<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-05T02:20:02Z</responseDate>
	<request from="2020-10-18" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/31</identifier>
				<datestamp>2021-03-24T10:40:24Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antidiare Buah Okra (Abelmoschus esculentuS L.) Pada Mencit  Yang Diinduksi Oleum Ricini</dc:title>
	<dc:creator>Saranani, Selpirahmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Pusmarani, Jastria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">buah okra</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antidiare</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mencit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Oleum Ricini</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diare masih menjadi masalah kesehatan utama di berbagai negara-negara dunia, serta bertanggung jawab terhadap kematian jutaan orang setiap tahunnya. Buah okra (Abelmoschus esculantus L.) merupakan tanaman yang tersebar luas di Sulawesi khususnya Sulawesi Tenggara. Masyarakat Sulawesi Tenggara&amp;nbsp; memanfaatkan buah Okra sebagai sayuran. Buah Okra (Abelmoschus esculantus L.) mengandung senyawa fenolik salah satunya senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan.&amp;nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang aktivitas buah Okra yang dapat bekerja sebagai antidiare. Penelitian aktivitas buah okra sebagai antidiare belum pernah dilakukan sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui efek antidiare buah Okra pada mencit yang diinduksi oleum ricini. Untuk melihat kerusakan lambung yang disebabkan karena pemberian oleum ricini, maka diamati frekuensi dan bentuk dari feses mencit selama 3 jam. Data dianalisis dengan menggunakan uji T dengan nilai P=0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa buah okra memiliki aktivitas sebagai antidiare.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/31</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i02.31</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 02 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 102-108</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v4i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/31/25</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/39</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T10:44:17Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengukuran Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia pinnata J.R &amp; G.Forst)</dc:title>
	<dc:creator>Maryam, Fadillah</dc:creator>
	<dc:creator>Taebe, Burhanuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Toding, Deby Putrianti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Matoa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Parameter Spesifik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">parameter Non Spesifik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman matoa (Pometia pinnata J.R. &amp;amp; G.Forst) telah dikenal memiliki banyak efek farmakologis dan digunakan sebagai obat tradisional. Salah satu dari tanaman matoa yang dimanfaatkan adalah daunnya yang&amp;nbsp; berfungsi sebagai antibakteri, diuretik, analgesik dan lain-lain. Agar dapat dijadikan sebagai bahan baku obat tradisional maka perlu dilakukan standardisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai-nilai standar parameter spesifik dan non spesifik. Ekstrak etanol daun matoa diperoleh dengan cara ekstraksi metode maserasi menggunakan etanol 70% menghasilkan rendamen sebesar 12,98%. Ekstrak yang dihasilkan merupakan ekstrak kering, berwarna coklat memiliki rasa pahit dan berbau khas serta mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, steroid, tanin dan saponin dengan pola kromatogram yang menunjukkan adanya beberapa noda dengan nilai Rf yang berbeda. Kadar senyawa yang terlarut pada pelarut air sebesar 32,21%, sedangkan kadar senyawa yang larut dalam etanol sebesar 38,56%. Susut pengeringan sebesar 7,03%. Bobot jenis ekstrak sebesar 0,9013%. Kadar abu total sebesar 2,46%, sedangkan kadar abu tidak larut asam sebesar 0,049%. Kadar air ekstrak sebesar 5%. Total cemaran bakteri sebanyak 7,8x104 koloni/g dan cemaran kapang sebesar 5,5x104 koloni/g. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat beberapa parameter spesifik dan non spesifik memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/39</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i01.39</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 01 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 1-12</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/39/40</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/52</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T10:44:17Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Dan Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight.) Pada Tikus Putih Dengan Metode Induksi Aloksan</dc:title>
	<dc:creator>Lolok, Nikeherpianti</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliastri, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Abdillah, Fiqri Algafiq</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Pandan Wangi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Salam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aloksan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes melitus ditandai dengan terjadinya hiperglikemi. Indonesia merupakan negara menempati urutan ke 7 dengan penderita DM sejumlah 8,5 juta. Penggunan obat bahan alam sudah banyak digunakan secara empiris oleh masyarakat, diantaranya ekstrak daun pandan wangi dan daun salam masing-masing telah dilaporkan memilikiefek hipoglikemik dan berpotensi sebagai antioksidan yang dapat memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, termasuk pankreas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight.) memberikan efek&amp;nbsp; dalam penurunan kadar gula darah pada tikus (Rattus norvegicus) putih galur wistar yang diinduksi diabetes dibandingkan dengan kelompok negative serta Untuk megetahui kelompok kombinasi Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight.) dapat memberikan hasil yang optimal dalam penurunan kadar gula darah dibandingkan kelompok positif.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan&amp;nbsp; pelarut etanol 96%. Pengujian efek antidiabetes hewan uji dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kombinasi ekstrak dan kelompok kontrol negatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD.
Hasil uji terhadap tikus yang diinduksi diabetes menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun pandan wangi dan daun salam secara signifikan mampu menurunkan kadar gula darah dibandingkan kontrol negatif (p&amp;lt;0,05), namun hasilnya tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif (p&amp;gt;0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun pandan wangi dan daun salam memiliki kemampuan menurunkan kadar gula darah pada tikus yang diinduksi diabetes</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/52</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i01.52</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 01 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 13-29</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/52/41</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/53</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T10:44:17Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Dan Uji Aktivitas Sediaan Sabun Cair Pembersih Kewanitaan Ekstrak Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) Terhadap Jamur Candida albicans</dc:title>
	<dc:creator>Lolok, Nikeherpianti</dc:creator>
	<dc:creator>Awaliyah, Nurhatidjah</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Windi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sabun cair pembersih kewanitaan,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekstrak daun waru (Hibiscus  tiliaceus)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antijamur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Candida albicans</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Keputihan&amp;nbsp; merupakan suatu gejala gangguan organ reproduksi yang dialami oleh wanita yang disebabkan oleh jamur yang ditandai dengan keluarnya cairan berlebih dari vagina sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Daun waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antijamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan sabun cair pembersih kewanitaan ekstrak daun waru serta untuk mengetahui konsentrasi paling baik dalam menghambat aktivitaas terhadap jamur Candida albicans.
Penelitian dilakukan secara laboratorium eksperimental, sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan&amp;nbsp; pelarut etanol 96% dan diperoleh ekstrak kental sebanyak 99,94 gram. Ekstrak kental digunakan sebagai antijamur dalam pembuatan sabun cair pembersih kewanitaan pada konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15%. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia, formulasi sediaan serta evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, tinggi busa dan uji iritasi. Selanjutnya uji aktivitas antijamur dilakukan dengan menggunakan metode cakram disk. Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANNOVA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun waru positif mengandung senyawa flavanoid, saponin, triterpenoid dan sterol, tanin dan polifenol. Ekstrak dalam formulasi sediaan sabun cair pembersih kewanitaan ekstrak daun waru memenuhi syarat evaluasi fisik dimana sabun cair pembersih kewanitaan tersebut tetap berwarna hijau pekat, bau khas mawar serta bentuknya cair. Sabun cair pembersih kewanitaan ekstrak daun waru dengan konsentrasi 5% memiliki daya hambat 21,10 mm, konsentrasi 10% memiliki daya hambat 21,77 mm dan konsentrasi 15% memiliki daya hambat 20,55 mm terhadap jamur Candida albicans dengan diperoleh hasil analisis anova yang signifikan 0,01 (p&amp;lt;0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/53</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i01.53</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 01 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 59-80</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/53/44</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/56</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T10:44:17Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review Jurnal: Potensi Spons Laut Sebagai Anti Kanker Payudara</dc:title>
	<dc:creator>Fristiohady, Adryan</dc:creator>
	<dc:creator>Haruna, Lidya Agriningsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">spons laut, aktivitas antikanker payudara, sitotoksik, apoptosis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Angka kejadian dan kematian pada penderita kanker payudara terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Prevalensi kejadian 8-9% wanita mengalami kanker payudara. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyebutkan angka kejadian kanker payudara di Indonesia sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata angka kematian 17 per 100.000 penduduk. Kanker payudara adalah kanker invasif paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia dan penyebab kematian kanker tertinggi kedua, setelah kanker paru-paru. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara akan menjalani beberapa jenis operasi. Pembedahan sering dikombinasikan dengan perawatan lain seperti terapi radiasi, kemoterapi, terapi hormon, dan/atau terapi yang ditargetkan. Studi tentang produk alami laut sebagai sumber kandidat obat masih jarang. Sumber daya laut telah menghasilkan sejumlah besar senyawa bioaktif baru. Spons mewakili salah satu sumber senyawa bioaktif laut yang paling menjanjikan terutama untuk bidang farmasi dalam pengobatan kanker payudara. Penulisan review jurnal ini menggunakan metode studi pustaka. Review jurnal ini membahas tentang beberapa spons laut dan aktivitas antikanker payudara. Dari hasil ulasan jurnal didapatkan bahwa&amp;nbsp; beberapa spons laut dengan aktivitas antikanker payudara yaitu Monanchora viridis, Hyrtios erectus, Xestospongia, Psammaplysilla, Haliclona sp, Stylissa carteri, Aaptos sp, Callyspongia siphonella, Ancorina sp, Haliclona caerulea, Spongia pertusa Esper, Siphonochalina siphonella, Geodia cydonium, Manihinea lynbeazleyae, Theonella mirabilis, Spheciospongia vagabunda, Stryphuous ponderosus, dan Theonella sp, dengan berbagai macam aktivitas seperti antiproliferatif, proapoptotik, dan proinflamasi pada lini sel kanker payudara T11, SUM159PT, MCF-7, BT-474, MCF-7/adr, MDA MB 231, MDA MB 468, SKBR3, HCC-1954,&amp;nbsp; T-47D, MCF7-Nanog, MCF-10A, dan SUM149.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/56</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i01.56</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 01 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 30-52</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/56/42</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/57</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T10:44:17Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Penetapan Kadar Flavonoid Sari Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa ) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS</dc:title>
	<dc:creator>Ramadhani, Nurfijrin</dc:creator>
	<dc:creator>Samudra, Agung Giri</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Lea Wati Indah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sari Jeruk Kalamansi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Citrofortunella microcarpa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Spektofotometri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flavonoid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa) banyak terdapat di Kota Bengkulu serta merupakan salah satu produk unggulan di Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya senyawa flavonoid yang terdapat dalam sari buah jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dan untuk mengetahui berapa kadar flavonoid yang terdapat dalam sari buah jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa). Penelitian ini dilakukan dengan uji kualitatif (uji warna) untuk mengetahui ada atau tidaknya senyawa flavonoid. Selanjutnya penelitian ini dilakukan dengan membuat seri kadar kuersetin yaitu 20, 40, 80, dan 100 ppm dengan menggunakan metode spektrofotometri. Data absorbansi yang diperoleh kemudian dihitung kadarnya. Hasil penelitian uji kualitatif menunjukan bahwa sari jeruk kalamansi positif mengandung flavonoid. Dan hasil kadar flavonoid yang didapat dengan metode spektrofotometri yaitu 10,958 mg/RE.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/57</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i01.57</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 01 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 53-58</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/57/43</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/59</identifier>
				<datestamp>2021-07-11T22:33:11Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review Artikel : Peran Faktor Transkripsi Nuclear Factor Kappa-Light-Chain-Enhancer of Activated B Cells  (NF-?B)Terhadap Sel Kanker Payudara</dc:title>
	<dc:creator>Fristiohady, Adryan</dc:creator>
	<dc:creator>Ningsih, Mini Bekti</dc:creator>
	<dc:creator>Malik, Fadhliyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kanker Payudara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Inflamasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NF-κB</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak menyerang perempuan. Diperkirakan jumlah kasus tidak kurang dari 1.050.346 per tahun. Berdasarkan estimasi International Agency for Research on Cancer, diperkirakan pada tahun 2020 akan ada 1,15 juta kasus kanker payudara dengan 411.000 kematian. Kanker payudara adalah penyakit yang ditandai adanya jaringan payudara yang tumbuh secara invasif sehingga dapat menyebabkan kematian. Aktivasi NF-B yang berlebihan dan dideregulasi menyebabkan inflamasi yang tidak terkontrol. Respon inflamasi sistemik dan teregulasi adalah bagian dari pertahanan tubuh terhadap cedera, infeksi dan penyakit. Sehingga menekan jalur aktivasi NF-?B&amp;nbsp; dan menekan NF-?B adalah strategi yang menarik untuk pengembangan&amp;nbsp; molekul anti-inflamasi. Penulisan Review jurnal ini menggunakan studi pustaka tentang peranNF-?B terhadap kanker payudara dengan melihat aktivitas proliferasi dan apoptosis secarain vivo dan in vitro.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/59</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i1.59</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 81-90</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/59/45</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/60</identifier>
				<datestamp>2021-07-13T22:36:58Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Konsentrasi Sukrosa Terhadap Transparansi Dan  Sifat Fisik Sabun Padat Transparan Minyak Atsiri  Sereh Wangi (Cymbopogon citratus L.)</dc:title>
	<dc:creator>Zulbayu, La Ode Muhammad Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Juliansyah, Risky</dc:creator>
	<dc:creator>Firawati, Firawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minyak atsiri sereh wangi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sukrosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sabun padat transparan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stabilitas fisik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sereh wangi ( Cymbopogon citatusL.) merupakan tanaman rempah yang sangat bermanfaat dalam bidang kesehatan. Minyak atsiri daun sereh bersifat sebagai anti jamur dan antibakteri. Berbagai manfaat dan khasiat yang terdapat pada herba sereh wangi, mendorong untuk diaplikasikan pada berbagai bentuk sediaan farmasi untuk mendapatkan nilai tambah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membuat formulasi sediaan sabun mandi transparan. Pada proses pembuatan sabun transparan, sukrosa berfungsi untuk membantu terbentuknya transparansi pada sabun. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan optimasi terhadap penggunaan sukrosa dalam formulasi untuk mendapatkan transparansi yang baik serta untuk melihat kestabilan fisik sabun padat transparan. Sabun transparan minyak atsiri sereh wangi divariasi dengan konsentrasi penggunaan sukrosa 11% (Formula A), 13% (Formula B) dan 15% (Formula C). Pengujian yang dilakukan oleh Sabun yang meliputi organoleptik, pH, homogenitas, tinggi busa dan transparansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi sukrosa berpengaruh terhadap tingkat tranparansi. Konsentrasi sukrosa yang optimal untuk memperoleh transparansi yang baik yaitu 15% (Formula C). Pengujian stabilitas fisik termasuk nilai pH, stabilitas tinggi busa dan homogenitas menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan selama pengujian empat minggu. Hal ini membuktikan bahwa sediaan sabun padat transparan minyak atsiri sereh wangi stabil secara fisik. Konsentrasi sukrosa yang optimal untuk memperoleh transparansi yang baik yaitu 15% (Formula C). Pengujian stabilitas fisik termasuk nilai pH, stabilitas tinggi busa dan homogenitas menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan selama pengujian empat minggu. Hal ini membuktikan bahwa sediaan sabun padat transparan minyak atsiri sereh wangi stabil secara fisik. Konsentrasi sukrosa yang optimal untuk memperoleh transparansi yang baik yaitu 15% (Formula C). Pengujian stabilitas fisik termasuk nilai pH, stabilitas tinggi busa dan homogenitas menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan selama pengujian empat minggu. Hal ini membuktikan bahwa sediaan sabun padat transparan minyak atsiri sereh wangi stabil secara fisik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/60</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i1.60</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 91-96</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/60/46</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/61</identifier>
				<datestamp>2021-07-13T22:36:58Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efek Antiinflamasi Infusa Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi  Karagenan</dc:title>
	<dc:creator>Isrul, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Citra</dc:creator>
	<dc:creator>Wahdini, Vivin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">infusa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daun bayam merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Amaranthus tricolor L.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antiinflamasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya karena memiliki banyak manfaat dan kandungannya bagi kesehatan tubuh dan daun bayam merah (Amarantus tricolor L.) mengandung komponen antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terkandung dalam infusa daun bayam &amp;nbsp;merah (Amarantus tricolor L.) dan untuk&amp;nbsp; mengetahui konsentrasi &amp;nbsp;infusa daun bayam &amp;nbsp;merah (Amarantus tricolor L.) yang dapat menghasilkan efek antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan metode induksi karagenan sebagai zat iritannya. Infusa daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dibuat dalam berbagai variasi konsentrasi 10%, 15% dan 25% yang diberikan secara oral pada tikus putih. Natrium diklofenak digunakan sebagai kontrol positif, Na CMC digunakan sebagai kontrol negatif. Pengukuran dilakukan setiap 30 menit selama 180 menit setelah induksi karagen 1% 0,2 ml. Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) memiliki metabolit sekunder yaitu, alkaloid, flavonoid, saponin, quinon, tanin, dan steroid. Infusa daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) efektif sebagai antiiflamasi pada konsentrasi 10% dengan nilai P signifikan yaitu 0,778 &amp;gt; 0,05 dan&amp;nbsp; konsentrasi 25% dengan nilai P signifikan yaitu 0,725 &amp;gt; 0,05. Konsentrasi tersebut tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif Natrium diklofenak. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan infusa daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dapat menghambat pembentukan udema.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/61</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i1.61</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 97-103</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/61/47</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/62</identifier>
				<datestamp>2021-07-13T22:36:57Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Cabai Rawit Spesies Capsicum frutescens Linn dan Capsicum annum pada Staphylococcus aureus</dc:title>
	<dc:creator>Saripa, Jamal</dc:creator>
	<dc:creator>Hasanuddin, Silviana</dc:creator>
	<dc:creator>Isrul, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Capsicum frutescens Linn</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Capsicum annum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Staphylococcus aureus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cabai Rawit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit infeksi saat ini menjadi masalah yang serius, ditambah lagi dengan semakin meluasnya resistensi mikroba terhadap obat-obatan yang ada. Penyakit infeksi ini sering di jumpai pada anak karena daya tahan kulit terhadap invasi kuman pathogen belum sesempurna orang dewasa. Cabai merupakan jenis tanaman suku terung-terungan (Solanaceae) sejak lama dimanfaakan untuk mengobatan beberapa penyakit. Tujpenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi efektif antibakteri antara ekstrak daun Cabai Rawit Spesies Capsicum frutescens Linn dengan cabai rawit spesies Capsicum annum terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Penelitian ini termasuk penelitian analitik. Pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar. Sampel penelitian adalah ekstrak etanol daun cabai rawit spesies Capsicum frutescens Linn dan Capsicum annum dengan menggunakan 4 variasi konsentrasi yaitu &amp;nbsp;5%, 10%, 25% dan&amp;nbsp; 40% dengan kontrol positif tetrasiklin dan kontrol negatif dimethylsulfoksida Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun cabai rawit spesies Capsicum frutescens Linn memiliki aktivitas daya hambat terhadap taphylococcus aureus pada konsentrasi 5% yaitu sebesar 1,6 mm±0,17, konsentrasi 10% sebesar 2,5 mm±0,40, konsentrasi 20% sebesar 3,2 mm±0,05 dan konsentrasi 40% sebesar 4,2 mm±0,05. Sedangkan &amp;nbsp;ekstrak etanol daun cabai rawit spesies Capsicum annum memiliki aktivitas daya hambat pada konsentrasi 5% sebesar 5,8 mm±0,52, konsentrasi 10% sebesar 7,8 mm±1,01, konsentrasi 20% sebesar 13,0 mm±1,1, konsentrasi 40% sebesar 20,2 mm±1,0. Zona hambat yang ditunjukkan oleh tetrasiklin 1% sebagai kontrol positif sebesar 29,0 mm±1,2.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/62</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i2.62</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 104-110</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/62/48</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/63</identifier>
				<datestamp>2021-07-13T22:36:56Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Hydrogel Eye Mask Berbasis Ekstrak Limbah Kepala Udang Putih (Litopenaeus vannamei) Sebagai Suplemen dan Relaksasi Mata Lelah</dc:title>
	<dc:creator>Okwani, Yustian</dc:creator>
	<dc:creator>Halid, Nurhatidjah Awaliyah</dc:creator>
	<dc:creator>Hasanuddin, Silviana</dc:creator>
	<dc:creator>Djunaidin, Djunaidin</dc:creator>
	<dc:creator>Hikmat, Deo Julian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hidrogel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak Kulit Kepala Udang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Eye Mask</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kepala udang merupakan salah satu limbah yang belum dimanfaatkan namun mengandung Astaksantin yang dapat dimanfaatkan sebagai pengatasan terhadap mata lelah. Meningkatnya pengunaan komputer menyebabkan gangguan terhadap penglihatan yang dinamakan Computer Vision Syndrome (CVS) yaitu suatu gejala yang dapat menyebabkan berbagai keluhan antara lain mata lelah dan kering, hal tersebut menjadi tujuan penelitian ini yaitu memformulasi kedalam bentuk sediaan dari ekstrak etanol kepala udang putih (Litopenaeus vannamei). Salah satu sediaan mata yang dapat digunakan dengan nyaman bagi pengguna yaitu Hydrogel EyeMask.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Preparasi penelitian dilakukan dengan penyiapan ekstrak etanol kepala udang putih (Litopenaeus vannamei) dengan metode maserasi. Formulasi hydrogel Eye Mask dengan menggunakan Na-alginat dan xanthan gum sebagai basis. Sediaan dievaluasi kestabilan dan karakteristik fisik hydrogel Eye Mask dievaluasi melalui pengamatan organoleptis, daya mengembang, dan nilai pH.
