Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari en-US Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2442-6032 <p>Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>. <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><br /><br /></p> <div style="text-align: center;"> </div> Review : Kajian Aktivitas Antibakteri dan manifestasinya dari Tanaman Sambung Nyawa (Gynura Procumbens) http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/81 <p>Tanaman sambung nyawa [<em>Gynura Procumbens</em>] merupakan tanaman yang banyak tumbuh pada sebagian wilayah Asia dan menjadi salah satu jenis tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional karena memiliki aktivitas farmakologi yang dapat mengobati dan mencegah berbagai penyakit. Tanaman sambung nyawa mengandung <em>Flavonoid, Alkaloid, Tanin, Saponin, Steroid, </em><em>Triterpenoid </em>dan <em>Glikosida </em>yang memiliki potensi sebagai antibakteri, baik pada bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif. Tulisan diharapkan bisa memberikan informasi mengenai pemanfaatan kandungan senyawa pada tanaman sambung nyawa untuk terapi infeksi bakteri, antioksidan dan mengurangi gejala&nbsp; manifestasi klinis yang terjadi karena infeksi&nbsp; seperti inflamasi.</p> Adinda Sabarany Lado Yani Mulyani Agus Sulaeman Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 123 142 10.35311/jmpi.v7i2.81 Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon L.) Terhadap Bakteri Salmonella thypi Dan Escherichia coli http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/84 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit jeruk lemon&nbsp; (<em>Citrus limon </em>L.) dan kosentrasi hambat minimum&nbsp; terhadap bakteri <em>Salmonella thypi</em> dan <em>Escherichia coli.</em> Penelitian ini menggunakan&nbsp; metode difusi cakram. Konsentrasi ekstrak kulit jeruk lemon yang digunakan adalah 10%, 30%, 50%, 70% dan 90%. KHM bakteri <em>Escherichia coli</em> pada konsentrasi 10% dengan diameter zona hambat 12,17 mm, sedangkan pada bakteri<em> Salmonella typhi </em>tidak terdapat zona hambat pada masing-masing kosentrasi. Analisis data menggunakan one way ANOVA menunjukan hasil signifikan (P&lt;0,05). Hasil data uji LSD berbeda signifikan konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70% dan 90% dengan kontrol positif dan kontrol negatif didapatkan hasil 0,000 (P&lt;0,05). Ekstrak Kulit Jeruk Lemon lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri <em>Escherichia coli</em> dibandingkan dengan <em>Salmonella thypi</em>.</p> Mega Tri Astuti Agustina Retna Ningsih Selvi Marcellia Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 143 154 10.35311/jmpi.v7i2.84 Analisis Kepuasan Pasien Pada Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Rawat Jalan di RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/85 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode&nbsp; deskriptif non eksperimental. Penilaian terhadap kepuasan didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner SERVQUAL yang memuat 5 dimensi pelayanan kefarmasian. Analisis data menggunakan nilai kesenjangan rata-rata harapan dan rata-rata kinerja, persentase kesesuaian kepuasan pasien, dan Importance Performance Analysis. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 161 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan di Instalasi farmasi rawat jalan RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara dengan tingkat kesesuaian kepuasan dan harapan &gt; 75% di setiap dimensinya yaitu kehandalan 98,57%, daya tanggap 98,23%, jaminan 98,05%, empati 97,99% dan bukti langsung 96,94%. %. Hal ini menunjukan bahwa pasien rawat jalan sudah merasa puas dengan pelayanan yang sudah diberikan oleh petugas farmasi akan tetapi pihak rumah sakit perlu memperbaiki apa yang menjadi harapan pasien yang belum tercapai guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci : Analisis Kepuasan, Kualitas Pelayanan, Rumah Sakit Umum Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><strong><em><br> </em></strong></p> <p><em>This study aims to analyze the satisfaction of outpatients with pharmaceutical services at the pharmacy installation of Mayjend H.M Ryacudu Hospital, North Lampung. This research was conducted with a non-experimental descriptive method. Assessment of satisfaction was obtained from the results of distributing the SERVQUAL questionnaire which contained 5 dimensions of pharmaceutical services. The data analysis used the gap value of the average expectation and