<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-03T22:45:39Z</responseDate>
	<request from="2019-05-26" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/16</identifier>
				<datestamp>2019-06-11T09:06:38Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Karakteristik Pasien Dengan Terjadinya Adverse Drug Reaction (ADR) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap Di Rsud Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin</dc:title>
	<dc:creator>Isnani, Nazhipah</dc:creator>
	<dc:creator>Muliyani, Muliyani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes Melitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antidiabetes Oral</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Farmakovigilans</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ADR</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">gejala metabolik yang timbul pada diri seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan glukosa darah akibat rusaknya sekresi insulin atau resistensi terhadap insulin atau keduanya. Di Indonesia, jumlah penyandang DM semakin tahun juga semakin menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi. Pada tahun 2000, jumlah penderita DM di Indonesia sebanyak 8,4 juta jiwa dan diperkirakan akan mencapai angka 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 nanti. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui obat antidiabetes diabetes melitus tipe 2 pada pasien rawat inap di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dan untuk mengetahui karakteristik pasien yang mempengaruhi kejadian ADR pada pasien rawat inap yang menggunakan obat antidiabetes diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien dengan jenis kelamin perempuan paling banyak menderita DM tipe II sebanyak 18 orang ( 90%) sedangkan usia ?55 tahun paling banyak menderita DM tipe II sebanyak 11 orang (55%). Berdasarkan analisis karakteristik pasien terhadap terjadinya ADR terdapat perbedaan nilai yang signifikan pada jenis kelamin yaitu sebesar 0,008. Hal ini berarti bahwa jenis kelamin mempengaruhi terjadinya ADR.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/16</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i1.16</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 1-6</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/16/12</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/17</identifier>
				<datestamp>2019-06-11T09:06:34Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penetapan Kadar  Natrium Siklamat Pada Minuman Ringan Kemasan Dengan  Menggunakan Metode Spektrofotometri UV</dc:title>
	<dc:creator>Ramadhani, Nurfijrin</dc:creator>
	<dc:creator>Herlina, Herlina</dc:creator>
	<dc:creator>Utama, Adi Jaza Fajar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minuman Ringan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Natrium Siklamat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Spektrofotometri UV</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Natrium Siklamat merupakan salah satu jenis pemanis yang diizinkan, meskipun diizinkan penggunaan natrium siklamat yang berlebihan dapat memicu terbentuknya kanker. Konsumsi natrium siklamat dalam jangka panjang dapat menyebabkan metabolisme natrium siklamat menjadi senyawa cyclohexilamine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa kadar natrium siklamat yang digunakan, apakah melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan atau tidak. Sampel yang digunakan yaitu sampel yang telah tertulis di kemasan mengandung natrium siklamat, selanjutnya diperiksa di Laboratorium Kimia Farmasi Akademi Farmasi Al-Fathah Bengkulu. Metode analisa yang digunakan yaitu analisa kualitatif dengan menggunakan metode pengendapan dan analisa kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri Uv untuk mengetahui kadar natrium siklamat. Hasil penelitian menunjukkan 3 sampel yang digunakan positif mengandung natrium siklamat dengan analisa kualitatif terdapat endapan putih, setelah dihitung kadar natrium siklamat yang terdapat di minuman ringan yaitu : Sampel A (0,4585 g/kg); Sampel B (0,8065 g/kg); dan Sampel C (0,3136 g/kg). Dari 3 sampel yang diperiksa kadar natrium siklamat yang diperiksa masih dibawah batas maksimum penggunaan yang telah ditetapkan yaitu 3 g/kg menurut Permenkes No 722 tahun 1988</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/17</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i1.17</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 7-12</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/17/13</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/18</identifier>
				<datestamp>2019-06-11T09:06:32Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Hepatoprotektor Ekstrak Terpurifikasi Batang Galing  (Cayratia trifolia L.Domin) Pada Tikus Putih Wistar Jantan (Rattus noervegicus)</dc:title>
	<dc:creator>Yusuf, Muhammad Ilyas</dc:creator>
	<dc:creator>Tee, Selfyana Austin</dc:creator>
	<dc:creator>Karmila, Karmila</dc:creator>
	<dc:creator>Jabbar, Asriullah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hepatoprotektor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Purifikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Batang galing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SGOT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SGPT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rattus novergicus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hepatoprotektor adalah suatu senyawa yang dapat memberikan perlindungan pada hati dari kerusakan hati. Salah satu cara untuk mengetahui fungsi hati dengan mengukur aktivitas enzim Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT). Salah satu bahan alam yang berpotensi memiliki efek hepatoprotektor adalah tumbuhan Galing dan telah dilakukan penelitian bahwa tumbuhan galing mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek hepatoprotektor dari ekstrak terpurifikasi batang galing dosis 400 mg/ kgBB pada tikus wistar jantan setelah diinduksi Paracetamol dosis toksik. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorium, dengan desain pre&amp;nbsp; and&amp;nbsp; post&amp;nbsp; test&amp;nbsp; control&amp;nbsp; group&amp;nbsp; design&amp;nbsp; dan menggunakan 12 ekor tikus putih yang dibagi dalam&amp;nbsp; 3 kelompok perlakuan dengan empat kali pengulangan yang diinduksi dengan paracetamol dosis toksik setelah pemberian ekstrak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak terpurifikasi batang galing dengan dosis 400 mg/kgBB, memberikan efek hepatoprotektor yang efektif terhadap peningkatan kadar SGPT setelah diinduksi paracetamol dosis toksik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/18</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i1.18</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 13-19</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/18/14</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/20</identifier>
				<datestamp>2019-06-11T09:06:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Larvasida Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh  (Chromolaena odorata )  Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti Instar III</dc:title>
	<dc:creator>Siharis, Fatma Sari</dc:creator>
	<dc:creator>Himaniarwati, Himaniarwati</dc:creator>
	<dc:creator>Regikal, Rekal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kirinyuh (Chromolaena odorata)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Demam Berdarah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Larva Aedes aegypti</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Senyawa golongan saponin, flavonoid dan alkaloid pada daun kirinyuh kebertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida dari daun kirinyuh. Metode penelitian yang digunakan adalah&amp;nbsp; post test only control design. Pada pengujian ini kelompok perlakuan dibagi menjadi 7 kelompok yaitu kontrol positif (temephos), kontrol negatif (aquadest), ekstrak etanol daun kirinyuh dengan konsentrasi ekstrak 1%, 1,8%, 3,2%, 5,6%, dan 10%. Pengamatan dilakukan selama 48 jam, jumlah kematian larva dihitung setiap 60 menit. Persentase jumlah kematian larva nyamuk Aedes aegypti instar III 48 jam setelah pemberian perlakuan adalah 0% pada kontrol negatif, 100% pada kontrol Positif, dan pada ekstrak dengan konsentrasi 1% , 1,8%, 3,2%, 5,6%, 10% berturut-turut adalah 5,6%, 8,8%, 18,4%, 45,6%, dan 91,2%. Hasil analisis Probit menunjukkan LC50 terletak pada konsentrasi 5,934%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/20</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i1.20</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 20-27</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/20/15</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/21</identifier>
				<datestamp>2019-06-11T09:06:28Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Antidiabetik Ekstrak Etanol Daun Senggani (Malestoma polyanthum Bl.) Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan Yang Diinduksi Streptozotocin</dc:title>
	<dc:creator>Karmilah, Karmilah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun senggani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antidiabetik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mus musculus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman daun senggani&amp;nbsp; mengandung senyawa flavonoid dimana flavonoid bekerja dengan cara menstimulasi sel-sel beta dari pulau Langerhans, sehingga sekresi insulin dapat ditingkatkan. Sedangkan senyawa tannin dapat menurunkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan transport glukosa dengan mengaktifasi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah&amp;nbsp; ekstrak daun senggani (Malestoma polyanthum BL.) memiliki efek antidiabetik pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dimana sebanyak 25 ekor mencit diinduksi dengan menggunakan Streptozotocin&amp;nbsp; 0,11 g secara Intraperitonial.&amp;nbsp; Kemudian dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu ekstrak 180 mg/kg BB, 360 mg/kg BB, 720 mg/kg BB, sebagai kontrol positif Glibenklamid 5 mg dan kontrol negatif Na-CMC 0,5%. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan BNT (Beda Nyata Terkecil). Berdasarkan&amp;nbsp; hasil penelitiaan menunjukkan bahwa pada Uji Anova (Analisis Of Varians) didapat nilai yang signifikan yang dinyatakan dengan nilai 0,00&amp;lt;0.05 yang berarti perlakuan tiap kelompok ekstrak yang diuji memiliki efek yang signifikan, dan dilanjutkan&amp;nbsp; uji BNT (Beda Nyata Terkecil) menunjukkan pada konsentrasi 360 mg/kg BB memberikan efek yang optimum.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/21</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i1.21</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 28-32</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/21/16</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/22</identifier>
				<datestamp>2019-06-11T09:06:21Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca sapientum) Dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil)</dc:title>
	<dc:creator>Jami’ah, Sitti Raudhotul</dc:creator>
	<dc:creator>Ifaya, Mus</dc:creator>
	<dc:creator>Pusmarani, Jastria</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhikma, Eny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak kulit pisang Raja (Musa paradisiaca sapientum)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DPPH</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan dan sangat reaktif sehingga untuk menjadi stabil ia cenderung akan mengambil elektron dari molekul lain yang menimbulkan ketidaknormalan molekul lain dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak jaringan. Radikal bebas ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes melitus dan alzheimer. Oleh karena itu,&amp;nbsp; diperlukan senyawa yang dapat meredam efek negatif dari radikal bebas yaitu antioksidan. Pisang Raja mengandung memiliki aktivitas antioksidan. Kulit pisang mengandung antioksidan yang tinggi dibandingkan dengan dagingnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit pisang raja dengan menggunakan metode uji DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). &amp;nbsp;Uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit pisang raja dilakukan pada konsentrasi 2,5 ppm, 5 ppm, 7,5 ppm, dan 10 ppm dan vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Absorbansi &amp;nbsp;diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum yaitu 517 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang Raja memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 46,82 ppm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/22</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i1.22</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 33-38</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/22/17</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/23</identifier>
				<datestamp>2019-06-11T09:06:36Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efektifitas Ekstrak Etanol Pada Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) Terhadap Mikroba Penyebab Sariawan (Stomatitis Aphtosa)</dc:title>
	<dc:creator>Mahmudah, Rifa’atul</dc:creator>
	<dc:creator>Abdullah, Nasyruddin</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayah, Muhammad Asrhah</dc:creator>
	<dc:creator>Ismail, Rahmat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ketepeng cina</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">flavonoid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perkolasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ketepeng cina Casia alata L. merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional dimana berfungsi mengobati panu, kadas, kurap, cacingan, sembelit, dan sariawan. Adapun kandungan dari daun ini yaitu alkaloid, tanin, asam krisofanat, senyawa glikosida, aloeemodina, zat pahit, zat samak, dan flavonoid. Dalam hal ini kita meneliti kandungan flavonoid dari daun Ketepeng Cina sebagai obat sariawan. Stomatitis aphtosa atau sariawan adalah radang yang terjadi di daerah mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan dengan permukaan yang agak cekung, bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun kelompok. Sariawan dapat disebabkan oleh luka tergigit, mengkonsumsi air dingin atau air panas, alergi, stress, kekurangan vitamin C, vitamin B dan zat besi. Pada luka yang telah terbentuk di mukosa mulut ini, akan terdapat jamur Candida albicans. Untuk mengetahui kandungan flavonoid dilakukan percobaan pada daun Ketepeng Cina dengan cara perkolasi dimana daun Ketepeng Cina dirajang terlebih dahulu kemudian diperkolasi dengan menggunakan pelarut etanol setelah itu diidentifikasi flavanoidnya. Flavanoid menurut beberapa literatur berfungsi sebagai obat sariawan. Oleh karena itu obat sariawan yang didapatkan dari penyarian daun ketepeng cina sebagai bahan alam kedepan sangat penting peranannya Karena kebanyakan obat-obat sariawan yang beredar dimasyarakat sekarang ini kebanyakan dari bahan-bahan kimia yang cenderung jauh lebih banyak efek sampingnya jika dibandingkan dengan bahan alam. Selain itu bahan alam ini mudah didapatkan dan relatif membutuhkan sedikit pengeluaran dari segi financial. Ekstrak etanol yang telah diperole selanjutnya diuji efektifitasnya terhadap bakteri penyebab sariawan. Dari pengujian yang telah dilakukan terlihat bahwa flavonoida yang terdapat dalam ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L.) mampu untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab sariawan, yang ditandai dengan penurunan jumlah koloni. Semakain tinggi konsentrasi ekstrak, maka jumlah koloni bakteri penyebab sariawan semakin berkurang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/23</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i1.23</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 39-52</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/23/18</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/24</identifier>
				<datestamp>2019-06-11T09:06:20Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Daya Hambat Antibakteri Fungi Endofit Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans</dc:title>
	<dc:creator>Setiawan, Muhammad Azdar</dc:creator>
	<dc:creator>Musdalipah, Musdalipah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jamur Endofit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Beluntas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibakteri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Karies gigi atau dikenal dengan gigi berlubang merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi akibat bakteri S. mutans. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. mutans yang telah banyak diteliti adalah daun beluntas. Usaha untuk mengurangi eksploitasi alam adalah dengan mengisolasi jamur endofit pada bagian tanaman yang dapat memproduksi senyawa aktif. Jamur endofit merupakan jamur yang hidup pada sistem jaringan tanaman yang tidak menyebabkan gejala penyakit pada tanaman inangnya serta dapat menghasilkan senyawa metabolit sekunder seperti antibakteri, antivirus, antifungi dan sebagainya.&amp;nbsp;Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui seberapa besar daya hambat jamur endofit daun beluntas terhadap pertumbuhan bakteri S. mutans. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Paper disk. Hasil penelitian diperoleh 2 isolat jamur endofit daun beluntas yaitu jamur endofit putih dan jamur endofit hitam. Jamur endofit putih menghasilkan zona hambat terhadap bakteri S. mutans rata-rata 10% = 1,15 mm, 20% = 1,51 mm, 30% = 2,55 mm, kontol positif sebesar 1,28 mm dan kontrol negatif tidak memberikan zona hambat. Sedangkan jamur endofit hitam daun beluntas tidak memberikan zona hambat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/24</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i1.24</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 53-60</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/24/19</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/25</identifier>
				<datestamp>2019-06-11T09:06:19Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Sampo Antiketombe Dari Ekstrak Kubis (Brassica oleracea Var. Capitata L.)  Kombinasi Ekstrak Daun Pandan Wangi  (Pandanus amaryllifolius Roxb)</dc:title>
	<dc:creator>Nurhikma, Eny</dc:creator>
	<dc:creator>Antari, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Tee, Selfyana Austin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sampo</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak Kubis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Pandan Wangi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sampo ekstrak kubis kombinasi daun pandan wangi adalah sediaan kosmetik yang dibuat dari bahan dasar ekstrak kubis dan daun pandan wangi serta penambahan bahan lain yang dapat digunakan pada kulit kepala tanpa menimbulkan iritas. Ekstrak kubis dan daun pandan wangi memiliki senyawa yang berkhasiat menghambat pertumbuhan ketombe pada kulit kepala , penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan sampo antiketombe dari ekstrak kubis kombinasi daun pandan wangi yang dapat memenuhi uji evaluasi fisik sediaan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan beberapa evaluasi fisik sediaan diantaranya yaitu uji organoleptik, berdasarkan warna, bentuk dan aroma sediaan, uji pH, uji tinggi busa, uji homogenitas, dan uji viskositas. Hasil penelitian menunjukan formula sampo antiketombe ekstrak kubis dan daun pandan wangi hasilnya menunjukka bahwa uji evaluasi fisik sediaan sampo antiketombe ekstrak kubis kombinasi daun panan wangi memenuhi syarat secara fisik, pada uji organoleptik warna yang dihasilkan dari ketiga formula yaitu formula A, formula B dan formula C berwarna hijau gelap disebabkan oleh zat aktif yang digunakan yaitu daun pandan wangi, aroma yang dihasilkan adalah aroma dari penambahan pewangi yang digunakan dalam sediaan, pewangi yang digunakan yaitu minyak mawar serta bentuk dari sediaan yaitu kental. Pada uji pH ketiga formulasi telah memenuhi syarat mutu pH kulit kepala yaitu 4,5 – 6,5. Formula yang dihasilkan menghasilkan tinggi busa yang baik. Sediaan sampo yang dibuat dari ketiga formula homogen dan kental.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/25</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i1.25</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 61-67</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/25/20</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/26</identifier>
				<datestamp>2019-06-11T09:06:18Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Sediaan Lilin Aromaterapi Sebagai Anti Nyamuk Dari Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth) Kombinasi Minyak Atsiri Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle)</dc:title>
	<dc:creator>Rusli, Nirwati</dc:creator>
	<dc:creator>Rerung, Yolanda Wirayani Rante</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lilin aromaterapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">minyak atsiri daun nilam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">minyak atsiri buah   jeruk nipis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">uji evaluasi fisik sediaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">aromaterapi secara inhalasi yaitu penghirupan uap aroma yang dihasilkan dari beberapa tetes minyak atsiri. Daun nilam dan buah jeruk nipis mengandung minyak atsiri yang berfungsi sebagai aromaterapi dan repelen. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan lilin aromaterapi sebagai anti nyamuk dari minyak atsiri daun nilam kombinasi minyak atsiri buah jeruk nipis. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan membuat sediaan lilin aromaterapi dengan uji evaluasi fisik lilin meliputi uji organoleptik yaitu warna dan aroma, uji kualitas lilin yaitu titik leleh dan waktu bakar, uji efektifitas lilin terhadap nyamuk, dan uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat memiliki warna sama dan aroma berbeda, karena konsentrasi minyak atsiri yang bervariasi, titik leleh antara 44 ?C – 57 ?C sesuai syarat evaluasi fisik lilin menurut SNI 42 ?C – 60 ?C, waktu bakar formula A yang paling lama karena konsentrasi minyak atsiri lebih sedikit, efektifitas lilin cukup optimal dalam mengusir nyamuk, dan formula yang paling disukai adalah formula C.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/26</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i1.26</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 68-73</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/26/21</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/27</identifier>
				<datestamp>2019-06-11T09:06:20Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efektivitas Fraksi Daun Salam Terhadap Kadar Kolesterol Total Tikus Putih Jantan Hiperkolesterolemia-Diabetes</dc:title>
	<dc:creator>wirawan, Wayan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Syzygium polyanthum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hiperkolesterol-  Diabetes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Streptozotocin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tikus Putih Jantan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kolesterol merupakan salah satu bagian dari lemak sebagai salah satu zat gizi yang diperlukan tubuh dan penghasil kalori paling tinggi. Kandungan flavonoid dalam daun salam bersifat sebagai hipolipidemia dan antioksidan yang dapat menghambat stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas daun salam dan untuk mengetahui fraksi yang efektif dalam menurunkan kolesterol total tikus. Ekstrak dibuat secara maserasi dengan etanol 96% selanjutnya difraksinasi dengan pelarut n-heksan dan etil asetat. Hewan hiperkolesterolemia-diabetes dibuat dengan diberi pakan tinggi kolesterol dan diinduksi streptozotocin 30 mg/kg BB. Hewan uji terbagi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 ekor. Kelompok I sebagai control normal yang diberikan pakan standar dan Na CMC 0,5%, kelompok II diberikan Na CMC 0,5% sebagai control negatif, kelompok III diberikan simvastatin sebagai control positif, kelompok IV diberikan fraksi n-heksan, kelompok V diberikan fraksi etil asetat dan kelompok VI diberikan fraksi etanol air dosis masing-masing 200 mg/kg BB. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistic One Way Anova pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi etanol air memiliki efektivitas antikolesterol dan fraksi n-heksan dosis 200 mg/kg BB efektif dalam menurunkan kadar kolesterol total tikus sebanding dengan simvastatin dan dengan control normal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/27</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i1.27</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 74-82</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/27/22</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/29</identifier>
				<datestamp>2020-03-05T15:51:57Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Anak Penderita Bronkopneumonia Di Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Tengah Periode 2017</dc:title>
	<dc:creator>Alaydrus, Syafika</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibiotik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Evaluasi Pengobatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Infeksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Broncopneumonia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bronkopneumonia adalah radang paru yang berasal dari cabang-cabang tenggorakan yang mengalami infeksi dan tersumbat oleh getah radang, sehingga menimbulkan pemadatan-pemadatan bergerombol dalam lobolus paru yang berdekatan. Penelitian ini bertujuan untuk&amp;nbsp; mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita penyakit Broncopneumonia di Rumah Sakit&amp;nbsp; Periode Januari-juni 2017. Penelitian ini bersifat observasional menggunakan rancangan cross-sectional,&amp;nbsp; subyek penelitian adalah pasien anak yang menderita Bronkopnemonia,&amp;nbsp; metode pengambilan sampel adalah purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin, hasil prhitungan didapatkan jumlah sampel sebanyak 35 sampel.&amp;nbsp; Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mencatat hasil diagnosis. Hasil penelitian menunjukan bahwa evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan tepat indikasi nilainya 100%, tepat obat nilainya 100%, tepat pasien 100%&amp;nbsp; dan tepat dosis nilainya 100%. Pemberian antibiotik lebih mengutamakan antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yaitu Cefadroxil (14,29%), cefotaxime (45,24%), cefixime (21,43%) dan ceftriaxone (19,04%).Bronkopneumonia adalah radang paru yang berasal dari cabang-cabang tenggorakan yang mengalami infeksi dan tersumbat oleh getah radang, sehingga menimbulkan pemadatan-pemadatan bergerombol dalam lobolus paru yang berdekatan. Penelitian ini bertujuan untuk&amp;nbsp; mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita penyakit Broncopneumonia di Rumah Sakit&amp;nbsp; Periode Januari-juni 2017. Penelitian ini bersifat observasional menggunakan rancangan cross-sectional,&amp;nbsp; subyek penelitian adalah pasien anak yang menderita Bronkopnemonia,&amp;nbsp; metode pengambilan sampel adalah purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin, hasil prhitungan didapatkan jumlah sampel sebanyak 35 sampel.&amp;nbsp; Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mencatat hasil diagnosis. Hasil penelitian menunjukan bahwa evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan tepat indikasi nilainya 100%, tepat obat nilainya 100%, tepat pasien 100%&amp;nbsp; dan tepat dosis nilainya 100%. Pemberian antibiotik lebih mengutamakan antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga yaitu Cefadroxil (14,29%), cefotaxime (45,24%), cefixime (21,43%) dan ceftriaxone (19,04%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/29</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i02.29</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 02 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 83-93</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v4i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/29/23</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/30</identifier>
				<datestamp>2020-03-05T15:51:57Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus</dc:title>
	<dc:creator>Tuldjanah, Muthmainah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit buah kelor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Moringa oleifera</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antibakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Staphylococcus aureus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telah dilakukan pengujian aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus ekstrak etanol kulit buah kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol kulit buah kelor (Moringa oleifera dan aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah kelor (Moringa oleifera) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri adalah metode paper Disk, dimana metode ini dilakukan dengan menggunakan bakteri Staphylococcus aureus yang dibiakan dengan menggunakan lidi kapas yang telah disterilkan. Kemudian ekstrak kulit buah kelor (Moringa oleifera) yang diperoleh, diletakkan diatas kertas &amp;nbsp;cakram yang telah direndam selama 15 menit dengan ekstrak kulit buah kelor. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kulit buah kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan polifenol. Aktivitas antibakteri Stapylococcus aureus pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, memilki zona daya hambat yang paling baik yaitu pada konsentrasi 15% dengan diameter daya hambat yaitu 15,19 mm pada bakteri Stapylococcus aureus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/30</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i02.30</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 02 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 94-101</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v4i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/30/24</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/31</identifier>
				<datestamp>2021-03-24T10:40:24Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antidiare Buah Okra (Abelmoschus esculentuS L.) Pada Mencit  Yang Diinduksi Oleum Ricini</dc:title>
	<dc:creator>Saranani, Selpirahmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Pusmarani, Jastria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">buah okra</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antidiare</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mencit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Oleum Ricini</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diare masih menjadi masalah kesehatan utama di berbagai negara-negara dunia, serta bertanggung jawab terhadap kematian jutaan orang setiap tahunnya. Buah okra (Abelmoschus esculantus L.) merupakan tanaman yang tersebar luas di Sulawesi khususnya Sulawesi Tenggara. Masyarakat Sulawesi Tenggara&amp;nbsp; memanfaatkan buah Okra sebagai sayuran. Buah Okra (Abelmoschus esculantus L.) mengandung senyawa fenolik salah satunya senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan.&amp;nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang aktivitas buah Okra yang dapat bekerja sebagai antidiare. Penelitian aktivitas buah okra sebagai antidiare belum pernah dilakukan sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui efek antidiare buah Okra pada mencit yang diinduksi oleum ricini. Untuk melihat kerusakan lambung yang disebabkan karena pemberian oleum ricini, maka diamati frekuensi dan bentuk dari feses mencit selama 3 jam. Data dianalisis dengan menggunakan uji T dengan nilai P=0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa buah okra memiliki aktivitas sebagai antidiare.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/31</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i02.31</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 02 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 102-108</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v4i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/31/25</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/32</identifier>
				<datestamp>2020-01-28T02:17:06Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Sediaan Krim Dari Ekstrak Etanol Daun Muda Pepaya  (Carica papaya L.) Sebagai Antioksidan</dc:title>
	<dc:creator>Himaniarwati, Himaniarwati</dc:creator>
	<dc:creator>Lolok, Nikeherpianti</dc:creator>
	<dc:creator>Nasir, Nur Herlina</dc:creator>
	<dc:creator>Chulaifah, Dzul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pepaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Krim</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kosmetik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun Pepaya memiliki kandungan antioksidan yang tinggi seperti senyawa flavonoid, ?-tokoferol, dan asam askorbat yang dapat digunakan untuk mencegah penuaan dini akibat radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji stabilitas dan aktivitas antioksidan sediaan krim ekstrak etanol 96% dengan metode DPPH. Meode penelitin yang dilakukan dalah ekperimental yang dilakukan di Laboratorium, daun muda pepaya 1500 mg di maserasi menggunakan etanol 96% mengjhasilkan ekstrak 500 mg. Ekstrak daun pepaya dibuat dalam bentuk krim kemudian dilakukan evaluasi sediaan krim meliputi evaluasi organoleptic, pH, daya sebar, daya lekat, tipe emulsi, viskositas dan evaluasi pengujian aktivitas antioksidandilakukan dengan metode DPPH konsentrasi 1% 3% dan 5%. Kemudian dilakukan analisis data. Hasil Evaluasi sediaan krim uji organoleptik: bau dan bentuk&amp;nbsp; stabil, warna ada perubahan; uji pH 5, daya sebar&amp;nbsp; 5,15cm, 5,55 cm, 5,85 cm, &amp;nbsp;daya lekat 18,25 detik, 17 detik 15,25 detik, emulsi Homogen, viskositas 162,5 dPas, 170 dPas, 145 dPas dan aktivitas antioksidan 58,23%; 62,73%; 67,83%. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa Sediaan krim ekstrak etanol 95% daun pepaya stabil dan mampu memberikan efek antioksidan dengan menggunakan metode DPPH.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/32</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i01.32</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 01 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/32/28</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/34</identifier>
				<datestamp>2020-03-05T15:51:57Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Isolasi Dan Identifikasi Fungi Endofit Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) Sebagai Antibakteri Terhadap Salmonella typhimurium</dc:title>
