluhan di enam sekolah menengah dengan fokus meningkatkan pengetahuan siswa terhadap <em>stunting </em>dan anemia. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> untuk melihat bagaimana peningkatan pengetahuan siswa mengenai <em>stunting </em>dan anemia. Partisipan yang ikut serta dalam program ini berjumlah 489 siswa. Terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan berdasarkan hasil evaluasi, yaitu dari 73,88 pada tahap <em>pre-test</em> menjadi 80,03 pada tahap <em>post-test</em>, dengan selisih nilai 6,15. Nilai terendah dari total keseluruhan sekolah meningkat dari 22,22 menjadi 33,33, sedangkan nilai tertinggi mencapai 100 pada beberapa sekolah. Berdasarkan analisis <em>N-Gain score</em>, menunjukkan peningkatan berada pada kategori rendah hingga sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan siswa, meskipun peningkatan belum optimal dan masih memerlukan pengembangan dan beberapa evaluasi lebih lanjut. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang dapat dilaksanakan di wilayah lain dalam rangka mendukung upaya preventif dalam menangani kasus <em>stunting </em>dan anemia sejak dini.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/776Edukasi Kesehatan: DAGUSIBU, Logo Obat, Dan Obat Tetes Pada Masyarakat Desa Lambopini2025-11-23T05:56:09+00:00Alfiranty Yunitaalfira@usn.ac.idNurul Hidayatialfira@usn.ac.idWiwin Wulan Sarialfira@usn.ac.idMuh. Rezky Pratamaalfira@usn.ac.idBirgitta Ayu Efranialfira@usn.ac.idAfdhal Yaumil Fikrialfira@usn.ac.idYuni Angginialfira@usn.ac.idRifki Rifkialfira@usn.ac.idSucita Sucitaalfira@usn.ac.idPutri Yeyenalfira@usn.ac.idLa Ode Muhammad Syawalalfira@usn.ac.idMely Agustinalfira@usn.ac.idMuhammad Febriansyahalfira@usn.ac.id<p style="font-weight: 400;">Permasalahan yang sering terjadi di masyarakat pedesaan adalah rendahnya literasi kesehatan, khususnya dalam penggunaan obat yang benar, sehingga berisiko menimbulkan kesalahan dan dampak negatif bagi kesehatan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Lambopini, Kecamatan Iwoimendaa, Kabupaten Kolaka mengenai edukasi kesehatan berbasis program penggunaan obat secara tepat melalui pendekatan langsung ke rumah warga. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan model <em>door to door</em>, di mana masyarakat diberikan penjelasan langsung menggunakan media <em>leaflet</em> dan contoh obat untuk memperjelas pesan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat di setiap dusun, serta dilakukan pendataan dokumentasi sebagai bentuk laporan capaian kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan partisipasi masyarakat pada seluruh dusun, terlihat dari jumlah peserta yang aktif mengikuti sesi edukasi serta keterlibatan kepala desa dan perangkat desa dalam mendukung kegiatan. Edukasi yang dilakukan memberikan perubahan positif jangka pendek berupa meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap logo obat dan prinsip penggunaan obat yang aman. Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perilaku hidup sehat serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghindari kesalahan penggunaan obat. Kesimpulannya, pengabdian ini terbukti efektif dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat, meskipun masih memiliki keterbatasan dalam hal evaluasi kuantitatif karena tidak menggunakan instrumen pra dan pasca edukasi.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/792Pendampingan Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran Matematika Pada Materi Geometri di MTsN 5 Cirebon 2025-11-23T05:32:57+00:00Nurma Izzatinurmaizzati@uinssc.ac.idAditiya Eka Nugrahaaditiyaekanugraha@mail.syekhnurjati.ac.idSevia Amaliaseviaamalia@mail.uinssc.ac.idSiti Bathiah Balqissitibathiahbalqis@mail.uinssc.ac.idDurrotunnafiisah Durrotunnafiisahdurrotunnafiisah@mail.uinssc.ac.id<p style="font-weight: 400;">Matematika kerap dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit karena bersifat abstrak dan kurang terhubung dengan pengalaman nyata siswa. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan alat peraga yang mampu memvisualisasikan konsep-konsep matematika, khususnya pada materi geometri. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pendampingan pembuatan alat peraga geometri di MTsN 5 Cirebon dengan menggunakan pendekatan <em>Participatory Action Research</em> (PAR). Kegiatan dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 dan melibatkan 23 guru matematika sebagai peserta sekaligus responden. Proses pendampingan meliputi tiga tahap, yaitu penjelasan dan diskusi mengenai jenis serta fungsi alat peraga, perancangan dan pembuatan alat peraga, serta uji coba penggunaannya dalam pembelajaran di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 11 jenis alat peraga geometri berhasil dirancang, dibuat, dan digunakan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui angket skala Likert yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan persentase, mencakup aspek pelaksanaan kegiatan, kualitas alat peraga, dan manfaat penggunaannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek pelaksanaan memperoleh skor sebesar 89%, kualitas alat peraga sebesar 87%, dan manfaat penggunaan alat peraga sebesar 88%, yang seluruhnya berada pada kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan pembuatan alat peraga pembelajaran matematika pada materi geometri di MTs 5 Cirebon mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan guru matematika dalam merancang, membuat dan menggunakan alat peraga pembelajaran matematika pada materi geometri, serta mendukung terwujudnya pembelajaran matematika yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/804Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Pasia Nan Tigo Melalui Diversifikasi Produk Olahan Ikan Teri2025-11-23T05:34:05+00:00Risti Kurnia Dewiristikurniadewi@ph.unand.ac.idRifqi Asverian Putrarifqiasverian16@gmail.comChusnul Ridwalda Handinichusnulrhandini@gmail.comIntan Auliaintanaulia1605@gmail.comFadila Julfifadilajulfi@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Masyarakat pesisir di Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kota Padang, menghadapi tantangan ekonomi signifikan meskipun memiliki potensi perikanan yang melimpah, khususnya ikan teri yang nilai jualnya masih rendah. Rendahnya keterampilan dalam diversifikasi produk menjadi salah satu kendala utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pelatihan diversifikasi produk olahan ikan teri. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dalam kerangka Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), yang melibatkan 20 ibu rumah tangga dari keluarga nelayan. Peserta diberikan pelatihan pembuatan terasi ikan teri dan kue bawang berbahan tepung ikan teri. Hasilnya menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan kapasitas yang signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan pemahaman sebesar 95% mengenai teknik pengolahan, higienitas, pengemasan, dan strategi pemasaran, berdasarkan hasil evaluasi pre test dan post-test. Pelatihan ini berhasil menciptakan produk inovatif bernilai tambah, membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir, dan berpotensi menjadi produk unggulan lokal.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/934Pelatihan Laktasi Multidisipliner: Kolaborasi Dosen Kebidanan dan Dokter Spesialis Anak Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya2025-11-21T06:46:05+00:00Ni Luh Putu Herli Mastutiherlimastuti@ub.ac.idWisnu Barliantoherlimastuti@ub.ac.idMega Ulfahherlimastuti@ub.ac.idDian Kusumaningtyasherlimastuti@ub.ac.id<p style="font-weight: 400;">Kesadaran tentang pentingnya Air Susu ibu sebagai nutrisi terbaik untuk bayi masih sangat kurang, dengan keberhasilan ASI eksklusif tinggal nasional sebesar 73,97%. Ibu memegang peranan penting untuk keberhasilan ASI Eksklusif, sehingga sangat diperlukan peningkatan pemahaman dan kesiapan ibu. Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan ibu, terutama selama menyusui. Sehingga sangat penting untuk meningkatkan kemampuan bidan, dengan melakukan kolaborasi antara Departemen Kebidanan dengan dokter spesialis anak Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Kegiatan ini dilakukan dengan memakai metode penyampaian materi, dengan judul Air Susu Ibu sebagai nutrisi penting untuk bayi, Manajemen Laktasi, Pentingnya kesehatan Mental ibu menyusui, serta ditutup oleh materi tentang Alergi susu sapi di bayi. Sasaran untuk mencapai tujuan kegiatan yaitu 40 tenaga bidan di wilayah kota Malang, baik yang bekerja di Rumah, Sakit, Rawat jalan maupun sebagai Bidan Praktek Mandiri. Setelah pemberian materi, dilanjutkan dengan diskusi interaktif, yang cukup memberikan peluang peserta untuk mendiskusikan materi yang diberikan yang akan diterapkan dalam pelayanan kepada pasien. Kegiatan ini cukup memberikan tingkat pemahaman bidan, terutama untuk keberhasilan menyusui disertai dengan persiapan ibu serta deteksi kemungkianan alergi protein susu sapi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata dari 17 menjadi 23 pada pre dan post-test. Kegiatan pelatihan dengan melibatkan fasilitator multidisipliner sangat penting untuk peningkatan kompetensi bidan dalam manajeman laktasi dengan mengedepankan bukti - bukti ilmiah.