Hasil evaluasi menunjukkan hydrogel Eye Mask tidak mengalami perubahan organoleptis selama 12 minggu dan memiliki kemampuan menahan air yang baik. Selain itu, pengukuran daya mengembang menunjukkan pada pengukuran minggu pertama yaitu pada jam ke-1 dan jam ke-2 hingga pada jam ke-3 berturut-turut 42,10%, 48,56%, 72,11% dengan nilai pH 6,15±0,04. Hydrogel yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki karakteristik dan stabilitas fisik yang baik sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai sediaan suplemen dan relaksasi mata.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/63</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i2.63</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 111-117</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/63/49</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/64</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:42Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review: Pengaruh Tanaman Obat Yang Beraktivitas Hipertensi Terhadap Ekspresi Gen Reseptor ACE-1 dan ACE 2</dc:title>
	<dc:creator>Afifah, Nisa Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyani, Yani</dc:creator>
	<dc:creator>Yuniarto, Ari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ACE</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekspresi gen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tanaman obat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hipertensi adalah salah satu penyakit dengan angka kesakitan dan kematian yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Dalam mengatasi hipertensi obat-obatan seperti ACE inhibitor berperan dalam menurunkan tekanan darah diastol dan sistol, namun tanaman obat seperti ekstrak buah hawthorn, buah zaitun (Olea europaea L.), Hibiscus Sabdariffa, Allium Sativum dan Allium Cepa juga memiliki efek sebagai antihipertensi dengan harga yang relatif murah, mudah didapat, efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan obat sintesis atau kimia lainnya. Review jurnal ini ditujukan untuk mengetahui berbagai tanaman obat yang memiliki aktivitas hipertensi dan berpengaruh terhadap ekspresi gen reseptor hipertensi ACE1 dan ACE2. Penelusuran referensi dilakukan melalui database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar, dengan kata kunci “Medicinal Plant”, “Gene expression”, “Angiotensin Converting Enzyme 1”, “Angiotensin Converting Enzyme 2”, dan“Antihypertension”. Tanaman obat digunakan sebagai terapi alternatif penurun tekanan darah tinggi dan merupakan salah satu cara pengobatan non farmakologis hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman obat memiliki pengaruh dalam menurunkan tekanan darah tinggi karena kandungan senyawa yang ada dalam masing-masing tanaman sehingga mampu menghambat reseptor hipertensi ACE1 dan ACE2 dengan berbagai metode ekspresi gen. Banyak tanaman obat yang telah diteliti memiliki aktivitas sebagai antihipertensi. Dari 14 tanaman obat dengan aktivitas sebagai anti hipertensi, sebanyak 90% tanaman berpengaruh terhadap ekspresi gen Angiotensin Converting Enzyme 1 (ACE 1), dan sebanyak 10% tanaman memiliki pengaruh terhadap Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE 2). Tanaman obat yang telah ditemukan dan memiliki aktivitas terhadap ekspresi gen Angiotensin Converting Enzyme 1 (ACE 1) paling banyak merupakan tanaman obat dengan family Poaceae, Oleaceae, dan Zingiberaceae.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/64</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 9-31</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/64/51</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/67</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:42Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review : Potensi Ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill)  Sebagai Bahan Aktif Formulasi Masker Peel-Off</dc:title>
	<dc:creator>Sarmila, Sarmila</dc:creator>
	<dc:creator>Tanggapili, Hamdani Sapuan</dc:creator>
	<dc:creator>Melini, Afiana</dc:creator>
	<dc:creator>Isrul, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Formulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masker peel-off</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit Buah alpukat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Persea americana Mill</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">jerawat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masker peel-off merupakan sediaan perawatan kulit yang berbentuk gel dan akan mengering setelah diaplikasikan kekulit dalam waktu tertentu. Masker peel-off berfungsi mampu merelaksasi, mengangkat sel kulit mati, dan dengan pemakaian teratur dapat mengurangi kerutan. Saat ini telah berkembang penggunaaan bahan alam sebagai zat aktif formula masker peel-off yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Kulih Buah Alpukat memiliki berbagai kandungan senyawa salah satunya adalah senyawa fenol yang dapat bersifat sebagai antioksidan dan antibakteri. Oleh karena kulit buah alpukat berpotensi digunakan sebagai zat aktif &amp;nbsp;dalam formulasi masker peel-off. Kajian literatur ini membahas tentang potensi tersebut. Pencarian data dilakukan secara online terhadap jurnal nasional, jurnal internasional, dan buku. Hasil didapatkan 26 literatur dalam artikel review ini yang terdiri 24 artikel jurnal dan 2 buku. Artikel ini membahas tentang kajian tentang masker peel-off, Formula masker peel-off bahan alam, aktivitas antioksidan kulit buah alpukat, aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat ekstrak kulit buah alpukat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/67</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.67</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 32-46</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/67/52</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/68</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:41Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Karakterisasi Nanopartikel Kafein Hasil Isolasi dari Biji Kopi Robusta</dc:title>
	<dc:creator>Yunida, Yunida</dc:creator>
	<dc:creator>Kamaluddin, Muhammad Totong</dc:creator>
	<dc:creator>Theodorus, Theodorus</dc:creator>
	<dc:creator>Mangunsong, Sonlimar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kopi robusta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kafein</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">formulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nanopartikel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PLGA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PVA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kopi robusta merupakan jenis kopi yang paling banyak dikembangkan oleh petani di Indonesia. Kopi kaya akan zat bioaktif yang memberikan manfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah kafein. Namun, konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping. Salah satu upaya untuk meminimalkan efek samping dan menghasilkan sediaan sustained release adalah dengan membuat formulasi kafein dalam bentuk sediaan nanopartikel. Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi, isolasi dan identifikasi kafein dari biji kopi robusta. Dari 200 gram biji kopi robusta diperoleh kristal kafein sebanyak 0,83 gram. Hasil identifikasi secara mikroskopis diperoleh morfologi kristal kafein seperti jarum-jarum panjang dan karakteristik kristal kafein mirip dengan kafein standar. Preparasi nanopartikel kafein dilakukan menggunakan metode single emulsion-solvent evaporation dengan pembawa PLGA (Poly-(Lactic-co-Glycolic Acid)) dan PVA (Poly(Vinyl Alcohol)) sebagai stabilizer. Karakterisasi preparat nanopartikel menggunakan PSA (Particle Size Analyzer) memberikan hasil diameter ukuran partikel 183,9 nm, nilai PDI (Polydispersity Index) 0,113 dan zeta potensial -13,5 mV. Penentuan morfologi menggunakan Transmission Electron Microscopy diperoleh partikel yang berbentuk bulat (spheris).
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/68</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.68</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 47-59</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/68/53</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/71</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:42Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)  Di Puskesmas  Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur</dc:title>
	<dc:creator>Ridwan, Bai Athur</dc:creator>
	<dc:creator>Fety, Yulli</dc:creator>
	<dc:creator>Nurlinda, Nurlinda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rasionalitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Obat Anti Inflamasi Non Steroid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">OAINS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Puskesmas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nyeri didefinisikan sebagai perasaan tidak menyenangkan bagi sebagian orang akibat dari kerusakan jaringan, sehingga pasien melakukan pengobatan dan kebanyakan masih berpusat pada terapi farmakologis seperti penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS). Adanya efek samping yang bisa terjadi maka perlu ditunjang dengan penggunaan yang rasional khususnya pada fasilitas kesehatan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rasionalitas penggunaan OAINS di Puskesmas Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan desain deskriptif retrospektif. Sampel diambil dengan cara total sampling dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu OAINS tunggal maupun kombinasi yang digunakan pasien periode Januari – Maret 2020 dan memiliki data rekam medik lengkap. Jumlah sampel yang diperoleh yaitu sebesar 72 pasien dan datanya dikumpulkan dalam lembar pengumpul data yang memuat identitas pasien, nama obat, dosis, dan aturan pakai. Analisis rasionalitas penggunaan OAINS dinilai dari aspek ketepatan pemilihan obat, ketapatan jumlah, dan ketepatan dosis dan frekuensi &amp;nbsp;yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas penggunaan OAINS di Puskesmas Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur tidak seluruhnya tepat. Pada aspek tepat pemilihan obat diperoleh sebesar 86%, tepat dosis dan frekuensi pemberian sebesar 83%, dan tepat jumlah obat mencapai 100% dan secara keseluran bahwa OAINS yang digunakan di Puskesmas Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur belum rasional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/71</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i01.71</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 1-8</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/71/50</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/72</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:41Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Etnomedisin Tanaman Berkhasiat Obat Hipertensi di Kecamatan Poleang Tenggara Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Saranani, Selpirahmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Himaniarwati, Himaniarwati</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliastri, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Isrul, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Agusmin, Aulia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etnomedisin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tanaman Obat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Obat Tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bombana</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Etnomedisin merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendokumentasikan pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman yang digunakan sebagai obat untuk hipertensi, mengetahui bagian tanaman yang digunakan sebagai obat hipertensi dan bagaimana cara pengolahan tanaman obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi di Kecamatan Poleang Tenggara Kabupaten Bombana. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan tehnik snowball sampling. Data dasar tanaman obat telah dikumpulkan dengan menggunakan wawancara langsung kepada pengobat tradisional atau battra, dan informan lainnya, yang terdiri dari 10 responden. Informasi yang didapatkan berupa nama tanaman obat, nama daerah, bagian tanaman yang digunakan, dan cara pengolahannya. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, terdapat 20 spesies tanaman obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi. Bagian tanaman yang banyak digunakan antara lain daun, buah, biji rimpang dan herba. Cara pengolahann tanaman yang digunakan adalah dengan cara direbus, diseduh, ditumbuk&amp;nbsp; (diblender), dan dikunyah. Famili tanaman obat yang dimanfaatkan adalah famili acanthaceae, asteraceae, moraceae</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/72</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.72</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 60-82</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/72/55</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/76</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:41Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review : Imunoterapi Penanganan Infeksi Virus</dc:title>
	<dc:creator>Usmar, Usmar</dc:creator>
	<dc:creator>Nurul Fitri, Andi Maghfirah</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliana, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Nainu, Firzan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">imunofarmakologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">imunoterapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">infeksi virus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">imunitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit menular akibat virus merupakan salah satu masalah kesehatan global yang mempengaruhi sistem kesehatan masyarakat dan ekonomi di seluruh dunia. Hal tersebut mendorong disusunnya artikel ini untuk mendiskusikan relevansi dan pentingnya imunoterapi dalam menentukan pilihan terapetik terkait infeksi virus, dengan menitikberatkan pembahasan pada ketersediaan pilihan vaksin dan obat yang telah ditemukan untuk membantu manusia melawan berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh virus. Penulisan artikel review naratif ini dilakukan menggunakan metode analisis pustaka primer maupun sekunder terkait yang berhasil dikumpulkan dari database online Google Scholar dan NCBI-PubMed. Selain itu, sumber acuan pustaka juga diambil dari beberapa buku teks akademik. Imunoterapi merupakan bidang yang berkembang melalui interaksi bidang imunologi, farmakologi dan farmakoterapi yang memiliki perkembangan yang pesat terutama dalam kondisi pandemi COVID-19 yang dihadapi saat ini. Meskipun terapi dan obat-obatan yang digunakan dalam bidang imunofarmakologi masih terbatas serta banyak hal yang belum dapat ditemukan, namun teknologi baru dan kemajuan pesat dalam pengetahuan tentang regulasi sistem imun telah menjadikan imunofterapi sebagai bidang yang memiliki potensi besar dan menjanjikan dalam penanganan infeksi virus maupun patogen lain. Oleh karena itu, konsep imunoterapi serta relevansinya dengan penyakit manusia merupakan salah satu solusi yang menawarkan pilihan baru untuk kebutuhan medis yang belum terpenuhi terkait penyakit infeksi akibat virus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/76</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.76</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 83-111</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/76/56</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/79</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:41Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi toksisitas Madu hasil produksi lebah yang diberi pakan tambahan ekstrak air Moringa oleifera terhadap larva Artemia salina</dc:title>
	<dc:creator>Aliyah, Aliyah</dc:creator>
	<dc:creator>Hadju, Veni</dc:creator>
	<dc:creator>Dasir, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Raihan, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Madu Kelor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Toksisitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Artemia salina</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Moringa oleifera</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Madu dan Moringa oleifera merupakan salah satu bahan alam yang memiliki nilai nutrisi dan potensi sebagai bahan obat yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas madu hasil ternak lebah yang diberi pakan sirup sukrosa dengan suplementasi M. oleifera menggunakan Artemia salina sebagai hewan model. Komponen madu kelor (MK) dan M. oleifera mula-mula dianalisis dengan menggunakan sistem HPTLC dengan fase gerak terdiri dari n-heksana dan etil asetat dengan perbandingan 2:1. Toksisitas MK kemudian diuji menggunakan A. salina sebagai model organisme dengan konsentrasi antara 10 hingga 2000 ?g / ml dalam media air laut buatan. Tingkat kematian dilaporkan dalam persentase A. salina jumlah larva yang mati terhadap total larva yang diuji. Nilai LC50 dihitung dengan menggunakan analisis probit. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa komponen M. oleifera dapat dideteksi pada MK berdasarkan nilai Rf yang diperoleh dalam analisis HPTLC. Selanjutnya, berdasarkan nilai LC50 dalam penelitian ini, MK dianggap sebagai bahan dengan toksisitas yang rendah. Namun, penelusuran lebih lanjut pada komponen fitokimia yang bertanggung jawab pada toksisitas ini perlu dilakukan untuk melihat korelasinya dengan toksisitas MK</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/79</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.79</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 112-122</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/79/54</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/81</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review : Kajian Aktivitas Antibakteri dan manifestasinya dari Tanaman Sambung Nyawa (Gynura Procumbens)</dc:title>
	<dc:creator>Lado, Adinda Sabarany</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyani, Yani</dc:creator>
	<dc:creator>Sulaeman, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibacterial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antiinfection</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antiinflammatory</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioxidant</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sambung nyawa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman sambung nyawa [Gynura Procumbens] merupakan tanaman yang banyak tumbuh pada sebagian wilayah Asia dan menjadi salah satu jenis tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional karena memiliki aktivitas farmakologi yang dapat mengobati dan mencegah berbagai penyakit. Tanaman sambung nyawa mengandung Flavonoid, Alkaloid, Tanin, Saponin, Steroid, Triterpenoid dan Glikosida yang memiliki potensi sebagai antibakteri, baik pada bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif. Tulisan diharapkan bisa memberikan informasi mengenai pemanfaatan kandungan senyawa pada tanaman sambung nyawa untuk terapi infeksi bakteri, antioksidan dan mengurangi gejala&amp;nbsp; manifestasi klinis yang terjadi karena infeksi&amp;nbsp; seperti inflamasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/81</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.81</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 123-142</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/81/59</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/84</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon L.) Terhadap Bakteri Salmonella thypi Dan Escherichia coli</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Mega Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Ningsih, Agustina Retna</dc:creator>
	<dc:creator>Marcellia, Selvi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit Jeruk Lemon,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Salmonella thypi,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Escherichia coli,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Difusi cakram,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KHM</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit jeruk lemon&amp;nbsp; (Citrus limon L.) dan kosentrasi hambat minimum&amp;nbsp; terhadap bakteri Salmonella thypi dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan&amp;nbsp; metode difusi cakram. Konsentrasi ekstrak kulit jeruk lemon yang digunakan adalah 10%, 30%, 50%, 70% dan 90%. KHM bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 10% dengan diameter zona hambat 12,17 mm, sedangkan pada bakteri Salmonella typhi tidak terdapat zona hambat pada masing-masing kosentrasi. Analisis data menggunakan one way ANOVA menunjukan hasil signifikan (P&amp;lt;0,05). Hasil data uji LSD berbeda signifikan konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70% dan 90% dengan kontrol positif dan kontrol negatif didapatkan hasil 0,000 (P&amp;lt;0,05). Ekstrak Kulit Jeruk Lemon lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dibandingkan dengan Salmonella thypi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/84</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 143-154</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/84/60</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/85</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kepuasan Pasien Pada Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Rawat Jalan di RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara</dc:title>
	<dc:creator>Reihana, Elza</dc:creator>
	<dc:creator>Rai Saputri, Gusti Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Nofita, Nofita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis Kepuasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kualitas Pelayanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumah Sakit Umum Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode&amp;nbsp; deskriptif non eksperimental. Penilaian terhadap kepuasan didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner SERVQUAL yang memuat 5 dimensi pelayanan kefarmasian. Analisis data menggunakan nilai kesenjangan rata-rata harapan dan rata-rata kinerja, persentase kesesuaian kepuasan pasien, dan Importance Performance Analysis. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 161 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan di Instalasi farmasi rawat jalan RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara dengan tingkat kesesuaian kepuasan dan harapan &amp;gt; 75% di setiap dimensinya yaitu kehandalan 98,57%, daya tanggap 98,23%, jaminan 98,05%, empati 97,99% dan bukti langsung 96,94%. %. Hal ini menunjukan bahwa pasien rawat jalan sudah merasa puas dengan pelayanan yang sudah diberikan oleh petugas farmasi akan tetapi pihak rumah sakit perlu memperbaiki apa yang menjadi harapan pasien yang belum tercapai guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian.
&amp;nbsp;
Kata Kunci : Analisis Kepuasan, Kualitas Pelayanan, Rumah Sakit Umum Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
ABSTRACT
 
This study aims to analyze the satisfaction of outpatients with pharmaceutical services at the pharmacy installation of Mayjend H.M Ryacudu Hospital, North Lampung. This research was conducted with a non-experimental descriptive method. Assessment of satisfaction was obtained from the results of distributing the SERVQUAL questionnaire which contained 5 dimensions of pharmaceutical services. The data analysis used the gap value of the average expectation and average performance, the percentage of patient satisfaction compliance, and Importance Performance Analysis. The number of samples in this study were 161 respondents. The results showed that the services provided at the Outpatient Pharmacy Installation at RSUD Mayjend HM Ryacudu North Lampung with a level of conformity with satisfaction and expectations &amp;gt; 75% in each dimension, namely reliability 98.57%, responsiveness 98.23%, guarantee 98.05%, empathy 97.99% and direct evidence 96.94%. %. This shows that outpatients are satisfied with the services that have been provided by pharmacists, but the hospital needs to improve what the patient's expectations have not been achieved in order to improve the quality of pharmaceutical services.
&amp;nbsp;
Keywords : Analysis of Satisfaction, Quality of Service, Mayjend H.M Ryacudu General Hospital, North Lampung.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/85</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.85</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 155-170</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/85/61</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/86</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Pengembangan Sediaan Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) untuk Penghantaran Agen Antidiabetik Oral</dc:title>
	<dc:creator>Priani, Sani Ega</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes melitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antidiabetika oral</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">, BCS kelas 2</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SNEDDS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik akibat gangguan aktivitas atau sekresi insulin, dengan angka kejadian dan morbiditas yang terus meningkat. Sebagian agen antidiabetik oral diketahui memiliki kelarutan yang rendah dalam air, sehingga perlu dilakukan modifikasi untuk meningkatkan efektifitasnya. &amp;nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan sediaan self nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS) mengandung agen antidiabetik oral dan mengkaji pengaruhnya terhadap disolusi, bioavailabilitas, dan efek farmakologinya. Penelitian dilakukan dengan berbasis systematic literature review dengan mengkaji jurnal dari berbagai database bereputasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa SNEDDS sudah diaplikasikan untuk berbagai senyawa antidiabetik oral seperti dapagliflozin, glibenclamid, gliclazid, glimepirid, tolbutamid, repaglinid, polypeptide-k, exendin-4, trans-cinamic acid, sitagliptin, dan curcumin dalam bentuk tunggal atau kombinasi. Sediaan SNEDDS tersebut diformulasi menggunakan minyak, surfaktan, dan kosurfaktan terpilih. Surfaktan yang banyak digunakan adalah kelompok tween dan cremophor sedangkan kosurfaktan yang banyak digunakan adalah PEG400 dan transcutol. Pengembangan sediaan SNEDDS terbukti secara signifikan dapat meningkatkan disolusi agen antidiabetik oral dan juga meningkatkan bioavailabilitasnya yang ditandai dengan peningkatan nilai AUC dan Cmax kadar dobat darah darah. Pengembangan SNEDDS juga terbukti mampu menyebabkan penurunan kadar glukosa darah yang lebih baik dibandingkan dengan bentuk suspensi atau sediaan pasaran. Dari hasil kajian dapat disimpulkan jika SNEDDS sesuai digunakan untuk penghantaran agen antidiabetik oral terutama yang memiliki kelarutan rendah dalam air.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/86</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.86</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 171-187</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/86/62</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/87</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Sediaan Facial Wash Kombinasi  Perasan Jeruk Lemon (Citrus Limon (L.)) Dan Ekstrak Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Sebagai Antibakteri Propionibacterium Acnes</dc:title>
	<dc:creator>Nirmala, Fareza Melly</dc:creator>
	<dc:creator>Rai Saputri, Gusti Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Marcellia, Selvi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perasan jeruk lemon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak buah tomat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Facial wash</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Propionibacterium acnes</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Acnes atau disebut juga dengan jerawat. Bakteri utama yang menyebabkan terjadinya jerawat yaitu Propionibacterium acnes. Facial wash merupakan sabun pembersih wajah yang ringan dan lembut yang berfungsi untuk menjaga kebersihan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui&amp;nbsp; konsentrasi sodium lauril sulfat (SLS) dan gliserin pada sediaan Facial wash &amp;nbsp;yang memiliki kestabilan fisik yang baik serta untuk mengetahui daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstraksi buah tomat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian daya hambat bakteri pada sediaan facial wash kombinasi perasan jeruk lemon dan ekstrak buah tomat menggunakan metode sumuran. Konsentrasi SLS dan gliserin yang digunakan adalah 20%, 25%, 30%,dan 35%. Pada konsentrasi 30% SLS dan gliserin dinyatakan memenuhi syarat sediaan Facial wash yang baik, setelah dilakukan parameter pengujian evaluasi sediaan facial wash. Rata-rata zona hambat pada formulasi dengan konsentrasi SLS dan Gliserin 30% 8,62 mm, kontrol positif 18,66mm terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasill uji antibakteri dianalisis menggunakan ONE WAY ANOVA, pada hasil analisis statistik pada sediaan Facial wash ekstrak kombinasi perasan jeruk lemon dan ekstrak buah tomat dengan konsentrasi SLS dan gliserin 30% menunjukkan zona hambat yang signifikan yaitu 0,000 (P=&amp;lt;0,05).
&amp;nbsp;
Kata Kunci : Perasan Jeruk Lemon dan Ekstrak Buah Tomat, Facial wash, Propionibacterium acnes.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
ABSTRACT
 
Acnes are also known as pimples. The main bacteria that causes acne is Propionibacterium acnes.&amp;nbsp; Facial wash is a mild and gentle facial cleansing soap that serves to keep the skin clean.&amp;nbsp; The purpose of this study was to determine the concentration of sodium lauryl sulfate (SLS) and glycerin in facial wash preparations that have good physical stability and to determine the inhibition of Propionibacterium acnes bacteria.&amp;nbsp; Tomato fruit extraction using maceration method with 96% ethanol solvent. Testing the inhibition of bacteria in facial wash preparations with a combination of lemon juice and tomato extract using the well method.&amp;nbsp; The concentrations of SLS and glycerin used were 20%, 25%, 30%, and 35%.&amp;nbsp; At a concentration of 30% SLS and glycerin were declared to meet the requirements for a good facial wash preparation, after evaluating the parameters of the facial wash preparation.&amp;nbsp; The average inhibition zone in the formulation with concentrations of SLS and 30% Glycerin was 8.62 mm, positive control was 18.66mm against Propionibacterium acnes bacteria. The results of the antibacterial test were analyzed using ONE WAY ANOVA, the results of statistical analysis on Facial wash preparations of a combination of lemon juice and tomato extract with a concentration of SLS and 30% glycerin showed a significant inhibition zone of 0.000 (P = &amp;lt;0.05).