	<dc:creator>Rianto, Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Isrul, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Anggarini, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Saleh, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fungi Endofit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Jambu Mete</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gastroenteritis adalah suatu penyakit usus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhimurium yang terjadi lebih dari 18 jam setelah bakteri ini masuk ke tubuh host. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhimurium yang telah banyak diteliti adalah daun jambu mete. Usaha untuk mengurangi eksploitasi alam adalah dengan mengisolasi fungi endofit pada bagian tanaman yang dapat memproduksi senyawa aktif. Fungi endofit merupakan fungi yang hidup pada sistem jaringan tanaman yang tidak menyebabkan gejala penyakit pada tanaman inangnya serta dapat menghasilkan senyawa metabolit sekunder seperti antibakteri, antivirus, antifungi dan sebagainya. Hasil penelitian diperoleh 3 isolat fungi endofit daun jambu mete yaitu fungi endofit putih, hitam dan hijau. Fungi endofit putih menghasilkan zona hambat terhadap bakteri Salmonella typhimurium rata-rata 20% = 4,36 mm, 40% = 4,82 mm, 60% = 5,87 mm, kontrol positif sebesar 12,81 mm dan kontrol negatif tidak memberikan zona hambat. Sedangkan jamur endofit hitam dan hijau daun jambu mete tidak memberikan zona hambat.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/34</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i02.34</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 02 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 109-121</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v4i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/34/26</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/35</identifier>
				<datestamp>2020-01-28T02:17:06Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Pasta Gigi Herbal Ekstrak Daun Sukun  (Artocarpus Altilis) Dan Uji Aktivitas Antibakteri  Terhadap Bakteri Streptococcus mutans</dc:title>
	<dc:creator>Yuliastri, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Ifaya, mus</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetyo, Mulyadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pasta Gigi Herbal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Sukun</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Prevalensi karies di Indonesia pada tahun 2013 berkisar 72,3%. Karies gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans dapat dihindari dengan bantuan senyawa kimiawi maupun tindakan mekanis. Pengunaan bahan alternatif dari bahan alam dalam sediaan pasta gigi sedang dikemabangkan. Salah satu tanaman yang dapat digunakan adalah daun sukun (Artocarpusaltilis). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium. Pada pembuatan sediaan pasta gigi herbal ekstrak daun sukun dibuat 3 formula dengan konsentrasi ekstrak masing-masing 10%, 15% dan 20%. Penelitian ini menggunakan uji ANOVA (Analysis Of Variance) untuk melihat perbedaan signifikan dari masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan hasil pengujian evaluasi fisik yang palik baik adalah formula III. Pada pengujian aktivitas antibakteri diperoleh daya hambat paling baik pada pasta gigi herbal adalah formula 3 dengan rata-rata luas daya hambat sebesar 21,37mm yang dapat dikategorikan memiliki daya hambat yang sangat kuat. Hasil uji ANOVA juga diperoleh nilai p&amp;lt;0,005 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan dari masing-masing konsentrasi. Sediaan pasta gigi herbal ekstrak daun sukun (Artocarpusaltilis) dapat disimpulkan bahwa pembuatan sediaan pasta gigi herbal stabil pada evaluasi fisik dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/35</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i01.35</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 01 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 10-14</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/35/29</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/36</identifier>
				<datestamp>2020-01-28T02:17:06Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Stabilitas Fisik Ekstrak Etanol Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale L. ) Dalam Formulasi Sediaan Emulgel AntiInflamasi</dc:title>
	<dc:creator>halid, nurhatidjah awaliyah</dc:creator>
	<dc:creator>Saleh, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emulgel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daun jambu mete</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">anti-inflamasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">carbopol 940</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jambu mete (Anacardium occidentale L.) merupakan tanaman yang tumbuh subur di Sulawesi tenggara. Secara tradisional daun Anacardium occidentalis digunakan sebagai antiinflamasi. Daun Anacardium occidentalis mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, asam anakardik, beta-sitosterol, cardol, asam linoleat, asam&amp;nbsp; salisilat serta tannin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mencanangkan formulasi ekstrak etanol daun Anacardium occidentalis dalam bentuk sediaan emulgel, serta mengevaluasi stabilitas sediaan emulgel tersebut secara fisik. Formulasi emulgel ekstrak etanol daun Anacardium occidentalis menggunakan basis gel yaitu karbopol 940. Formulasi dilakukan dalam 3 konsentrasi ekstrak etanol daun Anacardium occidentalis yaitu 10%, 12%, dan 15%. Basis karbopol 940 yaitu 0,5%, 10%, dan 1,5%, disamping itu juga digunakan basis gel sebagai kontrol negatif. Uji karakteristik sediaan emulgel meliputi pemeriksaan fisik yaitu pemeriksaan warna, homogenitas, konsistens, pH, penentuan viskositas, uji daya sebar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak Ekstrak Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) dapat diformulasi menjadi emulgel dengan karakteristik yang baik. Semua basis gel karbopol 940, dapat menghasilkan emulgel dengan karakteristik yang baik. Formula I, VI, VII dan IX merupakan formula mempunyai karakteristik yang paling baik untuk sediaan emulgel Ekstrak Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale L.).
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/36</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i01.36</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 01 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 48-55</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/36/34</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/37</identifier>
				<datestamp>2020-03-05T15:51:57Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Formula Emulgel Lendir  Bekicot (Achatina fulica)  Dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis penyebab jerawat</dc:title>
	<dc:creator>Dewi, Citra</dc:creator>
	<dc:creator>Saleh, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Awaliyah, Nur Hatidjah</dc:creator>
	<dc:creator>Hasnawati, Hasnawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emulgel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bekicot</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Staphylococcus epidermidis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lendir bekicot (Achatina fulica) merupakan salah satu bahan alam yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis penyebab jerawat pada konsentrasi 10%.&amp;nbsp; Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sediaan emulgel lendir bekicot dapat memenuhi syarat evaluasi stabilitas fisik sediaan dan melakukan pengujian aktivitas antibakteri sediaan emulgel lendir bekicot terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian dilakukan secara eksperimen, sampel lendir bekicot (Achatina fulica)&amp;nbsp; diformulasi kedalam bentuk sediaan emulgel dengan tiga variasi konsentrasi yaitu pada Formula A 11%, Formula B 16% dan Formula C 21%. Selanjutnya dilakukan evaluasi fisik sediaan selama empat minggu penyimpanan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji tipe emulsi dan uji stabilitas dipercepat dengan metode cycling test. Ketiga formula tersebut dilakukan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Data pengukuran zona hambat bakteri dianalisis dengan menggunakan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis formula emulgel lendir bekicot (Achatina fulica) stabil selama penyimpanan dengan hasil pengujian organoleptik berwarna putih susu, aroma khas mentol dan berbentuk semi padat (emulgel), homogen dengan emulsi tipe minyak dalam air (m/a) serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Zona hambat tertinggi pada Formula C konsentrasi lendir bekicot 21% dengan diameter zona hambat sebesar 4,8 mm kategori lemah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/37</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v4i02.37</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 4 No. 02 (2018): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 122-134</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v4i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/37/27</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/38</identifier>
				<datestamp>2020-01-28T02:17:06Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Imunomodulator Ekstrak Etanol Spons Xestospongia Sp. Terhadap Aktivitas Fagositosis  Makrofag Pada Mencit Jantan Galur Balb/C</dc:title>
	<dc:creator>Fristiohady, Adryan</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Malik, Fadhliyah</dc:creator>
	<dc:creator>Leorita, Mesi</dc:creator>
	<dc:creator>Yusuf, Muhammad Ilyas</dc:creator>
	<dc:creator>Febriansyah, Hendra</dc:creator>
	<dc:creator>Sahidin, Sahidin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Spons</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Xestospongia Sp</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Uji Fagositosis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Makrofag</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Imunomodulator</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Imunomodulator merupakan bahan yang dapat mengembalikan ketidakseimbangan sistem imun. Spons Xestospongia Sp. diduga mengandung senyawa-senyawa aktif yang berperan sebagai agen imunomodulator. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. terhadap aktivitas fagositosis makrofag. Sebanyak dua puluh empat ekor mencit jantan galur Balb/C umur 2-3 bulan dengan berat badan 20-30 gram dibagi ke dalam 6 kelompok. Kelompok pertama mendapat pemberian ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. 100 mg/kgBB, kelompok kedua mendapat pemberian ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. 200 mg/kgBB, kelompok ketiga mendapat pemberian ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. 300 mg/kgBB dan kelompok keempat mendapat pemberian ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. 400 mg/kgBB. Kelompok kontrol positif mendapat ekstrak Phyllanthus niruri Linn. (Stimuno®) 0,13 mg/gBB dan kelompok kontrol negatif mendapatkan Na-CMC 0,5%. Ekstrak diberikan secara peroral sejak hari pertama hingga ketujuh. Pada hari kedelapan masing-masing mencit diinjeksikan bakteri Staphylococcus aureus (SA) 0,5 mL secara intra peritoneal. Aktivitas sel makrofag dihitung dari apusan cairan peritoneum mencit. Peningkatan dosis ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. meningkatkan jumlah aktivitas fagositosis makrofag dari 24,25 % (Na-CMC), 34,25% (100 mg/kgBB), 47,00% (200 mg/kgBB), 59,50 % (300 mg/kgBB) dan 62,75% (400 mg/kgBB). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol Spons Xestospongia Sp. memiliki potensi sebagai imunomodulator pada dosis 300 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB dengan efektivitas yang tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif (Stimuno®) dalam meningkatkan aktivitas fagositosis sel makrofag berdasarkan hasil uji statistik post hoc TUKEY (sig. &amp;gt; 0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/38</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i01.38</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 01 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 15-30</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/38/30</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/39</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T10:44:17Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengukuran Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia pinnata J.R &amp; G.Forst)</dc:title>
	<dc:creator>Maryam, Fadillah</dc:creator>
	<dc:creator>Taebe, Burhanuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Toding, Deby Putrianti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Matoa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Parameter Spesifik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">parameter Non Spesifik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman matoa (Pometia pinnata J.R. &amp;amp; G.Forst) telah dikenal memiliki banyak efek farmakologis dan digunakan sebagai obat tradisional. Salah satu dari tanaman matoa yang dimanfaatkan adalah daunnya yang&amp;nbsp; berfungsi sebagai antibakteri, diuretik, analgesik dan lain-lain. Agar dapat dijadikan sebagai bahan baku obat tradisional maka perlu dilakukan standardisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai-nilai standar parameter spesifik dan non spesifik. Ekstrak etanol daun matoa diperoleh dengan cara ekstraksi metode maserasi menggunakan etanol 70% menghasilkan rendamen sebesar 12,98%. Ekstrak yang dihasilkan merupakan ekstrak kering, berwarna coklat memiliki rasa pahit dan berbau khas serta mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, steroid, tanin dan saponin dengan pola kromatogram yang menunjukkan adanya beberapa noda dengan nilai Rf yang berbeda. Kadar senyawa yang terlarut pada pelarut air sebesar 32,21%, sedangkan kadar senyawa yang larut dalam etanol sebesar 38,56%. Susut pengeringan sebesar 7,03%. Bobot jenis ekstrak sebesar 0,9013%. Kadar abu total sebesar 2,46%, sedangkan kadar abu tidak larut asam sebesar 0,049%. Kadar air ekstrak sebesar 5%. Total cemaran bakteri sebanyak 7,8x104 koloni/g dan cemaran kapang sebesar 5,5x104 koloni/g. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat beberapa parameter spesifik dan non spesifik memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/39</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i01.39</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 01 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 1-12</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/39/40</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/41</identifier>
				<datestamp>2020-08-05T20:57:02Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji  Ekstrak Etanol Daun Kemangi Terhadap Kadar Glukosa Darah, Dan Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus Yang Diinduksi Streptozotocin</dc:title>
	<dc:creator>Tandi, Joni</dc:creator>
	<dc:creator>Niswatulfahriyati, Niswatulfahriyati</dc:creator>
	<dc:creator>Nurmadinah, Nurmadinah</dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Tien Wahyu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak etanol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daun kemangi (Ocimum basilicum L.)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">histopatologi pancreas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan menguji ada tidaknya kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol daun kemangi,efek penurunan kadar glukosa darah dari ekstrak etanol daun kemangipada tikus putih jantan yang diinduksi streptozotocin.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan menggunakan hewan uji sebanyak 30 ekor tikus putih jantan dibagi menjadi 6 kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus dengan rincian kelompok I sebagai kontrol normal, kelompok II sebagai kontrol negatif yang diberikan suspensi Na-CMC 0,5%, kelompok III sebagai kontrol positif yang diberikan suspensi glibennklamide dan kelompok IV,V,VI sebagai kelompok uji diberikan ekstrak etanol daun keamngi, dengan masing-masing dosis 200 mg/kg BB, 400mg/kg BB dan 800mg/kg BB . Perlakuan diberikan selama 14 hari dan dilakukan pengukuran kadar glukosa darah diukur dengan glukometer pada hari ke-0, 7, 14, 21 dan 28. Data hasil pengujian kadar glukosa darah dan menggunakan uji one way Anova pada tariff kepercayaan 95% kemudian dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD), dan data hasil skoring tingkat kerusakan pankreas dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol daun kemangi yaitu flavonoid, saponin, dan tanin: pemberian ekstrak etanol daun kemangi memberikan efek menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih yang diinduksi streptozotocin: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh ekstrak etanol daun kemangi yang memberikan hasil yang maksimal untuk menurunkan kadar glukosa darah dan regenerasi jaringan pankreas</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/41</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i02.41</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 02 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 81-90</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/41/38</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/43</identifier>
				<datestamp>2020-01-28T02:17:06Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pola Makan Terhadap Potensi Resiko Penyakit Diabetes Melitus</dc:title>
	<dc:creator>Susilowati, Arikha Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Waskita, Kuncara Nata</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gaya hidup</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pola makan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes melitus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gaya hidup masyarakat saat ini mengalami banyak perubahan, baik yang dilakukan oleh remaja maupun dewasa.&amp;nbsp; Makanan cepat saji dan instan merupakan jenis makanan yang paling banyak digemari, Konsumsi banyak makanan yang mengandung gula akan menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya diabetes melitus. Untuk menjaga kadar gula darah, jadwal makan dan porsi makan perlu di atur. Mengurangi porsi makan dapat membantu mengontrol gula darah, sedangkan menambah porsi makan dapat menimbulkan komplikasi Diabetes Melitus. Oleh karena itu perlu adanya suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh pola makan remaja terhadap apotensi resiko penyakit diabetes mellitus. Jenis penelitian ini menggunakan analitik korelatif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menganalisis hubungan antara makanan dengan kadar gula darah pasien DM. Pendekatan cross sectional mengumpulkan variabel dependent dan variabel independent dalam waktu yang bersamaan dan secara langsung. Data dianalisis menggunakan uji one way annova. Deskripsi responden yang meliputi jenis kelamin, umur, pendidikan dan olahraga juga dihubungkan dengan resiko penyakit diabetes mellitus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/43</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i01.43</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 01 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 43-47</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/43/33</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/44</identifier>
				<datestamp>2020-01-28T02:17:06Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit Dan Apotek</dc:title>
	<dc:creator>Raising, Rahmawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kepuasan Pasien</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelayanan Kefarmasian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumah Sakit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Apotek</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kesehatan merupakan salah satu&amp;nbsp; kebutuhan dasar manusia dimana paya pelayanan kesehatan dapat diartikan sebagai suatu&amp;nbsp; rangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan, yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini dilaksanakan sebagai bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan (preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif). Mutu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang menimbulkan kepuasan pada pasien. Kepuasan menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan karena dapat mengukur kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan di Rumah Sakit Ponorogo dan di Apotek Armina Syifa serta analisis perbandingan tingkat kepuasan. Pada dimensi kualitas jasa untuk melihat kepuasan pasien dardapat lima dimensi, yaitu meliputi Kehandalan (reliability), Ketanggapan (responsiveness), Jaminan (assurance), Empati (empathy) dan Bukti Langsung (tangible), sehingga masalah yang mendasari penelitian ini adalah seberapa besar perbandingan tingkat kepuasan di RS dan Apotek berdasarkan kelima dimensi ini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada subjek peneliti dengan tujuan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Ponorogo dan di Apotek kab. Madiun, Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan Non Probability Sampling, menggunakan metode accidental sampling. Hasil analisis tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di RS Ponorogo dan Apotek di Kab. Madiun dari 5 Dimensi termasuk dalam kategori puas, dan hasil perbandingan analisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RS dan Apotek adalah tidak terdapat perbedaan yang bermakna dimana dari kelima dimensi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/44</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i01.44</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 01 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 31-37</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/44/31</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/45</identifier>
				<datestamp>2020-01-28T02:17:06Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Tomat (Solanum lycopersicum) terhadap Diameter Tubulus Seminiferus Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Sprague dawley yang Diinduksi Gentamisin</dc:title>
	<dc:creator>Ikhtiar, Fahmi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gentamisin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ROS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Likopen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Infertilitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gentamisin adalah salah satu antibiotik golongan aminoglikosida yang efektif melawan bakteri gram negatif. Gentamisin memiliki efek samping terhadap testis. Gentamisin dapat meningkatkan jumlah Reactive Oxygen Species (ROS) yaitu suatu radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif dalam testis. Hal ini berbahaya bagi kesuburan pria dan meningkatkan risiko infertilitas. Kadar ROS yang tinggi dapat dinetralkan menggunakan antioksidan. Salah satu antioksidan tersebut adalah likopen yang banyak terkandung didalam tomat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tomat terhadap diameter tubulus seminiferus tikus putih Rattus norvegicus yang diinduksi gentamisin. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain post test only control group design. Penelitian menggunakan 25 ekor tikus putih yang dibagi dalam 5 kelompok dengan lima kali pengulangan. Kelompok terdiri dari kelompok K(-) yang tidak diberikan apapun, kelompok K(+) yang diberikan gentamisin 20 mg/kgBB, dan kelompok P1, P2, P3 yang diberikan gentamisin 20 mg/kgBB dan jus tomat masing-masing persentasi 25%, 50%, dan 100%. Penelitian dilakukan selama 24 hari. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi peningkatan diameter tubulus seminiferus setelah diberikan jus tomat selama 24 hari.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/45</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i01.45</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 01 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 38-42</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/45/32</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/46</identifier>
				<datestamp>2020-08-05T20:57:02Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pola Penggunaan Obat Hipertensi Pada Pasien Geriatri Di Rumah Sakit Anutapura Palu Periode 08 Juli-08 Agustus 2019</dc:title>
	<dc:creator>Alaydrus, Syafika</dc:creator>
	<dc:creator>Toding, Natalia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Geriatri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rasionalitas Terapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kardiovaskular</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hipertensi merupakan faktor resiko utama penyakit-penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sementara itu, peningkatan jumlah usia lanjut akan berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan salah satunya pada perubahan fisik dalam sistem kardiovaskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola dan kesesuaian terapi penggunaan obat hipertensi pada pasien geriatri di RSU Anutapura Palu. Kesesuaian terapi dalam penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi kerasionalan terapi yang meliputi tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis. Jenis dan rancangan penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pengambilan data secara prospektif dan analisis data secara deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling dan sebanyak 30 data yang diambil sebagai sampel dianalisis berdasarkan standar terapi yang digunakan yaitu the Eight Joint National Committee (JNC 8). Berdasarkan hasil penelitian dari analisis rasionalitas terapi penggunaan obat hipertensi pada pasien geriatri, diperolah hasil kesesuaian terapi yaitu 96,67% tepat pasien, 86,67% tepat obat dan 83,33% tepat dosis. Hasil penggunaan obat antihipertensi tunggal yang paling banyak digunakan yaitu golongan CCB sebesar 56,67% dan obat kombinasi yang paling banyak digunakan yaitu golongan CCB+ARB sebesar 10%.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/46</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i02.46</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 02 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 65-73</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/46/36</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/47</identifier>
				<datestamp>2020-08-05T20:57:02Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efek Ekstrak  Daun Ungu Terhadap Kadar Kreatinin Tikus Putih Jantan  Yang Diinduksi Streptozotocin</dc:title>
	<dc:creator>Kenta, Yunlis Silintowe</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Graptophyllum pictum L</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kreatinin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ureum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Streptozotocin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">senyawa metabolitsekunderpada ekstrak etanol daun ungu, pengaruh ekstrak etanol daun ungu terhadap&amp;nbsp; kadar kreatinin dan ureum&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan pengaruh&amp;nbsp; efek dosis bertingkat ekstrak etanol daun ungu&amp;nbsp; terhadap penurunan kadar kreatinin dan ureum tikus diabetes. Penelitian ini&amp;nbsp; menggunakan&amp;nbsp; metode eksperimental rancangan acak kelompok (RAK)&amp;nbsp; Sebanyak 30 ekor tikus terbagi dalam 6 kelompok perlakuan yang terdiri dari 5 ekor hewan uji. Kelompok I normal (suspensi NaCMC 0,5%). Kelompok II kontrol negatif (streptozotocin 40 mg/kg BB). Kelompok III kontrol positif (suspensi glibenklamid). Kelompok IV diberikan ekstrak daun ungu dosis 150 mg/kg BB. Kelompok V diberikan ekstrak daun&amp;nbsp;&amp;nbsp; 200 mg/kg BB. Kelompok VI diberikan ekstrak daun ungu dosis 250 mg/kg BB. Perlakuan diberi selama 28 hari dan dilakukan pengukuran kadar kreatinin dan ureum pada hari ke-0, 7, 14, 21 dan 28. Hasil yang diperoleh menunjukkan ekstrak etanol daun mengandung senyawa metabolit sekunder. Ekstrak etanol daun ungu dengan dosis 150 mg/kg BB memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap penurunan kadar kreatinin dan ureum dan dosis&amp;nbsp; 200 mg.kg BB memberikan pengaruh penurunan kadar kreatinin dan ureum tikus putih jantan diabetes. Ekstrak daun ungu dengan pemberian dosis 200 mg/kg BB efektif terhadap penurunan&amp;nbsp; maksimal terhadap kadar kreatinin dan ureum tikus putih jantan diabetes.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/47</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i02.47</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 02 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 74-80</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/47/37</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/48</identifier>
				<datestamp>2020-08-05T20:57:02Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Sediaan Lipstik Ekstrak Kulit Buah Ruruhi (Syzygium policephalum Merr) Sebagai Pewarna</dc:title>
	<dc:creator>Dwicahyani, Ulfi</dc:creator>
	<dc:creator>Isrul, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Noviyanti, Wa Ode Nova</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lipstik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ruruhi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Syzygium policephalum Merr</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antosianin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit buah ruruhi (Syzygium policephalum Merr) memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pewarna alami karena memiliki warna yang menarik. Warna merah hingga unggu dari kulit buah ruruhi disebabkan oleh adanya pigmen antosianin yang merupakan turunan senyawa flavanoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sediaan lipstik dengan memanfaatkan pewarna alami yang terkandung dalam kulit buah ruruhi. Penelitian dilakukan secara laboratorium eksperimen, sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan&amp;nbsp; pelarut etanol 96% dan asam sitrat 1% diperoleh ekstrak kental sebanyak 20 gram. Ekstrak kental digunakan sebagai pewarna dalam pembuatan lipstik pada konsentrasi ekstrak&amp;nbsp; 5%, 10%, dan 15%. Selanjutnya dilakukan evaluasi fisik sediaan meliputi uji stabilitas, pH, homogenitas, uji iritasi, uji kesukaan (Hedonic test) dan cycling test pada suhu 4oC, 25oC dan 43oC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan lipstik ekstrak kulit buah ruruhi yang dibuat berwarna merah muda dan merah tua, memiliki pH 3-4, homogen, tidak mengiritasi, warna menempel ketika dileskan pada konsentrasi estrak 10% dan 15% dan stabil pada kondisi penyimpanan suhu ruang (25oC) namun tidak stabil pada kondisi penyimpanan suhu tinggi (40oC) dan cycling test.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/48</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i02.48</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 02 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 91-103</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/48/39</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/49</identifier>
				<datestamp>2020-08-05T20:57:02Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Limbah Kulit Bawang Dayak Dan Limbah Kulit Bawang Merah Pada Mencit Yang Diinduksi Aloksan</dc:title>
	<dc:creator>Lolok, Nikeherpianti</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmat, Haidir</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Putri Mega</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah kulit bawang dayak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">limbah kulit bawang merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes mellitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aloksan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ancaman penyakit Diabetes Mellitus ditengah kehidupan masyarakat menjadi momok &amp;nbsp;yang&amp;nbsp; sangat &amp;nbsp;menakutkan &amp;nbsp;karena &amp;nbsp;hampir &amp;nbsp;setiap&amp;nbsp; 10 &amp;nbsp;detik&amp;nbsp; di &amp;nbsp;dunia &amp;nbsp;orang meninggal akibat komplikasi dari penyakit tersebut. Berbagai macam terapi pengobatan untuk diabetes mellitus sudah dirancang oleh WHO maupun pemerintah Indonesia baik dari terapi dengan penggunaan obat sintetik sampai ke pengobatan yang berbahan dasar herbal. Pengobatan herbal sebagai terapi diabetes secara empiris sudah dilakukan sejak dulu, salah satunya pada tumbuhan umbi bawang &amp;nbsp;merah &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;umbi &amp;nbsp;bawang &amp;nbsp;dayak &amp;nbsp;untuk &amp;nbsp;mengevaluasi &amp;nbsp;efek antidiabetes dan hasilnya memberikan efek yang signifikan terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kombinasi ekstrak limbah kulit bawang dayak dan limbah kulit bawang merah terhadap penurunan gula darah pada mencit yang diinduksikan aloksan. Pengujian efek antidiabetes hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok 1 untuk uji kontrol negative (Suspensi NaCMC), kelompok 2 untuk kontrol positif (insulin pen), kelompok 3 untuk control diabetes (diberi pakan), kelompok 4 untuk kombinasi ekstrak. Hasil uji diabetes terhadap mencit yang diinduksikan aloksan menunjukan bahwa kombinasi ekstrak limbah kulit bawang dayak dan ekstrak limbah kulit bawang merah secara signifikan mampu menurunkan kadar gula darah dibandingkan dengan kelompok diabetes, namun hasilnya tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/49</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v5i02.49</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 5 No. 02 (2019): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 56-64</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v5i02</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/49/35</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/52</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T10:44:17Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Dan Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight.) Pada Tikus Putih Dengan Metode Induksi Aloksan</dc:title>
	<dc:creator>Lolok, Nikeherpianti</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliastri, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Abdillah, Fiqri Algafiq</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Pandan Wangi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Salam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aloksan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes melitus ditandai dengan terjadinya hiperglikemi. Indonesia merupakan negara menempati urutan ke 7 dengan penderita DM sejumlah 8,5 juta. Penggunan obat bahan alam sudah banyak digunakan secara empiris oleh masyarakat, diantaranya ekstrak daun pandan wangi dan daun salam masing-masing telah dilaporkan memilikiefek hipoglikemik dan berpotensi sebagai antioksidan yang dapat memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, termasuk pankreas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight.) memberikan efek&amp;nbsp; dalam penurunan kadar gula darah pada tikus (Rattus norvegicus) putih galur wistar yang diinduksi diabetes dibandingkan dengan kelompok negative serta Untuk megetahui kelompok kombinasi Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight.) dapat memberikan hasil yang optimal dalam penurunan kadar gula darah dibandingkan kelompok positif.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan&amp;nbsp; pelarut etanol 96%. Pengujian efek antidiabetes hewan uji dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kombinasi ekstrak dan kelompok kontrol negatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD.
Hasil uji terhadap tikus yang diinduksi diabetes menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun pandan wangi dan daun salam secara signifikan mampu menurunkan kadar gula darah dibandingkan kontrol negatif (p&amp;lt;0,05), namun hasilnya tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif (p&amp;gt;0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun pandan wangi dan daun salam memiliki kemampuan menurunkan kadar gula darah pada tikus yang diinduksi diabetes</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/52</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i01.52</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 01 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 13-29</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/52/41</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/53</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T10:44:17Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Dan Uji Aktivitas Sediaan Sabun Cair Pembersih Kewanitaan Ekstrak Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) Terhadap Jamur Candida albicans</dc:title>
	<dc:creator>Lolok, Nikeherpianti</dc:creator>
	<dc:creator>Awaliyah, Nurhatidjah</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Windi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sabun cair pembersih kewanitaan,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekstrak daun waru (Hibiscus  tiliaceus)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antijamur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Candida albicans</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Keputihan&amp;nbsp; merupakan suatu gejala gangguan organ reproduksi yang dialami oleh wanita yang disebabkan oleh jamur yang ditandai dengan keluarnya cairan berlebih dari vagina sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Daun waru (Hibiscus tiliaceus) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antijamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan sabun cair pembersih kewanitaan ekstrak daun waru serta untuk mengetahui konsentrasi paling baik dalam menghambat aktivitaas terhadap jamur Candida albicans.
Penelitian dilakukan secara laboratorium eksperimental, sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan&amp;nbsp; pelarut etanol 96% dan diperoleh ekstrak kental sebanyak 99,94 gram. Ekstrak kental digunakan sebagai antijamur dalam pembuatan sabun cair pembersih kewanitaan pada konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15%. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia, formulasi sediaan serta evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, tinggi busa dan uji iritasi. Selanjutnya uji aktivitas antijamur dilakukan dengan menggunakan metode cakram disk. Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANNOVA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun waru positif mengandung senyawa flavanoid, saponin, triterpenoid dan sterol, tanin dan polifenol. Ekstrak dalam formulasi sediaan sabun cair pembersih kewanitaan ekstrak daun waru memenuhi syarat evaluasi fisik dimana sabun cair pembersih kewanitaan tersebut tetap berwarna hijau pekat, bau khas mawar serta bentuknya cair. Sabun cair pembersih kewanitaan ekstrak daun waru dengan konsentrasi 5% memiliki daya hambat 21,10 mm, konsentrasi 10% memiliki daya hambat 21,77 mm dan konsentrasi 15% memiliki daya hambat 20,55 mm terhadap jamur Candida albicans dengan diperoleh hasil analisis anova yang signifikan 0,01 (p&amp;lt;0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/53</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i01.53</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 01 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 59-80</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/53/44</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/56</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T10:44:17Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review Jurnal: Potensi Spons Laut Sebagai Anti Kanker Payudara</dc:title>
	<dc:creator>Fristiohady, Adryan</dc:creator>
	<dc:creator>Haruna, Lidya Agriningsih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">spons laut, aktivitas antikanker payudara, sitotoksik, apoptosis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Angka kejadian dan kematian pada penderita kanker payudara terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Prevalensi kejadian 8-9% wanita mengalami kanker payudara. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyebutkan angka kejadian kanker payudara di Indonesia sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata angka kematian 17 per 100.000 penduduk. Kanker payudara adalah kanker invasif paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia dan penyebab kematian kanker tertinggi kedua, setelah kanker paru-paru. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara akan menjalani beberapa jenis operasi. Pembedahan sering dikombinasikan dengan perawatan lain seperti terapi radiasi, kemoterapi, terapi hormon, dan/atau terapi yang ditargetkan. Studi tentang produk alami laut sebagai sumber kandidat obat masih jarang. Sumber daya laut telah menghasilkan sejumlah besar senyawa bioaktif baru. Spons mewakili salah satu sumber senyawa bioaktif laut yang paling menjanjikan terutama untuk bidang farmasi dalam pengobatan kanker payudara. Penulisan review jurnal ini menggunakan metode studi pustaka. Review jurnal ini membahas tentang beberapa spons laut dan aktivitas antikanker payudara. Dari hasil ulasan jurnal didapatkan bahwa&amp;nbsp; beberapa spons laut dengan aktivitas antikanker payudara yaitu Monanchora viridis, Hyrtios erectus, Xestospongia, Psammaplysilla, Haliclona sp, Stylissa carteri, Aaptos sp, Callyspongia siphonella, Ancorina sp, Haliclona caerulea, Spongia pertusa Esper, Siphonochalina siphonella, Geodia cydonium, Manihinea lynbeazleyae, Theonella mirabilis, Spheciospongia vagabunda, Stryphuous ponderosus, dan Theonella sp, dengan berbagai macam aktivitas seperti antiproliferatif, proapoptotik, dan proinflamasi pada lini sel kanker payudara T11, SUM159PT, MCF-7, BT-474, MCF-7/adr, MDA MB 231, MDA MB 468, SKBR3, HCC-1954,&amp;nbsp; T-47D, MCF7-Nanog, MCF-10A, dan SUM149.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/56</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i01.56</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 01 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 30-52</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/56/42</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/57</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T10:44:17Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Penetapan Kadar Flavonoid Sari Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa ) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS</dc:title>
	<dc:creator>Ramadhani, Nurfijrin</dc:creator>
	<dc:creator>Samudra, Agung Giri</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Lea Wati Indah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sari Jeruk Kalamansi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Citrofortunella microcarpa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Spektofotometri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flavonoid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa) banyak terdapat di Kota Bengkulu serta merupakan salah satu produk unggulan di Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya senyawa flavonoid yang terdapat dalam sari buah jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dan untuk mengetahui berapa kadar flavonoid yang terdapat dalam sari buah jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa). Penelitian ini dilakukan dengan uji kualitatif (uji warna) untuk mengetahui ada atau tidaknya senyawa flavonoid. Selanjutnya penelitian ini dilakukan dengan membuat seri kadar kuersetin yaitu 20, 40, 80, dan 100 ppm dengan menggunakan metode spektrofotometri. Data absorbansi yang diperoleh kemudian dihitung kadarnya. Hasil penelitian uji kualitatif menunjukan bahwa sari jeruk kalamansi positif mengandung flavonoid. Dan hasil kadar flavonoid yang didapat dengan metode spektrofotometri yaitu 10,958 mg/RE.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/57</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i01.57</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 01 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 53-58</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/57/43</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/59</identifier>
				<datestamp>2021-07-11T22:33:11Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review Artikel : Peran Faktor Transkripsi Nuclear Factor Kappa-Light-Chain-Enhancer of Activated B Cells  (NF-?B)Terhadap Sel Kanker Payudara</dc:title>
	<dc:creator>Fristiohady, Adryan</dc:creator>
	<dc:creator>Ningsih, Mini Bekti</dc:creator>
	<dc:creator>Malik, Fadhliyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kanker Payudara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Inflamasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NF-κB</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak menyerang perempuan. Diperkirakan jumlah kasus tidak kurang dari 1.050.346 per tahun. Berdasarkan estimasi International Agency for Research on Cancer, diperkirakan pada tahun 2020 akan ada 1,15 juta kasus kanker payudara dengan 411.000 kematian. Kanker payudara adalah penyakit yang ditandai adanya jaringan payudara yang tumbuh secara invasif sehingga dapat menyebabkan kematian. Aktivasi NF-B yang berlebihan dan dideregulasi menyebabkan inflamasi yang tidak terkontrol. Respon inflamasi sistemik dan teregulasi adalah bagian dari pertahanan tubuh terhadap cedera, infeksi dan penyakit. Sehingga menekan jalur aktivasi NF-?B&amp;nbsp; dan menekan NF-?B adalah strategi yang menarik untuk pengembangan&amp;nbsp; molekul anti-inflamasi. Penulisan Review jurnal ini menggunakan studi pustaka tentang peranNF-?B terhadap kanker payudara dengan melihat aktivitas proliferasi dan apoptosis secarain vivo dan in vitro.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/59</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i1.59</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 81-90</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/59/45</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/60</identifier>
				<datestamp>2021-07-13T22:36:58Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Konsentrasi Sukrosa Terhadap Transparansi Dan  Sifat Fisik Sabun Padat Transparan Minyak Atsiri  Sereh Wangi (Cymbopogon citratus L.)</dc:title>
	<dc:creator>Zulbayu, La Ode Muhammad Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Juliansyah, Risky</dc:creator>
	<dc:creator>Firawati, Firawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minyak atsiri sereh wangi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sukrosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sabun padat transparan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stabilitas fisik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sereh wangi ( Cymbopogon citatusL.) merupakan tanaman rempah yang sangat bermanfaat dalam bidang kesehatan. Minyak atsiri daun sereh bersifat sebagai anti jamur dan antibakteri. Berbagai manfaat dan khasiat yang terdapat pada herba sereh wangi, mendorong untuk diaplikasikan pada berbagai bentuk sediaan farmasi untuk mendapatkan nilai tambah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membuat formulasi sediaan sabun mandi transparan. Pada proses pembuatan sabun transparan, sukrosa berfungsi untuk membantu terbentuknya transparansi pada sabun. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan optimasi terhadap penggunaan sukrosa dalam formulasi untuk mendapatkan transparansi yang baik serta untuk melihat kestabilan fisik sabun padat transparan. Sabun transparan minyak atsiri sereh wangi divariasi dengan konsentrasi penggunaan sukrosa 11% (Formula A), 13% (Formula B) dan 15% (Formula C). Pengujian yang dilakukan oleh Sabun yang meliputi organoleptik, pH, homogenitas, tinggi busa dan transparansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi sukrosa berpengaruh terhadap tingkat tranparansi. Konsentrasi sukrosa yang optimal untuk memperoleh transparansi yang baik yaitu 15% (Formula C). Pengujian stabilitas fisik termasuk nilai pH, stabilitas tinggi busa dan homogenitas menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan selama pengujian empat minggu. Hal ini membuktikan bahwa sediaan sabun padat transparan minyak atsiri sereh wangi stabil secara fisik. Konsentrasi sukrosa yang optimal untuk memperoleh transparansi yang baik yaitu 15% (Formula C). Pengujian stabilitas fisik termasuk nilai pH, stabilitas tinggi busa dan homogenitas menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan selama pengujian empat minggu. Hal ini membuktikan bahwa sediaan sabun padat transparan minyak atsiri sereh wangi stabil secara fisik. Konsentrasi sukrosa yang optimal untuk memperoleh transparansi yang baik yaitu 15% (Formula C). Pengujian stabilitas fisik termasuk nilai pH, stabilitas tinggi busa dan homogenitas menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan selama pengujian empat minggu. Hal ini membuktikan bahwa sediaan sabun padat transparan minyak atsiri sereh wangi stabil secara fisik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/60</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i1.60</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 91-96</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/60/46</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/61</identifier>
				<datestamp>2021-07-13T22:36:58Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efek Antiinflamasi Infusa Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi  Karagenan</dc:title>
	<dc:creator>Isrul, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Citra</dc:creator>
	<dc:creator>Wahdini, Vivin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">infusa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daun bayam merah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Amaranthus tricolor L.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antiinflamasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya karena memiliki banyak manfaat dan kandungannya bagi kesehatan tubuh dan daun bayam merah (Amarantus tricolor L.) mengandung komponen antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terkandung dalam infusa daun bayam &amp;nbsp;merah (Amarantus tricolor L.) dan untuk&amp;nbsp; mengetahui konsentrasi &amp;nbsp;infusa daun bayam &amp;nbsp;merah (Amarantus tricolor L.) yang dapat menghasilkan efek antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan metode induksi karagenan sebagai zat iritannya. Infusa daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dibuat dalam berbagai variasi konsentrasi 10%, 15% dan 25% yang diberikan secara oral pada tikus putih. Natrium diklofenak digunakan sebagai kontrol positif, Na CMC digunakan sebagai kontrol negatif. Pengukuran dilakukan setiap 30 menit selama 180 menit setelah induksi karagen 1% 0,2 ml. Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) memiliki metabolit sekunder yaitu, alkaloid, flavonoid, saponin, quinon, tanin, dan steroid. Infusa daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) efektif sebagai antiiflamasi pada konsentrasi 10% dengan nilai P signifikan yaitu 0,778 &amp;gt; 0,05 dan&amp;nbsp; konsentrasi 25% dengan nilai P signifikan yaitu 0,725 &amp;gt; 0,05. Konsentrasi tersebut tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif Natrium diklofenak. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan infusa daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dapat menghambat pembentukan udema.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/61</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i1.61</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 97-103</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/61/47</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/62</identifier>
				<datestamp>2021-07-13T22:36:57Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Cabai Rawit Spesies Capsicum frutescens Linn dan Capsicum annum pada Staphylococcus aureus</dc:title>
	<dc:creator>Saripa, Jamal</dc:creator>
	<dc:creator>Hasanuddin, Silviana</dc:creator>
	<dc:creator>Isrul, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Capsicum frutescens Linn</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Capsicum annum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Staphylococcus aureus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cabai Rawit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit infeksi saat ini menjadi masalah yang serius, ditambah lagi dengan semakin meluasnya resistensi mikroba terhadap obat-obatan yang ada. Penyakit infeksi ini sering di jumpai pada anak karena daya tahan kulit terhadap invasi kuman pathogen belum sesempurna orang dewasa. Cabai merupakan jenis tanaman suku terung-terungan (Solanaceae) sejak lama dimanfaakan untuk mengobatan beberapa penyakit. Tujpenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi efektif antibakteri antara ekstrak daun Cabai Rawit Spesies Capsicum frutescens Linn dengan cabai rawit spesies Capsicum annum terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Penelitian ini termasuk penelitian analitik. Pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar. Sampel penelitian adalah ekstrak etanol daun cabai rawit spesies Capsicum frutescens Linn dan Capsicum annum dengan menggunakan 4 variasi konsentrasi yaitu &amp;nbsp;5%, 10%, 25% dan&amp;nbsp; 40% dengan kontrol positif tetrasiklin dan kontrol negatif dimethylsulfoksida Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun cabai rawit spesies Capsicum frutescens Linn memiliki aktivitas daya hambat terhadap taphylococcus aureus pada konsentrasi 5% yaitu sebesar 1,6 mm±0,17, konsentrasi 10% sebesar 2,5 mm±0,40, konsentrasi 20% sebesar 3,2 mm±0,05 dan konsentrasi 40% sebesar 4,2 mm±0,05. Sedangkan &amp;nbsp;ekstrak etanol daun cabai rawit spesies Capsicum annum memiliki aktivitas daya hambat pada konsentrasi 5% sebesar 5,8 mm±0,52, konsentrasi 10% sebesar 7,8 mm±1,01, konsentrasi 20% sebesar 13,0 mm±1,1, konsentrasi 40% sebesar 20,2 mm±1,0. Zona hambat yang ditunjukkan oleh tetrasiklin 1% sebagai kontrol positif sebesar 29,0 mm±1,2.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/62</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i2.62</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 104-110</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/62/48</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/63</identifier>
				<datestamp>2021-07-13T22:36:56Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Hydrogel Eye Mask Berbasis Ekstrak Limbah Kepala Udang Putih (Litopenaeus vannamei) Sebagai Suplemen dan Relaksasi Mata Lelah</dc:title>
	<dc:creator>Okwani, Yustian</dc:creator>
	<dc:creator>Halid, Nurhatidjah Awaliyah</dc:creator>
	<dc:creator>Hasanuddin, Silviana</dc:creator>
	<dc:creator>Djunaidin, Djunaidin</dc:creator>
	<dc:creator>Hikmat, Deo Julian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hidrogel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak Kulit Kepala Udang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Eye Mask</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kepala udang merupakan salah satu limbah yang belum dimanfaatkan namun mengandung Astaksantin yang dapat dimanfaatkan sebagai pengatasan terhadap mata lelah. Meningkatnya pengunaan komputer menyebabkan gangguan terhadap penglihatan yang dinamakan Computer Vision Syndrome (CVS) yaitu suatu gejala yang dapat menyebabkan berbagai keluhan antara lain mata lelah dan kering, hal tersebut menjadi tujuan penelitian ini yaitu memformulasi kedalam bentuk sediaan dari ekstrak etanol kepala udang putih (Litopenaeus vannamei). Salah satu sediaan mata yang dapat digunakan dengan nyaman bagi pengguna yaitu Hydrogel EyeMask.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Preparasi penelitian dilakukan dengan penyiapan ekstrak etanol kepala udang putih (Litopenaeus vannamei) dengan metode maserasi. Formulasi hydrogel Eye Mask dengan menggunakan Na-alginat dan xanthan gum sebagai basis. Sediaan dievaluasi kestabilan dan karakteristik fisik hydrogel Eye Mask dievaluasi melalui pengamatan organoleptis, daya mengembang, dan nilai pH.
Hasil evaluasi menunjukkan hydrogel Eye Mask tidak mengalami perubahan organoleptis selama 12 minggu dan memiliki kemampuan menahan air yang baik. Selain itu, pengukuran daya mengembang menunjukkan pada pengukuran minggu pertama yaitu pada jam ke-1 dan jam ke-2 hingga pada jam ke-3 berturut-turut 42,10%, 48,56%, 72,11% dengan nilai pH 6,15±0,04. Hydrogel yang dihasilkan pada penelitian ini memiliki karakteristik dan stabilitas fisik yang baik sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai sediaan suplemen dan relaksasi mata.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/63</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v6i2.63</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 111-117</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/63/49</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/64</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:42Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review: Pengaruh Tanaman Obat Yang Beraktivitas Hipertensi Terhadap Ekspresi Gen Reseptor ACE-1 dan ACE 2</dc:title>
	<dc:creator>Afifah, Nisa Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyani, Yani</dc:creator>
	<dc:creator>Yuniarto, Ari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ACE</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekspresi gen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tanaman obat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hipertensi adalah salah satu penyakit dengan angka kesakitan dan kematian yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Dalam mengatasi hipertensi obat-obatan seperti ACE inhibitor berperan dalam menurunkan tekanan darah diastol dan sistol, namun tanaman obat seperti ekstrak buah hawthorn, buah zaitun (Olea europaea L.), Hibiscus Sabdariffa, Allium Sativum dan Allium Cepa juga memiliki efek sebagai antihipertensi dengan harga yang relatif murah, mudah didapat, efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan obat sintesis atau kimia lainnya. Review jurnal ini ditujukan untuk mengetahui berbagai tanaman obat yang memiliki aktivitas hipertensi dan berpengaruh terhadap ekspresi gen reseptor hipertensi ACE1 dan ACE2. Penelusuran referensi dilakukan melalui database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar, dengan kata kunci “Medicinal Plant”, “Gene expression”, “Angiotensin Converting Enzyme 1”, “Angiotensin Converting Enzyme 2”, dan“Antihypertension”. Tanaman obat digunakan sebagai terapi alternatif penurun tekanan darah tinggi dan merupakan salah satu cara pengobatan non farmakologis hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman obat memiliki pengaruh dalam menurunkan tekanan darah tinggi karena kandungan senyawa yang ada dalam masing-masing tanaman sehingga mampu menghambat reseptor hipertensi ACE1 dan ACE2 dengan berbagai metode ekspresi gen. Banyak tanaman obat yang telah diteliti memiliki aktivitas sebagai antihipertensi. Dari 14 tanaman obat dengan aktivitas sebagai anti hipertensi, sebanyak 90% tanaman berpengaruh terhadap ekspresi gen Angiotensin Converting Enzyme 1 (ACE 1), dan sebanyak 10% tanaman memiliki pengaruh terhadap Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE 2). Tanaman obat yang telah ditemukan dan memiliki aktivitas terhadap ekspresi gen Angiotensin Converting Enzyme 1 (ACE 1) paling banyak merupakan tanaman obat dengan family Poaceae, Oleaceae, dan Zingiberaceae.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/64</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 9-31</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/64/51</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/67</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:42Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review : Potensi Ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill)  Sebagai Bahan Aktif Formulasi Masker Peel-Off</dc:title>
	<dc:creator>Sarmila, Sarmila</dc:creator>
	<dc:creator>Tanggapili, Hamdani Sapuan</dc:creator>
	<dc:creator>Melini, Afiana</dc:creator>
	<dc:creator>Isrul, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Formulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masker peel-off</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit Buah alpukat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Persea americana Mill</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">jerawat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masker peel-off merupakan sediaan perawatan kulit yang berbentuk gel dan akan mengering setelah diaplikasikan kekulit dalam waktu tertentu. Masker peel-off berfungsi mampu merelaksasi, mengangkat sel kulit mati, dan dengan pemakaian teratur dapat mengurangi kerutan. Saat ini telah berkembang penggunaaan bahan alam sebagai zat aktif formula masker peel-off yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Kulih Buah Alpukat memiliki berbagai kandungan senyawa salah satunya adalah senyawa fenol yang dapat bersifat sebagai antioksidan dan antibakteri. Oleh karena kulit buah alpukat berpotensi digunakan sebagai zat aktif &amp;nbsp;dalam formulasi masker peel-off. Kajian literatur ini membahas tentang potensi tersebut. Pencarian data dilakukan secara online terhadap jurnal nasional, jurnal internasional, dan buku. Hasil didapatkan 26 literatur dalam artikel review ini yang terdiri 24 artikel jurnal dan 2 buku. Artikel ini membahas tentang kajian tentang masker peel-off, Formula masker peel-off bahan alam, aktivitas antioksidan kulit buah alpukat, aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat ekstrak kulit buah alpukat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/67</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.67</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 32-46</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/67/52</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/68</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:41Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Karakterisasi Nanopartikel Kafein Hasil Isolasi dari Biji Kopi Robusta</dc:title>
	<dc:creator>Yunida, Yunida</dc:creator>
	<dc:creator>Kamaluddin, Muhammad Totong</dc:creator>
	<dc:creator>Theodorus, Theodorus</dc:creator>
	<dc:creator>Mangunsong, Sonlimar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kopi robusta</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kafein</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">formulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nanopartikel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PLGA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PVA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kopi robusta merupakan jenis kopi yang paling banyak dikembangkan oleh petani di Indonesia. Kopi kaya akan zat bioaktif yang memberikan manfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah kafein. Namun, konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping. Salah satu upaya untuk meminimalkan efek samping dan menghasilkan sediaan sustained release adalah dengan membuat formulasi kafein dalam bentuk sediaan nanopartikel. Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi, isolasi dan identifikasi kafein dari biji kopi robusta. Dari 200 gram biji kopi robusta diperoleh kristal kafein sebanyak 0,83 gram. Hasil identifikasi secara mikroskopis diperoleh morfologi kristal kafein seperti jarum-jarum panjang dan karakteristik kristal kafein mirip dengan kafein standar. Preparasi nanopartikel kafein dilakukan menggunakan metode single emulsion-solvent evaporation dengan pembawa PLGA (Poly-(Lactic-co-Glycolic Acid)) dan PVA (Poly(Vinyl Alcohol)) sebagai stabilizer. Karakterisasi preparat nanopartikel menggunakan PSA (Particle Size Analyzer) memberikan hasil diameter ukuran partikel 183,9 nm, nilai PDI (Polydispersity Index) 0,113 dan zeta potensial -13,5 mV. Penentuan morfologi menggunakan Transmission Electron Microscopy diperoleh partikel yang berbentuk bulat (spheris).
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/68</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.68</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 47-59</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/68/53</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/71</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:42Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)  Di Puskesmas  Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur</dc:title>
	<dc:creator>Ridwan, Bai Athur</dc:creator>
	<dc:creator>Fety, Yulli</dc:creator>
	<dc:creator>Nurlinda, Nurlinda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rasionalitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Obat Anti Inflamasi Non Steroid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">OAINS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Puskesmas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nyeri didefinisikan sebagai perasaan tidak menyenangkan bagi sebagian orang akibat dari kerusakan jaringan, sehingga pasien melakukan pengobatan dan kebanyakan masih berpusat pada terapi farmakologis seperti penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS). Adanya efek samping yang bisa terjadi maka perlu ditunjang dengan penggunaan yang rasional khususnya pada fasilitas kesehatan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rasionalitas penggunaan OAINS di Puskesmas Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan desain deskriptif retrospektif. Sampel diambil dengan cara total sampling dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu OAINS tunggal maupun kombinasi yang digunakan pasien periode Januari – Maret 2020 dan memiliki data rekam medik lengkap. Jumlah sampel yang diperoleh yaitu sebesar 72 pasien dan datanya dikumpulkan dalam lembar pengumpul data yang memuat identitas pasien, nama obat, dosis, dan aturan pakai. Analisis rasionalitas penggunaan OAINS dinilai dari aspek ketepatan pemilihan obat, ketapatan jumlah, dan ketepatan dosis dan frekuensi &amp;nbsp;yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas penggunaan OAINS di Puskesmas Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur tidak seluruhnya tepat. Pada aspek tepat pemilihan obat diperoleh sebesar 86%, tepat dosis dan frekuensi pemberian sebesar 83%, dan tepat jumlah obat mencapai 100% dan secara keseluran bahwa OAINS yang digunakan di Puskesmas Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur belum rasional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/71</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i01.71</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 1-8</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/71/50</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/72</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:41Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Etnomedisin Tanaman Berkhasiat Obat Hipertensi di Kecamatan Poleang Tenggara Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Saranani, Selpirahmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Himaniarwati, Himaniarwati</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliastri, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Isrul, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Agusmin, Aulia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etnomedisin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tanaman Obat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Obat Tradisional</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bombana</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Etnomedisin merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendokumentasikan pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman yang digunakan sebagai obat untuk hipertensi, mengetahui bagian tanaman yang digunakan sebagai obat hipertensi dan bagaimana cara pengolahan tanaman obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi di Kecamatan Poleang Tenggara Kabupaten Bombana. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan tehnik snowball sampling. Data dasar tanaman obat telah dikumpulkan dengan menggunakan wawancara langsung kepada pengobat tradisional atau battra, dan informan lainnya, yang terdiri dari 10 responden. Informasi yang didapatkan berupa nama tanaman obat, nama daerah, bagian tanaman yang digunakan, dan cara pengolahannya. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, terdapat 20 spesies tanaman obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi. Bagian tanaman yang banyak digunakan antara lain daun, buah, biji rimpang dan herba. Cara pengolahann tanaman yang digunakan adalah dengan cara direbus, diseduh, ditumbuk&amp;nbsp; (diblender), dan dikunyah. Famili tanaman obat yang dimanfaatkan adalah famili acanthaceae, asteraceae, moraceae</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/72</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.72</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 60-82</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/72/55</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/76</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:41Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review : Imunoterapi Penanganan Infeksi Virus</dc:title>
	<dc:creator>Usmar, Usmar</dc:creator>
	<dc:creator>Nurul Fitri, Andi Maghfirah</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliana, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Nainu, Firzan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">imunofarmakologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">imunoterapi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">infeksi virus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">imunitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit menular akibat virus merupakan salah satu masalah kesehatan global yang mempengaruhi sistem kesehatan masyarakat dan ekonomi di seluruh dunia. Hal tersebut mendorong disusunnya artikel ini untuk mendiskusikan relevansi dan pentingnya imunoterapi dalam menentukan pilihan terapetik terkait infeksi virus, dengan menitikberatkan pembahasan pada ketersediaan pilihan vaksin dan obat yang telah ditemukan untuk membantu manusia melawan berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh virus. Penulisan artikel review naratif ini dilakukan menggunakan metode analisis pustaka primer maupun sekunder terkait yang berhasil dikumpulkan dari database online Google Scholar dan NCBI-PubMed. Selain itu, sumber acuan pustaka juga diambil dari beberapa buku teks akademik. Imunoterapi merupakan bidang yang berkembang melalui interaksi bidang imunologi, farmakologi dan farmakoterapi yang memiliki perkembangan yang pesat terutama dalam kondisi pandemi COVID-19 yang dihadapi saat ini. Meskipun terapi dan obat-obatan yang digunakan dalam bidang imunofarmakologi masih terbatas serta banyak hal yang belum dapat ditemukan, namun teknologi baru dan kemajuan pesat dalam pengetahuan tentang regulasi sistem imun telah menjadikan imunofterapi sebagai bidang yang memiliki potensi besar dan menjanjikan dalam penanganan infeksi virus maupun patogen lain. Oleh karena itu, konsep imunoterapi serta relevansinya dengan penyakit manusia merupakan salah satu solusi yang menawarkan pilihan baru untuk kebutuhan medis yang belum terpenuhi terkait penyakit infeksi akibat virus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/76</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.76</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 83-111</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/76/56</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/79</identifier>
				<datestamp>2021-07-26T12:37:41Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi toksisitas Madu hasil produksi lebah yang diberi pakan tambahan ekstrak air Moringa oleifera terhadap larva Artemia salina</dc:title>
	<dc:creator>Aliyah, Aliyah</dc:creator>
	<dc:creator>Hadju, Veni</dc:creator>
	<dc:creator>Dasir, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Raihan, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Madu Kelor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Toksisitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Artemia salina</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Moringa oleifera</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Madu dan Moringa oleifera merupakan salah satu bahan alam yang memiliki nilai nutrisi dan potensi sebagai bahan obat yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas madu hasil ternak lebah yang diberi pakan sirup sukrosa dengan suplementasi M. oleifera menggunakan Artemia salina sebagai hewan model. Komponen madu kelor (MK) dan M. oleifera mula-mula dianalisis dengan menggunakan sistem HPTLC dengan fase gerak terdiri dari n-heksana dan etil asetat dengan perbandingan 2:1. Toksisitas MK kemudian diuji menggunakan A. salina sebagai model organisme dengan konsentrasi antara 10 hingga 2000 ?g / ml dalam media air laut buatan. Tingkat kematian dilaporkan dalam persentase A. salina jumlah larva yang mati terhadap total larva yang diuji. Nilai LC50 dihitung dengan menggunakan analisis probit. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa komponen M. oleifera dapat dideteksi pada MK berdasarkan nilai Rf yang diperoleh dalam analisis HPTLC. Selanjutnya, berdasarkan nilai LC50 dalam penelitian ini, MK dianggap sebagai bahan dengan toksisitas yang rendah. Namun, penelusuran lebih lanjut pada komponen fitokimia yang bertanggung jawab pada toksisitas ini perlu dilakukan untuk melihat korelasinya dengan toksisitas MK</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/79</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i1.79</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 112-122</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/79/54</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/81</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Review : Kajian Aktivitas Antibakteri dan manifestasinya dari Tanaman Sambung Nyawa (Gynura Procumbens)</dc:title>
	<dc:creator>Lado, Adinda Sabarany</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyani, Yani</dc:creator>
	<dc:creator>Sulaeman, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibacterial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antiinfection</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antiinflammatory</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioxidant</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sambung nyawa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman sambung nyawa [Gynura Procumbens] merupakan tanaman yang banyak tumbuh pada sebagian wilayah Asia dan menjadi salah satu jenis tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional karena memiliki aktivitas farmakologi yang dapat mengobati dan mencegah berbagai penyakit. Tanaman sambung nyawa mengandung Flavonoid, Alkaloid, Tanin, Saponin, Steroid, Triterpenoid dan Glikosida yang memiliki potensi sebagai antibakteri, baik pada bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif. Tulisan diharapkan bisa memberikan informasi mengenai pemanfaatan kandungan senyawa pada tanaman sambung nyawa untuk terapi infeksi bakteri, antioksidan dan mengurangi gejala&amp;nbsp; manifestasi klinis yang terjadi karena infeksi&amp;nbsp; seperti inflamasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/81</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.81</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 123-142</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/81/59</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/84</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon L.) Terhadap Bakteri Salmonella thypi Dan Escherichia coli</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Mega Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Ningsih, Agustina Retna</dc:creator>
	<dc:creator>Marcellia, Selvi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit Jeruk Lemon,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Salmonella thypi,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Escherichia coli,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Difusi cakram,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KHM</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit jeruk lemon&amp;nbsp; (Citrus limon L.) dan kosentrasi hambat minimum&amp;nbsp; terhadap bakteri Salmonella thypi dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan&amp;nbsp; metode difusi cakram. Konsentrasi ekstrak kulit jeruk lemon yang digunakan adalah 10%, 30%, 50%, 70% dan 90%. KHM bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 10% dengan diameter zona hambat 12,17 mm, sedangkan pada bakteri Salmonella typhi tidak terdapat zona hambat pada masing-masing kosentrasi. Analisis data menggunakan one way ANOVA menunjukan hasil signifikan (P&amp;lt;0,05). Hasil data uji LSD berbeda signifikan konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70% dan 90% dengan kontrol positif dan kontrol negatif didapatkan hasil 0,000 (P&amp;lt;0,05). Ekstrak Kulit Jeruk Lemon lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dibandingkan dengan Salmonella thypi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/84</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 143-154</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/84/60</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/85</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kepuasan Pasien Pada Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Rawat Jalan di RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara</dc:title>
	<dc:creator>Reihana, Elza</dc:creator>
	<dc:creator>Rai Saputri, Gusti Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Nofita, Nofita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Analisis Kepuasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kualitas Pelayanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rumah Sakit Umum Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode&amp;nbsp; deskriptif non eksperimental. Penilaian terhadap kepuasan didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner SERVQUAL yang memuat 5 dimensi pelayanan kefarmasian. Analisis data menggunakan nilai kesenjangan rata-rata harapan dan rata-rata kinerja, persentase kesesuaian kepuasan pasien, dan Importance Performance Analysis. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 161 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan di Instalasi farmasi rawat jalan RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara dengan tingkat kesesuaian kepuasan dan harapan &amp;gt; 75% di setiap dimensinya yaitu kehandalan 98,57%, daya tanggap 98,23%, jaminan 98,05%, empati 97,99% dan bukti langsung 96,94%. %. Hal ini menunjukan bahwa pasien rawat jalan sudah merasa puas dengan pelayanan yang sudah diberikan oleh petugas farmasi akan tetapi pihak rumah sakit perlu memperbaiki apa yang menjadi harapan pasien yang belum tercapai guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian.
&amp;nbsp;
Kata Kunci : Analisis Kepuasan, Kualitas Pelayanan, Rumah Sakit Umum Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
ABSTRACT
 
This study aims to analyze the satisfaction of outpatients with pharmaceutical services at the pharmacy installation of Mayjend H.M Ryacudu Hospital, North Lampung. This research was conducted with a non-experimental descriptive method. Assessment of satisfaction was obtained from the results of distributing the SERVQUAL questionnaire which contained 5 dimensions of pharmaceutical services. The data analysis used the gap value of the average expectation and average performance, the percentage of patient satisfaction compliance, and Importance Performance Analysis. The number of samples in this study were 161 respondents. The results showed that the services provided at the Outpatient Pharmacy Installation at RSUD Mayjend HM Ryacudu North Lampung with a level of conformity with satisfaction and expectations &amp;gt; 75% in each dimension, namely reliability 98.57%, responsiveness 98.23%, guarantee 98.05%, empathy 97.99% and direct evidence 96.94%. %. This shows that outpatients are satisfied with the services that have been provided by pharmacists, but the hospital needs to improve what the patient's expectations have not been achieved in order to improve the quality of pharmaceutical services.
&amp;nbsp;
Keywords : Analysis of Satisfaction, Quality of Service, Mayjend H.M Ryacudu General Hospital, North Lampung.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/85</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.85</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 155-170</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/85/61</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/86</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Pengembangan Sediaan Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) untuk Penghantaran Agen Antidiabetik Oral</dc:title>
	<dc:creator>Priani, Sani Ega</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diabetes melitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antidiabetika oral</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">, BCS kelas 2</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SNEDDS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik akibat gangguan aktivitas atau sekresi insulin, dengan angka kejadian dan morbiditas yang terus meningkat. Sebagian agen antidiabetik oral diketahui memiliki kelarutan yang rendah dalam air, sehingga perlu dilakukan modifikasi untuk meningkatkan efektifitasnya. &amp;nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan sediaan self nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS) mengandung agen antidiabetik oral dan mengkaji pengaruhnya terhadap disolusi, bioavailabilitas, dan efek farmakologinya. Penelitian dilakukan dengan berbasis systematic literature review dengan mengkaji jurnal dari berbagai database bereputasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa SNEDDS sudah diaplikasikan untuk berbagai senyawa antidiabetik oral seperti dapagliflozin, glibenclamid, gliclazid, glimepirid, tolbutamid, repaglinid, polypeptide-k, exendin-4, trans-cinamic acid, sitagliptin, dan curcumin dalam bentuk tunggal atau kombinasi. Sediaan SNEDDS tersebut diformulasi menggunakan minyak, surfaktan, dan kosurfaktan terpilih. Surfaktan yang banyak digunakan adalah kelompok tween dan cremophor sedangkan kosurfaktan yang banyak digunakan adalah PEG400 dan transcutol. Pengembangan sediaan SNEDDS terbukti secara signifikan dapat meningkatkan disolusi agen antidiabetik oral dan juga meningkatkan bioavailabilitasnya yang ditandai dengan peningkatan nilai AUC dan Cmax kadar dobat darah darah. Pengembangan SNEDDS juga terbukti mampu menyebabkan penurunan kadar glukosa darah yang lebih baik dibandingkan dengan bentuk suspensi atau sediaan pasaran. Dari hasil kajian dapat disimpulkan jika SNEDDS sesuai digunakan untuk penghantaran agen antidiabetik oral terutama yang memiliki kelarutan rendah dalam air.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/86</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.86</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 171-187</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/86/62</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/87</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Sediaan Facial Wash Kombinasi  Perasan Jeruk Lemon (Citrus Limon (L.)) Dan Ekstrak Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Sebagai Antibakteri Propionibacterium Acnes</dc:title>
	<dc:creator>Nirmala, Fareza Melly</dc:creator>
	<dc:creator>Rai Saputri, Gusti Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Marcellia, Selvi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perasan jeruk lemon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak buah tomat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Facial wash</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Propionibacterium acnes</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Acnes atau disebut juga dengan jerawat. Bakteri utama yang menyebabkan terjadinya jerawat yaitu Propionibacterium acnes. Facial wash merupakan sabun pembersih wajah yang ringan dan lembut yang berfungsi untuk menjaga kebersihan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui&amp;nbsp; konsentrasi sodium lauril sulfat (SLS) dan gliserin pada sediaan Facial wash &amp;nbsp;yang memiliki kestabilan fisik yang baik serta untuk mengetahui daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstraksi buah tomat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian daya hambat bakteri pada sediaan facial wash kombinasi perasan jeruk lemon dan ekstrak buah tomat menggunakan metode sumuran. Konsentrasi SLS dan gliserin yang digunakan adalah 20%, 25%, 30%,dan 35%. Pada konsentrasi 30% SLS dan gliserin dinyatakan memenuhi syarat sediaan Facial wash yang baik, setelah dilakukan parameter pengujian evaluasi sediaan facial wash. Rata-rata zona hambat pada formulasi dengan konsentrasi SLS dan Gliserin 30% 8,62 mm, kontrol positif 18,66mm terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasill uji antibakteri dianalisis menggunakan ONE WAY ANOVA, pada hasil analisis statistik pada sediaan Facial wash ekstrak kombinasi perasan jeruk lemon dan ekstrak buah tomat dengan konsentrasi SLS dan gliserin 30% menunjukkan zona hambat yang signifikan yaitu 0,000 (P=&amp;lt;0,05).
&amp;nbsp;
Kata Kunci : Perasan Jeruk Lemon dan Ekstrak Buah Tomat, Facial wash, Propionibacterium acnes.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
ABSTRACT
 
Acnes are also known as pimples. The main bacteria that causes acne is Propionibacterium acnes.&amp;nbsp; Facial wash is a mild and gentle facial cleansing soap that serves to keep the skin clean.&amp;nbsp; The purpose of this study was to determine the concentration of sodium lauryl sulfate (SLS) and glycerin in facial wash preparations that have good physical stability and to determine the inhibition of Propionibacterium acnes bacteria.&amp;nbsp; Tomato fruit extraction using maceration method with 96% ethanol solvent. Testing the inhibition of bacteria in facial wash preparations with a combination of lemon juice and tomato extract using the well method.&amp;nbsp; The concentrations of SLS and glycerin used were 20%, 25%, 30%, and 35%.&amp;nbsp; At a concentration of 30% SLS and glycerin were declared to meet the requirements for a good facial wash preparation, after evaluating the parameters of the facial wash preparation.&amp;nbsp; The average inhibition zone in the formulation with concentrations of SLS and 30% Glycerin was 8.62 mm, positive control was 18.66mm against Propionibacterium acnes bacteria. The results of the antibacterial test were analyzed using ONE WAY ANOVA, the results of statistical analysis on Facial wash preparations of a combination of lemon juice and tomato extract with a concentration of SLS and 30% glycerin showed a significant inhibition zone of 0.000 (P = &amp;lt;0.05).
&amp;nbsp;Keywords: Lemon Juice and Tomato Fruit Extract, Facial wash, Propionibacterium acnes.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/87</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.87</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 188-206</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/87/63</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/89</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Antioksidan  Dan Anti Hiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Maja ( Aegle marmelos  L.)</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Risky Juliansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Ridwan, Bai Athur</dc:creator>
	<dc:creator>Wardarini, Uyun</dc:creator>
	<dc:creator>Pawannei, Syamsiah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Maja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antihiperurisemia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aegle marmelos L</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan tanaman dalam mengatasi berbagai penyakit masih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia salah satunya yaitu tanaman maja (Aegle marmelos L.). Tanaman ini mengandung senyawa metabolit yang bersifat sebagai antioksidan dan &amp;nbsp;dapat mengurangi aktivitas enzim xantin oksidase sehingga menghambat terjadinya stress oksidatif&amp;nbsp; dan menurnkan produksi asam urat.&amp;nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan antihiperurisemia ekstrak etanol daun&amp;nbsp; Maja&amp;nbsp; (Aegles marmelos L.).&amp;nbsp; Sampel daun Maja (Aegle marmelos L.) dilakukan metode ekstraksi&amp;nbsp; maserasi kemudian ekstrak yang dihasilkan dilakukan&amp;nbsp; uji skrining fitokimia senyawa metabolitnya. Selanjutnya dilakukan uji antioksidan dengan menggunakan metode FRAP dan pengukuran aktivitas antihiperurisemia menggunakan &amp;nbsp;spektrofotometri Uv-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun maja mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan fenol. Nilai aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun maja (Aegle marmelos L.) adalah &amp;nbsp;9,518 mgQE/g ekstrak. Aktivitas antihiperurisemia memiliki perbedaan signifikan (?&amp;lt;0,05) antar kelompok perlakuan. Persentase penurunan kadar asam urat pada ekstrak etanol daun maja paling besar terjadi pada dosis 350 mg/KgBB sebesar 44,08% dibandingkan dengan dosis 150 mg/KgBB dan 250 mg/KgBB sebesar 22,56% dan&amp;nbsp; 31,18% sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun maja memiliki aktvitas antioksidan dan dapat menurunkan kadar asam urat pada mencit (Mus musculus).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/89</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.89</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 207-222</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/89/64</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/91</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanolik Daging Buah Semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. &amp; Nakai)  dengan Metode ABTS dan FRAP</dc:title>
	<dc:creator>Nasir, Nur Herlina</dc:creator>
	<dc:creator>Pusmarani, Jastria</dc:creator>
	<dc:creator>Filmaharani, Filmaharani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Semangka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Maserasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ABTS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">FRAP</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada daging buah semangka terdapat kandungan zat yang penting bagi kesehatan dan berpotensi sebagai sumber antioksidan alami, seperti sitrulin. Sitrulin merupakan salah satu zat antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanolik daging buah semangka berdasarkan kemampuannya untuk mereduksi ABTS?+ dan ion Fe3+ menjadi Fe2+ dalam metode ABTS dan FRAP. Ekstraksi senyawa kimia menggunakan metode maserasi dengan cairan penyari metanol. Uji antioksidan yang digunakan adalah uji ABTS dan FRAP menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Uji ABTS diukur pada panjang gelombang 734 nm dimana ekstrak daging buah semangka dibuat seri konsentrasinya dan direaksikan dengan larutan ABTS selama 2 jam dalam kondisi gelap,. Hasil penangkapan radikal ABTS dinyatakan sebagai ekuivalen dalam ?M Vitamin C/g massa segar, sedangkan uji FRAP absorbansinya diukur pada panjang gelombang 700 nm. Aktivitas mereduksi ekstrak/fraksi uji ditentukan sebagai ekivalen asam askorbat (mg AAE/g ekstrak). &amp;nbsp;Hasil penyarian daging buah semangka adalah 334,491 g dengan persen rendamen sebesar 16,380. Rata-rata persen penangkapan radikal (IC50) pada metode ABTS adalah&amp;nbsp; 24,996±0,059 µg/mL dengan kategori kuat, sedangkan daya reduksi antioksidan melalui metode FRAP yaitu 13,677±0,246 mg/g ekstrak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/91</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.91</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 223-235</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/91/65</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/109</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Covid-19 di Rawat Inap Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Tahun 2020</dc:title>
	<dc:creator>Oktarina, Fevi</dc:creator>
	<dc:creator>Ulfa, Ade Maria</dc:creator>
	<dc:creator>Perangin angin, Martianus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rasionalitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">obat COVID-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pasien COVID-19</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau SARS-CoV-2), berdasarkan data yang didapatkan hasil kasus covid 19 jumlah pasien yang terjangkit penularan virus corona masih terus bertambah, dan berbagai jenis obat yang digunakan, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran terapi dan evaluasi penggunaan obat COVID-19, dirawat inap Rumah Sakit Imanuel periode oktober-desember2020.Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental, penelitian dilakukan secara observasional deskriptif, pengambilan data secara retrospektif dengan melihat data rekam medis. Usia pasien covid 19 yang paling banyak adalah rentang usia 36-45 tahun sebesar&amp;nbsp; (40,90%), sedangkan&amp;nbsp; untuk jenis kelamin laki-laki&amp;nbsp;sebesar (52,27%) dan untuk perempuan sebesar (47,72). Obat COVID-19 yang digunakan pada pasien COVID-19 adalah golongan antibiotik, antivirus, antikoagulan, antikolesterol, vitamin, dan kortikosteroid. Untuk terapi menggunakan acetylsistein 200 mg sebesar (88,63%) dan untuk terapi azitromycin 500mg sebesar (77,27%), terapi obat yang banyak digunakan adalah kombinasi obat antibiotik azitromycin 500 mg dan antioksidan 200 mg sebanyak (4,54%),Rasionalitas penggunaan obat covid 19 berdasarkan Pedoman tata laksana COVID-19edisi 3 adalah 100% tepat diagnosis ; 100% tepat indikasi; 100% tepat obat; 100% tepat dosis; 100% tepat cara pemberian; 100% tepat interval waktu pemberia dan 100% tepat pasien, dengan nilai persentase kerasionalan penggunaan obat COVID-19 pada pasien COVID-19 adalah 100%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/109</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 237-250</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/109/66</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/110</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi  Monitoring  Kejadian  Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Covid-19 (Coronavac) pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung</dc:title>
	<dc:creator>Safira, Monica</dc:creator>
	<dc:creator>Peranginangin, Martianus</dc:creator>
	<dc:creator>Saputri, Gusti Ayu Rai</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vaksin Coronavac</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh jenis virus corona. Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Coronavac adalah vaksin yang dapat mencegah penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin Coronavac yang digunakan pada tenaga kesehatan RS Imanuel Bandar Lampung. Metode penelitian ini merupakan penelitian Observasional. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuisioner. Hasil penelitian didapat KIPI pada tenaga kesehatan pada tahap I didapatkan gejala ringan = 17,74 %, gejala sedang = 39,51%, gejala berat = 0,80%. Pada tahap II didapatkan gejala ringan = 16,12 %, gejala sedang&amp;nbsp; = 43,54% , dan gejala berat = 2,41%. Berdasarkan analisis data menggunakan uji Chi Square dengan p value &amp;lt; 0,01. Didapatkan p value KIPI pemberian vaksin tahap I sebesar (p = 0,43) dan pada pemberian vaksin tahap II sebesar (p = 0,43). KIPI pada responden dibagi menjadi 2 kelompok yaitu lokal dan sistemik. Berdasarkan analisis statistik didapatkan p value KIPI pada pemberian vaksin tahap I sebesar (p = 0,76) dan tahap II sebesar (p = 0,44). Dapat disimpulkan bahwa analisis data pada efek samping KIPI pada vaksin tahap I dan vaksin tahap II pada responden tidak signifikan secara statistik karena p value &amp;gt; 0,01</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/110</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.110</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 251-262</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/110/67</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/111</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kandungan Beta Karoten Dan Aktivitas Antioksidan Terhadap Ekstrak Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata)</dc:title>
	<dc:creator>Lismawati, Lismawati</dc:creator>
	<dc:creator>Tutik, Tutik</dc:creator>
	<dc:creator>Nofita, Nofita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Labu kuning (Cucurbita moschata)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">beta karoten</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">spektrofotometer UV-Vis.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Labu kuning (Cucurbita moschata)&amp;nbsp; jenis tanaman hortikultura yang cukup banyak ditanam di Indonesia, buah ini kaya akan beta-karoten yang terbukti memiliki aktivitas melawan bahaya radikal bebas. Beta karoten salah satu jenis karotenoid yang berfungsi sebagai provitamin-A, beta karoten juga berperan sebagai antioksidan yang efektif pada konsentrasi rendah oksigen. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kadar beta karoten dan aktivitas antioksidan pada labu kuning (Cucurbita moschata). Labu kuning diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksan. Hasil ekstraksi dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) sedangkan uji kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Kadar beta karoten pada sampel labu kuning adalah sebesar 14,59%. Untuk hasil antioksidan pada ekstrak labu kuning&amp;nbsp; didapatkan IC50 &amp;nbsp;sebesar 30,75 dan asam askorbat sebesar 18,43 sehingga dapat digolongkan sebagai antioksidan dengan kategori sangat kuat.
Kata Kunci : Labu kuning (Cucurbita moschata), beta karoten, antioksidan, spektrofotometer UV-Vis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/111</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.111</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 263-273</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/111/68</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/113</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efek Ekstrak Etanol Umbi Talas (Colocasia  esculenta (L) Schott) Terhadap Penurunan  Kadar Glukosa, Ureum Dan Kreatinin Tikus  Putih Jantan (Rattus Novergicus) Yang  Di Induksi Streptozotocin</dc:title>
	<dc:creator>Tandi, Joni</dc:creator>
	<dc:creator>Sudar, Cinda Pradita</dc:creator>
	<dc:creator>Mutahharah, Azwaajum</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyani, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">umbi talas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kadar glukosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ureum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kreatinin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">streptozotocin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol umbi talas terhadap penurunan kadar glukosa, ureum dan kreatini tikus putih jantan yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan menggunakan 30 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok, 3 kelompok sebagai kelompok kontrol dan 3 kelompok sebagai kelompok perlakuan yang diberikan dosis masing- masing 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB. Mekanisme diabetonik pada tikus dilakukan dengan penyuntikan streptozotocin dosis 40 mg/kgBB secara intraperitoneal (ip). Data yang diperoleh dari hasil pengukuran kadar glukosa darah serta ureum dan kreatinin dianalisis secara parametric menggunakan analisis satu arah pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi talas dosis efektif 200 mg/kg BB memiliki efek dalam menurunkan kadar glukosa darah dengan nilai rerata 88,0 mg/dL , ureum dengan dosis efektif 300 mg/kgBB dengan nilai rerata 19,54 mg/dL dan kreatinin dengan dosis efektif adalah 100 mg/kgBB dengan rerata 0,61 mg/dL.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/113</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.113</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 274-284</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/113/69</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/123</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Penggunaan Antibiotik di Instalasi Rawat Inap Bedah RSUD M. Natsir Kota Solok Tahun 2020</dc:title>
	<dc:creator>Azyenela, Lola</dc:creator>
	<dc:creator>Tobat, Sanubari Rela</dc:creator>
	<dc:creator>Selvia, Loli</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ATC/DDD</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DU 90%</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Evaluasi penggunaan antibiotik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk terapi infeksi bakteri. WHO telah merekomendasikan Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) dan Defined Daily Dose (DDD) sebagai standar global untuk studi penggunaan obat, salah satunya adalah antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penggunaan antibiotik secara kuantitatif dengan menggunakan metode ATC/DDD, serta menentukan antibiotik yang termasuk ke dalam segmen Drug Utilization (DU) 90% di RSUD M. Natsir Kota Solok pada tahun 2020. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan secara retrospektif, dengan menggunakan data rekam medis pasien di instalasi rawat inap bedah di RSUD M.Natsir Kota Solok tahun 2020, sampel diambil dengan teknik random sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 213 sampel, dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitas penggunaan antibiotik dari 213 catatan rekam medis pasien didapatkan total penggunaan antibiotik 136,203 gram DDD/100 hari rawat. Penggunaan antibiotik yang banyak yaitu sefiksime 67,791 g dan yang sedikit yaitu meropenem 0,107 g. Antibiotik yang masuk dalam segmen 90% yaitu sefiksim (49,772%), seftriakson (18,393%), sefotaksim (14,786%) dan metronidazole (8,764%), sedangkan yang masuk ke segmen 10 % yaitu siprofloksasin (5,074%), azitromycin (1,320%), metronidazole (1,173%), levofloxacin (0,399%), sefadroksil (0,237%), dan meropenem (0,078%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/123</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.123</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/123/71</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/128</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Gel Hand Sanitizer Dari Ekstrak Metanol Kulit Semangka (Citrullus lanatus)</dc:title>
	<dc:creator>Hikmat, Deo Julian</dc:creator>
	<dc:creator>Filmaharani, Filmaharani</dc:creator>
	<dc:creator>Yaya, Yaya</dc:creator>
	<dc:creator>Halid, Nur Hatidjah Awaliyah</dc:creator>
	<dc:creator>Pusmarani, Jastria</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hand Sanitizer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit Semangka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Citrullus lanatus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hand sanitizer merupakan sediaan yang digunakan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tangan, serta penggunaannya lebih praktis. Sebagian besar hand sanitizer tersedia dalam bentuk cair atau gel. Umumnya gel hand sanitizer berbahan dasar alkohol. Namun penggunaan secara terus-menerus alkohol dapat mengiritasi kulit. Oleh karena itu perlu adanya alternatif bahan alam yang dapat digunakan untuk mengurangi terjadinya iritasi kulit. Salah satu bahan alam yang terbukti sebagai antibakteri adalah kulit semangka (Citrullus lanatus). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat potensi gel hand sanitizer ekstrak metanol kulit semangka terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan riset empirik dengan platform luring dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat di masa pandemi  Covid-19.  Ekstrak   metanol   kulit   semangka dilakukan pengujian antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus dengan tiga konsentrasi yaitu 15%, 17,5% dan 20%. Formulasi dibuat dengan variasi konsentrasi karbopol yaitu konsentrasi 1%, 1,5% dan konsentrasi 2%, kemudian dilakukan evaluasi sifat fisik dari sediaan gel. Ekstrak metanol kulit semangka 15% memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri E.coli dengan rata-rata zona hambat 5,03±1,98 mm (kategori daya hambat cukup) dan pada bakteri S. aureus 2,53±2,40 mm (kategori daya hambat lemah). Formula 1 (karbopol 1%) dan formula 2 (karbopol 1,5%) memenuhi syarat evaluasi sifat fisik sediaan gel yaitu pada uji organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, dan daya sebar. Sedangkan untuk formula 3 (karbopol 2%) tidak memenuhi pada uji fisik yaitu uji daya sebar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/128</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.128</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 11-23</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/128/79</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/141</identifier>
				<datestamp>2021-12-31T16:16:30Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efek Antibakteri Daun Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Terhadap Pertumbuhan  Staphylococcus aureus  dan Escherichia coli</dc:title>
	<dc:creator>Nurlila, Ratna Umi</dc:creator>
	<dc:creator>Sudiana, Sudiana</dc:creator>
	<dc:creator>La Fua, Jumarddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun sagu, Bakteri, Staphylococcus aureus dan Escherichia Coli.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik mendorong para peneliti untuk mencari alternatif pengobatan yang lebih efektif dan aman, yaitu dengan memanfaatkan bahan alam salah satunya adalah daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.). bakteri uji yang digunakan adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui skrining fitokmimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.&amp;nbsp;Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (DMSO), kontrol positif (Kloramfenikol) dan 4 kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak etanol 96% daun sagu secara berturut-turut yaitu 5, 10, 15 dan 30%. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dan menggunakan Uji parametrik yaitu uji one way anova.&amp;nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.) dengan konsentrasi 5, 10, 15 dan 30% pada bakteri Staphylococcus aureus memiliki rata-rata diameter zona hambat berturut-turut yaitu 14,22 mm, 15,11 mm, 16,11 mm dan 17,55 mm. sedangkan pada bakteri Escherichia coli memiliki rata-rata diameter zona hambat berturut-turut yaitu 13,33 mm, 13,89 mm, 15,00 mm, dan 18,55 mm.&amp;nbsp;Kesimpulannya adalah ekstrak etanol daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 30% kategori kuat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/141</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v7i2.141</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 285-322</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/141/70</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/152</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Karakterisasi Ekstrak Etanol Wualae (Etlingera elatior) dalam Sistem Penghantaran Vesikuler Fitofosfolipid</dc:title>
	<dc:creator>Indalifiany, Astrid</dc:creator>
	<dc:creator>Sahidin, Sahidin</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Bafadal, Mentarry </dc:creator>
	<dc:creator>Yodha, Agung Wibawa Mahatva </dc:creator>
	<dc:creator>Andryani, Rina </dc:creator>
	<dc:creator> Fitrawan, La Ode Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Munasari, Dian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etlingera elatior</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kompleks Fitofosfolipid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fitosom</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penghantaran Nanopartikel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Etlingera elatior (Wualae) termasuk dalam tumbuhan famili zingiberaceae yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Namun, bioavailabilitas dan permeabilitas zat aktif yang rendah sehingga diperlukan suatu sistem penghantaran dalam komplek lipid-bahan alam. Sistem yang dikenal dengan fitofosfolipid ini merupakan penghantaran fitokonstituen dalam matriks fosfolipid yang dapat meningkatkan permeabilitas dan bioavailabilitas zat aktif melalui karakteristik ampifilik dan aksi emulsifikasi oleh fosfolipid. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan karakterisasi sistem vesikel sehingga diperoleh sistem yang optimum antara ekstrak etanol buah wualae dan fosfatidilkolin yang memiliki karakteristik vesikel terbaik. Preparasi dilakukan    menggunakan    teknik    hidrasi    lapis   tipis dengan adanya variasi komposisi ekstrak dan fosfatidilkolin, yakni 0,5:0,5 (Formula 1); 0,5:1 (Formula 2); 1:0,5 (Formula 3); 1:1 (Formula 4); 1:2 (Formula 5); dan 2:1 (Formula 6). Hasil yang diperoleh adalah komposisi formula optimum antara ekstrak dan fosfatidilkolin yaitu pada F4 dengan komposisi 1:1 dengan karakterisasi meliputi pengamatan morfologi berbentuk bulat (sferis) menggunakan mikroskop optic, efisiensi penjerapan vesikel diperoleh 99,20%, ukuran partikel 898,2 nm dan indeks polidispersitas 0,573 dengan kategori vesikel jenis LUV (Large Unilamellar Vesicle) menggunakan Particel Size Analyzer.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/152</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.152</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 24-33</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/152/81</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/160</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rasionalitas Penggunaan Azitromisin pada Pasien ISPA di Rumah Sakit Moh. Hoesin (RSMH) Palembang </dc:title>
	<dc:creator>Parisa, Nita</dc:creator>
	<dc:creator>Parulian, Theodorus</dc:creator>
	<dc:creator>Adelia, R.A. Alda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rasionalitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Azitromisin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ISPA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ISPA menjadi salah satu penyebab utama dalam timbulnya mortalitas dan morbiditas dari balita serta anak-anak diseluruh dunia. ISPA disebabkan oleh berbagai macam agen infeksius, salah satu contohnya yaitu bakteri yang harus diatasi dengan peresepan antibiotik. Adanya peresepan antibiotik yang masih belum rasional seperti pada pemberian antibiotik atas indikasi yang kurang jelas dan penggunaan antibiotik yang menimbulkan respon alergi menunjukkan bahwa diperlukan pemberian antibiotik alternatif sebagai pilihan terapi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat azitromisin yang paling banyak digunakan sebagai pilihan terapi pada pasien ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan sampel berupa pasien ISPA di Rumah Sakit Umum Moh. Hoesin (RSMH) Palembang periode  1  Juli  2018  – 30   Juni  2021.  Sampel  diambil dengan teknik total sampling berupa pasien ISPA rawat jalan yang menggunakan obat azitromisin yaitu sebanyak 30 pasien yang memenuhi krteria inklusi dan eksklusi. Keseluruhan data yang diperoleh akan diolah menggunakan SPSS versi 26 dan akan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien ISPA terbanyak ada pada kelompok usia 46-55 tahun (40%), jenis kelamin laki-laki (66,7%), dan jumlah obat per-resep sebanyak dua obat (46,7%). Penggunaan azitromisin berdasarkan kriteria tepat indikasi (100%), tepat dosis (96,7%), tepat frekuensi pemberian (100%), tepat lama pemberian (100%), tepat cara pemberian (100%), dan tepat interaksi obat (86,4%), sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan azitromisin pada pasien ISPA rawat jalan di RSMH sebagian besar sudah rasional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/160</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.160</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 34-48</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/160/74</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/165</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Mutu Pelayanan Kefarmasian dengan Kepatuhan Berobat Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Kabupaten Konawe</dc:title>
	<dc:creator>Tasnim, Tasnim</dc:creator>
	<dc:creator>Sarlinda, Sarlinda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes melitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mutu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelayanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kepatuhan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kepatuhan berobat sangat berkontribusi dalam pengendalian kadar glukosa darah bagi pasien Diabetes Melitus. Namun demikian, masih banyak pasien yang tidak rutin berobat ke Rumah Sakit Kabupaten Konawe.   Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan mutu pelayanan kefarmasian dengan kepatuhan berobat pasien diabetes melitus di Intalasi rawat inap RS Kabupaten Konawe. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain  cross sectiona lstudy. Dimana, jumlah sample sebanyak 30 orang pasien Diabetes Melitus. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, Chi squere dan Koefisien Phi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum mutu pelayanan kefarmasian berhubungan kuat dengan kepatuhan berobat pasien DM di RS Kabupaten Konawe. Namun hanya dimensi bukti fisik (tangible) saja yang berhubungan kuat dengan kepatuhan berobat pasien Diabetes Melitus (X2=7.656; phi=0.577). Sedangkan dimensi kehandalan, jaminan, ketanggapan dan peduli tidak berhubungan  dengan kepatuhan berobat pasien Diabetes Melitus di Instalasi rawat inap RS Kabupaten Konawe. Penelitian ini sudah membuktikan bahwa bukti fisik dalam pelayanan kefarmasian cukup berkontribusi dalam kepatuhan berobat bagi pasien diabetes melitus di rawat inap Rumah Sakit Konawe. Oleh karena itu penting bagi  unit kefarmasian di RS Kabupaten Konawe untuk menjamin sarana dan prasarana di unit pelayanan kefarmasian, ketersediaan obat, kebersihan lingkungan di area unit tersebut. Unit palayanan kefarmasian juga pelu memastikan bahwa kenyamanan pasien saat menunggu pelayanan obat terjamin. Hal ini akan memberikan kepuasan bagi pasien yang berobat, khususnya pasien DM. Dengan demikian, pasien akan senang berkunjung di Rumah Sakit Konawe.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/165</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.165</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 49-57</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/165/75</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/167</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Fraksi Etil Asetat dan Fraksi N-Heksan Daun Pegagan (Centella Asiatica L.)</dc:title>
	<dc:creator>Yunita, Ella </dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Dyah Ratna Ayu Puspita </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BSLT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">C. asiatica</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DPPH</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fraksi etil asetat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fraksi n-heksan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Antioksidan berperan penting untuk melindungi sel terhadap pengaruh radikal bebas. Tumbuhan yang berperan sebagai antioksidan alami adalah pegagan (Centella asiatica) dan banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antioksidan (IC50) dari fraksi etil asetat dan n-heksan daun pegagan dan toksisitasnya (LC50) terhadap Artemia salina Leach. Pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan uji toksisitas dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 fraksi etil asetat sebesar 325 mg/L (kategori lemah) dan fraksi n-heksan 731 mg/L (kategori tidak aktif) sedangkan nilai LC50 pada fraksi etil asetat yaitu 1202 mg/L (kategori tidak toksik) dan fraksi n-heksan yaitu 2818 mg/L (kategori tidak toksik).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/167</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.167</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 58-66</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/167/76</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/169</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Multi Linear Regression (MLR) pada Fingerprint Kromatografi Andrografolid untuk Memprediksi Efek Anti Kanker </dc:title>
	<dc:creator>Marangyana, I Gede Bagus Indra </dc:creator>
	<dc:creator>Ugrasena, Putu Yudha </dc:creator>
	<dc:creator>Monika, Ni Luh Gde Mona </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Andrographis Paniculata</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fingerprint</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Multi Linear Regression</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Andrographis paniculata (Burm. F.) Nees (AP) dikenal karena rasanya yang pahit dan sudah umum digunakan sebagai obat tradisional. Studi fitokimia AP menunjukkan bahwa andrografolid adalah senyawa bioaktif utama. Berdasarkan penelitian, andrografolid memiliki efek sebagai antikanker dengan berbagai mekanisme. WHO telah memperkenalkan teknik kromatografi sidik jari (Fingerprint) yang dapat digunakan untuk penilaian keamanan dan kualitas obat herbal. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi efek antikanker AP menggunakan analisis Brine Shrimp Lethality Test dan MLR dengan beberapa prediktor seperti AUC dari kromatogram sidik jari, ketinggian geografis, dan IC50. Desain penelitian ini adalah eksperimental laboratorik menggunakan AP dari daerah berbeda yaitu Tawangmangu (Twg), Bandung (Bdg), Denpasar (Dps). Hasil BSLT menunjukkan bahwa AP dari Twg memiliki nilai toksisitas lebih tinggi dari Bdg dan Dps dengan LC50 5,08 mg/L. AUC kromatogram AP dan ketinggian geografis menunjukkan korelasi yang kuat terhadap potensi efek sitotoksik antikanker berdasarkan LC50 dengan nilai R2 0,984 dan dengan nilai p &amp;lt;0,05. Hal ini menunjukkan bahwa metode analisis MLR dapat digunakan untuk memprediksi respon farmakologi AP sitotoksik (LC50) terhadap beberapa prediktor seperti AUC, LC50, dan ketinggian geografis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/169</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.169</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 67-80</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/169/77</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/170</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Risiko Resistensi Insulin Akibat Simvastatin, Rosuvastatin dan Fenofibrat pada Tikus Betina (Rattus novergicus L.) Dislipidemia yang Diinduksi Kontrasepsi Oral dan Diet Tinggi Lemak</dc:title>
	<dc:creator>Hadijah, Sitti </dc:creator>
	<dc:creator>Djabir, Yulia Yusrini</dc:creator>
	<dc:creator>Nainu, Firzan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antihiperlipidemia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Glukosa Darah Puasa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">HOMA-IR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Insulin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kontrasepsi Hormonal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian obat simvastatin, rosuvastatin dan fenofibrat terhadap kadar glukosa, insulin darah puasa dan nilai HOMA-IR terhadap tikus betina dislipidemia yang diinduksi kontrasepsi oral dan pakan lemak. Penelitian menggunakan 30 ekor tikus betina yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Kelompok satu diberi pil kontrasepsi (PK) (1,5µg levonorgestrel, 0,3µg estradiol), kelompok dua diberi diet lemak (DL) (kuning telur 2ml/200gBB), kelompok tiga diberi PK+DL, kelompok empat diberi PK+DL dan terapi simvastatin (0,21 mg/kgBB), kelompok lima diberi PK+DL dan terapi rosuvastatin (0,5 mg/kgBB), serta kelompok enam diberi PK+DL dan terapi fenofibrat (8,2 mg/kgBB). Perlakuan PK dan DL berlangsung selama 60 hari, dimana terapi diberikan mulai hari ke-30 hingga ke-60. Hasil yang diperoleh menunjukkan pemberian masing-masing PK dan DL dapat meningkatkan GDP setelah 30 hari, walaupun tidak mencapai nilai signifikan. Terapi simvastatin dan rosuvastatin dan fenofibrat selama 30 hari terakhir (hari ke-30-60) dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa (GDP) sebesar 28,17%, 45,08% dan 46,12%, namun hanya simvastatin dan rosuvastatin yang mencapai nilai signifikan. (p&amp;lt;0,05) Penurunan kadar insulin darah puasa paling besar pada pemberian rosuvastatin (20,64%) namun secara statistik tidak mencapai nilai signifikan. Peningkatan resistensi insulin (HOMA-IR) terlihat setelah 30 hari menggunakan pil kontrasepsi dan diet tinggi lemak. Tetapi kemudian menurun dengan pemberian simvastatin, rosuvastatin dan fenofibrat, namun hanya fenofibrat yang mencapai nilai signifikan (p&amp;lt;0,05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan simvastatin, rosuvastatin dan fenofibrat dapat menurunkan kada gula darah puasa, namun berdasarkan nilai HOMA-IR, hanya fenofibrat yang dapat menurunkan resiko resistensi insulin pada tikus betina dislipidemia yang diinduksi pil kontrasepsi dan diet tinggi lemak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/170</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 81-95</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/170/78</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/171</identifier>
				<datestamp>2022-06-30T10:04:52Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Etanol Buah Etlingera rubroloba A.D. Poulsen Terhadap Fagositosis Sel Makrofag Pada Tikus Jantan Galur Wistar</dc:title>
	<dc:creator>Malik, Fadhliyah</dc:creator>
	<dc:creator>Bafadal, Mentarry </dc:creator>
	<dc:creator>Munasari, Dian </dc:creator>
	<dc:creator>Andriani, Rina </dc:creator>
	<dc:creator>Yusuf, Muh. Ilyas</dc:creator>
	<dc:creator>Sahidin, Sahidin</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Fristiohady, Adryan </dc:creator>
	<dc:creator>Nurfinti, Wa Ode </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Imunomodulator</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etlingera rubroloba A.D. Poulsen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Makrofag</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fagositosis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fungsi sistem imun adalah untuk melindungi tubuh dari benda-benda asing, dimana sistem imun dapat ditingkatkan dengan pemberian imunomodulator. Pendekatan kemotaksonomi Genus Etlingera memungkinkan Etlingera rubroloba A.D. Poulsen memiliki kandungan metabolit sekunder sebagai agen imunomodulator. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui aktivitas imunomodulator ekstrak etanol buah Etlingera rubroloba A.D. Poulsen terhadap fagositosis sel makrofag pada tikus jantan galur wistar. Hewan uji tikus sebanyak dua puluh empat ekor dibagi dalam enam kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (ekstrak meniran komersial), kontrol normal (tanpa perlakuan), perlakuan dosis 1 (200 mg/kgBB), perlakuan dosis 2 (300 mg/kgBB)  dan  perlakuan dosis 3  (400 mg/kgBB). Perlakuan diberikan selama tujuh hari berturut-turut secara per oral  dan diberikan injeksi bakteri Staphylococcus aureus 0,5 mL secara intraperitonial pada hari kedelapan masing-masing kelompok. Apusan cairan peritoneum digunakan untuk menentukan aktivitas sel makrofag. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas fagositosis sel makrofag pada kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1, perlakuan 2, perlakuan 3 berturut-turut 36,75 %, 74,25%, 71.75%, 80,50%, 70,75%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak etanol buah Etlingera rubroloba A.D. Poulsen memiliki aktivitas imunomodulator terhadap fagositosis sel makrofag.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/171</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i1.171</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 96-112</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/171/83</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/184</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:RWA</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Pengembangan Sediaan Nanoemulsi Gel untuk Penghantaran Perkutan Agen Analgesik dan Antiinflamasi </dc:title>
	<dc:creator>Priani, Sani Ega</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nanoemulsi gel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">analgesik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antiinflamasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penetrasi perkutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sistematik review</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Obat-obat golongan antiinflamasi non steroid (AINS) banyak dikembangkan dalam bentuk sediaan topikal dengan tujuan untuk menurunkan efek samping sistemik dan memungkinkan aplikasi sediaan langsung pada jaringan target yang mengalami nyeri/inflamasi. Untuk membantu meningkatkan penetrasi perkutannya maka obat golongan AINS banyak dikembangkan menjadi sediaan nanoemulsi gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan sediaan nanoemulsi gel untuk penghantaran senyawa yang memiliki aktivitas analgesik dan antiinflamasi dalam hal formulasi dan karakterisasi sediaan, juga kajian pengaruhnya terhadap penetrasi perkutan dan efek analgesik/antiinflamasi yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dalam bentuk systematic literature review, dengan mengkaji jurnal yang diperoleh dari database bereputasi dan kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Dari   hasil  kajian   diketahui   bahwa senyawa agen analgesik/antiinflmasi dikembangkan menjadi sediaan nanoemulsi gel tipe minyak dalam air menggunakan minyak, surfaktan, kosurfaktan, dan gelling agent. 
Surfaktan yang paling banyak digunakan adalah kelompok Tween dan Cremophor yang merupakan surfaktan non-ionik hidrofilik (HLB&amp;gt;12). Kosurfaktan yang paling banyak digunakan adalah transcutol, PEG 400, etanol, dan propilenglikol. Gelling agent yang paling banyak digunakan adalah  Carbopol pada konsentrasi 0,5-1,5%.  Pengembangan sediaan nanoemulsi gel secara signifikan mampu meningkatkan penetrasi perkutan zat aktif yang ditandai dengan peningkatan nilai flux atau jumlah zat terpentrasi dibandingkan dengan sediaan gel konvensional. Pengembangan sediaan nanoemulsi gel juga terbukti mampu meningkatkan efek antiinflamasi terutama dilihat dari peningkatan nilai % inhibisi edema dibandingkan dengan sediaan gel/marketed/puredrug. Dapat disimpulkan bahwa formulasi nanoemulsi gel sesuai untuk diaplikasikan sebagai sistem penghantaran topikal senyawa dengan aktivitas analgesik/antiinflamasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/184</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.184</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 113-127</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/184/84</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/191</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Interaksi Obat Antibiotik dengan Length of Stay Pasien Pneumonia di Rumah Sakit “X” Ponorogo</dc:title>
	<dc:creator>Priambudi, Bima Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Harsono, Samuel Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Hanifah, Inaratul Rizkhy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibiotik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Interaksi Obat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Length of Stay</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pneumonia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pneumonia adalah penyakit infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah yang merupakan penyebab kematian terbanyak di negara-negara berkembang. Prevalensi penyakit pneumonia di Indonesia tahun 2018 sebanyak 1.017.290 jiwa. Pengobatan pneumonia terdiri dari kombinasi antibiotik dan atau terapi suportif yang apabila digunakan secara bersamaan akan berpotensi terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi obat antibiotik dalam pengobatan pasien pneumonia dan menganalisis hubungannya dengan Length of Stay (LOS). Penelitian menggunakan metode cross-sectional dengan rancangan deskriptif dan data diambil secara retrospektif. Analisis data secara deskriptif menggunakan aplikasi Lexicomp Reference, Medscape Reference dan buku Stokley’s Drug Interaction serta analisis dengan metode Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara  kejadian interaksi obat  dengan   LOS.
Dari total 73 sampel pada periode Januari- Desember tahun 2021  menunjukkan karakteristik pasien didominasi oleh laki- laki sebesar 43 pasien (58,9%), usia diatas 46 tahun sebanyak 56,2%. Penggunaan antibiotik tunggal terbanyak adalah levofloxacin sebesar 50,8% dan antibiotik kombinasi azithromycin+ levofloxacin sebesar 43,5%. Interaksi obat ditemukan pada 54 pasien dengan mekanisme interaksi farmakodinamik, farmakokinetik dan mekanisme tidak diketahui masing-masing sebesar 72,5%, 18,1%, dan 9,3%. Interaksi berdasarkan tingkat keparahan minor, moderate dan major masing-masing sebesar 5,2%, 74,3%, dan 20,5%. Potensi interaksi obat antibiotik tidak memiliki hubungan dengan lama rawat inap pasien (nilai signifikansi &amp;gt;0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/191</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.191</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 128-140</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/191/103</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/201</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Emulgel Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Poiret) Dengan Variasi Gelling Agent</dc:title>
	<dc:creator>Bakri, Alfiyani</dc:creator>
	<dc:creator>Sinala, Santi</dc:creator>
	<dc:creator>St. Ratnah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emulgel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Carrageenan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Carbopol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ubi Jalar Ungu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gelling Agent </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ubi jalar ungu mengandung senyawa antosianin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Ubi jalar ungu diformulasikan menjadi sediaan topical emulgel. Sediaan emulgel memiliki keuntungan dibandingkan sediaan gel atau sediaan emulsi saja karena emulgel merupakan gabungan dari emulsi dan gel yang terdiri atas dua fase yaitu fase minyak dan fase air sehingga dapat melarutkan bahan-bahan yang bersifat hidrofobik. Selain itu adanya fase minyak dapat membuat bahan obat akan menempel lebih lama pada kulit dengan daya sebar yang baik dan mudah dalam pengaplikasiannya di kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak ubi jalar ungu. Dibuat 3 formulasi emulgel ekstrak ubi jalar ungu. Formula 1 mengandung Carbopol 1%, formula 2 mengandung Carrageenan 1% dan formula 3 mengandung Carbopol 1% dan Carrageenan 1%. Uji fisik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji   daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji tipe emulsi dan uji hedonik. Hasil dari pengujian stabilitas mutu fisik didapatkan formula 1 memenuhi semua syarat dalam pengujian dan merupakan formula paling baik diantara formula 2 dan formula 3. Pada formula 2, tidak memenuhi persyaratan untuk uji homogenitas dan uji viskositas. Dan formula 3, tidak memenuhi persyaratan untuk uji homogenitas. Namun, pada pengujian hedonik didapatkan nilai tertinggi dan yang paling banyak disukai oleh panelis adalah formula 3. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Carbopol sebagai gelling agent dapat memberikan stabilitas fisik yang baik pada sediaan emulgel ekstrak ubi jalar ungu dibandingkan dengan penggunaan Karagenan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/201</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/201/107</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/202</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Sediaan Balsem Stik Dari Lada Putih (Piper album) </dc:title>
	<dc:creator>Jumriani, Jumriani</dc:creator>
	<dc:creator>Sinala, Santi</dc:creator>
	<dc:creator>Ibrahim, Ismail</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Balsem stik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sokletasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lada putih</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Artritis gout</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kestabilan fisik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lada putih atau merica (Piper album) dapat digunakan sebagai analgetik dan anti inflamasi pada asam urat. Asam urat (artritis gout) merupakan suatu penyakit dengan potensi ketidakmampuan akibat radang sendi dimana terjadi penumpukan kristal pada daerah sendi sehingga menyebabkan adanya nyeri, kerusakan sendi, dan kehilangan fungsi pada sendi. Untuk itu dicari penemuan baru ekstrak yang dapat mengurangi nyeri dan inflamasi serta stabil apabila dibuat sediaan topikal atau balsem. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kestabilan fisik dari sediaan balsem stik lada putih (Piper album). Sediaan  balsem  stik  dari  ekstrak biji   lada   putih     (Piper album)      ini     dilakukan beberapa  pengujian  mutu  fisik yakni uji organoleptis, uji homogenitas, pengukuran pH, uji daya oles, uji daya sebar, uji iritasi dan uji hedonik. Formulasi sediaan balsem stik dari ekstrak biji lada putih (Piper album) dibuat dengan variasi tiga formula. Hasil dari pengujian mutu fisik sediaan balsem stik diperoleh semua sediaan memenuhi syarat. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sediaan balsem ekstrak Lada putih (Piper album) dengan tiga variasi formula memiliki kestabilan mutu fisik sediaan yang baik dan memenuhi syarat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/202</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.202</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 141-150</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/202/86</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/203</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Masker Gel Peel Off Ekstrak Kulit Buah Langsat (Lansium domesticum L) dengan Variasi PVA (Polivinil Alkohol)</dc:title>
	<dc:creator>Samsul, Een</dc:creator>
	<dc:creator>Jumain, Jumain</dc:creator>
	<dc:creator>Sinala, Santi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masker gel peel-off</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mutu fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit buah langsat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PVA</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masker merupakan salah satu jenis perawatan kosmetik yang banyak digunakan dan dikenal oleh masyarakat. Kosmetik didefinisikan sebagai bahan yang dioleskan. Masker gel peel off dideskripsikan sebagai sediaan kosmetik perawatan kulit berbentuk gel yang dapat dilepas atau terkelupas seperti selaput elastis setelah dioleskan pada kulit selama beberapa waktu hingga mengering. Karena dapat mempengaruhi sifat fisik masker yang dihasilkan, maka pembentukan lapisan film merupakan tambahan yang paling berpengaruh terhadap formula masker gel peel-off. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk membuat lapisan film adalah PVA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan ekstrak kulit buah langsat menjadi sediaan masker gel peel-off dan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi PVA yang stabil terhadap sediaan masker gel peel-off. Masker gel peel-off dibuat dengan konsentrasi polivinil alkohol (PVA) yang berbeda: 10%, 12,5%, 15%. Evaluasi mutu fisik dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan sediaan masker wajah gel peel-off terutama percepatan penyimpanan melalui metode (freeze thaw) sebanyak 6 siklus yang meliputi homogenitas, viskositas, pengamatan organoleptik, waktu kering, pengukuran pH, dan daya sebar. Ekstrak kulit buah langsat dapat dibuat menjadi sediaan masker gel peel-off, menurut hasil penelitian. Hasil mutu fisik sediaan menunjukkan bahwa formula dengan konsentrasi PVA 12,5% dan 15% memenuhi syarat mutu fisik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/203</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.203</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 151-164</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/203/87</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/211</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Krim Tabir Surya Ekstrak Daun Stroberi (Fragaria x ananassa A.N. Duch) Asal Malino, Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Daud, Nur Saadah</dc:creator>
	<dc:creator>Musdalipah, Musdalipah</dc:creator>
	<dc:creator>Karmilah, Karmilah</dc:creator>
	<dc:creator>Hikma, Eny Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Tee, Selfyana Austin </dc:creator>
	<dc:creator>Rusli, Nirwati </dc:creator>
	<dc:creator>Fauziah, Yulianti</dc:creator>
	<dc:creator> Sari , Evi Nur Indah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sinar UV</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tabir surya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sun Protecting Factor (SPF)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun stroberi (Fragaria x anannasa A.N. Duch) adalah salah satu bagian tanaman stroberi yang dapat dimanfaatkan sebagai produk tabir surya. Kandungan senyawa fenolik daun stroberi memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat krim tabir surya yang memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan dan penentuan Sun Protecting Factor (SPF) krim. Daun stroberi diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun stroberi dibuat dalam tiga formula pada konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Uji evaluasi fisik terhadap sediaan dilakukan dengan beberapa parameter pengujian yaitu uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji tipe krim dan uji daya sebar. Penentuan aktivitas tabir surya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada      panjang      gelombang      290 nm - 320 nm. Parameter yang digunakan berdasarkan transmisi eritema (Te), transmisi pigmentasi (Tp) dan Sun Protecting Factor (SPF) pada krim tabir surya. Hasil penelitian menujukkan krim tabir surya (F1, F2, F3) berbentuk krim, berwarna hijau kecoklatan, dan aroma khas ekstrak. Sediaan homogen, tipe krim berupa sediaan minyak dalam air, nilai pH 6,0. Nilai SPF pada konsentrasi ekstrak 5, 10 dan 15% secara berturut-turut 5,94, 10,58 dan 14,65. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, nilai SPF yang dihasilkan semakin besar. Formula 3 (15%) merupakan krim yang terbaik dengan nilai SPF tertinggi dengan kategori proteksi maksimal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/211</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.211</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 165-176</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/211/88</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/212</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk) Sebagai Antibakteri dan Antijamur Terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans</dc:title>
	<dc:creator>Mochtar, Chaerul Fadly </dc:creator>
	<dc:creator>Saleh, Lysa Oktaviani</dc:creator>
	<dc:creator>Hamzah , Hasyrul</dc:creator>
	<dc:creator>Ilyas, Nita Magfirah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bajakah Tampala</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jamur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Staphylococcus aureus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Candida albicans</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bajakah Tampala merupakan tanaman asli Kalimantan Timur yang mempunyai aktivitas antibakteri, tetapi hingga saat ini aktivitas antibakteri dan antijamurnya terhadap S. aureus dan C. albicans belum ada yang melaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bajakah tampala sebagai antibakteri terhadap S. aureus dan antijamur C. albicans. Efektivitas antibakteri bajakah tampala terhadap  S. aureus dan antijamur C. albicans dilakukan menggunakan metode microbroth dilution dengan     melihat      nilai     minimal   inhibitory concentration (MIC50). Ekstrak etanol kulit bajakah tampala mempunyai senyawa flavonoid, alkaloid dan terpenoid. Ekstrak etanol bajakah tampala mempunyai aktivitas terhadap antibakteri S. aureus serta antijamur C. albicans. Oleh karena itu, etanol kulit bajakah tampala dapat dikembangkan menjadi kandidat agen antibakteri dan atijamur terhadap S. aureus dan C. albicans.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/212</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.212</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 177-184</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/212/89</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/218</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Body Scrub Ekstrak Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L) dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin</dc:title>
	<dc:creator>Hikma, Nurul </dc:creator>
	<dc:creator>Rachmawati, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Ratnah, Sitti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Formulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Body scrub</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak kulit buah pepaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Body scrub merupakan sediaan farmasi berupa produk kecantikan yang dapat menghaluskan dan mengangkat sel kulit mati.Penggunaan kulit buah masih jarang karena kulit buahnya dianggap sebagai produk buangan.Kulit pepaya mengandung serat pangan, senyawa fenolik, abu, vitamin C, dan berbagai zat yang terdiri dari kalium, tembaga, dan belerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas mutu fisik sediaan dan mengetahui daya terima sediaan Body scrub dengan variasi konsentrasi trietanolamin melalui uji hedonik. Sediaan Body scrub dibuat 5 formulasi dengan memvariasikan konsentrasi Trietanolamin sebanyak 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% setelah itu dilakukan pengujian mutu fisik melalui beberapa pengujian seperti uji organoleptic, uji homogenitas,  uji pH,  uji viskositas, uji daya sebar yang dilanjutkan dengan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan sediaan Body scrub sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat telah homogen, memiliki pH 5,37- 6,61, viskositas 2380-5841 cps, daya sebar 5-6,6 cm serta pengujian statistik menunjukkan tidak adanya perubahan signifikan di setiap formula. Pada pengujian hedonik sebelum dilakukan penyimpana dipercepat formula 2 memiliki daya terima yang tinggi dan setelah dilakukan penyimpanan dipercepat formula 1 menjadi formula yang memiliki daya terima yang tinggi. Pada pengujian mutu fisik dan hedonic formula 1 dan 2 menjadi formula yang memenuhi kedua persyaratan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/218</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.218</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 185-195</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/218/90</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/224</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Variasi Konsentrasi Minyak Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Sifat Fisik Krim dan Penghambatan Bakteri Propionibacterium acnes</dc:title>
	<dc:creator>Larasati, Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anti bakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Minyak atsiri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kayu manis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kayu manis (Cinnamomum burmanii) termasuk bahan alam yang sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Minyak dari kayu manis secara ilmiah terbukti memiliki aktivitas untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh variasi konsentrasi minyak kayu manis terhadap sifat fisik krim dan penghambatan bakteri Propionibacterium acnes. Minyak kayu manis diformulasikan menjadi sediaan krim, selanjutnya krim diujikan sifat fisik dan aktivitas antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode   difusi,  dengan tiga  variasi  konsentrasi minyak kayu manis (2%, 4% dan 6%). Hasil pengujian, krim minyak kayu manis memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Krim minyak kayu manis yang paling bagus dalam menghambat bakteri pertumbuhan bakteri yaitu dengan konsentrasi 6%. Dengan peningkatan konsentrasi minyak kayu manis menunjukkan kemampuan aktivitas aktibakteri yang semakin baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/224</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.224</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 196-204</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/224/91</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/226</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pemberian Sirup Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Sebagai Imunostimulan Terhadap Covid-19</dc:title>
	<dc:creator>Hafid, Muliana</dc:creator>
	<dc:creator>Syachriyani, Syachriyani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit buah naga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sirup</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Makrofag</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fagositosis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyebaran virus Covid-19 secara global menimbulkan kecemasan masyarakat dunia khususnya Indonesia.. Buah naga mengandung flavonoid, polifenol dan vitamin C sebagai antioksidan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak kulit buah naga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap Covid-19. Metode yang digunakan adalah uji fagositosis makrofag terhadap sediaan sirup ekstrak kulit buah naga. Kulit buah naga diekstraksi dan dibuat formulasi sirup untuk memudahkan dalam penggunaannya. Sediaan sirup dibuat menjadi 3 formula yaitu FI 5%b/v, FII 10% dan FIII 15% b/v. Sirup kulit buah naga terlebih dahulu di uji mutu  fisik   meliputi   pH,   organoleptik,   homogenitas, viskositas dan stabilitas sebelum dan sesudah penyimpanan dipercepat. Hasil pengujian mutu fisik semua sediaan stabil dan menenuhi persyaratan. Perlakuan diberikan per oral pada mencit selama tujuh hari dan pada hari kedelapan semua kelompok diinfeksikan Escherichia coli secara intraperitonial. Hasil penelitian pengujian fagositosis makrofag dari semua formula sirup yang berefek imunostimulan yaitu FIII dengan persentase 95,51% dan efeknya hampir sama dengan kontrol positif yaitu 96,811%  dan tidak berbeda nyata secara statistik dengan nilai sig 0,008&amp;lt;0,05.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/226</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.226</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 205-216</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/226/101</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/229</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi  Ekstrak Kulit Buah  Terong  Belanda (Solanum betaceum Cav.) Dalam Sediaan  Sirup Sebagai Imunomodulator Pencegah Covid-19</dc:title>