average performance, the percentage of patient satisfaction compliance, and Importance Performance Analysis. The number of samples in this study were 161 respondents. The results showed that the services provided at the Outpatient Pharmacy Installation at RSUD Mayjend HM Ryacudu North Lampung with a level of conformity with satisfaction and expectations &gt; 75% in each dimension, namely reliability 98.57%, responsiveness 98.23%, guarantee 98.05%, empathy 97.99% and direct evidence 96.94%. %. This shows that outpatients are satisfied with the services that have been provided by pharmacists, but the hospital needs to improve what the patient's expectations have not been achieved in order to improve the quality of pharmaceutical services.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords : </em><em>Analysis of Satisfaction, Quality of Service, Mayjend H.M Ryacudu General Hospital, North Lampung.</em></p> Elza Reihana Gusti Ayu Rai Saputri Nofita Nofita Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 155 170 10.35311/jmpi.v7i2.85 Kajian Pengembangan Sediaan Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) untuk Penghantaran Agen Antidiabetik Oral http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/86 <p>Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik akibat gangguan aktivitas atau sekresi insulin, dengan angka kejadian dan morbiditas yang terus meningkat. Sebagian agen antidiabetik oral diketahui memiliki kelarutan yang rendah dalam air, sehingga perlu dilakukan modifikasi untuk meningkatkan efektifitasnya. &nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan sediaan <em>self nanoemulsifying drug delivery system</em><strong> (</strong>SNEDDS) mengandung agen antidiabetik oral dan mengkaji pengaruhnya terhadap disolusi, bioavailabilitas, dan efek farmakologinya. Penelitian dilakukan dengan berbasis <em>systematic literature review</em> dengan mengkaji jurnal dari berbagai database bereputasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan. Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa SNEDDS sudah diaplikasikan untuk berbagai senyawa antidiabetik oral seperti dapagliflozin, glibenclamid, gliclazid, glimepirid, tolbutamid, repaglinid, polypeptide-k, exendin-4, trans-cinamic acid, sitagliptin, dan curcumin dalam bentuk tunggal atau kombinasi. Sediaan SNEDDS tersebut diformulasi menggunakan minyak, surfaktan, dan kosurfaktan terpilih. Surfaktan yang banyak digunakan adalah kelompok tween dan cremophor sedangkan kosurfaktan yang banyak digunakan adalah PEG400 dan transcutol. Pengembangan sediaan SNEDDS terbukti secara signifikan dapat meningkatkan disolusi agen antidiabetik oral dan juga meningkatkan bioavailabilitasnya yang ditandai dengan peningkatan nilai AUC dan Cmax kadar dobat darah darah. Pengembangan SNEDDS juga terbukti mampu menyebabkan penurunan kadar glukosa darah yang lebih baik dibandingkan dengan bentuk suspensi atau sediaan pasaran. Dari hasil kajian dapat disimpulkan jika SNEDDS sesuai digunakan untuk penghantaran agen antidiabetik oral terutama yang memiliki kelarutan rendah dalam air.</p> Sani Ega Priani Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 171 187 10.35311/jmpi.v7i2.86 Formulasi Sediaan Facial Wash Kombinasi Perasan Jeruk Lemon (Citrus Limon (L.)) Dan Ekstrak Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Sebagai Antibakteri Propionibacterium Acnes http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/87 <p>Acnes atau disebut juga dengan jerawat. Bakteri utama yang menyebabkan terjadinya jerawat yaitu <em>Propionibacterium acnes</em>. <em>Facial wash </em>merupakan sabun pembersih wajah yang ringan dan lembut yang berfungsi untuk menjaga kebersihan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui&nbsp; konsentrasi sodium lauril sulfat (SLS) dan gliserin pada sediaan <em>Facial wash </em>&nbsp;yang memiliki kestabilan fisik yang baik serta untuk mengetahui daya hambat terhadap bakteri <em>Propionibacterium acnes</em>. Ekstraksi buah tomat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian daya hambat bakteri pada sediaan <em>facial wash </em>kombinasi perasan jeruk lemon dan ekstrak buah tomat menggunakan metode sumuran. Konsentrasi SLS dan gliserin yang digunakan adalah 20%, 25%, 30%,dan 35%. Pada konsentrasi 30% SLS dan gliserin dinyatakan memenuhi syarat sediaan <em>Facial wash </em>yang baik, setelah dilakukan parameter pengujian evaluasi sediaan <em>facial wash. </em>Rata-rata zona hambat pada formulasi dengan konsentrasi SLS dan Gliserin 30% 8,62 mm, kontrol positif 18,66mm terhadap bakteri <em>Propionibacterium acnes. </em>Hasill uji antibakteri dianalisis menggunakan <em>ONE WAY ANOVA</em>, pada hasil analisis statistik pada sediaan <em>Facial wash </em>ekstrak kombinasi perasan jeruk lemon dan ekstrak buah tomat dengan konsentrasi SLS dan gliserin 30% menunjukkan zona hambat yang signifikan yaitu 0,000 (P=&lt;0,05).