Pembuatan Bank Agen Hayati Sebagai Dukungan Terhadap Sustainabilitas Produksi Beras Organik di Kabupaten Madiun

https://doi.org/10.35311/jmpm.v5i2.497

Authors

  • Fitriyah Zulfa Universitas Sebelas Maret
  • Yenny Febriani Ramadhan Abdi Program Studi D3 Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Sebelas Maret
  • Prajwalita Rukmakharisma Riski Program Studi D3 Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Sebelas Maret
  • Alfi Nur Rochmah Program Studi D3 Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Sebelas Maret
  • Dini Nadhilah Program Studi D3 Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Sebelas Maret
  • Dininurilmi Putri Suleman Program Studi D3 Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Sebelas Maret
  • Dendy Eta Mirlana Universitas Merdeka Malang

Keywords:

Pupuk, Limbah, Hayati, Beras, Organik

Abstract

Kebutuhan pupuk para kelompok petani di Kabupaten Madiun mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini menjadi dorongan bagi para kelompok tani IPOJI di kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun untuk memproduksi pupuk sendiri. Kelompok tani IPOJI merupakan komunitas tani memproduksi beras sehat yang ditanam menggunakan pupuk dan pembasmi hama organik. Kelompok tani ini membuat pupuk organik secara mandiri dari kotoran hewan, limbah rumah tangga, limbah toko buah, dan limbah pertanian sendiri. Namun, pupuk organik yang dihasilkan masih belum memenuhi semua kebutuhan dan harus sering dibuat sehingga terdapat keterbatasan pada tempat menampung pupuk yang dihasilkan atau bank agen hayati. Tujuan pengabdian masyarakat adalah menyediakan bank pupuk organic untuk mendukung produksi beras organic di Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair metode fermentasi serta pelatihan pembuatan bank agen hayati sebagai tempat penampungan pupuk organik baik padat maupun cair serta tahapan akhir adalah menyusun SOP proses produksi pupuk organik dan rencana pemasaran secara online dan offline. Hasil yang didapat dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah peningkatan skill petani dalam memproduksi pupuk organik yang bernilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesuburan tanah sehingga jumlah produksi beras organik akan tetap stabil. Jenis pupuk cair yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan ini adalah ada tiga jenis pupuk organik yang terdiri dari pupuk organic cair A1 berbahan bonggol pisang, yakult, air leri, air kelapa, molase, trasi, ragi menghasilkan kadar N sebesar 0,013%, K 0,147%, P 0,029%. Pada pupuk organik A2 berbahan buah-buahan, air leri, air kelapa, molase, ragi, dan ragi. menghasilkan kadar N 0,04%, K 0,261%, P 0,009% serta pupuk organik cair ketiga A3 berbahan rempah-rempah (jahe, kunir, kencur, laos, dan rempah lain) menghasilkan N 0,114%, K 1,225, dan P 0,032%.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2024-12-30

How to Cite

Zulfa, F., Abdi, Y. F. R., Riski, P. R., Rochmah, A. N., Nadhilah, D., Suleman, D. P., & Mirlana, D. E. (2024). Pembuatan Bank Agen Hayati Sebagai Dukungan Terhadap Sustainabilitas Produksi Beras Organik di Kabupaten Madiun. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 5(2), 476–481. https://doi.org/10.35311/jmpm.v5i2.497

Most read articles by the same author(s)