&amp;nbsp;Keywords: Lemon Juice and Tomato Fruit Extract, Facial wash, Propionibacterium acnes.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/87</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.87</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 188-206</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/87/63</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/89</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Antioksidan  Dan Anti Hiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Maja ( Aegle marmelos  L.)</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Risky Juliansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Ridwan, Bai Athur</dc:creator>
	<dc:creator>Wardarini, Uyun</dc:creator>
	<dc:creator>Pawannei, Syamsiah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Maja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antihiperurisemia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aegle marmelos L</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan tanaman dalam mengatasi berbagai penyakit masih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia salah satunya yaitu tanaman maja (Aegle marmelos L.). Tanaman ini mengandung senyawa metabolit yang bersifat sebagai antioksidan dan &amp;nbsp;dapat mengurangi aktivitas enzim xantin oksidase sehingga menghambat terjadinya stress oksidatif&amp;nbsp; dan menurnkan produksi asam urat.&amp;nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan antihiperurisemia ekstrak etanol daun&amp;nbsp; Maja&amp;nbsp; (Aegles marmelos L.).&amp;nbsp; Sampel daun Maja (Aegle marmelos L.) dilakukan metode ekstraksi&amp;nbsp; maserasi kemudian ekstrak yang dihasilkan dilakukan&amp;nbsp; uji skrining fitokimia senyawa metabolitnya. Selanjutnya dilakukan uji antioksidan dengan menggunakan metode FRAP dan pengukuran aktivitas antihiperurisemia menggunakan &amp;nbsp;spektrofotometri Uv-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun maja mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan fenol. Nilai aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun maja (Aegle marmelos L.) adalah &amp;nbsp;9,518 mgQE/g ekstrak. Aktivitas antihiperurisemia memiliki perbedaan signifikan (?&amp;lt;0,05) antar kelompok perlakuan. Persentase penurunan kadar asam urat pada ekstrak etanol daun maja paling besar terjadi pada dosis 350 mg/KgBB sebesar 44,08% dibandingkan dengan dosis 150 mg/KgBB dan 250 mg/KgBB sebesar 22,56% dan&amp;nbsp; 31,18% sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun maja memiliki aktvitas antioksidan dan dapat menurunkan kadar asam urat pada mencit (Mus musculus).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/89</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.89</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 207-222</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/89/64</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/91</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanolik Daging Buah Semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. &amp; Nakai)  dengan Metode ABTS dan FRAP</dc:title>
	<dc:creator>Nasir, Nur Herlina</dc:creator>
	<dc:creator>Pusmarani, Jastria</dc:creator>
	<dc:creator>Filmaharani, Filmaharani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Semangka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Maserasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ABTS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">FRAP</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada daging buah semangka terdapat kandungan zat yang penting bagi kesehatan dan berpotensi sebagai sumber antioksidan alami, seperti sitrulin. Sitrulin merupakan salah satu zat antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanolik daging buah semangka berdasarkan kemampuannya untuk mereduksi ABTS?+ dan ion Fe3+ menjadi Fe2+ dalam metode ABTS dan FRAP. Ekstraksi senyawa kimia menggunakan metode maserasi dengan cairan penyari metanol. Uji antioksidan yang digunakan adalah uji ABTS dan FRAP menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Uji ABTS diukur pada panjang gelombang 734 nm dimana ekstrak daging buah semangka dibuat seri konsentrasinya dan direaksikan dengan larutan ABTS selama 2 jam dalam kondisi gelap,. Hasil penangkapan radikal ABTS dinyatakan sebagai ekuivalen dalam ?M Vitamin C/g massa segar, sedangkan uji FRAP absorbansinya diukur pada panjang gelombang 700 nm. Aktivitas mereduksi ekstrak/fraksi uji ditentukan sebagai ekivalen asam askorbat (mg AAE/g ekstrak). &amp;nbsp;Hasil penyarian daging buah semangka adalah 334,491 g dengan persen rendamen sebesar 16,380. Rata-rata persen penangkapan radikal (IC50) pada metode ABTS adalah&amp;nbsp; 24,996±0,059 µg/mL dengan kategori kuat, sedangkan daya reduksi antioksidan melalui metode FRAP yaitu 13,677±0,246 mg/g ekstrak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/91</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.91</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 223-235</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/91/65</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/109</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Covid-19 di Rawat Inap Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Tahun 2020</dc:title>
	<dc:creator>Oktarina, Fevi</dc:creator>
	<dc:creator>Ulfa, Ade Maria</dc:creator>
	<dc:creator>Perangin angin, Martianus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rasionalitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">obat COVID-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pasien COVID-19</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau SARS-CoV-2), berdasarkan data yang didapatkan hasil kasus covid 19 jumlah pasien yang terjangkit penularan virus corona masih terus bertambah, dan berbagai jenis obat yang digunakan, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran terapi dan evaluasi penggunaan obat COVID-19, dirawat inap Rumah Sakit Imanuel periode oktober-desember2020.Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental, penelitian dilakukan secara observasional deskriptif, pengambilan data secara retrospektif dengan melihat data rekam medis. Usia pasien covid 19 yang paling banyak adalah rentang usia 36-45 tahun sebesar&amp;nbsp; (40,90%), sedangkan&amp;nbsp; untuk jenis kelamin laki-laki&amp;nbsp;sebesar (52,27%) dan untuk perempuan sebesar (47,72). Obat COVID-19 yang digunakan pada pasien COVID-19 adalah golongan antibiotik, antivirus, antikoagulan, antikolesterol, vitamin, dan kortikosteroid. Untuk terapi menggunakan acetylsistein 200 mg sebesar (88,63%) dan untuk terapi azitromycin 500mg sebesar (77,27%), terapi obat yang banyak digunakan adalah kombinasi obat antibiotik azitromycin 500 mg dan antioksidan 200 mg sebanyak (4,54%),Rasionalitas penggunaan obat covid 19 berdasarkan Pedoman tata laksana COVID-19edisi 3 adalah 100% tepat diagnosis ; 100% tepat indikasi; 100% tepat obat; 100% tepat dosis; 100% tepat cara pemberian; 100% tepat interval waktu pemberia dan 100% tepat pasien, dengan nilai persentase kerasionalan penggunaan obat COVID-19 pada pasien COVID-19 adalah 100%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/109</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 237-250</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/109/66</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/110</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi  Monitoring  Kejadian  Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Covid-19 (Coronavac) pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung</dc:title>
	<dc:creator>Safira, Monica</dc:creator>
	<dc:creator>Peranginangin, Martianus</dc:creator>
	<dc:creator>Saputri, Gusti Ayu Rai</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vaksin Coronavac</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh jenis virus corona. Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Coronavac adalah vaksin yang dapat mencegah penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin Coronavac yang digunakan pada tenaga kesehatan RS Imanuel Bandar Lampung. Metode penelitian ini merupakan penelitian Observasional. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuisioner. Hasil penelitian didapat KIPI pada tenaga kesehatan pada tahap I didapatkan gejala ringan = 17,74 %, gejala sedang = 39,51%, gejala berat = 0,80%. Pada tahap II didapatkan gejala ringan = 16,12 %, gejala sedang&amp;nbsp; = 43,54% , dan gejala berat = 2,41%. Berdasarkan analisis data menggunakan uji Chi Square dengan p value &amp;lt; 0,01. Didapatkan p value KIPI pemberian vaksin tahap I sebesar (p = 0,43) dan pada pemberian vaksin tahap II sebesar (p = 0,43). KIPI pada responden dibagi menjadi 2 kelompok yaitu lokal dan sistemik. Berdasarkan analisis statistik didapatkan p value KIPI pada pemberian vaksin tahap I sebesar (p = 0,76) dan tahap II sebesar (p = 0,44). Dapat disimpulkan bahwa analisis data pada efek samping KIPI pada vaksin tahap I dan vaksin tahap II pada responden tidak signifikan secara statistik karena p value &amp;gt; 0,01</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/110</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.110</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 251-262</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/110/67</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/111</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kandungan Beta Karoten Dan Aktivitas Antioksidan Terhadap Ekstrak Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata)</dc:title>
	<dc:creator>Lismawati, Lismawati</dc:creator>
	<dc:creator>Tutik, Tutik</dc:creator>
	<dc:creator>Nofita, Nofita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Labu kuning (Cucurbita moschata)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">beta karoten</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">spektrofotometer UV-Vis.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Labu kuning (Cucurbita moschata)&amp;nbsp; jenis tanaman hortikultura yang cukup banyak ditanam di Indonesia, buah ini kaya akan beta-karoten yang terbukti memiliki aktivitas melawan bahaya radikal bebas. Beta karoten salah satu jenis karotenoid yang berfungsi sebagai provitamin-A, beta karoten juga berperan sebagai antioksidan yang efektif pada konsentrasi rendah oksigen. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kadar beta karoten dan aktivitas antioksidan pada labu kuning (Cucurbita moschata). Labu kuning diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksan. Hasil ekstraksi dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) sedangkan uji kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Kadar beta karoten pada sampel labu kuning adalah sebesar 14,59%. Untuk hasil antioksidan pada ekstrak labu kuning&amp;nbsp; didapatkan IC50 &amp;nbsp;sebesar 30,75 dan asam askorbat sebesar 18,43 sehingga dapat digolongkan sebagai antioksidan dengan kategori sangat kuat.
Kata Kunci : Labu kuning (Cucurbita moschata), beta karoten, antioksidan, spektrofotometer UV-Vis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/111</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.111</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 263-273</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/111/68</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/113</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efek Ekstrak Etanol Umbi Talas (Colocasia  esculenta (L) Schott) Terhadap Penurunan  Kadar Glukosa, Ureum Dan Kreatinin Tikus  Putih Jantan (Rattus Novergicus) Yang  Di Induksi Streptozotocin</dc:title>
	<dc:creator>Tandi, Joni</dc:creator>
	<dc:creator>Sudar, Cinda Pradita</dc:creator>
	<dc:creator>Mutahharah, Azwaajum</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyani, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">umbi talas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kadar glukosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ureum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kreatinin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">streptozotocin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol umbi talas terhadap penurunan kadar glukosa, ureum dan kreatini tikus putih jantan yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan menggunakan 30 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok, 3 kelompok sebagai kelompok kontrol dan 3 kelompok sebagai kelompok perlakuan yang diberikan dosis masing- masing 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB. Mekanisme diabetonik pada tikus dilakukan dengan penyuntikan streptozotocin dosis 40 mg/kgBB secara intraperitoneal (ip). Data yang diperoleh dari hasil pengukuran kadar glukosa darah serta ureum dan kreatinin dianalisis secara parametric menggunakan analisis satu arah pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi talas dosis efektif 200 mg/kg BB memiliki efek dalam menurunkan kadar glukosa darah dengan nilai rerata 88,0 mg/dL , ureum dengan dosis efektif 300 mg/kgBB dengan nilai rerata 19,54 mg/dL dan kreatinin dengan dosis efektif adalah 100 mg/kgBB dengan rerata 0,61 mg/dL.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/113</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.113</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 274-284</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/113/69</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/123</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Penggunaan Antibiotik di Instalasi Rawat Inap Bedah RSUD M. Natsir Kota Solok Tahun 2020</dc:title>
	<dc:creator>Azyenela, Lola</dc:creator>
	<dc:creator>Tobat, Sanubari Rela</dc:creator>
	<dc:creator>Selvia, Loli</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ATC/DDD</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DU 90%</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Evaluasi penggunaan antibiotik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk terapi infeksi bakteri. WHO telah merekomendasikan Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) dan Defined Daily Dose (DDD) sebagai standar global untuk studi penggunaan obat, salah satunya adalah antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penggunaan antibiotik secara kuantitatif dengan menggunakan metode ATC/DDD, serta menentukan antibiotik yang termasuk ke dalam segmen Drug Utilization (DU) 90% di RSUD M. Natsir Kota Solok pada tahun 2020. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan secara retrospektif, dengan menggunakan data rekam medis pasien di instalasi rawat inap bedah di RSUD M.Natsir Kota Solok tahun 2020, sampel diambil dengan teknik random sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 213 sampel, dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitas penggunaan antibiotik dari 213 catatan rekam medis pasien didapatkan total penggunaan antibiotik 136,203 gram DDD/100 hari rawat. Penggunaan antibiotik yang banyak yaitu sefiksime 67,791 g dan yang sedikit yaitu meropenem 0,107 g. Antibiotik yang masuk dalam segmen 90% yaitu sefiksim (49,772%), seftriakson (18,393%), sefotaksim (14,786%) dan metronidazole (8,764%), sedangkan yang masuk ke segmen 10 % yaitu siprofloksasin (5,074%), azitromycin (1,320%), metronidazole (1,173%), levofloxacin (0,399%), sefadroksil (0,237%), dan meropenem (0,078%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/123</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.123</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/123/71</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/128</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Gel Hand Sanitizer Dari Ekstrak Metanol Kulit Semangka (Citrullus lanatus)</dc:title>
	<dc:creator>Hikmat, Deo Julian</dc:creator>
	<dc:creator>Filmaharani, Filmaharani</dc:creator>
	<dc:creator>Yaya, Yaya</dc:creator>
	<dc:creator>Halid, Nur Hatidjah Awaliyah</dc:creator>
	<dc:creator>Pusmarani, Jastria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hand Sanitizer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit Semangka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Citrullus lanatus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hand sanitizer merupakan sediaan yang digunakan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tangan, serta penggunaannya lebih praktis. Sebagian besar hand sanitizer tersedia dalam bentuk cair atau gel. Umumnya gel hand sanitizer berbahan dasar alkohol. Namun penggunaan secara terus-menerus alkohol dapat mengiritasi kulit. Oleh karena itu perlu adanya alternatif bahan alam yang dapat digunakan untuk mengurangi terjadinya iritasi kulit. Salah satu bahan alam yang terbukti sebagai antibakteri adalah kulit semangka (Citrullus lanatus). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat potensi gel hand sanitizer ekstrak metanol kulit semangka terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan riset empirik dengan platform luring dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat di masa pandemi  Covid-19.  Ekstrak   metanol   kulit   semangka dilakukan pengujian antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus dengan tiga konsentrasi yaitu 15%, 17,5% dan 20%. Formulasi dibuat dengan variasi konsentrasi karbopol yaitu konsentrasi 1%, 1,5% dan konsentrasi 2%, kemudian dilakukan evaluasi sifat fisik dari sediaan gel. Ekstrak metanol kulit semangka 15% memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri E.coli dengan rata-rata zona hambat 5,03±1,98 mm (kategori daya hambat cukup) dan pada bakteri S. aureus 2,53±2,40 mm (kategori daya hambat lemah). Formula 1 (karbopol 1%) dan formula 2 (karbopol 1,5%) memenuhi syarat evaluasi sifat fisik sediaan gel yaitu pada uji organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, dan daya sebar. Sedangkan untuk formula 3 (karbopol 2%) tidak memenuhi pada uji fisik yaitu uji daya sebar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/128</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.128</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 11-23</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/128/79</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/141</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Antibakteri Daun Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Terhadap Pertumbuhan  Staphylococcus aureus  dan Escherichia coli</dc:title>
	<dc:creator>Nurlila, Ratna Umi</dc:creator>
	<dc:creator>Sudiana, Sudiana</dc:creator>
	<dc:creator>La Fua, Jumarddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun sagu, Bakteri, Staphylococcus aureus dan Escherichia Coli.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik mendorong para peneliti untuk mencari alternatif pengobatan yang lebih efektif dan aman, yaitu dengan memanfaatkan bahan alam salah satunya adalah daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.). bakteri uji yang digunakan adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui skrining fitokmimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.&amp;nbsp;Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (DMSO), kontrol positif (Kloramfenikol) dan 4 kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak etanol 96% daun sagu secara berturut-turut yaitu 5, 10, 15 dan 30%. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dan menggunakan Uji parametrik yaitu uji one way anova.&amp;nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.) dengan konsentrasi 5, 10, 15 dan 30% pada bakteri Staphylococcus aureus memiliki rata-rata diameter zona hambat berturut-turut yaitu 14,22 mm, 15,11 mm, 16,11 mm dan 17,55 mm. sedangkan pada bakteri Escherichia coli memiliki rata-rata diameter zona hambat berturut-turut yaitu 13,33 mm, 13,89 mm, 15,00 mm, dan 18,55 mm.&amp;nbsp;Kesimpulannya adalah ekstrak etanol daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 30% kategori kuat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/141</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.141</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 285-322</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/141/70</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/152</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Karakterisasi Ekstrak Etanol Wualae (Etlingera elatior) dalam Sistem Penghantaran Vesikuler Fitofosfolipid</dc:title>
	<dc:creator>Indalifiany, Astrid</dc:creator>
	<dc:creator>Sahidin, Sahidin</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Bafadal, Mentarry </dc:creator>
	<dc:creator>Yodha, Agung Wibawa Mahatva </dc:creator>
	<dc:creator>Andryani, Rina </dc:creator>
	<dc:creator> Fitrawan, La Ode Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Munasari, Dian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etlingera elatior</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kompleks Fitofosfolipid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fitosom</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penghantaran Nanopartikel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Etlingera elatior (Wualae) termasuk dalam tumbuhan famili zingiberaceae yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Namun, bioavailabilitas dan permeabilitas zat aktif yang rendah sehingga diperlukan suatu sistem penghantaran dalam komplek lipid-bahan alam. Sistem yang dikenal dengan fitofosfolipid ini merupakan penghantaran fitokonstituen dalam matriks fosfolipid yang dapat meningkatkan permeabilitas dan bioavailabilitas zat aktif melalui karakteristik ampifilik dan aksi emulsifikasi oleh fosfolipid. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan karakterisasi sistem vesikel sehingga diperoleh sistem yang optimum antara ekstrak etanol buah wualae dan fosfatidilkolin yang memiliki karakteristik vesikel terbaik. Preparasi dilakukan    menggunakan    teknik    hidrasi    lapis   tipis dengan adanya variasi komposisi ekstrak dan fosfatidilkolin, yakni 0,5:0,5 (Formula 1); 0,5:1 (Formula 2); 1:0,5 (Formula 3); 1:1 (Formula 4); 1:2 (Formula 5); dan 2:1 (Formula 6). Hasil yang diperoleh adalah komposisi formula optimum antara ekstrak dan fosfatidilkolin yaitu pada F4 dengan komposisi 1:1 dengan karakterisasi meliputi pengamatan morfologi berbentuk bulat (sferis) menggunakan mikroskop optic, efisiensi penjerapan vesikel diperoleh 99,20%, ukuran partikel 898,2 nm dan indeks polidispersitas 0,573 dengan kategori vesikel jenis LUV (Large Unilamellar Vesicle) menggunakan Particel Size Analyzer.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/152</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.152</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 24-33</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/152/81</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/160</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rasionalitas Penggunaan Azitromisin pada Pasien ISPA di Rumah Sakit Moh. Hoesin (RSMH) Palembang </dc:title>
	<dc:creator>Parisa, Nita</dc:creator>
	<dc:creator>Parulian, Theodorus</dc:creator>
	<dc:creator>Adelia, R.A. Alda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rasionalitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Azitromisin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ISPA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ISPA menjadi salah satu penyebab utama dalam timbulnya mortalitas dan morbiditas dari balita serta anak-anak diseluruh dunia. ISPA disebabkan oleh berbagai macam agen infeksius, salah satu contohnya yaitu bakteri yang harus diatasi dengan peresepan antibiotik. Adanya peresepan antibiotik yang masih belum rasional seperti pada pemberian antibiotik atas indikasi yang kurang jelas dan penggunaan antibiotik yang menimbulkan respon alergi menunjukkan bahwa diperlukan pemberian antibiotik alternatif sebagai pilihan terapi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat azitromisin yang paling banyak digunakan sebagai pilihan terapi pada pasien ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan sampel berupa pasien ISPA di Rumah Sakit Umum Moh. Hoesin (RSMH) Palembang periode  1  Juli  2018  – 30   Juni  2021.  Sampel  diambil dengan teknik total sampling berupa pasien ISPA rawat jalan yang menggunakan obat azitromisin yaitu sebanyak 30 pasien yang memenuhi krteria inklusi dan eksklusi. Keseluruhan data yang diperoleh akan diolah menggunakan SPSS versi 26 dan akan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien ISPA terbanyak ada pada kelompok usia 46-55 tahun (40%), jenis kelamin laki-laki (66,7%), dan jumlah obat per-resep sebanyak dua obat (46,7%). Penggunaan azitromisin berdasarkan kriteria tepat indikasi (100%), tepat dosis (96,7%), tepat frekuensi pemberian (100%), tepat lama pemberian (100%), tepat cara pemberian (100%), dan tepat interaksi obat (86,4%), sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan azitromisin pada pasien ISPA rawat jalan di RSMH sebagian besar sudah rasional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/160</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.160</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 34-48</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/160/74</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/165</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Mutu Pelayanan Kefarmasian dengan Kepatuhan Berobat Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Kabupaten Konawe</dc:title>
	<dc:creator>Tasnim, Tasnim</dc:creator>
	<dc:creator>Sarlinda, Sarlinda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes melitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mutu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelayanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kepatuhan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kepatuhan berobat sangat berkontribusi dalam pengendalian kadar glukosa darah bagi pasien Diabetes Melitus. Namun demikian, masih banyak pasien yang tidak rutin berobat ke Rumah Sakit Kabupaten Konawe.   Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan mutu pelayanan kefarmasian dengan kepatuhan berobat pasien diabetes melitus di Intalasi rawat inap RS Kabupaten Konawe. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain  cross sectiona lstudy. Dimana, jumlah sample sebanyak 30 orang pasien Diabetes Melitus. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, Chi squere dan Koefisien Phi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum mutu pelayanan kefarmasian berhubungan kuat dengan kepatuhan berobat pasien DM di RS Kabupaten Konawe. Namun hanya dimensi bukti fisik (tangible) saja yang berhubungan kuat dengan kepatuhan berobat pasien Diabetes Melitus (X2=7.656; phi=0.577). Sedangkan dimensi kehandalan, jaminan, ketanggapan dan peduli tidak berhubungan  dengan kepatuhan berobat pasien Diabetes Melitus di Instalasi rawat inap RS Kabupaten Konawe. Penelitian ini sudah membuktikan bahwa bukti fisik dalam pelayanan kefarmasian cukup berkontribusi dalam kepatuhan berobat bagi pasien diabetes melitus di rawat inap Rumah Sakit Konawe. Oleh karena itu penting bagi  unit kefarmasian di RS Kabupaten Konawe untuk menjamin sarana dan prasarana di unit pelayanan kefarmasian, ketersediaan obat, kebersihan lingkungan di area unit tersebut. Unit palayanan kefarmasian juga pelu memastikan bahwa kenyamanan pasien saat menunggu pelayanan obat terjamin. Hal ini akan memberikan kepuasan bagi pasien yang berobat, khususnya pasien DM. Dengan demikian, pasien akan senang berkunjung di Rumah Sakit Konawe.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/165</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.165</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 49-57</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/165/75</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/167</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Fraksi Etil Asetat dan Fraksi N-Heksan Daun Pegagan (Centella Asiatica L.)</dc:title>
	<dc:creator>Yunita, Ella </dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Dyah Ratna Ayu Puspita </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BSLT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">C. asiatica</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DPPH</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fraksi etil asetat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fraksi n-heksan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Antioksidan berperan penting untuk melindungi sel terhadap pengaruh radikal bebas. Tumbuhan yang berperan sebagai antioksidan alami adalah pegagan (Centella asiatica) dan banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan (IC50) dari fraksi etil asetat dan n-heksan daun pegagan dan toksisitasnya (LC50) terhadap Artemia salina Leach. Pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan uji toksisitas dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 fraksi etil asetat sebesar 325 mg/L (kategori lemah) dan fraksi n-heksan 731 mg/L (kategori tidak aktif) sedangkan nilai LC50 pada fraksi etil asetat yaitu 1202 mg/L (kategori tidak toksik) dan fraksi n-heksan yaitu 2818 mg/L (kategori tidak toksik).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/167</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.167</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 58-66</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/167/76</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/169</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Multi Linear Regression (MLR) pada Fingerprint Kromatografi Andrografolid untuk Memprediksi Efek Anti Kanker </dc:title>
	<dc:creator>Marangyana, I Gede Bagus Indra </dc:creator>
	<dc:creator>Ugrasena, Putu Yudha </dc:creator>
	<dc:creator>Monika, Ni Luh Gde Mona </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Andrographis Paniculata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fingerprint</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Multi Linear Regression</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees (AP) dikenal karena rasanya yang pahit dan sudah umum digunakan sebagai obat tradisional. Studi fitokimia AP menunjukkan bahwa andrografolid adalah senyawa bioaktif utama. Berdasarkan penelitian, andrografolid memiliki efek sebagai antikanker dengan berbagai mekanisme. WHO telah memperkenalkan teknik kromatografi sidik jari (Fingerprint) yang dapat digunakan untuk penilaian keamanan dan kualitas obat herbal. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi efek antikanker AP menggunakan analisis Brine Shrimp Lethality Test dan MLR dengan beberapa prediktor seperti AUC dari kromatogram sidik jari, ketinggian geografis, dan IC50. Desain penelitian ini adalah eksperimental laboratorik menggunakan AP dari daerah berbeda yaitu Tawangmangu (Twg), Bandung (Bdg), Denpasar (Dps). Hasil BSLT menunjukkan bahwa AP dari Twg memiliki nilai toksisitas lebih tinggi dari Bdg dan Dps dengan LC50 5,08 mg/L. AUC kromatogram AP dan ketinggian geografis menunjukkan korelasi yang kuat terhadap potensi efek sitotoksik antikanker berdasarkan LC50 dengan nilai R2 0,984 dan dengan nilai p &amp;lt;0,05. Hal ini menunjukkan bahwa metode analisis MLR dapat digunakan untuk memprediksi respon farmakologi AP sitotoksik (LC50) terhadap beberapa prediktor seperti AUC, LC50, dan ketinggian geografis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/169</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.169</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 67-80</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/169/77</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/170</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Risiko Resistensi Insulin Akibat Simvastatin, Rosuvastatin dan Fenofibrat pada Tikus Betina (Rattus novergicus L.) Dislipidemia yang Diinduksi Kontrasepsi Oral dan Diet Tinggi Lemak</dc:title>
	<dc:creator>Hadijah, Sitti </dc:creator>
	<dc:creator>Djabir, Yulia Yusrini</dc:creator>
	<dc:creator>Nainu, Firzan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antihiperlipidemia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Glukosa Darah Puasa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">HOMA-IR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Insulin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kontrasepsi Hormonal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian obat simvastatin, rosuvastatin dan fenofibrat terhadap kadar glukosa, insulin darah puasa dan nilai HOMA-IR terhadap tikus betina dislipidemia yang diinduksi kontrasepsi oral dan pakan lemak. Penelitian menggunakan 30 ekor tikus betina yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Kelompok satu diberi pil kontrasepsi (PK) (1,5µg levonorgestrel, 0,3µg estradiol), kelompok dua diberi diet lemak (DL) (kuning telur 2ml/200gBB), kelompok tiga diberi PK+DL, kelompok empat diberi PK+DL dan terapi simvastatin (0,21 mg/kgBB), kelompok lima diberi PK+DL dan terapi rosuvastatin (0,5 mg/kgBB), serta kelompok enam diberi PK+DL dan terapi fenofibrat (8,2 mg/kgBB). Perlakuan PK dan DL berlangsung selama 60 hari, dimana terapi diberikan mulai hari ke-30 hingga ke-60. Hasil yang diperoleh menunjukkan pemberian masing-masing PK dan DL dapat meningkatkan GDP setelah 30 hari, walaupun tidak mencapai nilai signifikan. Terapi simvastatin dan rosuvastatin dan fenofibrat selama 30 hari terakhir (hari ke-30-60) dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa (GDP) sebesar 28,17%, 45,08% dan 46,12%, namun hanya simvastatin dan rosuvastatin yang mencapai nilai signifikan. (p&amp;lt;0,05) Penurunan kadar insulin darah puasa paling besar pada pemberian rosuvastatin (20,64%) namun secara statistik tidak mencapai nilai signifikan. Peningkatan resistensi insulin (HOMA-IR) terlihat setelah 30 hari menggunakan pil kontrasepsi dan diet tinggi lemak. Tetapi kemudian menurun dengan pemberian simvastatin, rosuvastatin dan fenofibrat, namun hanya fenofibrat yang mencapai nilai signifikan (p&amp;lt;0,05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan simvastatin, rosuvastatin dan fenofibrat dapat menurunkan kada gula darah puasa, namun berdasarkan nilai HOMA-IR, hanya fenofibrat yang dapat menurunkan resiko resistensi insulin pada tikus betina dislipidemia yang diinduksi pil kontrasepsi dan diet tinggi lemak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/170</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 81-95</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/170/78</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/171</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Etanol Buah Etlingera rubroloba A.D. Poulsen Terhadap Fagositosis Sel Makrofag Pada Tikus Jantan Galur Wistar</dc:title>
	<dc:creator>Malik, Fadhliyah</dc:creator>
	<dc:creator>Bafadal, Mentarry </dc:creator>
	<dc:creator>Munasari, Dian </dc:creator>
	<dc:creator>Andriani, Rina </dc:creator>
	<dc:creator>Yusuf, Muh. Ilyas</dc:creator>
	<dc:creator>Sahidin, Sahidin</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Fristiohady, Adryan </dc:creator>
	<dc:creator>Nurfinti, Wa Ode </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Imunomodulator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etlingera rubroloba A.D. Poulsen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Makrofag</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fagositosis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fungsi sistem imun adalah untuk melindungi tubuh dari benda-benda asing, dimana sistem imun dapat ditingkatkan dengan pemberian imunomodulator. Pendekatan kemotaksonomi Genus Etlingera memungkinkan Etlingera rubroloba A.D. Poulsen memiliki kandungan metabolit sekunder sebagai agen imunomodulator. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui aktivitas imunomodulator ekstrak etanol buah Etlingera rubroloba A.D. Poulsen terhadap fagositosis sel makrofag pada tikus jantan galur wistar. Hewan uji tikus sebanyak dua puluh empat ekor dibagi dalam enam kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (ekstrak meniran komersial), kontrol normal (tanpa perlakuan), perlakuan dosis 1 (200 mg/kgBB), perlakuan dosis 2 (300 mg/kgBB)  dan  perlakuan dosis 3  (400 mg/kgBB). Perlakuan diberikan selama tujuh hari berturut-turut secara per oral  dan diberikan injeksi bakteri Staphylococcus aureus 0,5 mL secara intraperitonial pada hari kedelapan masing-masing kelompok. Apusan cairan peritoneum digunakan untuk menentukan aktivitas sel makrofag. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas fagositosis sel makrofag pada kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1, perlakuan 2, perlakuan 3 berturut-turut 36,75 %, 74,25%, 71.75%, 80,50%, 70,75%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak etanol buah Etlingera rubroloba A.D. Poulsen memiliki aktivitas imunomodulator terhadap fagositosis sel makrofag.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/171</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.171</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 96-112</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/171/83</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/184</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:RWA</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Pengembangan Sediaan Nanoemulsi Gel untuk Penghantaran Perkutan Agen Analgesik dan Antiinflamasi </dc:title>
	<dc:creator>Priani, Sani Ega</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nanoemulsi gel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">analgesik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antiinflamasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penetrasi perkutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sistematik review</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Obat-obat golongan antiinflamasi non steroid (AINS) banyak dikembangkan dalam bentuk sediaan topikal dengan tujuan untuk menurunkan efek samping sistemik dan memungkinkan aplikasi sediaan langsung pada jaringan target yang mengalami nyeri/inflamasi. Untuk membantu meningkatkan penetrasi perkutannya maka obat golongan AINS banyak dikembangkan menjadi sediaan nanoemulsi gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan sediaan nanoemulsi gel untuk penghantaran senyawa yang memiliki aktivitas analgesik dan antiinflamasi dalam hal formulasi dan karakterisasi sediaan, juga kajian pengaruhnya terhadap penetrasi perkutan dan efek analgesik/antiinflamasi yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dalam bentuk systematic literature review, dengan mengkaji jurnal yang diperoleh dari database bereputasi dan kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Dari   hasil  kajian   diketahui   bahwa senyawa agen analgesik/antiinflmasi dikembangkan menjadi sediaan nanoemulsi gel tipe minyak dalam air menggunakan minyak, surfaktan, kosurfaktan, dan gelling agent. 
Surfaktan yang paling banyak digunakan adalah kelompok Tween dan Cremophor yang merupakan surfaktan non-ionik hidrofilik (HLB&amp;gt;12). Kosurfaktan yang paling banyak digunakan adalah transcutol, PEG 400, etanol, dan propilenglikol. Gelling agent yang paling banyak digunakan adalah  Carbopol pada konsentrasi 0,5-1,5%.  Pengembangan sediaan nanoemulsi gel secara signifikan mampu meningkatkan penetrasi perkutan zat aktif yang ditandai dengan peningkatan nilai flux atau jumlah zat terpentrasi dibandingkan dengan sediaan gel konvensional. Pengembangan sediaan nanoemulsi gel juga terbukti mampu meningkatkan efek antiinflamasi terutama dilihat dari peningkatan nilai % inhibisi edema dibandingkan dengan sediaan gel/marketed/puredrug. Dapat disimpulkan bahwa formulasi nanoemulsi gel sesuai untuk diaplikasikan sebagai sistem penghantaran topikal senyawa dengan aktivitas analgesik/antiinflamasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/184</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.184</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 113-127</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/184/84</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/191</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Interaksi Obat Antibiotik dengan Length of Stay Pasien Pneumonia di Rumah Sakit “X” Ponorogo</dc:title>
	<dc:creator>Priambudi, Bima Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Harsono, Samuel Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Hanifah, Inaratul Rizkhy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibiotik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Interaksi Obat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Length of Stay</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pneumonia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pneumonia adalah penyakit infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah yang merupakan penyebab kematian terbanyak di negara-negara berkembang. Prevalensi penyakit pneumonia di Indonesia tahun 2018 sebanyak 1.017.290 jiwa. Pengobatan pneumonia terdiri dari kombinasi antibiotik dan atau terapi suportif yang apabila digunakan secara bersamaan akan berpotensi terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi obat antibiotik dalam pengobatan pasien pneumonia dan menganalisis hubungannya dengan Length of Stay (LOS). Penelitian menggunakan metode cross-sectional dengan rancangan deskriptif dan data diambil secara retrospektif. Analisis data secara deskriptif menggunakan aplikasi Lexicomp Reference, Medscape Reference dan buku Stokley’s Drug Interaction serta analisis dengan metode Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara  kejadian interaksi obat  dengan   LOS.
Dari total 73 sampel pada periode Januari- Desember tahun 2021  menunjukkan karakteristik pasien didominasi oleh laki- laki sebesar 43 pasien (58,9%), usia diatas 46 tahun sebanyak 56,2%. Penggunaan antibiotik tunggal terbanyak adalah levofloxacin sebesar 50,8% dan antibiotik kombinasi azithromycin+ levofloxacin sebesar 43,5%. Interaksi obat ditemukan pada 54 pasien dengan mekanisme interaksi farmakodinamik, farmakokinetik dan mekanisme tidak diketahui masing-masing sebesar 72,5%, 18,1%, dan 9,3%. Interaksi berdasarkan tingkat keparahan minor, moderate dan major masing-masing sebesar 5,2%, 74,3%, dan 20,5%. Potensi interaksi obat antibiotik tidak memiliki hubungan dengan lama rawat inap pasien (nilai signifikansi &amp;gt;0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/191</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.191</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 128-140</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/191/103</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/201</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Emulgel Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Poiret) Dengan Variasi Gelling Agent</dc:title>
	<dc:creator>Bakri, Alfiyani</dc:creator>
	<dc:creator>Sinala, Santi</dc:creator>
	<dc:creator>St. Ratnah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emulgel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Carrageenan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Carbopol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ubi Jalar Ungu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gelling Agent </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ubi jalar ungu mengandung senyawa antosianin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Ubi jalar ungu diformulasikan menjadi sediaan topical emulgel. Sediaan emulgel memiliki keuntungan dibandingkan sediaan gel atau sediaan emulsi saja karena emulgel merupakan gabungan dari emulsi dan gel yang terdiri atas dua fase yaitu fase minyak dan fase air sehingga dapat melarutkan bahan-bahan yang bersifat hidrofobik. Selain itu adanya fase minyak dapat membuat bahan obat akan menempel lebih lama pada kulit dengan daya sebar yang baik dan mudah dalam pengaplikasiannya di kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak ubi jalar ungu. Dibuat 3 formulasi emulgel ekstrak ubi jalar ungu. Formula 1 mengandung Carbopol 1%, formula 2 mengandung Carrageenan 1% dan formula 3 mengandung Carbopol 1% dan Carrageenan 1%. Uji fisik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji   daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji tipe emulsi dan uji hedonik. Hasil dari pengujian stabilitas mutu fisik didapatkan formula 1 memenuhi semua syarat dalam pengujian dan merupakan formula paling baik diantara formula 2 dan formula 3. Pada formula 2, tidak memenuhi persyaratan untuk uji homogenitas dan uji viskositas. Dan formula 3, tidak memenuhi persyaratan untuk uji homogenitas. Namun, pada pengujian hedonik didapatkan nilai tertinggi dan yang paling banyak disukai oleh panelis adalah formula 3. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Carbopol sebagai gelling agent dapat memberikan stabilitas fisik yang baik pada sediaan emulgel ekstrak ubi jalar ungu dibandingkan dengan penggunaan Karagenan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/201</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/201/107</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/202</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Sediaan Balsem Stik Dari Lada Putih (Piper album) </dc:title>
	<dc:creator>Jumriani, Jumriani</dc:creator>
	<dc:creator>Sinala, Santi</dc:creator>
	<dc:creator>Ibrahim, Ismail</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Balsem stik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sokletasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lada putih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Artritis gout</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kestabilan fisik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lada putih atau merica (Piper album) dapat digunakan sebagai analgetik dan anti inflamasi pada asam urat. Asam urat (artritis gout) merupakan suatu penyakit dengan potensi ketidakmampuan akibat radang sendi dimana terjadi penumpukan kristal pada daerah sendi sehingga menyebabkan adanya nyeri, kerusakan sendi, dan kehilangan fungsi pada sendi. Untuk itu dicari penemuan baru ekstrak yang dapat mengurangi nyeri dan inflamasi serta stabil apabila dibuat sediaan topikal atau balsem. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kestabilan fisik dari sediaan balsem stik lada putih (Piper album). Sediaan  balsem  stik  dari  ekstrak biji   lada   putih     (Piper album)      ini     dilakukan beberapa  pengujian  mutu  fisik yakni uji organoleptis, uji homogenitas, pengukuran pH, uji daya oles, uji daya sebar, uji iritasi dan uji hedonik. Formulasi sediaan balsem stik dari ekstrak biji lada putih (Piper album) dibuat dengan variasi tiga formula. Hasil dari pengujian mutu fisik sediaan balsem stik diperoleh semua sediaan memenuhi syarat. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sediaan balsem ekstrak Lada putih (Piper album) dengan tiga variasi formula memiliki kestabilan mutu fisik sediaan yang baik dan memenuhi syarat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/202</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.202</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 141-150</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/202/86</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/203</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak Kulit Buah Langsat (Lansium domesticum L) dengan Variasi PVA (Polivinil Alkohol)</dc:title>
	<dc:creator>Samsul, Een</dc:creator>
	<dc:creator>Jumain, Jumain</dc:creator>
	<dc:creator>Sinala, Santi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masker gel peel-off</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mutu fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit buah langsat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PVA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masker merupakan salah satu jenis perawatan kosmetik yang banyak digunakan dan dikenal oleh masyarakat. Kosmetik didefinisikan sebagai bahan yang dioleskan. Masker gel peel off dideskripsikan sebagai sediaan kosmetik perawatan kulit berbentuk gel yang dapat dilepas atau terkelupas seperti selaput elastis setelah dioleskan pada kulit selama beberapa waktu hingga mengering. Karena dapat mempengaruhi sifat fisik masker yang dihasilkan, maka pembentukan lapisan film merupakan tambahan yang paling berpengaruh terhadap formula masker gel peel-off. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk membuat lapisan film adalah PVA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan ekstrak kulit buah langsat menjadi sediaan masker gel peel-off dan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi PVA yang stabil terhadap sediaan masker gel peel-off. Masker gel peel-off dibuat dengan konsentrasi polivinil alkohol (PVA) yang berbeda: 10%, 12,5%, 15%. Evaluasi mutu fisik dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan sediaan masker wajah gel peel-off terutama percepatan penyimpanan melalui metode (freeze thaw) sebanyak 6 siklus yang meliputi homogenitas, viskositas, pengamatan organoleptik, waktu kering, pengukuran pH, dan daya sebar. Ekstrak kulit buah langsat dapat dibuat menjadi sediaan masker gel peel-off, menurut hasil penelitian. Hasil mutu fisik sediaan menunjukkan bahwa formula dengan konsentrasi PVA 12,5% dan 15% memenuhi syarat mutu fisik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/203</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.203</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 151-164</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/203/87</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/211</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Krim Tabir Surya Ekstrak Daun Stroberi (Fragaria x ananassa A.N. Duch) Asal Malino, Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Daud, Nur Saadah</dc:creator>
	<dc:creator>Musdalipah, Musdalipah</dc:creator>
	<dc:creator>Karmilah, Karmilah</dc:creator>
	<dc:creator>Hikma, Eny Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Tee, Selfyana Austin </dc:creator>
	<dc:creator>Rusli, Nirwati </dc:creator>
	<dc:creator>Fauziah, Yulianti</dc:creator>
	<dc:creator> Sari , Evi Nur Indah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sinar UV</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tabir surya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sun Protecting Factor (SPF)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun stroberi (Fragaria x anannasa A.N. Duch) adalah salah satu bagian tanaman stroberi yang dapat dimanfaatkan sebagai produk tabir surya. Kandungan senyawa fenolik daun stroberi memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat krim tabir surya yang memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan dan penentuan Sun Protecting Factor (SPF) krim. Daun stroberi diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun stroberi dibuat dalam tiga formula pada konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Uji evaluasi fisik terhadap sediaan dilakukan dengan beberapa parameter pengujian yaitu uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji tipe krim dan uji daya sebar. Penentuan aktivitas tabir surya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada      panjang      gelombang      290 nm - 320 nm. Parameter yang digunakan berdasarkan transmisi eritema (Te), transmisi pigmentasi (Tp) dan Sun Protecting Factor (SPF) pada krim tabir surya. Hasil penelitian menujukkan krim tabir surya (F1, F2, F3) berbentuk krim, berwarna hijau kecoklatan, dan aroma khas ekstrak. Sediaan homogen, tipe krim berupa sediaan minyak dalam air, nilai pH 6,0. Nilai SPF pada konsentrasi ekstrak 5, 10 dan 15% secara berturut-turut 5,94, 10,58 dan 14,65. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, nilai SPF yang dihasilkan semakin besar. Formula 3 (15%) merupakan krim yang terbaik dengan nilai SPF tertinggi dengan kategori proteksi maksimal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/211</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.211</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 165-176</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/211/88</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/212</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk) Sebagai Antibakteri dan Antijamur Terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans</dc:title>
	<dc:creator>Mochtar, Chaerul Fadly </dc:creator>
	<dc:creator>Saleh, Lysa Oktaviani</dc:creator>
	<dc:creator>Hamzah , Hasyrul</dc:creator>
	<dc:creator>Ilyas, Nita Magfirah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bajakah Tampala</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jamur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Staphylococcus aureus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Candida albicans</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bajakah Tampala merupakan tanaman asli Kalimantan Timur yang mempunyai aktivitas antibakteri, tetapi hingga saat ini aktivitas antibakteri dan antijamurnya terhadap S. aureus dan C. albicans belum ada yang melaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bajakah tampala sebagai antibakteri terhadap S. aureus dan antijamur C. albicans. Efektivitas antibakteri bajakah tampala terhadap  S. aureus dan antijamur C. albicans dilakukan menggunakan metode microbroth dilution dengan     melihat      nilai     minimal   inhibitory concentration (MIC50). Ekstrak etanol kulit bajakah tampala mempunyai senyawa flavonoid, alkaloid dan terpenoid. Ekstrak etanol bajakah tampala mempunyai aktivitas terhadap antibakteri S. aureus serta antijamur C. albicans. Oleh karena itu, etanol kulit bajakah tampala dapat dikembangkan menjadi kandidat agen antibakteri dan atijamur terhadap S. aureus dan C. albicans.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/212</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.212</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 177-184</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/212/89</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/218</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Body Scrub Ekstrak Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L) dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin</dc:title>
	<dc:creator>Hikma, Nurul </dc:creator>
	<dc:creator>Rachmawati, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Ratnah, Sitti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Formulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Body scrub</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak kulit buah pepaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Body scrub merupakan sediaan farmasi berupa produk kecantikan yang dapat menghaluskan dan mengangkat sel kulit mati.Penggunaan kulit buah masih jarang karena kulit buahnya dianggap sebagai produk buangan.Kulit pepaya mengandung serat pangan, senyawa fenolik, abu, vitamin C, dan berbagai zat yang terdiri dari kalium, tembaga, dan belerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas mutu fisik sediaan dan mengetahui daya terima sediaan Body scrub dengan variasi konsentrasi trietanolamin melalui uji hedonik. Sediaan Body scrub dibuat 5 formulasi dengan memvariasikan konsentrasi Trietanolamin sebanyak 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% setelah itu dilakukan pengujian mutu fisik melalui beberapa pengujian seperti uji organoleptic, uji homogenitas,  uji pH,  uji viskositas, uji daya sebar yang dilanjutkan dengan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan sediaan Body scrub sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat telah homogen, memiliki pH 5,37- 6,61, viskositas 2380-5841 cps, daya sebar 5-6,6 cm serta pengujian statistik menunjukkan tidak adanya perubahan signifikan di setiap formula. Pada pengujian hedonik sebelum dilakukan penyimpana dipercepat formula 2 memiliki daya terima yang tinggi dan setelah dilakukan penyimpanan dipercepat formula 1 menjadi formula yang memiliki daya terima yang tinggi. Pada pengujian mutu fisik dan hedonic formula 1 dan 2 menjadi formula yang memenuhi kedua persyaratan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/218</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.218</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 185-195</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/218/90</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/224</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Variasi Konsentrasi Minyak Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Sifat Fisik Krim dan Penghambatan Bakteri Propionibacterium acnes</dc:title>
	<dc:creator>Larasati, Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anti bakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minyak atsiri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kayu manis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kayu manis (Cinnamomum burmanii) termasuk bahan alam yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Minyak dari kayu manis secara ilmiah terbukti memiliki aktivitas untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh variasi konsentrasi minyak kayu manis terhadap sifat fisik krim dan penghambatan bakteri Propionibacterium acnes. Minyak kayu manis diformulasikan menjadi sediaan krim, selanjutnya krim diujikan sifat fisik dan aktivitas antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode   difusi,  dengan tiga  variasi  konsentrasi minyak kayu manis (2%, 4% dan 6%). Hasil pengujian, krim minyak kayu manis memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Krim minyak kayu manis yang paling bagus dalam menghambat bakteri pertumbuhan bakteri yaitu dengan konsentrasi 6%. Dengan peningkatan konsentrasi minyak kayu manis menunjukkan kemampuan aktivitas aktibakteri yang semakin baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/224</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.224</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 196-204</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/224/91</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/226</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pemberian Sirup Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Sebagai Imunostimulan Terhadap Covid-19</dc:title>
	<dc:creator>Hafid, Muliana</dc:creator>
	<dc:creator>Syachriyani, Syachriyani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit buah naga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sirup</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Makrofag</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fagositosis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyebaran virus Covid-19 secara global menimbulkan kecemasan masyarakat dunia khususnya Indonesia.. Buah naga mengandung flavonoid, polifenol dan vitamin C sebagai antioksidan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak kulit buah naga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap Covid-19. Metode yang digunakan adalah uji fagositosis makrofag terhadap sediaan sirup ekstrak kulit buah naga. Kulit buah naga diekstraksi dan dibuat formulasi sirup untuk memudahkan dalam penggunaannya. Sediaan sirup dibuat menjadi 3 formula yaitu FI 5%b/v, FII 10% dan FIII 15% b/v. Sirup kulit buah naga terlebih dahulu di uji mutu  fisik   meliputi   pH,   organoleptik,   homogenitas, viskositas dan stabilitas sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat. Hasil pengujian mutu fisik semua sediaan stabil dan menenuhi persyaratan. Perlakuan diberikan per oral pada mencit selama tujuh hari dan pada hari kedelapan semua kelompok diinfeksikan Escherichia coli secara intraperitonial. Hasil penelitian pengujian fagositosis makrofag dari semua formula sirup yang berefek imunostimulan yaitu FIII dengan persentase 95,51% dan efeknya hampir sama dengan kontrol positif yaitu 96,811%  dan tidak berbeda nyata secara statistik dengan nilai sig 0,008&amp;lt;0,05.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/226</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.226</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 205-216</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/226/101</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/229</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi  Ekstrak Kulit Buah  Terong  Belanda (Solanum betaceum Cav.) Dalam Sediaan  Sirup Sebagai Imunomodulator Pencegah Covid-19</dc:title>
	<dc:creator>Firmansyah, Firmansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Duppa, Muhahammad Taufiq</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit buah Terong Belanda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sirup</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Imunomodulator</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit buah Terong Belanda diketahui mengandung senyawa golongan fenol, flavonoid dan saponin yang  merupakan metabolit sekunder yang paling banyak terdapat dalam tanaman dan tumbuhan yang berperan sebagai antioksidan, membantu metabolisme seperti meningkatkan imunitas dan kesegaran tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek imunomodulator ekstrak kulit buah Terong Belanda yang dibuat dalam bentuk sirup sebagai pencegah Covid-19. Pembuatan ekstrak kulit buah Terong Belanda dengan cara Maserasi menggunakan Etanol 96%.  Ekstrak kulit buah Terong Belanda di buat dalam sediaan Sirup  dengan tiga formula yaitu formula I (ekstrak kulit buah Terong Belanda 5 %), formula II (ekstrak kulit buah Terong Belanda 10 %) dan formula III (ekstrak kulit buah Terong Belanda15 %). Hewan uji Mencit sebanyak 15 ekor terbagi dalam 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negative Na-CMC 1 % b/v), kelompok II kontrol positif (Ekstrak Echinacea, Elderberry, Zn Picolinate), kelompok III (sirup ekstrak 5 %), kelompok IV (sirup ekstrak 10 %) dan kelompok V (sirup    ekstrak     15 %). Perlakuan diberikan selama tujuh hari berturut-turut secara per oral dan pada hari ke delapan diinfeksikan Staphylococcus aureus 0,5 mL secara intraperitonial setiap kelompok. Apusan cairan peritoneum digunakan untuk menentukan aktivitas fagositosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji stabilitas dipercepat terhadap Sirup stabil setelah penyimpanan.  Sirup ekstrak kulit buah Terong Belanda memiliki efek imunomodulator yaitu kelompok V (sirup ekstrak kulit buah Terong Belanda konsentrasi 15 %) dengan rata-rata persentase nilai aktivitas fagositosisnya adalah  95,22 %. Dan kontrol positif (Imboost force®) 97,33%. Hasil analisis uji one way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna dengan nilai sig. 0,036 &amp;lt; 0,05 yang berarti kontrol positif (Imboost Force®) memiliki efek imunomodulator yang lebih besar dibandingkan dengan sirup ekstrak kulit buah Terong Belanda.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/229</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.229</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 217-230</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/229/93</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/241</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Lulur Eksfoliasi Bekas Cacar Kombinasi Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Pare (Momordica charantia L.)</dc:title>
	<dc:creator>Zainal, Tuti Handayani </dc:creator>
	<dc:creator>Nisa, Michrun </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lulur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Eksfoliasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kunyit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pare</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Varisella zooster, virus yang mengikfeksi kulit mengakibatkan bintik kemerahan hingga gelembung berair pada kulit yang berakibat terjadinya luka atrofi seperti bopeng. Rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) mengandung kurkumin dan vitamin C yang berkhasiat sebagai antioksidan, mempercepat proliferasi sel dan sintesis kolagen. Tanaman pare (Momordica charantia L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yang membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan memformulasi lulur eksfoliasi kombinasi rimpang kunyit dan daun pare yang berkhasiat sebagai penghilang bekas cacar dan memperoleh formula yang aman terhadap kulit. Penelitian ini dilakukan dengan mengeringkan rimpang kunyit kemudian diayak menggunakan mesh 30/40 sehingga diperoleh serbuk kunyit. Simplisia daun pare diekstraksi dengan pelarut etanol 96%. Lulur diformulasikan dengan memvariasikan konsentrasi rimpang kunyit dan ekstrak daun pare berturut-turut F1 (7%:3%), F2 (10%:5%), dan F3 (10%:10%). Evaluasi mutu fisik terhadap lulur meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas serta uji stabilitas dipercepat. Hasil penelitian setelah penyimpanan dipercepat diperoleh F1 memiliki warna hijau, bau khas kunyit, tipe krim M/A, daya sebar 3,8 cm, viskositas 32000 cPs, pH 7,12, daya lekat 72,25 detik. Hasil pengujian iritasi diperoleh indeks iritasi primer (0) yang menunjukkan sediaan lulur eksfoliasi aman digunakan pada kulit. Dapat dismpulkan bahwa konsentrasi yang paling baik dan aman lulur kombinasi rimpang kunyit dan daun pare adalah 7% : 3%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/241</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.241</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 231-242</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/241/94</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/242</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Evaluasi Krim Body Scrub Kombinasi Ekstrak Moringa oleifera dan Oryza sativa Sebagai Eksfolian</dc:title>
	<dc:creator>Dira, Made Asmarani</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Kadek Maya Cyntia </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Scrub</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Moringa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Oryza</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kosmetik pada umumnya mengandung senyawa kimia. Untuk menjaga keamanan diperlukan senyawa aktif yang aman sehingga digunakan bahan alami. Masa pandemi mengharuskan masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga tren merawat kesehatan dan kecantikan kulit semakin meningkat. Antioksidan membantu mengatasi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas. Saat ini orang lebih mengarah pada kosmetik yang mengandung bahan alami. Salah satu tanaman yang mengandung antioksidan yaitu daun kelor (Moringa oleifera L.). Selain itu beras putih (Oryza sativa L.) memiliki kandungan tokoferol dan tokotrienol yaitu vitamin E alami sebagai zat yang bermanfaat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan evaluasi krim body scrub kombinasi ekstrak daun kelor dan beras putih sebagai eksfolian. Serbuk kering simplisia daun kelor direndam dan dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96% lalu diuapkan menggunakan rotary evaporator sampai menjadi ekstrak. Beras putih dioven lalu diayak. Dilakukan formulasi krim body scrub dengan konsentrasi ekstrak daun kelor 10% (F1), 20% (F2) dan 30% (F3). Pengujian sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji stabilitas, uji tipe emulsi, uji hedonik dan uji efektivitas kelembaban. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang dibuat memenuhi evaluasi fisik sediaan yaitu tekstur semipadat, F1 hijau, F2 hijau kecoklatan dan F3 coklat, aroma bau khas kelor, setiap sediaan homogen terdapat butiran scrub, pH berkisar 5,9-6,2, memiliki stabilitas yang baik, tipe emulsi m/a, hasil uji kesukaan ketiga formulasi diperoleh F1 yang paling disukai dan pada uji kelembaban menunjukkan pemakaian body scrub ekstrak daun kelor selama 4 minggu dapat melembabkan kulit (p&amp;lt;0,05). Kesimpulan penelitian yaitu ekstrak Moringa oleifera  dan Oryza sativa dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dan memberikan efek melembabkan kulit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/242</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.242</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 307-317</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/242/106</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/244</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Antihiperglikemik Ekstrak Kulit Buah Semangka (citrullus lanatus linn.) terhadap Diabetes Mellitus  Melalui Penghambatan Aktivitas Enzim Alfa Glukosidase</dc:title>
	<dc:creator>Syachriyani, Syachriyani</dc:creator>
	<dc:creator>Firmansyah, Firmansyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit Buah Semangka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Enzim alfa-glukosidase</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus merupakan gangguan metabolisme endokrin yang ditandai dengan abnormalitas kadar glukosa dalam aliran darah karena aktivitas gaya hidup yang tidak sehat. Pendekatan terapeutik yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit Diabetes Mellitus yaitu dengan cara penghambatan enzim yang berhubungan dengan penyerapan glukosa di tubuh, seperti enzim alfa-glukosidase.  Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui potensi antihiperglikemik ekstrak Kulit Buah Semangka melalui penghambatan aktivitas enzim alfa-glukosidase dengan menentukan  persen inhibisi dan IC50 ekstrak Kulit Buah Semangka sehingga dapat dimanfaatkan sebagai antidiabetes terhadap Diabetes Mellitus. Ekstrak Kulit Buah Semangka diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut Etanol 96 %. Enzim alfa-glukosidase yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Saccharomyces cerevisae dan p-nitrofeni –?-D-glukopiranosid (pNPG)  yang berfungsi sebagai substrat. Ekstrak Kulit Buah Semangka  dibuat dengan variasi konsentrasi 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm.. Aktivitas enzim diukur berdasarkan hasil absorbansi p-Nitrofenol yang absorbansinya terukur pada panjang gelombang 410 nm menggunakan  microplate reader. Hasil pengujian inhibitor ekstrak Kulit Buah Semangka konsentrasi 20 ppm. 40 ppm, 60 ppm dan 80 ppm terhadap enzim alfa-glukosidase menunjukkan rata-rata persen inhibisi 7,904 %, 17,937 %, 24,757 %, 32, 894 % dan 41,840 % sedangkan baku Akarbose diperoleh persen inhibisi 50,115 %, 60,000 %, 69,152 %, 73,837 % dan 79,179 %.  Nilai IC50 ekstrak Kulit Buah Semangka 120,212 ppm dan baku Akarbose 13,055 ppm, Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak Kulit Buah Semangka dapat memberikan efek penghambatan (inhibitor) terhadap enzim alfa-glukosidase.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/244</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.244</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 243-251</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/244/95</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/248</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Inhibitor Enzim Tirosinase dan Antioksidan Tagetes erecta L. sebagai Whitening Agent Formulasi Losio Pencerah Kulit</dc:title>
	<dc:creator>Puspitasari, Lia</dc:creator>
	<dc:creator>Dari, Ni Putu Desy Ratna Wulan </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">whitening</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tagetes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gemitir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tyrosinase</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencerah kulit merupakan salah satu produk kosmetik yang digunakan dengan tujuan untuk mencerahkan dan merubah warna kulit yang tidak diinginkan. Dewasa ini produk pemutih yang mengandung bahan kimia berbahaya dan menimbulkan banyak dampak negatif banyak digunakan secara jangka panjang. Tanaman yang diduga dapat menjadi tanaman obat dan kosmetik adalah tanaman gemitir (Tagetes erecta L.). Bunga gemitir memiliki kandungan metabolit sekunder berupa terpenoid, minyak atsiri, flavonoid dan karotenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antioksidan dan inhibitor tyrosinase bunga gemitir (Tagetes erecta L.) sebagai whitening agent baru dari bahan alam, serta mengetahui kestabilan dari sediaan losio dari ekstrak bunga gemitir (Tagetes erecta L.). Penelitian dilakukan secara eksperimental, uji aktivitas antioksidan dan inhibitor tyrosinase dilakukan pada hasil ekstrasi bunga gemitir dari dua jenis pelarut yang berbeda yaitu metanol 96% dan etilasetat. Uji evaluasi sediaan formulasi losio dilakukan dengan uji stabilitas fisik dan uji hedonik menggunakan 30 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol 96% dan ethyl asetat bunga gemitir (Tagetes erecta L.) tidak memiliki aktivitas penghambat enzim tyrosinase yang baik. Ekstrak metanol 96% dan ethyl asetat bunga gemitir (Tagetes erecta L.) memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 yaitu 17,24 µg/mL dan 17,04 µg/mL. Losio ekstrak metanol dan ekstrak etilasetat bunga gemitir (Tagetes erecta L.) yang diformulasikan memiliki stabilitas yang baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/248</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.248</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 318-331</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/248/105</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/249</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Evaluasi Tablet Hisap Ekstrak Kulit Pisang Raja (Musa X paradisiaca L.) Menggunakan Polivinil Pirolidon (PVP)</dc:title>
	<dc:creator>Saputri, Yessi Linda</dc:creator>
	<dc:creator>Nawangsari, Desy</dc:creator>
	<dc:creator>Samodra, Galih </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bahan pengikat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit pisang raja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Polivinil pirolidon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tablet hisap</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit pisang raja (Musa x paradisiaca L) memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya flavonoid yang berfungsi untuk antioksidan, kulit pisang raja memiliki nilai IC50 2,690 ppm. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi konsentrasi dari Polivinil Pirolidon (PVP) terhadap sifat fisik tablet hisap ekstrak kulit pisang raja (Musa x paradisiaca L). Ekstrak kulit pisang raja diperoleh dengan metode remaserasi menggunakan etanol 96%. Tablet hisap ekstrak kulit pisang raja dibuat menggunakan metode granulasi basah sebanyak 3 formula dengan konsentrasi PVP 1%, 3%, 5%  yang kemudian dilakukan evaluasi untuk granul dan sifat fisik tablet. Hasil evaluasi granul menunjukkan bahwa PVP sebagai bahan pengikat menghasilkan granul yang baik. Dari penelitian ini menunjukkan PVP konsentrasi 1%, 3% dan 5% menghasilkan sifat fisik tablet yang memenuhi syarat FI. PVP dengan konsentrasi 5% merupakan formula terbaik karena memiliki nilai rata-rata keseragaman bobot 514,93 ± 0,61 mg, waktu hancur 10,18 ± 0,16 menit, diameter 1,22 ± 0 cm, tebal 0,47 ± 0,006 cm, kekerasan 10,53 ± 0,51 kg dan kerapuhan 0,12 ± 0,01 %. Berdasarkan uji One Way Anova,  variasi konsentrasi PVP berpengaruh signifikan terhadap waktu hancur tablet dengan nilai 0,012 (p &amp;lt; 0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/249</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.249</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 262-274</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/249/97</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/250</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Evaluasi Sediaan Tablet Hisap Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Perbandingan Manitol-Sukrosa</dc:title>
	<dc:creator>Dwi Stiyani, Nina</dc:creator>
	<dc:creator>Nawangsari, Desy</dc:creator>
	<dc:creator>Samodra, Galih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bunga telang (Clitoria ternatea L)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Manitol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sukrosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tablet hisap</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bunga telang (Clitoria ternatea L.) dikenal secara tradisional dimanfaatkan untuk pengobatan karena memiliki efek farmakologi sebagai antioksidan. Penelitian ini menetapkan sediaan tablet hisap karena memiliki rasa yang manis dan penggunaanya mudah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan manitol-sukrosa pada sifat fisik tablet hisap ekstrak bunga telang yang baik. Metode penelitian yang digunakan yaitu granulasi basah dengan perbandingan  bahan tambahan manitol-sukrosa dari ketiga formula yaitu Formula 1 3:1, Formula II 1:1 dan Formula III 1:3. Granul diuji laju alir, sudut diam dan kompresibilitas dilanjutkan dengan evaluasi tablet hisap yang meliputi pengujian organoleptik, uji keseragaman bobot, pengujian keseragaman ukuran, pengujian waktu hancur, pengujian kerapuhan dan pengujian kekerasan. Hasil pada penelitian perbandingan manitol dan sukrosa 3:1, 1:1 dan 1:3 menghasilkan perbandingan bahan tambahan yang baik. Berdasarkan hasil evaluasi sifat fisik sediaan tablet hisap dipilih Formula I dengan perbandingan manitol dan sukrosa 3:1 menjadi Formula terbaik memiliki nilai rata-rata keseragaman bobot 520±2,80 mg, keseragaman ukuran diameter 1,22±0 cm, tebal 0,438±0,002 cm, waktu hancur 11,95±0,73 menit, kerapuhan 0,52±0,32% dan kekerasan 10,76±0,60 Kg. Berdasarkan uji analisis One Way ANOVA pada keseragaman bobot, tebal dan waktu hancur terdapat perbedaan signifikan (p&amp;lt;0,05) dari penggunaan perbandingan manitol- sukrosa dalam tablet hisap.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/250</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.250</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 252-261</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/250/96</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/252</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan Fraksi Air, Etil Asetat dan N-Heksan Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca var. Sapientum)</dc:title>
	<dc:creator>Pusmarani, Jastria</dc:creator>
	<dc:creator>Ulfa, Ulfa</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Citra</dc:creator>
	<dc:creator>Nasir, Nur Herlina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fraksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit pisang raja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DPPH</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Radikal bebas merupakan salah satu penginduksi patogenesis seluler dan jaringan yang menyebabkan beberapa penyakit seperti diabetes, kanker dan kardiovaskular. Oleh karena itu, diperlukan suatu senyawa penangkal radikal bebas yaitu antioksidan. Kulit pisang raja (Musa paradiasiaca var. Sapientum) mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi air, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana ekstrak kulit pisang raja (Musa paradiasiaca var. Sapientum) dengan metode 2,2-diphenyl-1-picryl-hidrazilhidrat (DPPH). Kulit pisang dimaserasi dengan metanol. Selanjutnya ekstrak metanol kulit pisang dibuat menjadi fraksi air, etil asetat, dan n-heksana dengan metode partisi cair-cair. Semua fraksi ekstrak kulit pisang menggunakan 5 konsentrasi yaitu 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm dan asam askorbat sebagai pembanding. Absorbansi diukur dengan spektrofotometer UV-Visible pada 517 nm. Data dianalisis dengan menghitung nilai IC50 (inhibition concentration 50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 139,498 ppm (antioksidan sedang). Fraksi n-heksana dan air kulit pisang raja memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 875,529 ppm (antioksidan lemah) dan 358,395 ppm (antioksidan lemah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua fraksi kulit pisang memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat kulit pisang raja.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/252</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.252</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 275-283</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/252/98</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/254</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Pasta Gigi Ekstrak Daun Murbei (Morus alba L) dengan Variasi Na-CMC Sebagai Gelling Agent</dc:title>
	<dc:creator>Aris, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Adriana, Andi Nur Ilmi</dc:creator>
	<dc:creator>Arsyad, Syarifuddin Katjo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pasta gigi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun murbei</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gelling agent</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun murbei (Morus alba L) memiliki efek sebagai antioksidan, antibakteri, antivirus dan anti inflamasi. Ekstrak daun murbei memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans sebagai penyebab karies gigi (Djamaan,2014). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L) menjadi pasta gigi dengan memvariasikan Na-CMC sebagai gelling agent. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Formula dibuat dalam 4 sediaan. Ekstrak etanol daun murbei yang digunakan yaitu kosentrasi 4% serta kosentrasi Na-CMC yang digunakan yaitu 3%,4%,5% dan 6%. Kemudian dilakukan uji stablilitas fisik terhadap sediaan pasta gigi tersebut meliputi uji organoleptik, homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji viskositas. Pengujian dilakukan selama penyimpanan 4 minggu. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan ekstrak etanol daun murbei dapat diformulasikan menjadi pasta gigi. Semakin tinggi kosentrasi Na-CMC yang digunakan maka semakin meningkat pula viskositas sediaannya. Pada formula 3 dengan kosentrasi Na-CMC 6% sebagai gelling agent dapat membentuk pasta gigi yang memenuhi syarat uji stabilitas fisik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/254</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 284-293</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/254/102</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/259</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Formula Nanoemulsi Antioksidan Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) dengan Metode Box Behnken Design</dc:title>
	<dc:creator>Firmansyah, Ferdy</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Widia</dc:creator>
	<dc:creator>Muhtadi, Wildan Khairi</dc:creator>
	<dc:creator>Nofriyanti, Nofriyanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Box Behnken Design </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">minyak nilam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nanoemulsi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Optimasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minyak nilam (Pogostemon cablin Benth.) yang memiliki konstituen utama patchouli alcohol menunjukkan aktivitas antioksidan. Karakteristik khusus dari minyak nilam yaitu memiliki sifat volatilitas yang tinggi sehingga perlu untuk diformulasi menjadi bentuk sediaan yang lebih stabil seperti nanoemulsi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan konsentrasi optimum dari masing-masing komponen penyusun nanoemulsi yang melibatkan proses yaitu waktu pengadukan yang menghasilkan sediaan nanoemulsi dengan karakteristik yang baik   menggunakan Box Behnken Design (BBD) serta melakukan uji aktivitas antioksidan nanoemulsi minyak nilam. Konsentrasi Smix (surfaktan dan kosurfaktan), air, dan waktu pengadukan merupakan faktor yang diamati dalam optimasi formula dan sebagai respon digunakan persen transmitan. Karakteristik yang diamati antara lain rata-rata ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan zeta potensial. Berdasarkan data diagram fase digunakan minyak nilam 5%. Data hasil optimasi diperoleh nilai konsentrasi Smix 24%, air 35,511%, dan waktu pengadukan 5,516 menit, memberikan nilai rata-rata ukuran partikel 12,76 nm, indeks polidispersitas 0,162, dan zeta potensial -26,1 mV. Aktivitas antioksidan nanoemulsi minyak nilam menunjukkan nilai IC50 &amp;gt;1000 ppm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Box Behnken Design (BBD) dapat digunakan untuk optimasi nanoemulsi minyak nilam yang menghasilkan nanoemulsi dengan karakteristik yang baik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan konsentrasi minyak nilam yang diformulasikan sebagai nanoemulsi untuk penggunaan sebagai antioksidan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/259</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.259</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 294-306</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/259/100</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/271</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Hair Emulsion Minyak Biji Chia (Salvia hispanica) dengan Kombinasi Tween 80 dan Span 80 Sebagai Emulgator</dc:title>
	<dc:creator>Rahmayanti, Mayu</dc:creator>
	<dc:creator>Putri Nastiti, Ginanjar</dc:creator>
	<dc:creator>Azkia Fitri, Mutia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Asam Linoleat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Alopecia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Span 80</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tween 80</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emulsi </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hair emulsion saat ini sudah banyak dikembangkan untuk mengatasi kerontokan dan kebotakan pada rambut, baik dari produk yang terbuat dari bahan sintetis maupun dari bahan alam. Namun, penggunaan bahan sintetis dapat menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal, alergi, dan beberapa efek samping lainnya. Salah satu solusi untuk menghindarinya adalah dengan menggunakan bahan alami. Minyak biji chia memiliki beragam potensi kesehatan, secara umum di masyarakat penggunaannya sebagai sumber pangan, tetapi minyak biji chia juga dapat dimanfaatkan untuk perangsang pertumbuhan rambut karena mengandung asam linoleat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan stabilitas fisik sediaan hair emulsion dari minyak biji chia sebagai penumbuh rambut. Hair emulsion dibuat menggunakan metode basah dengan kombinasi emulgator span 80 dan tween 80. Evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, pH, tipe emulsi, dan homogenitas. Uji stabilitas sediaan dilakukan dengan penyimpanan pada suhu ruang selama 21 hari dan cycling test sebanyak 6 siklus. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan teoritis dan analisis statistik. Formulasi sediaan dengan variasi konsentrasi minyak biji chia menghasilkan sediaan emulsi tipe m/a yang homogen, berwarna putih susu, beraroma khas minyak biji chia dan memiliki pH pada rentang 4-7. Berdasarkan analisis statistik, formula I dan II tidak menunjukkan adanya signifikansi setelah dilakukan uji stabilitas pada nilai pH, sedangkan penurunan nilai pH pada formula III memiliki nilai signifikansi p (0,00) &amp;lt; 0,05. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa FI dan FII memiliki sifat fisik dan stabilitas yang baik, sedangkan FIII memiliki nilai pH yang tidak memenuhi syarat pH yang baik dan tidak stabil selama penyimpanan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/271</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.271</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 10-19</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/271/109</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/282</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efektivitas Sediaan Gel Biji Muda Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)</dc:title>
	<dc:creator>Riski, Radhia</dc:creator>
	<dc:creator>Ismail, Ismail</dc:creator>
	<dc:creator>Mashar, Harlyanti Muthma'innah</dc:creator>
	<dc:creator>Ruslan, Nurfahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Nisa, Michrun </dc:creator>
	<dc:creator>Ulfa, Maria </dc:creator>
	<dc:creator>Rahimah, Sitti </dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Dwi Anggara Putri </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biji Muda Pepaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">MRSA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Carbopol 940</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Biji muda pepaya (Carica papaya L.) diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri terhadap bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dengan adanya kandungan terpenoid, karpain, dan flavonoid sehingga dapat diformulasi menjadi sediaan gel antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan gel ekstrak biji muda pepaya sebagai antibakteri terhadap bakteri MRSA. Ekstrak biji muda pepaya diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dibuat dalam 3 seri konsentrasi yaitu 7,5%, 10% dan 15%, kemudian diujikan pada bakteri MRSA. Ekstrak dengan konsentrasi 10% dengan diameter zona hambat 12,1 mm kemudian diformulasi dalam bentuk sediaan gel dengan menggunakan variasi konsentrasi gelling agent, FI (Carbopol 0.5%), FII (Carbopol 1%) dan FIII (Carbopol 2%). Berdasarkan hasil penelitian formula II sebagai formula stabil diuji efektivitasnya sebagai sediaan gel terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus dengan hasil diameter zona hambat sebesar 11,34 mm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/282</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.282</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 161-170</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/282/129</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/283</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Depolimerisasi Kitosan Menggunakan Asam Asetat dengan Variasi Suhu, Waktu, dan Konsentrasi</dc:title>
	<dc:creator>Suryani, Suryani</dc:creator>
	<dc:creator>Abdullah, Nur Aisyah</dc:creator>
	<dc:creator>Akib, Nur Illiyyin</dc:creator>
	<dc:creator>Ruslin, Ruslin</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhan, La Ode Ahmad Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Anton, Anton</dc:creator>
	<dc:creator>Aswan, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kitosan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Depolimerisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Asam Asetat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Box Behnken Design </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kitosan adalah biopolimer alam yang dihasilkan dari deasetilasi kitin. Parameter utama yang mengontrol sifat fisikokimia dan biologi kitosan adalah derajat deasetilasi dan berat molekul (BM). Pemanfaatan kitosan belum optimal karena rantai kitosan yang panjang dan mengakibatkan kelarutan yang rendah. Oleh karena itu dilakukannya depolimerisasi untuk memotong ikatan kitosan menjadi rantai pendek. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi optimum metode depolimerisasi kitosan menggunakan asam asetat (CH3COOH) serta untuk mengetahui karakteristik kitosan berat molekul rendah hasil depolimerisasi. Optimasi proses depolimerisasi menggunakan Design Expert versi 13 dengan metode Box Behnken Design (BBD). Desain eksperimen terdiri dari 17 run dengan 5 center point. Variabel proses dalam penelitian ini, yaitu suhu dengan variasi 60oC; 70oC; 80oC, waktu dengan variasi 30 menit; 45 menit; 60 menit, dan konsentrasi kitosan dengan variasi 1%; 1,5%; 2%. Variabel respon pada penelitian ini yaitu rendemen, berat molekul, dan kelarutan kitosan. Hasil dari penelitian ini diperoleh kondisi optimum pada suhu 80oC, waktu pengadukan 34 menit, dan konsentrasi 1% dengan rendemen sebesar 98.0667%, berat molekul 31.662 kDa, dan kelarutan 19.7%, derajat deasetilasi 98.57%, dan indeks kristalinitas sebesar 32.28%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/283</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.283</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 364-373</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/283/182</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/289</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulation and Physical Stability of Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) Antiaging Lotion with Natural Colorant from Strawberry Extract (Fragaria vesca L)</dc:title>
	<dc:creator>Alfian, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Maulana, Mochamad Luqni</dc:creator>
	<dc:creator>Mustainin, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Temulawak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Strawberries</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioxidant</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lotion</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Skin protection is needed to reduce the unwanted effects of free radicals, such as antiaging lotions. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) contains curcumin which has antioxidant activity with the potential to antiaging. Strawberries (Fragaria vesca L) contain anthocyanins known used as natural dyes. This study aims to determine the antioxidant activity of temulawak extract then formulated as a lotion with the addition of natural colorant from strawberries and tested for physical stability. Curcuma extraction was carried out by maceration using 70% ethanol solvent to obtain a thick extract, infundation method was used to extract a strawberry. Determination of the antioxidant activity of temulawak extract using the DPPH method is expressed by the IC50 value. The antioxidant activity of temulawak extract is included in the moderate category with an IC50 value   of  144.126   ppm.  Evaluation  of  physical  quality characteristics of temulawak lotion with natural colorant strawberry included organoleptic observations, spreadability, adhesion, pH test, viscosity, emulsion stability as well as stability to temperature and humidity. The results of the study after temperature and humidity treatment showed that the temulawak lotion was in the form of semi-solid, pink in color, the spreadability values were, respectively in centimeter 7.95 ; 7.35 ; 6.8 ; 7.05 ; 5.45 ; 5.85 ; 5.25 ; and 5.5 , the adhesive values are respectively in second 0.52 ; 0.56 ; 0.46 ; 0.51 ; 0.52 ; 0.50 ; 0.82 ; and 0.48, the pH value are 7; 6; 7; 7; 7; 7; 7; and 7, the viscosity values are in Pa.S  0.017; 0.031; 0.113; 0.055; 0.352; 0.263; 0.18; and 0.324. The conclusion of this study shows best formulation stability was formulas E, F, and H.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/289</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.289</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 20-26</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/289/110</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/292</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulation and Pharmaceutical Quality Evaluation of Tablets Containing Extract of Cinnamomum burmannii BARK and Colocasia esculenta (L) Schott Leaves</dc:title>
	<dc:creator>Rustiani, Erni</dc:creator>
	<dc:creator>Agustina, Rina</dc:creator>
	<dc:creator>Andini, Septia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cinnamic acid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dissolution</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flavonoids</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Granulation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cinnamon bark (Cinnamomum burmannii) is used traditionally and has an ingredient containing cinnamic acid compounds. Colocasia esculenta (L) Schott leaves contains of flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids, and terpenoids. Both of the plants C. esculenta and C. burmannii plants have the potential as anti-diabetics because they can lower blood glucose levels. This study aims to make combination tablets of C. burmannii bark and C. esculenta leaves extract with various concentrations of PVP K30 binder. This research made four formulas with the concentration of PVP K30, namely F1 (2%), F2 (3%), F3 (4%), and F4 (5%). Tablet preparations were prepared by the wet granulation method. Tablet analysis used flavonoids quercetin and cinnamic acid as markers. The results showed that the tablets were flat, round in shape, light green, had a slightly bitter taste, and had a distinctive aromatic odor. The differences in the concentration of PVP K30 binder 2-5% could affect the hardness, friability, disintegration time, and tablet dissolution (p&amp;lt;0.05). The tablet's hardness was 3.65-5.01 KP; friability was 0.705%, disintegration time was &amp;lt;15 minutes, and dissolution was 84.61% in 40 minutes. The levels of the flavonoid quercetin in the tablets were 4.21% and 8.03% cinnamic acid. A tablet combination of C. burmannii bark and C. esculenta leaves extract with a PVP K30 concentration of 5% (F4) has the best quality.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/292</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.292</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 27-34</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/292/111</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/294</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik Di Provinsi Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Haris, Restu Nur Hasanah</dc:creator>
	<dc:creator>Burhan, Hesti Trisnianti</dc:creator>
	<dc:creator>Masrida, Wa Ode </dc:creator>