</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci : Perasan Jeruk Lemon dan Ekstrak Buah Tomat, <em>Facial wash, Propionibacterium acnes.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><strong><em><br> </em></strong></p> <p><em>Acnes are also known as pimples. The main bacteria that causes acne is Propionibacterium acnes.&nbsp; Facial wash is a mild and gentle facial cleansing soap that serves to keep the skin clean.&nbsp; The purpose of this study was to determine the concentration of sodium lauryl sulfate (SLS) and glycerin in facial wash preparations that have good physical stability and to determine the inhibition of Propionibacterium acnes bacteria.&nbsp; Tomato fruit extraction using maceration method with 96% ethanol solvent. Testing the inhibition of bacteria in facial wash preparations with a combination of lemon juice and tomato extract using the well method.&nbsp; The concentrations of SLS and glycerin used were 20%, 25%, 30%, and 35%.&nbsp; At a concentration of 30% SLS and glycerin were declared to meet the requirements for a good facial wash preparation, after evaluating the parameters of the facial wash preparation.&nbsp; The average inhibition zone in the formulation with concentrations of SLS and 30% Glycerin was 8.62 mm, positive control was 18.66mm against Propionibacterium acnes bacteria. The results of the antibacterial test were analyzed using ONE WAY ANOVA, the results of statistical analysis on Facial wash preparations of a combination of lemon juice and tomato extract with a concentration of SLS and 30% glycerin showed a significant inhibition zone of 0.000 (P = &lt;0.05).</em></p> <p><em>&nbsp;</em><em>Keywords: Lemon Juice and Tomato Fruit Extract, Facial wash, Propionibacterium acnes.</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> Fareza Melly Nirmala Gusti Ayu Rai Saputri Selvi Marcellia Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 188 206 10.35311/jmpi.v7i2.87 Uji Aktivitas Antioksidan Dan Anti Hiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Maja ( Aegle marmelos L.) http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/89 <p>Penggunaan tanaman dalam mengatasi berbagai penyakit masih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia salah satunya yaitu tanaman maja (<em>Aegle marmelos </em>L<em>.</em>). Tanaman ini mengandung senyawa metabolit yang bersifat sebagai antioksidan dan &nbsp;dapat mengurangi aktivitas enzim <em>xantin oksidase</em> sehingga menghambat terjadinya stress oksidatif&nbsp; dan menurnkan produksi asam urat.&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan antihiperurisemia ekstrak etanol daun&nbsp; Maja&nbsp; (<em>Aegles marmelos </em>L.)<em>.&nbsp;</em> Sampel daun Maja (<em>Aegle marmelos</em> L.) dilakukan metode ekstraksi&nbsp; maserasi kemudian ekstrak yang dihasilkan dilakukan&nbsp; uji skrining fitokimia senyawa metabolitnya. Selanjutnya dilakukan uji antioksidan dengan menggunakan metode FRAP dan pengukuran aktivitas antihiperurisemia menggunakan &nbsp;spektrofotometri Uv-Vis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun maja mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan fenol. Nilai aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun maja <em>(Aegle marmelos</em> L.) adalah &nbsp;9,518 mgQE/g ekstrak. Aktivitas antihiperurisemia memiliki perbedaan signifikan (<em>?</em>&lt;0,05) antar kelompok perlakuan. Persentase penurunan kadar asam urat pada ekstrak etanol daun maja paling besar terjadi pada dosis 350 mg/KgBB sebesar 44,08% dibandingkan dengan dosis 150 mg/KgBB dan 250 mg/KgBB sebesar 22,56% dan&nbsp; 31,18% sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun maja memiliki aktvitas antioksidan dan dapat menurunkan kadar asam urat pada mencit (<em>Mus musculus</em>).</p> Risky Juliansyah Putri Bai Athur Ridwan Uyun Wardarini Syamsiah Pawannei Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 207 222 10.35311/jmpi.v7i2.89 Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanolik Daging Buah Semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum. & Nakai) dengan Metode ABTS dan FRAP http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/91 <p>Pada daging buah semangka terdapat kandungan zat yang penting bagi kesehatan dan berpotensi sebagai sumber antioksidan alami, seperti sitrulin. Sitrulin merupakan salah satu zat antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanolik daging buah semangka berdasarkan kemampuannya untuk mereduksi ABTS<strong>?