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/940Pemberdayaan KDMP dan UMKM Tahu Berbasis Digital di Desa Sranak: Integrasi Manajemen, Produksi, dan Pemasaran2025-12-13T03:45:39+00:00Aprillia Dwi Ardiantiaprilliadwia@unugiri.ac.idM Ivan Ariful Fathonifathoni@unugiri.ac.idDwi Purbo Yuwonodwipurbo@unugiri.ac.idRifky Ardhana Kisno Saputrarifkyardhana@unisda.ac.id<p style="font-weight: 400;">Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan program pemerintah yang bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui prinsip gotong royong dan pemanfaatan potensi lokal secara mandiri. Di Desa Sranak, yang menjadi desa binaan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) sejak 2024, implementasi KDMP dilakukan bersama pelaku UMKM rumah produksi tahu. Tantangan utama meliputi manajemen koperasi yang belum terdigitalisasi, proses produksi yang belum efisien, dan strategi pemasaran yang masih konvensional. Melalui program Pemberdayaan Wilayah Desa Binaan, dilakukan intervensi berbasis riset terapan dengan solusi mencakup penerapan sistem pembukuan digital, pengembangan aplikasi SIMKODES, penyusunan template keuangan usaha, pendampingan legalitas usaha (NIB dan sertifikasi halal), serta promosi digital melalui media sosial. Program dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu penguatan kapasitas dasar, ekspansi pasar dan peningkatan kualitas, serta hilirisasi dan perlindungan HKI. Pada tahun pertama, kegiatan menghasilkan peningkatan signifikan dalam kapasitas mitra melalui digitalisasi tata kelola koperasi, pengembangan dua produk inovatif berbasis tahu (tahu susu dan dimsum tahu), serta penerapan legalitas usaha. KDMP kini memiliki struktur organisasi aktif, laporan keuangan digital, dan kanal pemasaran daring yang berjalan baik. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan pendampingan berkelanjutan dapat menciptakan model pemberdayaan ekonomi desa yang produktif, transparan, dan replikatif di wilayah pedesaan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/946Sosialisasi Penyakit Infeksi Saluran Pernafasam Akut Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Terhadap Pekerja Konstruksi2025-12-18T07:46:00+00:00Muhammad Fatihfatihakbar1999@gmail.comMerry Sunaryomerry@unusa.ac.idRatna Ayu Ratriwardhanimerry@unusa.ac.idKhalisa Afifah Ridwanmerry@unusa.ac.idDiana Luthfiyahmerry@unusa.ac.id<p style="font-weight: 400;">Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami pekerja konstruksi akibat tingginya paparan debu dan kondisi kerja yang kurang aman. Rendahnya pemahaman pekerja mengenai penyebab, gejala, dan pencegahan penyakit ini melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran pekerja terhadap risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut dan pentingnya perilaku pencegahan dalam mendukung keselamatan dan kesehatan kerja. Kegiatan dilaksanakan pada perusahaan konstruksi Ghalea Elka Persada melalui tahapan koordinasi awal, pengukuran pengetahuan baseline menggunakan tes awal, pemberian edukasi interaktif, dan evaluasi menggunakan tes akhir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor tes akhir meningkat lebih dari 73,8 persen dibandingkan skor tes awal yang berada di bawah 20 persen. Edukasi yang disampaikan secara kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan pernapasan pekerja. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi edukatif secara langsung di tempat kerja berpotensi besar mendukung pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut dan memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja pada sektor konstruksi.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/948Pengenalan Dan Pencegahan Dini Tuberkulosis Dengan Intervensi Obat Herbal di Kalangan Siswa-Siswi SMP2025-12-31T06:49:48+00:00Santi Sinalasantisinala@poltekkes-mks.ac.id<p style="font-weight: 400;">Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia, dengan tingginya angka insiden di kalangan masyarakat, termasuk siswa siswi SMP. Untuk mencegah penularan lebih lanjut, penting untuk memberikan edukasi dini tentang TB serta penggunaan obat herbal yang dikenal masyarakat dalam membantu menjaga kesehatan dalam mencegah gejala-gejala awal TB. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan guru tentang TB; bagaimana mendeteksi dan mencegah infeksi dan mengetahui penggunaan obat herbal sebagai pendukung kesehatan. Khalayak sasaran adalah siswa dan guru setempat sebanyak 25 orang yang terlibat dalam sosialisasi TB melalui ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi pembuatan ramuan herbal yang meningkatkan daya tahan tubuh, seperti temulawak, kunyit, jahe dan miana. Evaluasi dilakukan melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> mengenai materi yang telah diberikan pada penyuluhan sebanyak 10 soal berupa soal pilihan ganda dimana <em>post-test</em> dilakukan setelah kegiatan penyuluhan. Terdapat peningkatan pengetahuan siswa dan guru hingga 70% dari sebelumnya, dimana peningkatan dihitung berdasarkan rata-rata persen kenaikan skor sebanyak 25 orang. Kegiatan ini tidak memberikan terapi TB dan herbal hanya untuk pemeliharaan Kesehatan/dukungan imunitas serta tetap penting bahwa OAT yang diresepkan tenaga medis adalah pengobatan utama.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/941Pengembangan Kelas Prenatal Endorphin Message Dalam Pencegahan Stunting Maternal2025-11-29T07:57:54+00:00maidawilismaidawilis73@fik.unp.ac.idMiswarti Miswartimaidawilis@fik.unp.ac.idPrima Minervamaidawilis@fik.unp.ac.idMike Asmariamaidawilis@fik.unp.ac.idPrima Yoselinamaidawilis@fik.unp.ac.id<p style="font-weight: 400;">Stunting telah menjadi salah satu fokus utama program pemerintah di bidang kesehatan. Pemerintah mengejar penurunan angka stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Nagari Lubuk Alung masih memiliki angka kejadian status gizi bermasalah seperti ibu hamil KEK dan Anemia 5 orang, BBLR dan prematur 2 orang, balita gizi kurang termasuk pendek 14 orang (Profil Puskemas Sikabu Lubuk Alung 2023). Tujuan pengabdian yaitu untuk mengembangkan kelas prenatal <em>endorphin message </em>dalam mencegah stunting maternal. Metode dalam pengabdian ini berupa FGD, Pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Mitra Pengabdian masyarakat ini adalah Kader Ibu hamil orang 21 orang dan ibu hamil 20 orang. Hasil pengabdian ditemukan adanya komitmen kader ibu hamil dan pemerintahan nagari untuk mencegah stunting dengan memberdayakan kelas prenatal<em> endorphin message</em>, sudah adanya rumah percontohan dan rumah serbaguna kelas prenatal <em>endorphin message </em>namun masih belum mendukung digunakan secara berkelanjutan, sudah adanya kader yang mampu mengelola kelas prenatal dengan baik serta meningkatkan promosi kepada dunia luar baik melalui posyandu dan media sosial. Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan adanya dukungan nagari dalam pengembangan program ini.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakathttps://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm/index.php/jmpm/article/view/665Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Planter Tanaman pada Budidaya Hidroponik di Desa Wanajaya 2025-07-19T21:15:29+00:00sultan ahmad dedesultanlazuardy7@gmail.comHanny Hidayanti Nafi'ahhanny.hidayati@uniga.ac.idArdli Swardanaardli@uniga.ac.idAi Yanti Rismayantiaiyanti.rismayanti@uniga.ac.idRahmi Fatimahrahmifatimah@uniga.ac.id<p style="font-weight: 400;">Permasalahan sampah plastik, khususnya botol bekas, terus meningkat seiring meningkatnya konsumsi masyarakat. Di sisi lain, keterbatasan lahan dan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pertanian modern menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Desa Wanajaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanam dalam sistem hidroponik sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Mei 2025 dengan metode sosialisasi dan pemilihan partisapan dengan langkah kerja seperti survei, koordinasi, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Botol bekas dimodifikasi menjadi planter untuk budidaya sayuran daun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama. Pada aspek pengetahuan, peserta yang sebelumnya tidak mengetahui materi menurun dari 74% menjadi 7%, sedangkan yang mengetahui meningkat dari 13% menjadi 80%. Pada aspek minat, peserta yang berminat meningkat dari 7% menjadi 80%, dan yang tidak berminat menurun dari 80% menjadi 13%. Sementara pada aspek keterampilan, peserta yang tidak bisa menurun dari 100% menjadi 7%, dengan 67% dinilai terampil dan 26% lainnya berada pada kategori netral. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman, minat, dan keterampilan masyarakat terhadap hidroponik, serta mendorong pemanfaatan limbah plastik sebagai solusi ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat