Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMA dan SMK di Bali Terkait Infeksi Menular Seksual pada Remaja

https://doi.org/10.35311/jmpm.v6i1.583

Authors

  • Ni Made Sri Dwijastuti Universitas Bali Internasional
  • I Wayan Tanjung Aryasa Universitas Bali Internasional, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis
  • Ni Putu Senshi Septiasari Universitas Bali Internasional, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis
  • I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi Universitas Bali Internasional, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis
  • Ni Putu Widiantari Universitas Bali Internasional, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis
  • Ni Putu Puniari Eka Putri Universitas Bali Internasional, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis

Keywords:

Infeksi Menular Seksual, Penyuluhan Kesehatan, Remaja

Abstract

Tingginya angka infeksi menular seksual di kalangan remaja menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan intervensi edukatif yang tepat sasaran. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat minimnya pengetahuan dan pengaruh perubahan biologis serta sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai infeksi menular seksual melalui penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara sistematis di sepuluh sekolah menengah atas dan kejuruan di wilayah Bali. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif yang disertai sesi diskusi dan evaluasi pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan untuk mengukur tingkat partisipasi dan peningkatan pengetahuan peserta setelah menerima materi penyuluhan. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari 75% peserta mengisi pre-test dan post-test dengan peningkatan skor rata-rata dari 85% menjadi 90%, yang mengindikasikan partisipasi aktif peserta telah melebihi ambang minimal yang ditetapkan, dan secara umum kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta terkait infeksi menular seksual. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan mampu berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja, meskipun masih diperlukan inovasi dalam metode penyampaian agar keterlibatan peserta dapat lebih maksimal dan berdampak. Dalam jangka panjang, penerapan model blended learning dan pelibatan pengajar sebaya diharapkan dapat memperkuat perubahan perilaku positif dan menurunkan insiden IMS secara berkelanjutan di kalangan remaja.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-06-16

How to Cite

Dwijastuti, N. M. S., Aryasa, I. W. T., Septiasari, N. P. S., Dewi, I. G. A. A. S., Widiantari, N. P., & Putri, N. P. P. E. (2025). Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMA dan SMK di Bali Terkait Infeksi Menular Seksual pada Remaja. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 6(1), 248–255. https://doi.org/10.35311/jmpm.v6i1.583