	<dc:creator>Ali, Nur Fitriana Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Hizrah , Hizrah </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perilaku</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibiotik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Infeksi bakteri bisa diobati dengan antibiotik. Masyarakat cenderung menggunakan antibiotik dengan irasional, hal tersebutlah yang menimbulkan masalah resistensi dari penggunaan antibiotik sehingga memerlukan tingkat pengetahuan karena dapat mempengaruhi terjadinya resistensi. Tujuan penelitian untuk melihat tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap penggunaan antibiotik. Penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan survey online dengan tekhnik snowball sampling. Total sampel yang ikut dalam penelitian ini  berjumlah 1013 responden yang diperoleh dari wilayah kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Kuesioner disebarkan sejak Desember 2020 hingga  Februari  2021. Analisis  data  dilakukan   secara  univariat  dengan mendeskripsikan kedalam uraian tabel. Hubungan karakteristik dengan pengetahuan dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (59,7%) dengan umur 21-40 tahun serta berpendidikan sedang (65%). Tingkat pengetahuan masyarakat Sulawesi tenggara terhadap penggunaan antibiotik tergolong cukup (38,2%) selanjutnya dengan kategori baik (32,6%) dan kategori kurang (29,1%). Perilaku masyarakat terhadap penggunaan antibiotik antara lain ; 67% masyarakat mendapatkan antibiotik di apotek dan 28,3% diantaranya menerima informasi penggunaan antibiotik oleh apoteker. amoksisilin (45,7%) adalah antibiotik dengan penggunaan tertinggi. Masyarakat menyimpan antibiotik didalam wadah tertutup rapat (89%). Perilaku pembuangan obat antibiotic masyarakat yaitu langsung dibuang ke tempat sampah. Ada hubungan yang bermakna antara usia, pendidikan dan pekerjaan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap penggunaan antibiotik (p?0,005).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/294</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.294</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 35-42</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/294/112</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/296</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Meistera chinensis dengan Metode DPPH (1,1 –difenil-2-pikrilhidrazil)</dc:title>
	<dc:creator>Rusli, Nirwati</dc:creator>
	<dc:creator>Saehu, Muh. Syaiful </dc:creator>
	<dc:creator>Fatmawati, Fatmawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fraksi etit asetat daun Meistera chinensis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DPPH</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Meistera chinensis merupakan tanaman dari famili Zingiberaceae yang memiliki manfaat sebagai penambah rasa pada makanan, nyeri, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan nilai IC50 pada fraksi etil asetat daun Meistera chinensis dengan menggunakan metode DPPH. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pembuatan ekstrak daun Meistera chinensis menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol kemudian dilakukan fraksinasi menggunakan metode partisi dengan pelarut etil asetat. Jumlah aktivitas antioksidan pada sampel dapat ditentukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm. Penelitian ini dilakukan dengan dibuat variasi konsentrasi fraksi etil asetat daun Meistera chinensis yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm, 50 ppm sebagai kontrol positif digunakan vitamin C dengan variasi konsentrasi 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, 5 ppm dan sebagai blanko digunakan metanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun Meistera chinensis memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 66,71 mg/L dan vitamin C memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 2,05 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun Meistera chinensis memiliki aktivitas antioksidan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/296</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.296</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 43-48</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/296/113</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/299</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) Metode DPPH</dc:title>
	<dc:creator>Sukandiarsyah, Fadli</dc:creator>
	<dc:creator>Purwaningsih, Indah</dc:creator>
	<dc:creator>Ratnawaty, Gervacia Jenny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Curcuma aeruginosa Roxb</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DPPH</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak Metanol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak n-Heksana</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) adalah tanaman obat tradisional yang mengandung senyawa fenol, steroid, triterpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, saponin. Penelitian ini menggunakan pelarut polar yaitu metanol dan nonpolar yaitu n-heksana untuk menarik senyawa sesuai dengan sifatnya. Tujuan penelitian ini untuk melihat aktivitas antioksidan ekstrak metanol dan ekstrak n-heksana rimpang temu ireng. Proses ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi. Metode yang digunakan adalah metode DPPH. Sampel yang digunakan adalah ekstrak metanol rimpang temu ireng variasi konsentrasi 100, 150, 200, 250 dan 300 ppm serta ekstrak n-heksana rimpang temu ireng variasi konsentrasi 1500, 1600, 1700, 1800, 1900 ppm dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian diperoleh IC50 ekstrak metanol rimpang temu ireng sebesar 171 ppm, IC50 ekstrak n-heksana rimpang temu ireng sebesar 1.724 ppm. Pembanding yang digunakan adalah vitamin C dengan IC50 6,175 ppm. Disimpulkan bahwa ekstrak metanol rimpang temu ireng mempunyai aktivitas antioksidan lebih baik dari ekstrak n-heksana rimpang temu ireng.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/299</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.299</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 62-70</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/299/117</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/300</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Pengobatan Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2020-2021</dc:title>
	<dc:creator>Ihsan, Sunandar</dc:creator>
	<dc:creator>Sabarudin, Sabarudin</dc:creator>
	<dc:creator>Nuralifah, Nuralifah</dc:creator>
	<dc:creator>Malina, Rachma </dc:creator>
	<dc:creator>Trinovitasari, Nita </dc:creator>
	<dc:creator>Anwar, Irvan </dc:creator>
	<dc:creator>Baharudin, Nur Apriani </dc:creator>
	<dc:creator> Hikbar, Hasrin Ainun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Terapi Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesesuaian Pedoman Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keberhasilan Terapi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang menginfeksi seluruh dunia di akhir tahun 2019. Data WHO Per April 2021 melaporkan 141.057.106 kasus yang terkonfirmasi COVID-19. Di Indonesia terdapat 1.609.300 kasus dan di Sulawesi Tenggara khususnya Rumah Sakit Bahteramas pasien yang telah di konfirmasi positif sebanyak 609 orang. Dalam pengobatan Covid-19, Rumah Sakit memberikan berbagai macam terapi untuk mengobati berbagai gejala yang ditimbulkan akibat infeksi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran terapi Covid-19 dengan mengikuti kesesuaian pedoman Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas tahun 2020-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif melalui pengambilan data rekam medik pada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 154. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan obat pada pasien Covid-19 terdiri dari terapi antivirus; oseltamivir 18% dan favipiravir 5%, golongan antibiotik; azitromisin 17% dan levoflaksasin 2% dan terapi supportif; paracetamol 8%, asetilsistein 16%, deksametason 1%, lanzoprasol 1%, vitamin C 16%, zink 2%, become C® 10%, becefort® 3%, Amlodipine 1%. Pengobatan pasien Covid-19 yang diberikan di Rumah Sakit Bahteramas telah sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/300</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.300</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 71-79</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/300/118</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/301</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Drug Related Problems (DRP's) Analysis of Antipsychotics Use in  Schizophrenia Patients at Mental Hospitals of Southeast Sulawesi Province in 2021</dc:title>
	<dc:creator>Haris, Restu Nur Hasanah</dc:creator>
	<dc:creator>Mahmudah, Rifa’atul</dc:creator>
	<dc:creator>Aspadiah, Vica</dc:creator>
	<dc:creator>Ali, Nur Fitriana Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Masrida, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Nursyam, Nursyam</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Schizophrenia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antipsychotics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Drug Related Problems (DRP's)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Schizophrenia is a psychiatric disorder with a high incidence at the Mental Hospital of Southeast Sulawesi. Problems related to the use of drugs that are often encountered in hospitals are inaccuracies in drug administration, inaccurate dosing and drug abuse. This problem can affect the success of therapy. This study aims to determine the pattern of drug use and the prevalence of Drug Related Problems (DRPs) in Schizophrenia patients based on the correct dosage parameter. This research is an observational type with a cross sectional design. The duration of the study was 1 month taking into account the inclusion and exclusion criteria.. Patients with a diagnosis of schizophrenia, aged &amp;gt;17 years and have a complete medical record are the inclusion criteria whereas patients with incomplete medical records, death status/forced to go home and still being treated are exclusion criteria. The total number of samples analyzed was 250 patient medical records. The results showed that the majority of Schizophrenia patients at the Mental Hospital of Southeast Sulawesi Province were male (80%) with an age range of 20-45 years (71.6%). The last education level is in the medium category (65.2%). Based on the diagnosis of the type of schizophrenia, the patient was in the category of paranoid schizophrenia (51.6%) with positive symptoms (74.8%). The pattern of psychotic drug use used by Schizophrenia patients at the Mental Hospital of Southeast Sulawesi Province in 2021 is a single pattern and the most widely used single drug combination pattern is risperidone (atypical) (35.6%) and a combination pattern, namely chlorpromazine + risperidone (typical +atypical) (27.2%). The prevalence of DRP's based on the correct dose is 0%. DRP's did not occur for the use of antipsychotic drugs in Schizophrenia patients at the mental hospital of Southeast Sulawesi Province in 2021.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/301</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.301</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 49-54</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/301/114</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/302</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulation and Physical Stability Test of Essence Sheet Mask Preparation from Kokang Leaf Extract (Lapisanthes amoena) </dc:title>
	<dc:creator> Nabilah, Tsaniya Ukhti</dc:creator>
	<dc:creator>Mentari, Ika Ayu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Formulation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stability</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Essence</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mask</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kokang leaf ethanol extract contains secondary metabolite compounds such as phenolics, flavonoids, tannins, steroids, and saponins that have antioxidant and antibacterial effects and play a role in wound healing. Seeing the potential in kokang leaves (Lepisanthes Amoena) until now the use of kokang leaves is still very lacking, therefore the need for innovation in the use of leaves, one of which is by developing a formulation of essence sheet mask preparations from kokang leaf extract (Lepisanthes Amoena). Formulations in the form of essence sheet masks are currently the latest developments in cosmetic preparations. The purpose of this study was to formulate and test the physical stability of the essence sheet mask preparation from the extract of kokang leaves. The preparation is made as many as 3 formulas, the leaf extract used is 0.1% (F1), 0.3% (F2), and 0.5% (F3). The evaluation carried out includes organoleptic tests (color, aroma, and texture), homogeneity tests, pH tests, room temperature stability tests, viscosity tests, and hedonic tests (favorability and irritation). The results showed that the preparation of the essence sheet mask was a thick solution with a characteristic green and homogeneous odor. The preparation of the essence sheet mask is stable at room temperature without any change. The pH value of the preparation essence sheet mask 5 – 6. Viscosity with a viscosity of 2,217 cP. A hedonic test of 12 panelists showed that the average favorability of all categories was superior to F2 (0.3%) and there was no irritation to the entire formula.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/302</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.302</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 80-86</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/302/119</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/303</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Antioxidant activity of ethanolic extract Tetragonula testaceitarsis propolis combined with of Lepisanthes amoena leaves</dc:title>
	<dc:creator>Pratama, Yogi</dc:creator>
	<dc:creator>Kustiawan, Paula Mariana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Propolis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Trigona Sp.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lepisanthes amoena</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioxidant</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The illnesses brought on by free radicals are a common source of health issues. Pathogenic processes and tissue damage are both significantly influenced by free radicals. Natural ingredients from Indonesia has been carried out for generations by the community with various kinds of treatments according to existing tribes, for example, such as kelulut bee (Tetragonula testaceitarsis) propolis and kokang (Lepisanthes amoena) leaves. Stingless bee propolis has several bioactivities to prevent diseases. The research about T.  testaceitarsis propolis still limited. The purpose of this research to find out whether the combination of T. testaceitarsis propolis and L. amoena leaves extracts has antioxidant activity. Ethanol extract T. testaceitarsis. propolis and ethanol extract L. amoena leaves was collected and then tested for antioxidant activity using the DPPH method. The results showed that all three concentrations had very strong antioxidant activity. T. testaceitarsis propolis extract (50%) combined with L. amoena leaves (50%) showed strong antioxidant activity (92%) in 25 ppm concetration. Then 75% T. testaceitarsis propolis extract and 25% L. amoena leaves extract had the highest antioxidant activity (95%) at a concentration of 50 ppm concentration. This strong antioxidant activity was prospected to be continued as a pharmaceutical product.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/303</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.303</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 55-61</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/303/116</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/307</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:RWA</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Transcutol dan Propilenglikol Sebagai Peningkat Penetrasi  dalam Gel Natrium Diklofenak Menggunakan Simplex Lattice Design</dc:title>
	<dc:creator>Priani, Sani Ega</dc:creator>
	<dc:creator>Septian, Muhammad Taufik </dc:creator>
	<dc:creator>Soewondo, Budi Prabowo </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Natrium Diklofenak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Transcutol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Propilenglikol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Optimasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Simplex Lattice Design </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan natrium diklofenak sebagai analgetik dan antiinflamasi topikal dibatasi oleh stratum korneum sebagai barrier penetrasi kulit sehingga dibutuhkan penambahan zat peningkat penetrasi. Transcutol dan propilenglikol merupakan senyawa yang diketahui mampu meningkatkan penetrasi perkutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan transcutol dan propilenglikol serta kombinasinya terhadap penetrasi natrium diklofenak dalam sediaan gel. Rancangan formula sediaan ditentukan dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Terhadap semua formula sediaan gel hasil desain SLD  dilakukan uji difusi in vitro sebagai pengukuran profil respon dengan sel difusi Franz.  Profil respon berupa nilai flux difusi dianalisis kembali dengan SLD untuk mengetahui pengaruh kombinasi dan juga formula optimum. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa penambahan transcutol dan propilenglikol mampu meningkatkan penetrasi natrium diklofenak dalam bentuk sediaan gel. Penambahan transcutol dan propilenglikol dalam bentuk kombinasi, memberikan efek peningkat penetrasi yang lebih rendah, dibandingkan dengan penggunaan tunggal. Penggunaan propilenglikol tunggal sebagai peningkat penetrasi lebih baik dibandingkan dengan penggunakan kombinasi ataupun penggunaan transcutol tunggal.  Formula optimum berdasarkan SLD adalah formula dengan perbandingan transcutol dan propilenglikol 0:1, yang memberikan nilai flux 416,33 ±13,89 ?g/cm2.menit yang tidak berbeda bermakna secara statistik dengan hasil prediksi software.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/307</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.307</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 87-93</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/307/120</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/309</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat) dengan Metode DPPH: Fraksi Larut Air, Etil Asetat, n-Heksan dari Varietas lamet dan sheena</dc:title>
	<dc:creator>Mayda Mahera, Kharisma</dc:creator>
	<dc:creator>Salsabila Firdausia, Rizqa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Chrysanthemum morifolium Ramat varietas lamet dan sheena</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DPPH</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fenolik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flavonoid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fraksinasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bunga krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat) varietas lamet dan sheena diketahui dapat berperan sebagai antioksidan alami yang berpotensi mencegah radikal bebas karena mempunyai kandungan senyawa fenolik dan flavonoid. Untuk mendapatkan senyawa yang lebih spesifik yang berfungsi dalam aktivitas antioksidan pada bunga krisan dilakukan dengan fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak fraksi larut air, n-heksan, dan etil asetat pada bunga krisan varietas lamet dan sheena menggunakan metode DPPH. Serbuk bunga krisan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Selanjutnya difraksinasi menggunakan air, n-heksan, dan etil asetat. Filtrat dipekatkan menggunakan waterbath pada suhu 60?C hingga diperoleh ekstrak kental. Kemudian diidentifikasi fenolik dan flavonoid secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Analisis antioksidan dilakukan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH untuk mengukur nilai IC50­. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa total kadar fenolik, flavonoid, dan antioksidan yang paling baik dari varietas lamet sebesar 2,342% (fraksi etil asetat), 3,077% (fraksi n-heksan), dan 137,589 ppm (fraksi etil asetat). Sedangkan dari varietas sheena terdapat pada fraksi etil asetat dengan nilai sebesar 6,174%; 4,824%; dan 21,208 ppm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak fraksi larut air, n-heksan, dan etil asetat pada bunga krisan varietas lamet dan sheena terdapat aktivitas antioksidan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/309</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.309</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 179-188</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/309/140</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/311</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Efektivitas Biaya Kombinasi CCB-ACEI dan CCB-ARB pada Pasien Hipertensi dengan Penyerta DM Tipe II</dc:title>
	<dc:creator>Heroweti, Junvidya</dc:creator>
	<dc:creator>Rokhmawati, Indah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ACER</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis Sensitivitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Efektivitas Biaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Farmakoekonomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyakit Degeneratif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hipertensi dan DM merupakan kasus kronis yang dialami oleh usia degeneratif. Kombinasi terapi antihipertensi jangka panjang membutuhkan biaya tinggi. Analisis diperlukan untuk mengetahui efektifitas terapi dari segi biaya dalam memberikan outcome yang paling baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas biaya terapi kombinasi obat antihipertensi pada pasien BPJS dengan penyerta DM tipe II pada pasien rawat jalan di RSI NU Demak. Penelitian observasional dilakukan dengan pendekatan analisis farmakoekonomi menggunakan cost effectiveness analysis dengan menghitung nilai ACER dan ICER. Pengambilan data retrospektif menggunakan rekam medis dan melihat biaya medis langsung. Data dikelompokkan berdasarkan pola terapi kemudian dilakukan analisis efektivitas biaya pada setiap kelompok terapi. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan cara menghitung biaya medis langsung, efektivitas terapi berdasarkan target minimal tekanan darah, serta menghitung nilai ACER dan ICER. Hasil penelitian menunjukkan antihipertensi yang paling cost-effective berdasarkan ACER adalah kombinasi golongan CCB-ACEI, kombinasi Amlodipin 10 mg–Lisinopril 10 mg dengan nilai sebesar Rp.6.388,70. Nilai ICER didapatkan antihipertensi yang paling cost-effective yaitu kombinasi golongan CCB-ARB dengan terapi Amlodipin 5 mg–Valsartan 160 mg yang menunjukkan nilai sebesar  Rp. – 58.401,38. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa penggunaan CCB-ARB lebih sensitif terhadap kenaikan 25% biaya dibandingkan dengan kombinasi CCB-ACEI.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/311</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.311</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 94-99</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/311/121</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/314</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Mikroemulsi Deksametason Menggunakan Variasi Surfaktan Tween 80 dengan Kombinasi Kosurfaktan Propilen Glikol dan Gliserin</dc:title>
	<dc:creator>Husfianingsi, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Sinala, Santi</dc:creator>
	<dc:creator>Arisanty, Arisanty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mikroemulsi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Deksametason</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tween 80</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Propilen Glikol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gliserin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">VCO</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bentuk sediaan dengan penghantaran yang buruk dapat menurunkan bioavailabilitas dan menyebabkan obat tidak dapat menghasilkan efek terapi secara optimal. Obat yang mempunyai kelarutan sukar larut dalam air yaitu deksametason. Salah satu langkah yang dapat meningkatkan kecepatan disolusi dan ketersediaan hayati obat yaitu diformulasikan menjadi sediaan mikroemulsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik mikroemulsi deksametason menggunakan variasi surfaktan tween 80 dengan kombinasi kosurfaktan propilen glikol dan gliserin. Pada penelitian ini digunakan metode observasi dengan mengamati karakteristik dari masing-masing formula yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji morfologi, dan uji ukuran partikel. Hasil pengujian organoleptis formula 1 dan 2 terjadi pemisahan fase ketika telah dimasukkan dalam climatic chamber, pengujian pH formula 1-4 mempunyai nilai rata-rata pH sebelum masuk climatic chamber berturut-turut 5,5; 5,7; 5,4; 5,8; dan setelah 4,3; 4,9; 5,0; 4,8; Pengujian viskositas formula 1-4 sebelum masuk dalam climatic chamber berturut-turut 211 cps, 344 cps,  496,7 cps, 413 cps, dan setelah 250,7 cps, 287,3 cps, 315,3 cps, 428,3 cps, pengujian morfologi semua formula berbentuk sferis, pengujian ukuran partikel formula 1-4 berturut turut 42,7 µm, 38,7 µm, 23,2 µm, 28,7 µm. Mikroemulsi deksametason pada konsentrasi tween 80 sebesar 30% mampunyai karakteristik yang paling stabil karena sifat fisikokimia yang paling stabil secara orgonoleptik dan mempunyai ukuran partikel yang paling kecil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/314</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.314</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 189-196</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/314/141</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/315</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Tablet Ekstrak Etanol Biji Buah Pinang (Areca catechu L.) dengan Variasi Konsentrasi Gelatin Sebagai Bahan Pengikat</dc:title>
	<dc:creator>Buang, Ariyani</dc:creator>
	<dc:creator>Adriana, Andi Nur Ilmi</dc:creator>
	<dc:creator>Rejeki , Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Areca catechu L</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Formulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tablet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gelatin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Biji Pinang adalah salah satu pengobatan antelmintik yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia berupa senyawa alkaloid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Ekstrak Etanol Biji Buah Pinang (Areca catechu L.) dapat diformulasikan dalam sediaan tablet dengan gelatin sebagai pengikat dan mengetahui konsentrasi gelatin memberikan mutu fisik yang baik pada tablet. Ekstrak Etanol Biji Buah Pinang (Areca catechu L). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fitokimia Universitas Pancasakti Makassar dan Laboratorium Tekhnologi Farmasi Poltekes Kementrian kesehatan Makassar. Terlebih dahulu biji Pinang diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak Etanol Biji Buah Pinang diformulasikan menjadi sediaan tablet dengan menggunakan variasi konsentrasi Gelatin sebagai bahan pengikat yaitu 1%, 3% dan 5% lalu dilakukan pengujian mutu fisik granul Ekstrak Etanol Biji Buah Pinang (Areca catechu L.) yang meliputi uji kadar lembab, uji kecepatan alir, uji sudut diam, uji indeks pemampatan dan uji densisitas massa. kemudian dilanjutkan dengan uji mutu fisik tablet Ekstrak Etanol Biji Buah Pinang (Areca catechu L.) meliputi uji keseragaman bobot tablet, uji keseragaman ukuran tablet, uji kekerasan, uji kerapuhan, dan uji waktu hancur. Dari hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa Gelatin sebagai bahan pengikat dengan variasi konsentrasi Gelatin pada konsentrasi 3% dan 5% telah memenuhi semua persyaratan sebagai tablet yang baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/315</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.315</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 100-110</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/315/122</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/316</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Perbandingan Obat-Polimer terhadap Karakteristik Fisik Mikrokapsul Simvastatin</dc:title>
	<dc:creator>Kusumasari, Findi Citra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mikrokapsul</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Simvastatin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Poli(L-asam laktat)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Polikaprolakton</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Efisiensi enkapsulasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Simvastatin adalah salah satu jenis obat untuk mengatasi hiperlipidemia yang memiliki efek samping yakni miopati dan rhabdomiolisis jika dikonsumsi dengan dosis tinggi. Sehingga dibutuhkan sistem pelepasan obat terkontrol untuk meminimalisir efek samping yang dihasilkan melalui pembuatan mikrokapsul dengan metode penguapan pelarut. Pembuatan mikrokapsul menggunakan polimer yang memiliki karakteristik biodegradable dan biocompatible yakni poli(L-asam laktat) dan polikaprolakton. Perlakuan yang diberikan yakni dengan memvariasikan perbandingan obat dengan jumlah polimer yang digunakan untuk memperoleh mikrokapsul terbaik dari aspek efisiensi enkapsulasi dan ukuran partikel. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, mikrokapsul dengan perbandingan obat dan polimer 1:12,5 memiliki nilia efisiensi enkapsulasi sebesar 84,73±1,5% dengan ukuran sebesar 0,45±0,01µm. Nilai efisiensi enkapsulasi tidak bisa maksimal disebabkan pada saat proses pemadatan mikrokapsul, diklorometana menghasilkan lubang pada permukaan mikrokapsul yang diamati dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) sehingga difusi obat ke fase eksternal lebih mudah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/316</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.316</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 111-118</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/316/123</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/319</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Bunga Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R. M. Sm.) Terhadap Mencit Jantan dengan Metode Transit Intestinal</dc:title>
	<dc:creator>Nasir, Nur Herlina</dc:creator>
	<dc:creator>Hagur, Ursula Grafila </dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Risky Juliansyah </dc:creator>
	<dc:creator>Fauziah, Rismayanti </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etlingera elatior</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bunga Kecombrang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antidiare</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Transit Intestinal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Oleum ricini</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diare merupakan masalah pada saluran gastrointestinal yang ditandai dengan buang air besar yang lebih sering, dan feses yang cair. Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R. M. Sm.) adalah salah satu tanaman yang dinilai memiliki potensi sebagai antidiare. Golongan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antimikroba terdapat pada bagian bunganya. Melihat golongan senyawa metabolit sekunder dan menghitung aktivitas antidiare ekstrak etanol bunga E. elatior (Jack) R. M. Sm. merupakan tujuan dari dilakukannya penelitian ini. Bunga kecombrang diserbukkan dan dimaserasi menggunakan cairan penyari etanol 96%. Ekstrak ini lalu diskrining secara fitokimia dan diuji aktivitas antidiarenya pada mencit jantan secara transit intestinal dengan 2 mL Oleum ricini sebagai penginduksi, tinta cina sebagai marker, dan loperamid HCl dosis 1 mg/kgBB sebagai kontrol positif. Dosis ekstrak yang diberikan per oral adalah 5; 7,5; dan 10 mg/kgBB. Besarnya efek antidiare tergantung dari nilai rasio antara x dan y, dimana x merupakan panjang usus yang dilalui marker sementara y adalah panjang usus keseluruhan. Maserat kental yang diperoleh yaitu 220 g dengan peroleh kembali sebesar 44%. Uji kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga kecombrang mengandung alkaloid, saponin, tanin, fenol, dan flavonoid. Secara beruturut-turut nilai rasio x dan y dari dosis 5; 7,5; dan 10 mg/kgBB yaitu 40,83±5,84; 35,72±0,14; dan 37,05 30,59±0,24 cm. Hasil yang didapat ini tergolong lemah apabila dibandingkan dengan kontrol positif yang memiliki nilai rasio sebesar 23.82±0,08 cm. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/319</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.319</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 171-178</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/319/130</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/320</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Nefroprotektif Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca var. Sapientum) terhadap Kadar Kreatinin Tikus yang Diinduksi Parasetamol</dc:title>
	<dc:creator>Pusmarani, Jastria</dc:creator>
	<dc:creator>Ashar, La Ode Novial</dc:creator>
	<dc:creator>Ifaya, Mus</dc:creator>
	<dc:creator>Khalid, Nur Hatidjah Awaliyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit Pisang Raja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nefroprotektif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Parasetamol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gagal ginjal merupakan masalah Kesehatan dunia ditinjau dari insidensi, prevalensi dan tingkat kematian. Berdasarkan data dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa gagal ginjal kronik meningkat sebesar 20-25% setiap tahun. Pisang raja (Musa paradisiaca var. Sapientum) merupakan spesies dari genus Musa yang digunakan sebagai pengobatan tradisional dan mengandung senyawa flavonoid yang dapat berpotensi sebagai nefroprotektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek nefropeotektif kulit pisang raja pada tikus yang diinduksi parasetamol dosis toksik. Kulit pisang raja diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut methanol. Penelitian ini adalah penelitian jenis eksperiment dengan metode pre and post test control design. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok hewan uji dan setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok 1 merupakan kelompok kontrol negatif yang diberikan Na CMC 0,5%, kelompok 2 merupakan kelompok induksi parasetamol dosis toksik dengan dosis 180 mg/kgBB. Kelompok 3,4, dan 5 merupakan kelompok yang diberikan ekstrak metanol kulit pisang raja dengan masing-masing dosis sebesar 700 mg/kgBB, 1400 mg/kgBB dan 2100 mg/kgBB. Kerusakan sel ginjal disebabakan karena pemberian parasetamol dosis toksik dengan mengukur kadar serum kreatinin tikus. Anaslisis data SPSS dengan Paired sample T test menunjukkan nilai P sebesar 0,016&amp;lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit pisang raja dapat menurunkan kadar kreatinin serum tikus. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol kulit pisang raja memiliki efek nefroprotektif pada tikus yang diinduksi parasetamol dosis toksik melalui penurunan kadar serum kreatinin tikus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/320</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.320</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 119-124</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/320/124</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/328</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Pengobatan Pasca Kemoterapi Pasien Kanker Payudara Pada Rumah Sakit Di Provinsi Gorontalo</dc:title>
	<dc:creator>Djuwarno, Endah Nurrohwinta</dc:creator>
	<dc:creator>Marhaba, Zulkarnain</dc:creator>
	<dc:creator>Abdullah, Rahmatia</dc:creator>
	<dc:creator>Baharuddin, Rahmatia</dc:creator>
	<dc:creator>Usuli, Tirta Cahnia</dc:creator>
	<dc:creator>Ismail, Nabila Husnunnisa</dc:creator>
	<dc:creator>Tonde, Nur Aisya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kanker Payudara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemoterapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Efek Samping</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SOAP</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kemoterapi merupakan pengobatan yang diberikan kepada pasien kanker, pengobatan ini sering kali memberikan efek samping yang kurang nyaman bagi pasien kanker yang menjalaninya. Efek samping yang ditimbulkan sering kali menjadi alasan bagi pasien kanker untuk tidak melakukan pengobatan kemoterapi, diantaranya yaitu seperti anemia, alopesia, trombosipenia, leukopenia, mual dan muntah.. Tujuan studi ini dilakukan untuk mengetahui gambaran efek samping pada pasien pengidap kanker payudara yang melakukan kemoterapi di rumah sakit Di Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan adalah metode SOAP dengan Rancangan Subjektif Objektif Assesment dan Planning. penelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran efek samping kemoterapi pada pasien kanker payudara. Pasien yang dijadikan sampel adalah salah satu pasien yang menjalani kemoterapi siklus pertama yang datang akibat efek samping kemoterapi yang memiliki rekam medik di RSUD Di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2023, di bagian rawat inap RSUD Di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan studi literatur pendukung data/informasi terkait terapi obat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya efek samping yang ditimbulkan dari kemoterapi pada pasien kanker payudara. Dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwa pasien ini datang dengan keluhan lemas, mual, muntah, pusing, sulit berdiri yang merupakan efek samping dari kemoterapi yang dilakukannya seminggu yang lalu karena kanker payudara yang dideritanya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/328</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.328</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 374-382</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/328/158</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/330</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Skrining Fitokimia dan Penentuan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Limbah Kulit Pisang (Musa acuminata Colla)</dc:title>
	<dc:creator>Larasati, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator> Putri, Filu Marwati Santoso</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit Pisang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flavonoid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Skrining</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit pisang umumnya dianggap sebagai limbah sampah yang tidak digunakan. Senyawa aktif yang terkandung di dalam kulit pisang diantaranya senyawa flavonoid dan fenol yang bersifat antioksidan. Flavonoid merupakan bagian dari senyawa turunan polyphenolic yang terdapat pada tumbuhan. Tanin merupakan senyawa polifenol yang dimiliki kulit pisang. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk menentukan kadar flavonoid ektrak etanol kulit pisang. Ekstrak etanol kulit pisang dihasilkan melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil identifikasi kualitatif dari ekstrak etanol kulit pisang mengandung senyawa diantaranya flavonoid, steroid dan tanin galat. Penetapan kandungan flavonoid dilakukan panjang gelombang maksimum 435 nm berdasarkan metode AlCl3. Kandungan flavonoid yang  dihasilkan yaitu 0,175%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/330</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.330</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 125-131</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/330/125</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/335</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Eksplorasi Jenis dan Pemanfaatan  Tanaman Obat Di Bumi Patowonua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Syahruddin, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Saparuddin, Saparuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Islamiyah, Zhaqina Tun </dc:creator>
	<dc:creator>Arjun, M. </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bumi Patowonua</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Eksplorasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Identifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemanfaatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tanaman Obat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kearifan lokal di Bumi Patowonua Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki budaya tersendiri dalam memanfaatkan berbagai tanaman yang berkhasiat obat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis, khasiat, serta cara pemanfaatan tanaman obat yang meliputi akar, batang, daun, bunga, buah dan biji yang dilakukan oleh masyarakat di Bumi Patowonua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi tenggara. penelitian ini menggunakan metode survey eksploratif dan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), survey ini dilakukan di 6 kecamatan di daerah Bumi Patowonua yaitu di Kecamatan Porehu, Lasusua, Kodeoha, Ranteangin, Batu Putih, dan Kecamatan Tolala dengan luas wilayah survey 1.933,84  km2. Survey yang dilakukan melibatkan 102 orang  responden yang telah menggunakan tanaman sebagai obat tradisional selama lebih dari 10  tahun. peneltian ini menunjukan bahwa ditemukanya 46 koleksi tanaman obat dalam pengisian kuisioner dan wawancara kepada responden atau masyarakat di bumi Patowonua Kabupaten Kolaka Utara. Dari 46 tanaman tersebut 1 diantaranya menjadi tanaman yang telah digunakan secara turun temurun untuk pengobatan tradisional yaitu patikala/paccilaka dengan nama indonesia kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.). Tanaman patikala banyak ditemukan di Kecamatan Porehu, Kecamatan Tolala dan Kecamatan Batu Putih Kabupaten Kolaka utara. Selain itu terdapat 1 tanaman endemik dimana masyarakat lokal menyebutnya dengan tanaman dara karena klasifikasi dari tanaman tersebut belum diketahui secara pasti. Keberadaan tanaman dara sudah mulai punah karena tidak banyak orang yang mengetahui manfaat dari tanamana tersebut. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh sebanya 46 tanaman yang telah digunakan oleh masyarakat bumi Patowonua sebagai obat tradisional yaitu 1 diantaranya merupakan patikala yang telah digunakan secara turun temurun untuk pengobatan dan 1 tanaman endemik yang dikenal masyarakat lokal dengan nama tanaman dara.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/335</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.335</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 197-220</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/335/142</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/336</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbandingan Beberapa Metode Ekstraksi Ekstrak Etanol Daun Sawo Duren (Chrysophyllum cainito L.)  Terhadap Kadar Flavanoid Total Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIS </dc:title>
	<dc:creator>Maryam, Fadillah</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Yuri Pratiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Mus, Suwahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Rohana, Rohana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstraksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metabolit Sekunder</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flavonoid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Spektrofotometri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sawo Duren (Chrysophyllum cainito L.) memiliki Kandungan kimia yang teridentifikasi seperti flavonoid, saponin, tanin, steroid, triterpen dan polifenol. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode ekstraksi terhadap kadar flavanoid total daun sawo duren. Penelitian ini meliputi ekstraksi menggunakan metode refluks, soxhletasi, maserasi, perkolasi, dengan etanol 70% sebagai penyari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan antara metode ekstraksi menghasilkan kadar flavonoid yang berbeda-beda pada ekstrak etanol daun sawo duren  (Chrysophyllum cainito L.). Metode ekstraksi yang paling efektif digunakan untuk mengekstraksi daun sawo duren (Chrysophyllum cainito L.) adalah metode maserasi dibandingkan metode perkolasi, soxhletasi, dan refluks.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/336</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.336</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 132-138</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/336/126</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/338</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi In Vivo Ekstrak Etanol Kulit Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus L.) Sebagai Kandidat Obat Analgetik Terhadap Model Hewan Uji Mecit (Mus musculus)</dc:title>
	<dc:creator>Amir, Muhammad Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Aulia, Rifdah </dc:creator>
	<dc:creator>Suardi, Harfiana</dc:creator>
	<dc:creator>Hatifah, Zainah Aura </dc:creator>
	<dc:creator>Ismail, Ismail</dc:creator>
	<dc:creator>Raihan, Muhammad </dc:creator>
	<dc:creator>Evary, Yayu Mulsiani </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit Buah Nangka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mus musculus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aktivitas Analgesik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hot-plate</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tail Immersion</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nyeri merupakan tanda bahwa telah terjadi kerusakan jaringan, inflamasi, atau infeksi. Terapi yang umum digunakan dalam penatalaksanan nyeri adalah menggunakan NSAID (Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs). Namun, penggunaan jangka panjang serta penggunaan yang kurang tepat dapat memicu berbagai efek samping, seperti ulcer pepticum. Tanaman Nangka ((Artocarpus heterophyillus L) telah banyak diteliti terkait khasiat dan kandungannya, namun hanya sedikit eksplorasi terhadap bagian kulitnya.  Penelitian ini dilakukan untuk melihat aktivitas analgetik dari ekstrak etanol kulit buah Nangka (Artocarpus heterophyillus L). Pengujian aktivitas analgetik menggunakan tiga metode in vivo model hewan uji mencit (Mus musculus), yaitu metode hot plate, tail immersion dan induksi kimia asam asetat. Setiap metode pengujian analgetik menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan. Ekstrak etanol kulit buah Nangka (EEKN) yang diuji dibuat dalam tiga variasi dosis, 100 mg/kg, 300 mg/kg dan 500 mg kg. Pada pengujian dengan metode hot plate, EEKN dosis 500 mg/kg menunjukkan hasil yang terbaik dengan persen aktivitas analgesik sebesar 97,26%. Hal ini juga terlihat pada pengujian menggunakan metode tail immersion, EEKN dengan dosis 500 mg/kg memiliki waktu latensi terbaik di menit ke 30 yaitu 6.8 ±1.20 detik. Untuk metode induksi geliat menggunakan asam asetat, EEKN dengan dosis 300 mg/kg dan 500 mg/kg menghasilkan persen penghambatan geliat paling baik dengan nilai 78.28% dan 89.14%. Berdasarkan hasil analasis statistik yang digunakan EEKN 500 mg/kg memiliki nilai signifikansi jika dibandingkan dengan kelompok negatif (p&amp;lt;0.05).  Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dalam penelitian ini yaitu ekstrak etanol kulit buah Nangka pada rentang dosis 300 mg/kg hingga 500 mg/kg memiliki aktivitas sebagai obat analgetik walaupun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut kedepannya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/338</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.338</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 139-147</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/338/127</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/339</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Etanol Daun Sembukan (Paederia foetida L.) dengan Parameter Kadar Kreatinin dan BUN pada Mencit (Mus musculus) Jantan</dc:title>
	<dc:creator>Mus, Suwahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Maryam, Fadhilla </dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Yuri Pratiwi </dc:creator>
	<dc:creator> Fatimah, Rosadika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Paederia foetida L</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Toksisitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kreatinin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BUN</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun sembukan (Paederia foetida L.) merupakan salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai antidiabetes, antihiperlipidemia dan antioksidan, sehingga perlu diuji toksisitasnya dalam penggunaan jangka waktu lama untuk memastikan keamanannya terutama pada organ ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian daun sembukan terhadap toksisitas ginjal dengan parameter kreatinin dan Blood Urea Nitrogen. Hewan coba yang digunakan yaitu mencit putih (Mus musculus) jantan sebanyak 28 ekor dan dibagi menjadi 4 kelompok (1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan) dengan pemberian secara oral pada dosis masing-masing 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB. Selanjutnya dilakukan pengambilan darah dan diukur kadar kreatinin dan BUN setelah pemberian selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa hewan coba mengalami peningkatan kadar kreatinin dan Blood Urea nitrogen tetapi hasilnya tidak signifikan  (p &amp;gt;0,05) sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak etanol daun sembukan yang diberikan selama 28 hari tidak menyebabkan toksiksitas pada mencit jantan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/339</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.339</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 221-227</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/339/138</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/341</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Penggunaan Obat Antipendarahan dan Antinyeri pada Pasien Rawat Inap Kanker Serviks  Di Rumah Sakit X Wilayah Kota Gorontalo Periode 2021-2022</dc:title>
	<dc:creator>Papeo, Dizky Ramadani putri</dc:creator>
	<dc:creator>Samatowa, Rahmatia</dc:creator>
	<dc:creator>Silaka, Nur'ain Dj.</dc:creator>
	<dc:creator>Sabihi, Andini Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Arini, Arini</dc:creator>
	<dc:creator>Salam, Nurhayati</dc:creator>
	<dc:creator>Ahmad, Abd. Ghiaz Putra Ramadan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kanker Serviks</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antipendarahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antinyeri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kanker serviks atau kanker rahim merupakan keganasan dari leher rahim (serviks) yang dapat disebabkan karena adanya virus HPV (Human papiloma virus). Data dari World Health Organization (WHO) diketahui terdapat 493.243 jiwa pertahunpenderita kanker serviks baru dengan angka kematian sebanyak 273.505 jiwa pertahun. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antipendarahan dan antinyeri pada pasien kanker serviks di rumah sakit “X”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan populasi 8 pasien yang terdiagnosa kanker serviks di rumah sakit “X” di wilayah Kota Gorontalo periode 2021-2022. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pasien kanker serviks yang menjalani  rawat inap di rumah sakit  “X” wilayah kota Gorontalo diketahui bahwa antinyeri yang paling banyak digunakan yaitu asam mefenamat dengan persentase 6,67% dengan dosis 500 mg, Fibrinolitik yang paling banyak digunakan di rumah sakit “X” yaitu asam tranexamat dengan dosis 500 mg.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/341</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.341</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/341/177</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/347</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Anti-elastase dan Antioksidan dari Ekstrak Etanol Kayu Bangkal (Nauclea subdita) Korth. Steud. dengan Variasi Metode Ekstraksi </dc:title>
	<dc:creator>Ramadhani, Sintiami</dc:creator>
	<dc:creator>Elya, Berna</dc:creator>
	<dc:creator>Forestrania, Roshamur Cahyan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anti-elastase</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nauclea subdita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstraksi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kayu Bangkal (Nauclea subdita) (Korth.) Steud. telah digunakan secara tradisional oleh penduduk asli Kalimantan Selatan, sebagai produk perawatan kulit berupa masker wajah, yang diyakini dapat melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan rendemen, aktivitas anti-elastase, efek proliferasi sel, total polifenol, dan total flavonoid dan aktivitas antioksidan dari berbagai metode ekstraksi. Ekstraksi dilakukan dengan metode UAE (Ultrasound Assisted Extraction), MAE (Microwave Assisted Extraction), dan Soxhlet. Aktivitas anti-elastase dilakukan secara enzimatis menggunakan Porcine Pancreatic Elastase (PPE). Ekstrak teraktif dilanjutkan dengan pengujian proliferasi sel menggunakan HDFa. Pengujian kadar total polifenol dan flavonoid dilakukan dengan metode kolorimetri dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, ABTS, dan FRAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen metode ekstraksi UAE (Ultrasound Assisted Extraction) kayu bangkal menghasilkan rendemen tertinggi, dengan nilai 7,12% lebih tinggi dibandingkan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dan Soxhlet, aktivitas anti-elastase tertinggi diperoleh pada ekstrak metode UAE (361,22 ?g/mL). Ekstrak teraktif memiliki efek proliferasi terhadap sel HDFa dependent dose, total fenol dan flavonoid tertinggi pada metode MAE dengan kadar berturut-turut 124.96±0.42 mg EAG/g ekstrak dan 16.62±0.23 mg EK/g ekstrak. Pengujian antioksidan dari masing-masing ekstrak umumnya menunjukkan aktivitas yang kuat dalam meredam radikal ABTS, DPPH dan reduksi besi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode ekstraksi UAE dalam menarik senyawa aktif N. subdita berpotensi sebagai anti elastase, antiaging, dan antioksidan dibandingkan dengan metode ekstraksi lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat untuk dapat dikembangkan pada penelitian lebih lanjut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/347</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.347</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 228-243</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/347/139</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/349</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Fungi Endofit Daun Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus</dc:title>
	<dc:creator>Hairani, Zamra</dc:creator>
	<dc:creator>Ratnah, St.</dc:creator>
	<dc:creator>Pakadang, Sesilia Rante</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Alpukat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fungi Endofit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">P. aeroginosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">S. aureus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Avocado (Persea americana Mill) is a plant that contains antibacterial substances, especially in its leaves. Flavonoids, saponins and alkaloids are active compounds in avocado leaves which can prevent some bacterial growth. This study aims to isolate, identify and determine the antibacterial activity of avocado leaf endophytic fungal isolates growing P. aeruginosa and S. aureus. This type of research, namely experimental research, isolates endophytic fungi using avocado leaves inoculated on PDA media which has been added with 0.005% chloramphenicol in a petri dish and incubated at a temperature of 25oC for 5-7 days. Antibacterial activity was tested using a paper disk with the agar diffusion method. This research showed that young avocado leaves produced 3 isolates, namely isolate 1 was suspected to be Trichoderma sp., isolate 2 was suspected to be Rhizoctonia sp., and isolate 3 was suspected to be Fusarium sp. From the results obtained, it was concluded that the endophytic fungi of avocado leaves from isolate 2, and isolate 3 provided an inhibition zone against P. aeruginosa and isolate 1, and isolate 3 provided an inhibition zone against S. aureus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/349</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.349</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 543-551</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/349/173</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/351</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Waktu Pengeringan Beku (Freeze Drying) Terhadap Evaluasi Fisik Sediaan Gel Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Variasi HPMC</dc:title>
	<dc:creator>Pratiwi, Anisa Nur Pratiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Saputri, Gusti Ayu Rai</dc:creator>
	<dc:creator>Ulfa, Ade Maria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bunga Telang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">HPMC</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Freeze Drying</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat fungsional bagi tubuh manusia. Salah satu penyebab kerusakan senyawa pada bunga telang  dikarenakan suhu tinggi (pemanasan) yang biasa digunakan pada saat proses pengeringan. Freeze drying merupakan salah satu metode pengeringan tanpa melalui pemanasan. Setelah mendapat ekstrak dapat dilanjutkan dengan formulasi. Formulasi sediaan gel membutuhkan basis yang mampu menyatukan seluruh komponen seperti gelling agent HPMC. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan konsentrasi gelling agent HPMC dan untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu pengeringan. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dengan pelarut aquadest (1:10). Hasil maserasi kemudian dimasukkan ke dalam pendingin hingga didapatkan ekstrak beku kemudian dilakukan freeze drying guna menghilangkan kadar air. Hasil rendemen yang diperoleh pada waktu pengeringan 36 jam adalah 40% dengan kadar air 9% dan rendemen yang diperoleh pada waktu pengeringan 48 jam adalah 27,5% dengan kadar air 8%. Sediaan gel ekstrak bunga telang memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik standar SNI 16-4399-1996 pada uji pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan (two-way ANOVA). Hasil analisis statistik menunjuk kan bahwa variasi lama waktu pengeringan ekstrak dengan basis HPMC memiliki pengaruh signifikan pada uji pH dan uji viskositas dengan nilai P-value &amp;lt;0,05.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/351</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.351</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 552-561</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/351/174</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/352</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penentuan Nilai SPF (Sun Protecting Factor) Sunscreen Gel Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) Secara In Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Nurfadilah, Nurfadilah</dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Fityatun</dc:creator>
	<dc:creator>Rasyid, Andi Ulfah Magefirah </dc:creator>
	<dc:creator>Zulkifli, Zulkifli</dc:creator>
	<dc:creator>Wahdaniah, Yulfina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sunscreen Gel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SPF</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Syzygium aromaticum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sunscreen disebut salah satu jenis kosmetik baik secara fisik maupun kimia dapat memberikan efek penghambatan efek penetrasi sinar ultraviolet ke dalam kulit. Dimana adanya paparan sinar secara berlebih dan terus menerus mengakibatkan jaringan epidermis kulit kurang mampu melawan berbagai efek negatifnya seperti penuaan dini, penggelapan pada warna kulit, kulit terbakar sinar matahari, bahkan dapat memicu dan meningkatkan risiko kanker kulit. Sediaan sunscreen sangat diperlukan dalam membantu mekanisme alami pertahanan tubuh dalam  melindungi dari paparan tinggi radiasi ultraviolet. Efek perlindungan terhadap sinar UV dapat diperoleh dari bahan yang tinggi kandungan antioksidan. Daun cengkeh dengan kandungan flavanoid dan eugenol memiliki efek antioksidan tinggi yang mampu melindungi kulit dari paparan dan bahaya dari sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisik dan nilai SPF dari sediaan sunscreen gel dengan ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum). Ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96% yang dipekatkan menggunakan alat rotary evaporator dan penentuan nilai SPF menggunakan metode spektofotomeri UV-Vis. Ekstrak etanol daun cengkeh discreening fitokimia dan menunjukkan warna orange kemerahan menandakan positif kandungan flavonoid. Sunscreen Gel ekstrak etanol daun cengkeh dibuat 5 formula dengan perbedaan pada konsentrasi ekstrak etanol daun cengkeh, yaitu 0, 1, 2, 4 dan 8 % menggunakan basis karbopol. Formula kemudian diuji karakteristik fisik dan nilai SPFnya. Kelima formula gel ekstrak etanol daun cengkeh memenuhi persyaratan dalam uji karakteristik sifat fisik yaitu organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas. Nilai SPF untuk formula 1, 2, 3, 4 dan 5 yaitu sebesar 0,19; 0,53; 2,05; 3,83; 2,16 dan berpotensi melindungi kulit dari radiasi UVB.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/352</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.352</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 244-252</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/352/143</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/353</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Variasi Karagenan dan Virgin Coconut Oil Terhadap Evaluasi Fisik dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Losio Bunga Telang (Clitoria ternatea L.)</dc:title>
	<dc:creator>Siregar, Aulia Fitri Handayani</dc:creator>
	<dc:creator>Ulfa, Ade Maria</dc:creator>
	<dc:creator>Nofita, Nofita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bunga Telang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Freeze dry</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Losio</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antioksidan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Antioksidan ialah suatu zat yang dalam konsentrasi kecil dapat mencegah atau menghambat oksidasi pada sebuah substrat yang dihasilkan oleh senyawa radikal bebas. Bunga telang suatu tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi karagenan dan VCO dalam sediaan losio ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap uji evaluasi fisik dan aktivitas antioksidan. Ekstraksi bunga telang memakai teknik maserasi dengan pelarut air lalu di freeze dry pada suhu -50°C selama 48 jam. Hasil rendemen ekstrak yang didapat yaitu 29,33%. Hasil uji evaluasi fisik sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan dan VCO pada F I, F II, dan F III mempengaruhi uji evaluasi fisik diamati dari hasil yang memenuhi persyaratan sesuai dengan SNI-16-3499-1996. Sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan dan VCO memiliki pengaruh terhadap aktivitas antioksidan diamati dari nilai IC50, dan sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan 1% dan VCO 5% memiliki nilai IC50 yang paling baik sebesar 23,92 ppm yang jika dilihat berarti memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat pada seri konsentrasi &amp;lt;50 ppm. Namun jika dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sediaan losio formula I, formula II, dan formula III memiliki pengaruh sebesar 26% dari variasi karagenan dan VCO terhadap aktivitas antioksidan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/353</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.353</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 450-460</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/353/164</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/355</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Kestabilan Fisik Krim Antijerawat Ekstrak Etanol Daun Sagu (Metroxylon sagu Rottb) dan  Uji Aktivitas Bakteri Terhadap Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis</dc:title>
	<dc:creator>Isrul, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Hasanuddin, Silviana </dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Citra </dc:creator>
	<dc:creator>Alimasi, Asnur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Sagu (Metroxylon sagu Rottb)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Propionibacterium acnes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">staphylococcus epidermidis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Formulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antijerawat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun sagu (Metroxylon sagu Rottb) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, steroid, dan tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Untuk meningkatkan aktivitas dalam pemanfaatan potensi dari daun sagu, maka dibuat dalam bentuk sediaan yang praktis dan mudah digunakan yaitu dalam bentuk krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan krim ekstrak daun sagu (Metroxylon sagu Rottb) terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis sebagai antijerawat.  Sampel daun sagu (Metroxylon sagu Rottb) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan  pelarut etanol 96%, kemudian dibuat formulasi dalam bentuk sediaan krim dengan konsentrasi ekstrak 2,5%, 5%, dan 10% Selanjutnya evaluasi fisik sediaan yaitu meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, dan uji viskositas. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi fisik sediaan krim antijerawat ekstrak daun sagu (Metroxylon sagu Rottb) dengan kosentrasi 2,5%, 5%, dan 10% memiliki warna, bau dan bentuk yang stabil, sediaan yang homogen, viskositas sediaan yang baik , dan nilai pH yang dapat diterima. Sediaan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes pada kosentrasi 2,5% sebesar (4,87 mm) kategori lemah, 5% sebesar (7,87 mm) kategori sedang dan 10% sebesar (12,60 mm) kategori kuat. Sedangkan pada bakteri Staphylococcus epidermidis yaitu 2,5% sebesar (5,07 mm) kategori sedang, 5% sebesar (7,07 mm) kategori sedang dan 10% sebesar (10,53 mm) kategori kuat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/355</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.355</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 148-160</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/355/128</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/356</identifier>
				<datestamp>2023-07-07T09:17:16Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Hair Emulsion Minyak Biji Chia (Salvia hispanica) dengan Kombinasi Tween 80 dan Span 80 Sebagai Emulgator</dc:title>
	<dc:creator>Rahmayanti, Mayu </dc:creator>
	<dc:creator>Nastiti, Ginanjar Putri </dc:creator>
	<dc:creator>Fitri, Mutia Azkia </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Asam Linoleat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Alopecia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Span 80</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tween 80</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emulsi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hair emulsion saat ini sudah banyak dikembangkan untuk mengatasi kerontokan dan kebotakan pada rambut, baik dari produk yang terbuat dari bahan sintetis maupun dari bahan alam. Namun, penggunaan bahan sintetis dapat menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal, alergi, dan beberapa efek samping lainnya. Salah satu solusi untuk menghindarinya adalah dengan menggunakan bahan alami. Minyak biji chia memiliki beragam potensi kesehatan, secara umum di masyarakat penggunaannya sebagai sumber pangan, tetapi minyak biji chia juga dapat dimanfaatkan untuk perangsang pertumbuhan rambut karena mengandung asam linoleat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan stabilitas fisik sediaan hair emulsion dari minyak biji chia sebagai penumbuh rambut. Hair emulsion dibuat menggunakan metode basah dengan kombinasi emulgator span 80 dan tween 80. Evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, pH, tipe emulsi, dan homogenitas. Uji stabilitas sediaan dilakukan dengan penyimpanan pada suhu ruang selama 21 hari dan cycling test sebanyak 6 siklus. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan teoritis dan analisis statistik. Formulasi sediaan dengan variasi konsentrasiminyak biji chia menghasilkan sediaan emulsi tipe m/a yang homogen, berwarna putih susu, beraroma khas minyak biji chia dan memiliki pH pada rentang 4-7. Berdasarkan analisis statistik, formula I dan II tidak menunjukkan adanya signifikansi setelah dilakukan uji stabilitas pada nilai pH, sedangkan penurunan nilai pH pada formula III memiliki nilai signifikansi p (0,00) &amp;lt; 0,05. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa FI dan FII memiliki sifat fisik dan stabilitas yang baik, sedangkan FIII memiliki nilai pH yang tidak memenuhi syarat pH yang baik dan tidak stabil selama penyimpanan </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/356</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.356</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 10-19</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/356/131</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/358</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Profil Disolusi Tablet Lepas Lambat Kalium Diklofenak Menggunakan Pati Talas Pratama Sebagai Matriks</dc:title>
	<dc:creator>Kurniadi, Ammanu</dc:creator>
	<dc:creator> Nawangsari, Desy</dc:creator>
	<dc:creator>Samodra, Galih</dc:creator>
	<dc:creator>Prabandari, Rani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kalium Diklofenak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lepas Lambat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Colocasia esculenta (L)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Schott var. Pratama</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia adalah negara tropis yang dikenal sebagai sumber bahan baku obat-obatan namun pemanfaatannya masih terbatas. Salah satu bahan baku obat yang terdapat di Indonesia adalah pati talas pratama (Colocasia esculenta (L). Schott var, Pratama). Pati yang dimodifikasi dengan pentanol dan asetilasi dapat digunakan untuk eksipien dalam pembuatan tablet lepas lambat. Kalium diklofenak merupakan obat yang mempunyai waktu paruh di plasma pendek (1-2 jam) sehingga sesuai dibuat sediaan lepas lambat. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan tablet lepas lambat kalium diklofenak menggunakan pati talas pratama termodifikasi untuk pengobatan ostheoarthitis yang dapat menurunkan frekeunsi pemberian obat serta meningkatkan kepatuhan pasien. Metode penelitian ini dilakukan dengan isolasi pati, modifikasi pati, karakterisasi massa cetak,  pencetakan dan evaluasi tablet. Hasil penelitian ini pada FI dan FII secara berurut yaitu laju alir 4,60 dan 5,30 gram/detik, sudut istirahat 40,49 dan 36,51 °, kompresibilitas 14,38 dan 12,86 %, hausner ratio 1,17 dan 1,15. Hasil uji One Way ANOVA menunjukan metode modifikasi berpengaruh secara signifikan terhadap laju alir (P:0,001) dan sudut istirahat (P:0,000). Hasil keseragaman bobot 223,85 dan 222,95 mg, kekerasan 4,93 dan 6,90 kg, kerapuhan  0,94 dan 0,57 %, waktu hancur 52,67 dan 61,67 menit. Hasil uji disolusi yaitu FI 68,83 % belum memenuhi persyaratan sedangkan FII 53,89 memenuhi persyaratan disolusi yaitu tidak lebih dari 65 % selama 8 jam,sedangkan FII belum memenuhi persyaratan. Hasil uji analisis One Way ANOVA metode modifikasi pati berpengaruh secara signifikan terhadap keseragaman bobot (P: 0,000), kekerasan (P: 0,000) dan waktu hancur (P: 000).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/358</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.358</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 562-573</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/358/175</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/360</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Phytochemical Screening Analysis and Determination of Total Flavonoids and Total Phenolics Content of Ethanol Extract of Sungkai Leaf (Penorema canescens Jack) from Samarinda City</dc:title>
	<dc:creator>Ma'ruf, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Bachri, Moch. Saiful</dc:creator>
	<dc:creator>Nurani, Laela Hayu </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sungkai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Screening</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Phytochemical</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flavonoid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Phenolic</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sungkai is a plant that contains compounds such as flavonoids, tannins, phenolics, saponins, steroids, and terpenoids, which have the potential to develop native Indonesian herbal medicines to treat the prevention and treatment of various diseases. This research aimed to analyze phytochemical screening and the total flavonoid and phenolic content in sungkai leaves originating from Samarinda City. This research method was carried out by extracting sungkai leaves with 96% ethanol and evaporating them with a vacuum rotary evaporator. Sungkai leaf extract was analyzed for phytochemical screening using the tube method with color testing from various reagents and total phenolic and flavonoid content testing using the colorimetric method using a UV-Vis spectrophotometer. The results of the phytochemical screening showed that the ethanol extract of sungkai leaves from Samarinda City was positive for containing flavonoids, saponins, alkaloids, phenolics, and steroids. The results of determining the flavonoid and phenolic content of sungkai leaf ethanol extract were 18,210 ± 0.271 mg QE/g sample and 33,666 ± 1.052 mg GAE/g sample.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/360</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.360</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 262-272</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/360/145</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/362</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Fraksinasi dan Karakterisasi Senyawa Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Andong Merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) Menggunakan Uv-Vis dan FT-IR</dc:title>
	<dc:creator>Utami, Yuri Pratiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Maryam, Fadillah</dc:creator>
	<dc:creator>Mus, Suwahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Agustin, Nurul Ainun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fraksinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Andong Merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">UV-Vis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">FT-IR</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun andong merah merupakan tanaman yang dipercaya dapat mengobati beberapa penyakit dengan aktivitas berkhasiat sebagai antibakteri, serta memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa antioksidan yang diisolasi dari ekstrak etanol daun andong merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval). Metode yang digunakan yaitu ekstrak dipartisi dengan metode cair-cair menghasilkan fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air. Fraksi etil asetat difraksinasi lebih lanjut menggunakan kromatografi kolom, menghasilkan 8 fraksi dan dipilih fraksi ke 5 (F5) diuji kualitatif antioksidan dengan penyemprotan DPPH selanjutnya dilakukan isolasi dengan KLTP. Hasil KLTP diperoleh 5 pita, dan dipilih pita ke 5 (F5e) kemudian dilakukan uji kemurnian menggunakan metode KLT 2 dimensi dan multi eluen. Isolat dikarakterisasi menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dan Spektroskopi FT-IR. Dari hasil analisis hasil data UV-Vis mengindikasikan adanya gugus kromofor yang terikat pada cincin aromatik (gugus kromofor C=C atau C=O) pada panjang gelombang maksimum 261 nm dan pada hasil data FTIR diperoleh gugus O-H, C-H (alifatik), C=C (aromatik), dan C-O pada bilangan gelombang 4000-600 cm?¹. Hal ini menunjukkan bahwa golongan senyawa yang diisolasi dari ekstrak daun andong merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) diduga golongan senyawa flavonoid.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/362</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.362</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 273-281</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/362/146</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/363</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Golongan Statin dalam Manajemen Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Kota Madiun 2021/2022</dc:title>
	<dc:creator>Agustin, Emiliya Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Lucia Vita Inandha</dc:creator>
	<dc:creator>Hanifah, Inaratul Rizkhy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis Efektifitas Biaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Atorvastatin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Simvastatin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PJK</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi salah satu prevalen dengan angka yang cukup tinggi di Indonesia. Pengobatan utama yang digunakan di RSUD Kota Madiun adalah golongan HMG-CoA Reduktase Inhibitor atau Statin, yaitu atorvastatin dan simvastatin. Penggunaan obat jangka panjang, biaya perawatan rumah sakit, frekuensi kunjungan ke dokter dan biaya pengobatan PJK menjadi beban yang signifikan. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui cost effective antidislipidemia golongan statin pada penyakit jantung koroner. Pendekatan metode yang digunakan adalah deskriptif non-interventional, yaitu dengan mengumpulkan data secara retrospektif dari rekam medik dan billing pasien. Subyek penelitian  sejumlah 64 pasien PJK yang menerima terapi simvastatin dan atorvastatin. Efektivitas pengobatan diukur berdasarkan jumlah pasien yang mencapai target penurunan LDL sebesar 18 – 55% dan peningkatan HDL 5-15%, sementara biaya yang diukur adalah biaya medis langsung yang diperoleh dari data billing selama pasien dirawat dalam satu periode rawatan. Pendekatan farmakoekonomi yang digunakan adalah Cost Effectiveness Analysis dengan menghitung nilai ACER, ICER dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya total atorvastatin dan simvastatin sebesar Rp. 7.874.384 dan Rp. 6.828.385 dengan persentase efektivitas sebesar 94,28% dan 79,31%. Atorvastatin lebih cost effective dengan nilai ACER yang lebih rendah yaitu Rp. 8.352.125, sementara simvastatin sebesar Rp.8.609.740. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antidislipidemia yang paling cost-effective adalah atorvastatin dan untuk menambah 1 efektifitas diperlukan biaya sebesar Rp. 6.987.241,15.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/363</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.363</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 282-290</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/363/147</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/364</identifier>
				<datestamp>2024-08-09T08:19:17Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Antihipertensi Ekstrak Bawang Dayak (E.palmifolia (L.)Merr) dan Ciplukan (P.angulata. L) Terhadap Tekanan Darah Tikus</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Atika Mutiara</dc:creator>
	<dc:creator>Syafi'i, Imam</dc:creator>
	<dc:creator>Saputri, Fadlina Chany</dc:creator>
	<dc:creator>Elya, Berna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antihipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bawang Dayak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ciplukan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sprague Dawley</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) secara empiris digunakan untuk menyembuhkan penyakit diabetes melitus, hipertensi, menurunkan kolesterol, dan stroke. Ciplukan (Physalis angulata L.) telah banyak digunakan masyarakat dalam bentuk jamu tunggal atau kombinasi ramuan sebagai obat radang saluran napas, radang gusi, radang testis, hipertensi, dan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia ekstrak etanol 96% bawang dayak dan ciplukan dan aktivitas sebagai antihipertensi terhadap tikus jantan sprague dawley yang diinduksi NaCl dan deksametason. Tikus dibagi ke dalam 6 kelompok terdiri dari kelompok normal, negatif, positif, dan kelompok perlakuan ekstrak bawang dayak, ekstrak ciplukan serta kombinasi bawang dayak-ciplukan. Tikus diinduksi selama 28 hari dengan parameter yang diukur adalah tekanan darah sistoel-diastol dan berat badan. Hasil skrining kandungan kimia ekstrak bawang dayak adalah flavonoid, tanin dan kuinon. Kandungan ekstrak ciplukan adalah alkaloid, Falvonoid, tanin, terpenoid/steroid dan saponin. Hasil pengujian aktivitas antihipertensi menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak bawang Dayak dan ciplukan dengan dosis 81 mg/Kg BB dan 155 mg/Kg BB memberikan efek penurunan tekanan darah diastole dan sistol serta profil bobot badan dari hewan uji tikus. Hasil uji secara in vivo dari kombinasi ekstrak perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut agar dapat dikembangkan sebagai kandidat bahan aktif dalam penanganan hipertensi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/364</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v10i1.364</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Special Issue for 18th Mulawarman Pharmaceutical Conference; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/364/217</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/372</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Etnobotani dan Kajian Aktivitas Antimikroba Metabolit Sekunder Tumbuhan Tolisi (Wrightia calycina A.DC) sebagai Anti Katarak Pada Suku Pedalaman Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Nurlila, Ratna Umi</dc:creator>
	<dc:creator> Fua, Jumarddin La</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etnobotani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Katarak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Senyawa Bioaktif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Wrightia calycina A.DC</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sulawesi Tenggara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman Tolisi (Wrightia calycina A.DC) yang tumbuh di pedalaman Sulawesi Tenggara telah lama menjadi fokus perhatian masyarakat setempat untuk pengobatan penyakit. Tanaman ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit mata seperti mata merah, katarak dan radang usus. Oleh karena itu, penting untuk melakukan eksplorasi dan identifikasi komponen kimia yang terdapat pada tanaman ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperdalam pengetahuan tentang manfaat tumbuhan Tolisi dan potensinya sebagai agent antikatarak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif  melalui pendekatan etnobotani dan skrining fitokimia. Studi etnobotani melibatkan wawancara untuk mendokumentasikan pengetahuan dan penggunaan tradisional masyarakat terhadap tanaman Tolisi. Selanjutnya, skrining fitokimia dilakukan untuk menentukan keberadaan berbagai metabolit sekunder dalam ekstrak tanaman Tolisi, seperti alkaloid, polifenol, saponin, kuinon, dan steroid. Hasil studi etnobotani menggambarkan bahwa masyarakat telah lama mengakui efektivitas tanaman Tolisi dalam pengobatan penyakit katarak. Analisis skrining fitokimia menegaskan keberadaan beragam senyawa bioaktif dalam ekstrak tanaman Tolisi antara lain: alkaloid, polifenol, saponin, kuinon dan steroid. Selain itu, uji aktivitas antimikroba menggunakan ekstrak tumbuhan Tolisi baik dari batang maupun daun menunjukkan efektivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji dengan adanya zona bening pada media uji. Komponen biaktif yang teridentifikasi dalam tanaman ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kandidat agent antikatarak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/372</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.372</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 291-301</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/372/151</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/381</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Ekstrak Daun Sawo Manila (Manilkara zapota (L.) Van Royen) Sebagai Adjuvant Antibiotika Amoxicillin Terhadap Resistensi Escherichia coli  Dan Staphylococcus aureus </dc:title>
	<dc:creator>Duppa, Muhammad Taufiq</dc:creator>
	<dc:creator>Firmansyah, Firmansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Syachrir, Syachriyani</dc:creator>
	<dc:creator>Masri, Anshari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Sawo Manila</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adjuvant Antibiotika</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Resistensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Escherichia coli</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Staphylococcus aureus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Resistensi terhadap antibiotik yang tersedia pada bakteri patogen menjadi tantangan global karena jumlah strain resisten terhadap berbagai jenis antibiotik terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek ekstrak daun Sawo Manila sebagai adjuvant antibiotika Amoksisilin terhadap resistensi bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Ekstrak daun Sawo Manila diperoleh dengan cara Maserasi menggunakan pelarut Etanol 96 %. Penetuan daya hambat dengan metode difusi cakram diinkubasi 1 x 24 jam. Penentuan uji interaksi Amoksilin adjuvant ekstrak daun Sawo Manila berdasarkan ZOI dengan metode AZDAST. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat rata-rata Amoksisilin Adjuvant ekstrak daun Sawo Manila terhadap Escherichia coli 1 x 24 jam adalah 14,6 mm, daya hambat Amoksisilin adjuvant ekstrak daun Sawo Manila 10 % b/v terhadap Staphylococcus aureus  1 x 24 jam adalah 15,60 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah Ekstrak daun Sawo 10% b/v Manila memiliki efek daya hambat terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan penentuan interaksi Amoksisilin adjuvant daun Sawo Manila 10% b/v memiliki aktivitas antibakteri sinergis terhadap Eschericihia coli dan Staphylococcus aureus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/381</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.381</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 302-312</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/381/152</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-04-06T02:20:02Z"
			completeListSize="301"
			cursor="0">64a5172b2b30ad4e56de2594e4e31338</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