	<dc:creator>Firmansyah, Firmansyah</dc:creator>
	<dc:creator>Duppa, Muhahammad Taufiq</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit buah Terong Belanda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sirup</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Imunomodulator</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit buah Terong Belanda diketahui mengandung senyawa golongan fenol, flavonoid dan saponin yang  merupakan metabolit sekunder yang paling banyak terdapat dalam tanaman dan tumbuhan yang berperan sebagai antioksidan, membantu metabolisme seperti meningkatkan imunitas dan kesegaran tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek imunomodulator ekstrak kulit buah Terong Belanda yang dibuat dalam bentuk sirup sebagai pencegah Covid-19. Pembuatan ekstrak kulit buah Terong Belanda dengan cara Maserasi menggunakan Etanol 96%.  Ekstrak kulit buah Terong Belanda di buat dalam sediaan Sirup  dengan tiga formula yaitu formula I (ekstrak kulit buah Terong Belanda 5 %), formula II (ekstrak kulit buah Terong Belanda 10 %) dan formula III (ekstrak kulit buah Terong Belanda15 %). Hewan uji Mencit sebanyak 15 ekor terbagi dalam 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negative Na-CMC 1 % b/v), kelompok II kontrol positif (Ekstrak Echinacea, Elderberry, Zn Picolinate), kelompok III (sirup ekstrak 5 %), kelompok IV (sirup ekstrak 10 %) dan kelompok V (sirup    ekstrak     15 %). Perlakuan diberikan selama tujuh hari berturut-turut secara per oral dan pada hari ke delapan diinfeksikan Staphylococcus aureus 0,5 mL secara intraperitonial setiap kelompok. Apusan cairan peritoneum digunakan untuk menentukan aktivitas fagositosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji stabilitas dipercepat terhadap Sirup stabil setelah penyimpanan.  Sirup ekstrak kulit buah Terong Belanda memiliki efek imunomodulator yaitu kelompok V (sirup ekstrak kulit buah Terong Belanda konsentrasi 15 %) dengan rata-rata persentase nilai aktivitas fagositosisnya adalah  95,22 %. Dan kontrol positif (Imboost force®) 97,33%. Hasil analisis uji one way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna dengan nilai sig. 0,036 &amp;lt; 0,05 yang berarti kontrol positif (Imboost Force®) memiliki efek imunomodulator yang lebih besar dibandingkan dengan sirup ekstrak kulit buah Terong Belanda.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/229</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.229</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 217-230</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/229/93</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/241</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Lulur Eksfoliasi Bekas Cacar Kombinasi Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Pare (Momordica charantia L.)</dc:title>
	<dc:creator>Zainal, Tuti Handayani </dc:creator>
	<dc:creator>Nisa, Michrun </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lulur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Eksfoliasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kunyit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pare</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Varisella zooster, virus yang mengikfeksi kulit mengakibatkan bintik kemerahan hingga gelembung berair pada kulit yang berakibat terjadinya luka atrofi seperti bopeng. Rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) mengandung kurkumin dan vitamin C yang berkhasiat sebagai antioksidan, mempercepat proliferasi sel dan sintesis kolagen. Tanaman pare (Momordica charantia L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yang membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan memformulasi lulur eksfoliasi kombinasi rimpang kunyit dan daun pare yang berkhasiat sebagai penghilang bekas cacar dan memperoleh formula yang aman terhadap kulit. Penelitian ini dilakukan dengan mengeringkan rimpang kunyit kemudian diayak menggunakan mesh 30/40 sehingga diperoleh serbuk kunyit. Simplisia daun pare diekstraksi dengan pelarut etanol 96%. Lulur diformulasikan dengan memvariasikan konsentrasi rimpang kunyit dan ekstrak daun pare berturut-turut F1 (7%:3%), F2 (10%:5%), dan F3 (10%:10%). Evaluasi mutu fisik terhadap lulur meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas serta uji stabilitas dipercepat. Hasil penelitian setelah penyimpanan dipercepat diperoleh F1 memiliki warna hijau, bau khas kunyit, tipe krim M/A, daya sebar 3,8 cm, viskositas 32000 cPs, pH 7,12, daya lekat 72,25 detik. Hasil pengujian iritasi diperoleh indeks iritasi primer (0) yang menunjukkan sediaan lulur eksfoliasi aman digunakan pada kulit. Dapat dismpulkan bahwa konsentrasi yang paling baik dan aman lulur kombinasi rimpang kunyit dan daun pare adalah 7% : 3%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/241</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.241</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 231-242</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/241/94</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/242</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Evaluasi Krim Body Scrub Kombinasi Ekstrak Moringa oleifera dan Oryza sativa Sebagai Eksfolian</dc:title>
	<dc:creator>Dira, Made Asmarani</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Kadek Maya Cyntia </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Scrub</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Moringa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Oryza</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kosmetik pada umumnya mengandung senyawa kimia. Untuk menjaga keamanan diperlukan senyawa aktif yang aman sehingga digunakan bahan alami. Masa pandemi mengharuskan masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga tren merawat kesehatan dan kecantikan kulit semakin meningkat. Antioksidan membantu mengatasi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas. Saat ini orang lebih mengarah pada kosmetik yang mengandung bahan alami. Salah satu tanaman yang mengandung antioksidan yaitu daun kelor (Moringa oleifera L.). Selain itu beras putih (Oryza sativa L.) memiliki kandungan tokoferol dan tokotrienol yaitu vitamin E alami sebagai zat yang bermanfaat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan evaluasi krim body scrub kombinasi ekstrak daun kelor dan beras putih sebagai eksfolian. Serbuk kering simplisia daun kelor direndam dan dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96% lalu diuapkan menggunakan rotary evaporator sampai menjadi ekstrak. Beras putih dioven lalu diayak. Dilakukan formulasi krim body scrub dengan konsentrasi ekstrak daun kelor 10% (F1), 20% (F2) dan 30% (F3). Pengujian sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji stabilitas, uji tipe emulsi, uji hedonik dan uji efektivitas kelembaban. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang dibuat memenuhi evaluasi fisik sediaan yaitu tekstur semipadat, F1 hijau, F2 hijau kecoklatan dan F3 coklat, aroma bau khas kelor, setiap sediaan homogen terdapat butiran scrub, pH berkisar 5,9-6,2, memiliki stabilitas yang baik, tipe emulsi m/a, hasil uji kesukaan ketiga formulasi diperoleh F1 yang paling disukai dan pada uji kelembaban menunjukkan pemakaian body scrub ekstrak daun kelor selama 4 minggu dapat melembabkan kulit (p&amp;lt;0,05). Kesimpulan penelitian yaitu ekstrak Moringa oleifera  dan Oryza sativa dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dan memberikan efek melembabkan kulit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/242</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.242</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 307-317</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/242/106</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/244</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Antihiperglikemik Ekstrak Kulit Buah Semangka (citrullus lanatus linn.) terhadap Diabetes Mellitus  Melalui Penghambatan Aktivitas Enzim Alfa Glukosidase</dc:title>
	<dc:creator>Syachriyani, Syachriyani</dc:creator>
	<dc:creator>Firmansyah, Firmansyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit Buah Semangka</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Enzim alfa-glukosidase</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus merupakan gangguan metabolisme endokrin yang ditandai dengan abnormalitas kadar glukosa dalam aliran darah karena aktivitas gaya hidup yang tidak sehat. Pendekatan terapeutik yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit Diabetes Mellitus yaitu dengan cara penghambatan enzim yang berhubungan dengan penyerapan glukosa di tubuh, seperti enzim alfa-glukosidase.  Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui potensi antihiperglikemik ekstrak Kulit Buah Semangka melalui penghambatan aktivitas enzim alfa-glukosidase dengan menentukan  persen inhibisi dan IC50 ekstrak Kulit Buah Semangka sehingga dapat dimanfaatkan sebagai antidiabetes terhadap Diabetes Mellitus. Ekstrak Kulit Buah Semangka diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut Etanol 96 %. Enzim alfa-glukosidase yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Saccharomyces cerevisae dan p-nitrofeni –?-D-glukopiranosid (pNPG)  yang berfungsi sebagai substrat. Ekstrak Kulit Buah Semangka  dibuat dengan variasi konsentrasi 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm.. Aktivitas enzim diukur berdasarkan hasil absorbansi p-Nitrofenol yang absorbansinya terukur pada panjang gelombang 410 nm menggunakan  microplate reader. Hasil pengujian inhibitor ekstrak Kulit Buah Semangka konsentrasi 20 ppm. 40 ppm, 60 ppm dan 80 ppm terhadap enzim alfa-glukosidase menunjukkan rata-rata persen inhibisi 7,904 %, 17,937 %, 24,757 %, 32, 894 % dan 41,840 % sedangkan baku Akarbose diperoleh persen inhibisi 50,115 %, 60,000 %, 69,152 %, 73,837 % dan 79,179 %.  Nilai IC50 ekstrak Kulit Buah Semangka 120,212 ppm dan baku Akarbose 13,055 ppm, Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak Kulit Buah Semangka dapat memberikan efek penghambatan (inhibitor) terhadap enzim alfa-glukosidase.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/244</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.244</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 243-251</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/244/95</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/248</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Inhibitor Enzim Tirosinase dan Antioksidan Tagetes erecta L. sebagai Whitening Agent Formulasi Losio Pencerah Kulit</dc:title>
	<dc:creator>Puspitasari, Lia</dc:creator>
	<dc:creator>Dari, Ni Putu Desy Ratna Wulan </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">whitening</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tagetes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gemitir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tyrosinase</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencerah kulit merupakan salah satu produk kosmetik yang digunakan dengan tujuan untuk mencerahkan dan merubah warna kulit yang tidak diinginkan. Dewasa ini produk pemutih yang mengandung bahan kimia berbahaya dan menimbulkan banyak dampak negatif banyak digunakan secara jangka panjang. Tanaman yang diduga dapat menjadi tanaman obat dan kosmetik adalah tanaman gemitir (Tagetes erecta L.). Bunga gemitir memiliki kandungan metabolit sekunder berupa terpenoid, minyak atsiri, flavonoid dan karotenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antioksidan dan inhibitor tyrosinase bunga gemitir (Tagetes erecta L.) sebagai whitening agent baru dari bahan alam, serta mengetahui kestabilan dari sediaan losio dari ekstrak bunga gemitir (Tagetes erecta L.). Penelitian dilakukan secara eksperimental, uji aktivitas antioksidan dan inhibitor tyrosinase dilakukan pada hasil ekstrasi bunga gemitir dari dua jenis pelarut yang berbeda yaitu metanol 96% dan etilasetat. Uji evaluasi sediaan formulasi losio dilakukan dengan uji stabilitas fisik dan uji hedonik menggunakan 30 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol 96% dan ethyl asetat bunga gemitir (Tagetes erecta L.) tidak memiliki aktivitas penghambat enzim tyrosinase yang baik. Ekstrak metanol 96% dan ethyl asetat bunga gemitir (Tagetes erecta L.) memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 yaitu 17,24 µg/mL dan 17,04 µg/mL. Losio ekstrak metanol dan ekstrak etilasetat bunga gemitir (Tagetes erecta L.) yang diformulasikan memiliki stabilitas yang baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/248</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.248</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 318-331</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/248/105</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/249</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Evaluasi Tablet Hisap Ekstrak Kulit Pisang Raja (Musa X paradisiaca L.) Menggunakan Polivinil Pirolidon (PVP)</dc:title>
	<dc:creator>Saputri, Yessi Linda</dc:creator>
	<dc:creator>Nawangsari, Desy</dc:creator>
	<dc:creator>Samodra, Galih </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bahan pengikat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit pisang raja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Polivinil pirolidon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tablet hisap</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit pisang raja (Musa x paradisiaca L) memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya flavonoid yang berfungsi untuk antioksidan, kulit pisang raja memiliki nilai IC50 2,690 ppm. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi konsentrasi dari Polivinil Pirolidon (PVP) terhadap sifat fisik tablet hisap ekstrak kulit pisang raja (Musa x paradisiaca L). Ekstrak kulit pisang raja diperoleh dengan metode remaserasi menggunakan etanol 96%. Tablet hisap ekstrak kulit pisang raja dibuat menggunakan metode granulasi basah sebanyak 3 formula dengan konsentrasi PVP 1%, 3%, 5%  yang kemudian dilakukan evaluasi untuk granul dan sifat fisik tablet. Hasil evaluasi granul menunjukkan bahwa PVP sebagai bahan pengikat menghasilkan granul yang baik. Dari penelitian ini menunjukkan PVP konsentrasi 1%, 3% dan 5% menghasilkan sifat fisik tablet yang memenuhi syarat FI. PVP dengan konsentrasi 5% merupakan formula terbaik karena memiliki nilai rata-rata keseragaman bobot 514,93 ± 0,61 mg, waktu hancur 10,18 ± 0,16 menit, diameter 1,22 ± 0 cm, tebal 0,47 ± 0,006 cm, kekerasan 10,53 ± 0,51 kg dan kerapuhan 0,12 ± 0,01 %. Berdasarkan uji One Way Anova,  variasi konsentrasi PVP berpengaruh signifikan terhadap waktu hancur tablet dengan nilai 0,012 (p &amp;lt; 0,05).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/249</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.249</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 262-274</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/249/97</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/250</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Evaluasi Sediaan Tablet Hisap Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Perbandingan Manitol-Sukrosa</dc:title>
	<dc:creator>Dwi Stiyani, Nina</dc:creator>
	<dc:creator>Nawangsari, Desy</dc:creator>
	<dc:creator>Samodra, Galih</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bunga telang (Clitoria ternatea L)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Manitol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sukrosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tablet hisap</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bunga telang (Clitoria ternatea L.) dikenal secara tradisional dimanfaatkan untuk pengobatan karena memiliki efek farmakologi sebagai antioksidan. Penelitian ini menetapkan sediaan tablet hisap karena memiliki rasa yang manis dan penggunaanya mudah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan manitol-sukrosa pada sifat fisik tablet hisap ekstrak bunga telang yang baik. Metode penelitian yang digunakan yaitu granulasi basah dengan perbandingan  bahan tambahan manitol-sukrosa dari ketiga formula yaitu Formula 1 3:1, Formula II 1:1 dan Formula III 1:3. Granul diuji laju alir, sudut diam dan kompresibilitas dilanjutkan dengan evaluasi tablet hisap yang meliputi pengujian organoleptik, uji keseragaman bobot, pengujian keseragaman ukuran, pengujian waktu hancur, pengujian kerapuhan dan pengujian kekerasan. Hasil pada penelitian perbandingan manitol dan sukrosa 3:1, 1:1 dan 1:3 menghasilkan perbandingan bahan tambahan yang baik. Berdasarkan hasil evaluasi sifat fisik sediaan tablet hisap dipilih Formula I dengan perbandingan manitol dan sukrosa 3:1 menjadi Formula terbaik memiliki nilai rata-rata keseragaman bobot 520±2,80 mg, keseragaman ukuran diameter 1,22±0 cm, tebal 0,438±0,002 cm, waktu hancur 11,95±0,73 menit, kerapuhan 0,52±0,32% dan kekerasan 10,76±0,60 Kg. Berdasarkan uji analisis One Way ANOVA pada keseragaman bobot, tebal dan waktu hancur terdapat perbedaan signifikan (p&amp;lt;0,05) dari penggunaan perbandingan manitol- sukrosa dalam tablet hisap.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/250</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.250</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 252-261</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/250/96</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/252</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan Fraksi Air, Etil Asetat dan N-Heksan Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca var. Sapientum)</dc:title>
	<dc:creator>Pusmarani, Jastria</dc:creator>
	<dc:creator>Ulfa, Ulfa</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Citra</dc:creator>
	<dc:creator>Nasir, Nur Herlina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fraksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kulit pisang raja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DPPH</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Radikal bebas merupakan salah satu penginduksi patogenesis seluler dan jaringan yang menyebabkan beberapa penyakit seperti diabetes, kanker dan kardiovaskular. Oleh karena itu, diperlukan suatu senyawa penangkal radikal bebas yaitu antioksidan. Kulit pisang raja (Musa paradiasiaca var. Sapientum) mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi air, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana ekstrak kulit pisang raja (Musa paradiasiaca var. Sapientum) dengan metode 2,2-diphenyl-1-picryl-hidrazilhidrat (DPPH). Kulit pisang dimaserasi dengan metanol. Selanjutnya ekstrak metanol kulit pisang dibuat menjadi fraksi air, etil asetat, dan n-heksana dengan metode partisi cair-cair. Semua fraksi ekstrak kulit pisang menggunakan 5 konsentrasi yaitu 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm dan asam askorbat sebagai pembanding. Absorbansi diukur dengan spektrofotometer UV-Visible pada 517 nm. Data dianalisis dengan menghitung nilai IC50 (inhibition concentration 50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 139,498 ppm (antioksidan sedang). Fraksi n-heksana dan air kulit pisang raja memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 875,529 ppm (antioksidan lemah) dan 358,395 ppm (antioksidan lemah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua fraksi kulit pisang memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat kulit pisang raja.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/252</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.252</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 275-283</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/252/98</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/254</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Pasta Gigi Ekstrak Daun Murbei (Morus alba L) dengan Variasi Na-CMC Sebagai Gelling Agent</dc:title>
	<dc:creator>Aris, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Adriana, Andi Nur Ilmi</dc:creator>
	<dc:creator>Arsyad, Syarifuddin Katjo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pasta gigi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun murbei</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gelling agent</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun murbei (Morus alba L) memiliki efek sebagai antioksidan, antibakteri, antivirus dan anti inflamasi. Ekstrak daun murbei memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans sebagai penyebab karies gigi (Djamaan,2014). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L) menjadi pasta gigi dengan memvariasikan Na-CMC sebagai gelling agent. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Formula dibuat dalam 4 sediaan. Ekstrak etanol daun murbei yang digunakan yaitu kosentrasi 4% serta kosentrasi Na-CMC yang digunakan yaitu 3%,4%,5% dan 6%. Kemudian dilakukan uji stablilitas fisik terhadap sediaan pasta gigi tersebut meliputi uji organoleptik, homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji viskositas. Pengujian dilakukan selama penyimpanan 4 minggu. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan ekstrak etanol daun murbei dapat diformulasikan menjadi pasta gigi. Semakin tinggi kosentrasi Na-CMC yang digunakan maka semakin meningkat pula viskositas sediaannya. Pada formula 3 dengan kosentrasi Na-CMC 6% sebagai gelling agent dapat membentuk pasta gigi yang memenuhi syarat uji stabilitas fisik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/254</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 284-293</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/254/102</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/259</identifier>
				<datestamp>2022-12-27T18:22:14Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Formula Nanoemulsi Antioksidan Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) dengan Metode Box Behnken Design</dc:title>
	<dc:creator>Firmansyah, Ferdy</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Widia</dc:creator>
	<dc:creator>Muhtadi, Wildan Khairi</dc:creator>
	<dc:creator>Nofriyanti, Nofriyanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Box Behnken Design </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">minyak nilam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nanoemulsi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Optimasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minyak nilam (Pogostemon cablin Benth.) yang memiliki konstituen utama patchouli alcohol menunjukkan aktivitas antioksidan. Karakteristik khusus dari minyak nilam yaitu memiliki sifat volatilitas yang tinggi sehingga perlu untuk diformulasi menjadi bentuk sediaan yang lebih stabil seperti nanoemulsi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan konsentrasi optimum dari masing-masing komponen penyusun nanoemulsi yang melibatkan proses yaitu waktu pengadukan yang menghasilkan sediaan nanoemulsi dengan karakteristik yang baik   menggunakan Box Behnken Design (BBD) serta melakukan uji aktivitas antioksidan nanoemulsi minyak nilam. Konsentrasi Smix (surfaktan dan kosurfaktan), air, dan waktu pengadukan merupakan faktor yang diamati dalam optimasi formula dan sebagai respon digunakan persen transmitan. Karakteristik yang diamati antara lain rata-rata ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan zeta potensial. Berdasarkan data diagram fase digunakan minyak nilam 5%. Data hasil optimasi diperoleh nilai konsentrasi Smix 24%, air 35,511%, dan waktu pengadukan 5,516 menit, memberikan nilai rata-rata ukuran partikel 12,76 nm, indeks polidispersitas 0,162, dan zeta potensial -26,1 mV. Aktivitas antioksidan nanoemulsi minyak nilam menunjukkan nilai IC50 &amp;gt;1000 ppm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Box Behnken Design (BBD) dapat digunakan untuk optimasi nanoemulsi minyak nilam yang menghasilkan nanoemulsi dengan karakteristik yang baik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan konsentrasi minyak nilam yang diformulasikan sebagai nanoemulsi untuk penggunaan sebagai antioksidan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/259</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v8i2.259</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 294-306</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/259/100</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/271</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Hair Emulsion Minyak Biji Chia (Salvia hispanica) dengan Kombinasi Tween 80 dan Span 80 Sebagai Emulgator</dc:title>
	<dc:creator>Rahmayanti, Mayu</dc:creator>
	<dc:creator>Putri Nastiti, Ginanjar</dc:creator>
	<dc:creator>Azkia Fitri, Mutia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Asam Linoleat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Alopecia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Span 80</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tween 80</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Emulsi </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hair emulsion saat ini sudah banyak dikembangkan untuk mengatasi kerontokan dan kebotakan pada rambut, baik dari produk yang terbuat dari bahan sintetis maupun dari bahan alam. Namun, penggunaan bahan sintetis dapat menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal, alergi, dan beberapa efek samping lainnya. Salah satu solusi untuk menghindarinya adalah dengan menggunakan bahan alami. Minyak biji chia memiliki beragam potensi kesehatan, secara umum di masyarakat penggunaannya sebagai sumber pangan, tetapi minyak biji chia juga dapat dimanfaatkan untuk perangsang pertumbuhan rambut karena mengandung asam linoleat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan stabilitas fisik sediaan hair emulsion dari minyak biji chia sebagai penumbuh rambut. Hair emulsion dibuat menggunakan metode basah dengan kombinasi emulgator span 80 dan tween 80. Evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, pH, tipe emulsi, dan homogenitas. Uji stabilitas sediaan dilakukan dengan penyimpanan pada suhu ruang selama 21 hari dan cycling test sebanyak 6 siklus. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan teoritis dan analisis statistik. Formulasi sediaan dengan variasi konsentrasi minyak biji chia menghasilkan sediaan emulsi tipe m/a yang homogen, berwarna putih susu, beraroma khas minyak biji chia dan memiliki pH pada rentang 4-7. Berdasarkan analisis statistik, formula I dan II tidak menunjukkan adanya signifikansi setelah dilakukan uji stabilitas pada nilai pH, sedangkan penurunan nilai pH pada formula III memiliki nilai signifikansi p (0,00) &amp;lt; 0,05. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa FI dan FII memiliki sifat fisik dan stabilitas yang baik, sedangkan FIII memiliki nilai pH yang tidak memenuhi syarat pH yang baik dan tidak stabil selama penyimpanan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/271</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.271</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 10-19</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/271/109</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/282</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Efektivitas Sediaan Gel Biji Muda Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)</dc:title>
	<dc:creator>Riski, Radhia</dc:creator>
	<dc:creator>Ismail, Ismail</dc:creator>
	<dc:creator>Mashar, Harlyanti Muthma'innah</dc:creator>
	<dc:creator>Ruslan, Nurfahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Nisa, Michrun </dc:creator>
	<dc:creator>Ulfa, Maria </dc:creator>
	<dc:creator>Rahimah, Sitti </dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Dwi Anggara Putri </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biji Muda Pepaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">MRSA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Carbopol 940</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Biji muda pepaya (Carica papaya L.) diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri terhadap bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dengan adanya kandungan terpenoid, karpain, dan flavonoid sehingga dapat diformulasi menjadi sediaan gel antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan gel ekstrak biji muda pepaya sebagai antibakteri terhadap bakteri MRSA. Ekstrak biji muda pepaya diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dibuat dalam 3 seri konsentrasi yaitu 7,5%, 10% dan 15%, kemudian diujikan pada bakteri MRSA. Ekstrak dengan konsentrasi 10% dengan diameter zona hambat 12,1 mm kemudian diformulasi dalam bentuk sediaan gel dengan menggunakan variasi konsentrasi gelling agent, FI (Carbopol 0.5%), FII (Carbopol 1%) dan FIII (Carbopol 2%). Berdasarkan hasil penelitian formula II sebagai formula stabil diuji efektivitasnya sebagai sediaan gel terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus dengan hasil diameter zona hambat sebesar 11,34 mm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/282</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.282</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 161-170</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/282/129</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/283</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Depolimerisasi Kitosan Menggunakan Asam Asetat dengan Variasi Suhu, Waktu, dan Konsentrasi</dc:title>
