Pelatihan Pengolahan Maggot BSF Kering dan Pengemasan Pada Kelompok Pengelola Sampah Organik Sinergi (KOPASOS) Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Dan Pakan di Masyarakat

https://doi.org/10.35311/jmpm.v6i2.780

Authors

  • Fatimah Fatimah Program Studi Agroindustri, Politeknik Negeri Tanah Laut
  • Dwi Sandri Politeknik Negeri Tanah Laut
  • Hendrik Setyo Utomo Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan, Politeknik Negeri Tanah Laut
  • Fadhli Fajri Program Studi Teknologi Pakan Ternak, Politeknik Negeri Tanah Laut
  • Ibrahim Noor Program Studi Teknologi Pakan Ternak, Politeknik Negeri Tanah Laut
  • Ahmat Tedi Program Studi Agroindustri, Politeknik Negeri Tanah Laut
  • Puan Gusti Halida Lutfiah Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan, Politeknik Negeri Tanah Laut
  • Enjelina Tasia Boru Hutajulu Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan, Politeknik Negeri Tanah Laut

Keywords:

KOPASOS, Maggot Kering, Pengemasan, Pelabelan

Abstract

Sampah organik, khususnya sisa makanan, masih menjadi permasalahan utama di berbagai daerah termasuk Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Volume sampah yang tinggi berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Salah satu solusi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot untuk mengubah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi, seperti maggot kering. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok pengelola sampah organik sinergi (KOPASOS) melalui pelatihan pengolahan, pengemasan, dan pelabelan produk maggot kering sehingga dapat mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha. Metode kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu: (1) identifikasi kebutuhan mitra melalui survei dan FGD, (2) sosialisasi program dan peluang bisnis maggot, (3) pelatihan teknis pembuatan maggot kering dengan teknik sangrai serta pengemasan dan pelabelan produk, dan (4) monitoring serta evaluasi melalui observasi lapangan dan wawancara. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh bulan yaitu dari bulan Juni sampai Desember 2025. Hasil kegiatan menunjukkan Peserta pelatihan yang terlibat selama kegiatan berasal KOPASOS dan undangan dari masyarakat lainnya sebanyak 15 orang. Peserta mampu menghasilkan maggot kering dengan kadar protein kasar mencapai 47,06%, mengemas produk secara higienis, serta memahami aspek pemasaran. Hasil observasi dan wawancara secara langsung juga memperlihatkan adanya kemandirian awal dalam memproduksi dan memasarkan meskipun masih terdapat keterbatasan sarana seperti peralatan pengering dan pelabelan. Kesimpulannya, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pengolahan dan pengemasan maggot kering, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan teknologi pengeringan yang efisien dan pemanfaatan pemasaran digital.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-12-29

How to Cite

Fatimah, F., Sandri, D., Utomo, H. S., Fajri, F., Noor, I., Tedi, A., Lutfiah, P. G. H. ., & Hutajulu, E. T. B. (2025). Pelatihan Pengolahan Maggot BSF Kering dan Pengemasan Pada Kelompok Pengelola Sampah Organik Sinergi (KOPASOS) Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Dan Pakan di Masyarakat . Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 6(2), 954–959. https://doi.org/10.35311/jmpm.v6i2.780