Penyuluhan Masa Simpan Pasca Pembukaan Kemasan Sediaan Farmasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat di Desa Wairkoja
Keywords:
Beyond Use Date (BUD), Expiry After Opening, Period After Opening (PAO), Masa simpan, Pengetahuan, Penyuluhan InteraktifAbstract
Pengetahuan masyarakat mengenai masa simpan sediaan farmasi (obat dan kosmetik) pasca pembukaan kemasan masih rendah, berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Wairkoja tentang Beyond Use Date (BUD), expiry after opening, dan Period After Opening (PAO). Metode yang digunakan ialah penyuluhan interaktif disertai demonstrasi langsung menggunakan peraga obat dan kosmetik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan kuesioner 12 item pada 34 peserta yang didominasi oleh perempuan (88%) dan ibu rumah tangga (71%) dengan tingkat pendidikan menengah (65%). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dan uji McNemar. Sebelum penyuluhan, 94% peserta memiliki pengetahuan rendah dengan skor rata-rata 30,4 ± 15,3. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan (p=0,001) dimana 100% peserta mencapai pengetahuan tinggi dengan skor rata-rata 93,6 ± 12,2. Peningkatan jawaban benar terjadi pada semua aspek, terutama pada pengetahuan masa simpan obat tetes mata, sirup kering, dan kosmetik dari 0% menjadi 94%. Penyuluhan interaktif yang dikombinasikan dengan demonstrasi alat peraga terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang masa simpan sediaan farmasi pasca pembukaan kemasan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. 