	<dc:creator>Suryani, Suryani</dc:creator>
	<dc:creator>Abdullah, Nur Aisyah</dc:creator>
	<dc:creator>Akib, Nur Illiyyin</dc:creator>
	<dc:creator>Ruslin, Ruslin</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhan, La Ode Ahmad Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Anton, Anton</dc:creator>
	<dc:creator>Aswan, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kitosan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Depolimerisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Asam Asetat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Box Behnken Design </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kitosan adalah biopolimer alam yang dihasilkan dari deasetilasi kitin. Parameter utama yang mengontrol sifat fisikokimia dan biologi kitosan adalah derajat deasetilasi dan berat molekul (BM). Pemanfaatan kitosan belum optimal karena rantai kitosan yang panjang dan mengakibatkan kelarutan yang rendah. Oleh karena itu dilakukannya depolimerisasi untuk memotong ikatan kitosan menjadi rantai pendek. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi optimum metode depolimerisasi kitosan menggunakan asam asetat (CH3COOH) serta untuk mengetahui karakteristik kitosan berat molekul rendah hasil depolimerisasi. Optimasi proses depolimerisasi menggunakan Design Expert versi 13 dengan metode Box Behnken Design (BBD). Desain eksperimen terdiri dari 17 run dengan 5 center point. Variabel proses dalam penelitian ini, yaitu suhu dengan variasi 60oC; 70oC; 80oC, waktu dengan variasi 30 menit; 45 menit; 60 menit, dan konsentrasi kitosan dengan variasi 1%; 1,5%; 2%. Variabel respon pada penelitian ini yaitu rendemen, berat molekul, dan kelarutan kitosan. Hasil dari penelitian ini diperoleh kondisi optimum pada suhu 80oC, waktu pengadukan 34 menit, dan konsentrasi 1% dengan rendemen sebesar 98.0667%, berat molekul 31.662 kDa, dan kelarutan 19.7%, derajat deasetilasi 98.57%, dan indeks kristalinitas sebesar 32.28%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/283</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.283</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 364-373</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/283/182</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/289</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulation and Physical Stability of Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) Antiaging Lotion with Natural Colorant from Strawberry Extract (Fragaria vesca L)</dc:title>
	<dc:creator>Alfian, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Maulana, Mochamad Luqni</dc:creator>
	<dc:creator>Mustainin, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Temulawak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Strawberries</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioxidant</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lotion</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Skin protection is needed to reduce the unwanted effects of free radicals, such as antiaging lotions. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) contains curcumin which has antioxidant activity with the potential to antiaging. Strawberries (Fragaria vesca L) contain anthocyanins known used as natural dyes. This study aims to determine the antioxidant activity of temulawak extract then formulated as a lotion with the addition of natural colorant from strawberries and tested for physical stability. Curcuma extraction was carried out by maceration using 70% ethanol solvent to obtain a thick extract, infundation method was used to extract a strawberry. Determination of the antioxidant activity of temulawak extract using the DPPH method is expressed by the IC50 value. The antioxidant activity of temulawak extract is included in the moderate category with an IC50 value   of  144.126   ppm.  Evaluation  of  physical  quality characteristics of temulawak lotion with natural colorant strawberry included organoleptic observations, spreadability, adhesion, pH test, viscosity, emulsion stability as well as stability to temperature and humidity. The results of the study after temperature and humidity treatment showed that the temulawak lotion was in the form of semi-solid, pink in color, the spreadability values were, respectively in centimeter 7.95 ; 7.35 ; 6.8 ; 7.05 ; 5.45 ; 5.85 ; 5.25 ; and 5.5 , the adhesive values are respectively in second 0.52 ; 0.56 ; 0.46 ; 0.51 ; 0.52 ; 0.50 ; 0.82 ; and 0.48, the pH value are 7; 6; 7; 7; 7; 7; 7; and 7, the viscosity values are in Pa.S  0.017; 0.031; 0.113; 0.055; 0.352; 0.263; 0.18; and 0.324. The conclusion of this study shows best formulation stability was formulas E, F, and H.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/289</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.289</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 20-26</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/289/110</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/292</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulation and Pharmaceutical Quality Evaluation of Tablets Containing Extract of Cinnamomum burmannii BARK and Colocasia esculenta (L) Schott Leaves</dc:title>
	<dc:creator>Rustiani, Erni</dc:creator>
	<dc:creator>Agustina, Rina</dc:creator>
	<dc:creator>Andini, Septia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cinnamic acid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dissolution</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flavonoids</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Granulation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cinnamon bark (Cinnamomum burmannii) is used traditionally and has an ingredient containing cinnamic acid compounds. Colocasia esculenta (L) Schott leaves contains of flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids, and terpenoids. Both of the plants C. esculenta and C. burmannii plants have the potential as anti-diabetics because they can lower blood glucose levels. This study aims to make combination tablets of C. burmannii bark and C. esculenta leaves extract with various concentrations of PVP K30 binder. This research made four formulas with the concentration of PVP K30, namely F1 (2%), F2 (3%), F3 (4%), and F4 (5%). Tablet preparations were prepared by the wet granulation method. Tablet analysis used flavonoids quercetin and cinnamic acid as markers. The results showed that the tablets were flat, round in shape, light green, had a slightly bitter taste, and had a distinctive aromatic odor. The differences in the concentration of PVP K30 binder 2-5% could affect the hardness, friability, disintegration time, and tablet dissolution (p&amp;lt;0.05). The tablet's hardness was 3.65-5.01 KP; friability was 0.705%, disintegration time was &amp;lt;15 minutes, and dissolution was 84.61% in 40 minutes. The levels of the flavonoid quercetin in the tablets were 4.21% and 8.03% cinnamic acid. A tablet combination of C. burmannii bark and C. esculenta leaves extract with a PVP K30 concentration of 5% (F4) has the best quality.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/292</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.292</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 27-34</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/292/111</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/294</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik Di Provinsi Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Haris, Restu Nur Hasanah</dc:creator>
	<dc:creator>Burhan, Hesti Trisnianti</dc:creator>
	<dc:creator>Masrida, Wa Ode </dc:creator>
	<dc:creator>Ali, Nur Fitriana Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Hizrah , Hizrah </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perilaku</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibiotik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Infeksi bakteri bisa diobati dengan antibiotik. Masyarakat cenderung menggunakan antibiotik dengan irasional, hal tersebutlah yang menimbulkan masalah resistensi dari penggunaan antibiotik sehingga memerlukan tingkat pengetahuan karena dapat mempengaruhi terjadinya resistensi. Tujuan penelitian untuk melihat tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap penggunaan antibiotik. Penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan survey online dengan tekhnik snowball sampling. Total sampel yang ikut dalam penelitian ini  berjumlah 1013 responden yang diperoleh dari wilayah kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Kuesioner disebarkan sejak Desember 2020 hingga  Februari  2021. Analisis  data  dilakukan   secara  univariat  dengan mendeskripsikan kedalam uraian tabel. Hubungan karakteristik dengan pengetahuan dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (59,7%) dengan umur 21-40 tahun serta berpendidikan sedang (65%). Tingkat pengetahuan masyarakat Sulawesi tenggara terhadap penggunaan antibiotik tergolong cukup (38,2%) selanjutnya dengan kategori baik (32,6%) dan kategori kurang (29,1%). Perilaku masyarakat terhadap penggunaan antibiotik antara lain ; 67% masyarakat mendapatkan antibiotik di apotek dan 28,3% diantaranya menerima informasi penggunaan antibiotik oleh apoteker. amoksisilin (45,7%) adalah antibiotik dengan penggunaan tertinggi. Masyarakat menyimpan antibiotik didalam wadah tertutup rapat (89%). Perilaku pembuangan obat antibiotic masyarakat yaitu langsung dibuang ke tempat sampah. Ada hubungan yang bermakna antara usia, pendidikan dan pekerjaan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap penggunaan antibiotik (p?0,005).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/294</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.294</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 35-42</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/294/112</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/296</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Meistera chinensis dengan Metode DPPH (1,1 –difenil-2-pikrilhidrazil)</dc:title>
	<dc:creator>Rusli, Nirwati</dc:creator>
	<dc:creator>Saehu, Muh. Syaiful </dc:creator>
	<dc:creator>Fatmawati, Fatmawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fraksi etit asetat daun Meistera chinensis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DPPH</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Meistera chinensis merupakan tanaman dari famili Zingiberaceae yang memiliki manfaat sebagai penambah rasa pada makanan, nyeri, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan nilai IC50 pada fraksi etil asetat daun Meistera chinensis dengan menggunakan metode DPPH. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pembuatan ekstrak daun Meistera chinensis menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol kemudian dilakukan fraksinasi menggunakan metode partisi dengan pelarut etil asetat. Jumlah aktivitas antioksidan pada sampel dapat ditentukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm. Penelitian ini dilakukan dengan dibuat variasi konsentrasi fraksi etil asetat daun Meistera chinensis yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm, 50 ppm sebagai kontrol positif digunakan vitamin C dengan variasi konsentrasi 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, 5 ppm dan sebagai blanko digunakan metanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun Meistera chinensis memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 66,71 mg/L dan vitamin C memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 2,05 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun Meistera chinensis memiliki aktivitas antioksidan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/296</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.296</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 43-48</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/296/113</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/299</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) Metode DPPH</dc:title>
	<dc:creator>Sukandiarsyah, Fadli</dc:creator>
	<dc:creator>Purwaningsih, Indah</dc:creator>
	<dc:creator>Ratnawaty, Gervacia Jenny</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Curcuma aeruginosa Roxb</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DPPH</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak Metanol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak n-Heksana</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) adalah tanaman obat tradisional yang mengandung senyawa fenol, steroid, triterpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, saponin. Penelitian ini menggunakan pelarut polar yaitu metanol dan nonpolar yaitu n-heksana untuk menarik senyawa sesuai dengan sifatnya. Tujuan penelitian ini untuk melihat aktivitas antioksidan ekstrak metanol dan ekstrak n-heksana rimpang temu ireng. Proses ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi. Metode yang digunakan adalah metode DPPH. Sampel yang digunakan adalah ekstrak metanol rimpang temu ireng variasi konsentrasi 100, 150, 200, 250 dan 300 ppm serta ekstrak n-heksana rimpang temu ireng variasi konsentrasi 1500, 1600, 1700, 1800, 1900 ppm dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian diperoleh IC50 ekstrak metanol rimpang temu ireng sebesar 171 ppm, IC50 ekstrak n-heksana rimpang temu ireng sebesar 1.724 ppm. Pembanding yang digunakan adalah vitamin C dengan IC50 6,175 ppm. Disimpulkan bahwa ekstrak metanol rimpang temu ireng mempunyai aktivitas antioksidan lebih baik dari ekstrak n-heksana rimpang temu ireng.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/299</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.299</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 62-70</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/299/117</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/300</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Pengobatan Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2020-2021</dc:title>
	<dc:creator>Ihsan, Sunandar</dc:creator>
	<dc:creator>Sabarudin, Sabarudin</dc:creator>
	<dc:creator>Nuralifah, Nuralifah</dc:creator>
	<dc:creator>Malina, Rachma </dc:creator>
	<dc:creator>Trinovitasari, Nita </dc:creator>
	<dc:creator>Anwar, Irvan </dc:creator>
	<dc:creator>Baharudin, Nur Apriani </dc:creator>
	<dc:creator> Hikbar, Hasrin Ainun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Terapi Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesesuaian Pedoman Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keberhasilan Terapi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang menginfeksi seluruh dunia di akhir tahun 2019. Data WHO Per April 2021 melaporkan 141.057.106 kasus yang terkonfirmasi COVID-19. Di Indonesia terdapat 1.609.300 kasus dan di Sulawesi Tenggara khususnya Rumah Sakit Bahteramas pasien yang telah di konfirmasi positif sebanyak 609 orang. Dalam pengobatan Covid-19, Rumah Sakit memberikan berbagai macam terapi untuk mengobati berbagai gejala yang ditimbulkan akibat infeksi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran terapi Covid-19 dengan mengikuti kesesuaian pedoman Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas tahun 2020-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif melalui pengambilan data rekam medik pada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 154. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan obat pada pasien Covid-19 terdiri dari terapi antivirus; oseltamivir 18% dan favipiravir 5%, golongan antibiotik; azitromisin 17% dan levoflaksasin 2% dan terapi supportif; paracetamol 8%, asetilsistein 16%, deksametason 1%, lanzoprasol 1%, vitamin C 16%, zink 2%, become C® 10%, becefort® 3%, Amlodipine 1%. Pengobatan pasien Covid-19 yang diberikan di Rumah Sakit Bahteramas telah sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/300</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.300</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 71-79</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/300/118</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/301</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Drug Related Problems (DRP's) Analysis of Antipsychotics Use in  Schizophrenia Patients at Mental Hospitals of Southeast Sulawesi Province in 2021</dc:title>
	<dc:creator>Haris, Restu Nur Hasanah</dc:creator>
	<dc:creator>Mahmudah, Rifa’atul</dc:creator>
	<dc:creator>Aspadiah, Vica</dc:creator>
	<dc:creator>Ali, Nur Fitriana Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Masrida, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator>Nursyam, Nursyam</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Schizophrenia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antipsychotics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Drug Related Problems (DRP's)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Schizophrenia is a psychiatric disorder with a high incidence at the Mental Hospital of Southeast Sulawesi. Problems related to the use of drugs that are often encountered in hospitals are inaccuracies in drug administration, inaccurate dosing and drug abuse. This problem can affect the success of therapy. This study aims to determine the pattern of drug use and the prevalence of Drug Related Problems (DRPs) in Schizophrenia patients based on the correct dosage parameter. This research is an observational type with a cross sectional design. The duration of the study was 1 month taking into account the inclusion and exclusion criteria.. Patients with a diagnosis of schizophrenia, aged &amp;gt;17 years and have a complete medical record are the inclusion criteria whereas patients with incomplete medical records, death status/forced to go home and still being treated are exclusion criteria. The total number of samples analyzed was 250 patient medical records. The results showed that the majority of Schizophrenia patients at the Mental Hospital of Southeast Sulawesi Province were male (80%) with an age range of 20-45 years (71.6%). The last education level is in the medium category (65.2%). Based on the diagnosis of the type of schizophrenia, the patient was in the category of paranoid schizophrenia (51.6%) with positive symptoms (74.8%). The pattern of psychotic drug use used by Schizophrenia patients at the Mental Hospital of Southeast Sulawesi Province in 2021 is a single pattern and the most widely used single drug combination pattern is risperidone (atypical) (35.6%) and a combination pattern, namely chlorpromazine + risperidone (typical +atypical) (27.2%). The prevalence of DRP's based on the correct dose is 0%. DRP's did not occur for the use of antipsychotic drugs in Schizophrenia patients at the mental hospital of Southeast Sulawesi Province in 2021.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/301</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.301</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 49-54</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/301/114</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/302</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulation and Physical Stability Test of Essence Sheet Mask Preparation from Kokang Leaf Extract (Lapisanthes amoena) </dc:title>
	<dc:creator> Nabilah, Tsaniya Ukhti</dc:creator>
	<dc:creator>Mentari, Ika Ayu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Formulation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stability</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Essence</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mask</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kokang leaf ethanol extract contains secondary metabolite compounds such as phenolics, flavonoids, tannins, steroids, and saponins that have antioxidant and antibacterial effects and play a role in wound healing. Seeing the potential in kokang leaves (Lepisanthes Amoena) until now the use of kokang leaves is still very lacking, therefore the need for innovation in the use of leaves, one of which is by developing a formulation of essence sheet mask preparations from kokang leaf extract (Lepisanthes Amoena). Formulations in the form of essence sheet masks are currently the latest developments in cosmetic preparations. The purpose of this study was to formulate and test the physical stability of the essence sheet mask preparation from the extract of kokang leaves. The preparation is made as many as 3 formulas, the leaf extract used is 0.1% (F1), 0.3% (F2), and 0.5% (F3). The evaluation carried out includes organoleptic tests (color, aroma, and texture), homogeneity tests, pH tests, room temperature stability tests, viscosity tests, and hedonic tests (favorability and irritation). The results showed that the preparation of the essence sheet mask was a thick solution with a characteristic green and homogeneous odor. The preparation of the essence sheet mask is stable at room temperature without any change. The pH value of the preparation essence sheet mask 5 – 6. Viscosity with a viscosity of 2,217 cP. A hedonic test of 12 panelists showed that the average favorability of all categories was superior to F2 (0.3%) and there was no irritation to the entire formula.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/302</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.302</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 80-86</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/302/119</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/303</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Antioxidant activity of ethanolic extract Tetragonula testaceitarsis propolis combined with of Lepisanthes amoena leaves</dc:title>
	<dc:creator>Pratama, Yogi</dc:creator>
	<dc:creator>Kustiawan, Paula Mariana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Propolis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Trigona Sp.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lepisanthes amoena</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioxidant</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The illnesses brought on by free radicals are a common source of health issues. Pathogenic processes and tissue damage are both significantly influenced by free radicals. Natural ingredients from Indonesia has been carried out for generations by the community with various kinds of treatments according to existing tribes, for example, such as kelulut bee (Tetragonula testaceitarsis) propolis and kokang (Lepisanthes amoena) leaves. Stingless bee propolis has several bioactivities to prevent diseases. The research about T.  testaceitarsis propolis still limited. The purpose of this research to find out whether the combination of T. testaceitarsis propolis and L. amoena leaves extracts has antioxidant activity. Ethanol extract T. testaceitarsis. propolis and ethanol extract L. amoena leaves was collected and then tested for antioxidant activity using the DPPH method. The results showed that all three concentrations had very strong antioxidant activity. T. testaceitarsis propolis extract (50%) combined with L. amoena leaves (50%) showed strong antioxidant activity (92%) in 25 ppm concetration. Then 75% T. testaceitarsis propolis extract and 25% L. amoena leaves extract had the highest antioxidant activity (95%) at a concentration of 50 ppm concentration. This strong antioxidant activity was prospected to be continued as a pharmaceutical product.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/303</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.303</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 55-61</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/303/116</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/307</identifier>
				<datestamp>2023-07-02T10:18:05Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:RWA</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Transcutol dan Propilenglikol Sebagai Peningkat Penetrasi  dalam Gel Natrium Diklofenak Menggunakan Simplex Lattice Design</dc:title>
	<dc:creator>Priani, Sani Ega</dc:creator>
	<dc:creator>Septian, Muhammad Taufik </dc:creator>
	<dc:creator>Soewondo, Budi Prabowo </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Natrium Diklofenak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Transcutol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Propilenglikol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Optimasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Simplex Lattice Design </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan natrium diklofenak sebagai analgetik dan antiinflamasi topikal dibatasi oleh stratum korneum sebagai barrier penetrasi kulit sehingga dibutuhkan penambahan zat peningkat penetrasi. Transcutol dan propilenglikol merupakan senyawa yang diketahui mampu meningkatkan penetrasi perkutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan transcutol dan propilenglikol serta kombinasinya terhadap penetrasi natrium diklofenak dalam sediaan gel. Rancangan formula sediaan ditentukan dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Terhadap semua formula sediaan gel hasil desain SLD  dilakukan uji difusi in vitro sebagai pengukuran profil respon dengan sel difusi Franz.  Profil respon berupa nilai flux difusi dianalisis kembali dengan SLD untuk mengetahui pengaruh kombinasi dan juga formula optimum. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa penambahan transcutol dan propilenglikol mampu meningkatkan penetrasi natrium diklofenak dalam bentuk sediaan gel. Penambahan transcutol dan propilenglikol dalam bentuk kombinasi, memberikan efek peningkat penetrasi yang lebih rendah, dibandingkan dengan penggunaan tunggal. Penggunaan propilenglikol tunggal sebagai peningkat penetrasi lebih baik dibandingkan dengan penggunakan kombinasi ataupun penggunaan transcutol tunggal.  Formula optimum berdasarkan SLD adalah formula dengan perbandingan transcutol dan propilenglikol 0:1, yang memberikan nilai flux 416,33 ±13,89 ?g/cm2.menit yang tidak berbeda bermakna secara statistik dengan hasil prediksi software.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/307</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i1.307</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 87-93</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/307/120</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs2.jurnal-pharmaconmw.com:article/309</identifier>
				<datestamp>2023-12-18T16:51:47Z</datestamp>
				<setSpec>jmpi:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat) dengan Metode DPPH: Fraksi Larut Air, Etil Asetat, n-Heksan dari Varietas lamet dan sheena</dc:title>
	<dc:creator>Mayda Mahera, Kharisma</dc:creator>
	<dc:creator>Salsabila Firdausia, Rizqa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Chrysanthemum morifolium Ramat varietas lamet dan sheena</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">DPPH</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fenolik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flavonoid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fraksinasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bunga krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat) varietas lamet dan sheena diketahui dapat berperan sebagai antioksidan alami yang berpotensi mencegah radikal bebas karena mempunyai kandungan senyawa fenolik dan flavonoid. Untuk mendapatkan senyawa yang lebih spesifik yang berfungsi dalam aktivitas antioksidan pada bunga krisan dilakukan dengan fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak fraksi larut air, n-heksan, dan etil asetat pada bunga krisan varietas lamet dan sheena menggunakan metode DPPH. Serbuk bunga krisan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Selanjutnya difraksinasi menggunakan air, n-heksan, dan etil asetat. Filtrat dipekatkan menggunakan waterbath pada suhu 60?C hingga diperoleh ekstrak kental. Kemudian diidentifikasi fenolik dan flavonoid secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Analisis antioksidan dilakukan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH untuk mengukur nilai IC50­. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa total kadar fenolik, flavonoid, dan antioksidan yang paling baik dari varietas lamet sebesar 2,342% (fraksi etil asetat), 3,077% (fraksi n-heksan), dan 137,589 ppm (fraksi etil asetat). Sedangkan dari varietas sheena terdapat pada fraksi etil asetat dengan nilai sebesar 6,174%; 4,824%; dan 21,208 ppm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak fraksi larut air, n-heksan, dan etil asetat pada bunga krisan varietas lamet dan sheena terdapat aktivitas antioksidan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/309</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35311/jmpi.v9i2.309</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 179-188</dc:source>
	<dc:source>2598-9979</dc:source>
	<dc:source>2442-6032</dc:source>
	<dc:source>10.35311/jmpi.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/309/140</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-04-04T22:45:39Z"
			completeListSize="328"
			cursor="0">472e605f3585cbcf8394c358fe25e41b</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