</strong><sup>+ </sup>dan ion Fe<sup>3+</sup> menjadi Fe<sup>2+ </sup>dalam metode ABTS dan FRAP. Ekstraksi senyawa kimia menggunakan metode maserasi dengan cairan penyari metanol. Uji antioksidan yang digunakan adalah uji ABTS dan FRAP menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Uji ABTS diukur pada panjang gelombang 734 nm dimana ekstrak daging buah semangka dibuat seri konsentrasinya dan direaksikan dengan larutan ABTS selama 2 jam dalam kondisi gelap,. Hasil penangkapan radikal ABTS dinyatakan sebagai ekuivalen dalam ?M Vitamin C/g massa segar, sedangkan uji FRAP absorbansinya diukur pada panjang gelombang 700 nm. Aktivitas mereduksi ekstrak/fraksi uji ditentukan sebagai ekivalen asam askorbat (mg AAE/g ekstrak). &nbsp;Hasil penyarian daging buah semangka adalah 334,491 g dengan persen rendamen sebesar 16,380. Rata-rata persen penangkapan radikal (IC<sub>50</sub>) pada metode ABTS adalah&nbsp; 24,996±0,059 µg/mL dengan kategori kuat, sedangkan daya reduksi antioksidan melalui metode FRAP yaitu 13,677±0,246 mg/g ekstrak.</p> Nur Herlina Nasir Jastria Pusmarani Filmaharani Filmaharani Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 223 235 10.35311/jmpi.v7i2.91 Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Covid-19 di Rawat Inap Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Tahun 2020 http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/109 <p>COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau SARS-CoV-2), berdasarkan data yang didapatkan hasil kasus covid 19 jumlah pasien yang terjangkit penularan virus corona masih terus bertambah, dan berbagai jenis obat yang digunakan, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran terapi dan evaluasi penggunaan obat COVID-19, dirawat inap Rumah Sakit Imanuel periode oktober-desember2020.Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental, penelitian dilakukan secara observasional deskriptif, pengambilan data secara retrospektif dengan melihat data rekam medis. Usia pasien covid 19 yang paling banyak adalah rentang usia 36-45 tahun sebesar&nbsp; (40,90%), sedangkan&nbsp; untuk jenis kelamin laki-laki&nbsp;sebesar (52,27%) dan untuk perempuan sebesar (47,72). Obat COVID-19 yang digunakan pada pasien COVID-19 adalah golongan antibiotik, antivirus, antikoagulan, antikolesterol, vitamin, dan kortikosteroid. Untuk terapi menggunakan acetylsistein 200 mg sebesar (88,63%) dan untuk terapi azitromycin 500mg sebesar (77,27%), terapi obat yang banyak digunakan adalah kombinasi obat antibiotik azitromycin 500 mg dan antioksidan 200 mg sebanyak (4,54%),Rasionalitas penggunaan obat covid 19 berdasarkan Pedoman tata laksana COVID-19edisi 3 adalah 100% tepat diagnosis ; 100% tepat indikasi; 100% tepat obat; 100% tepat dosis; 100% tepat cara pemberian; 100% tepat interval waktu pemberia dan 100% tepat pasien, dengan nilai persentase kerasionalan penggunaan obat COVID-19 pada pasien COVID-19 adalah 100%.</p> Fevi Oktarina Ade Maria Ulfa Martianus Perangin angin Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 237 250 10.35311/jmpi.v7i2.109 Evaluasi Monitoring Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Covid-19 (Coronavac) pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/110 <p>Penyakit <em>Corona Virus Disease</em> 2019 (COVID-19) adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh jenis virus corona. Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia. <em>Coronavac</em> adalah vaksin yang dapat mencegah penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin <em>Coronavac</em> yang digunakan pada tenaga kesehatan RS Imanuel Bandar Lampung. Metode penelitian ini merupakan penelitian Observasional. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuisioner. Hasil penelitian didapat KIPI pada tenaga kesehatan pada tahap I didapatkan gejala ringan = 17,74 %, gejala sedang = 39,51%, gejala berat = 0,80%. Pada tahap II didapatkan gejala ringan = 16,12 %, gejala sedang&nbsp; = 43,54% , dan gejala berat = 2,41%. Berdasarkan analisis data menggunakan uji <em>Chi Square</em> dengan <em>p</em> <em>value</em> &lt; 0,01. Didapatkan <em>p value</em> KIPI pemberian vaksin tahap I sebesar (p = 0,43) dan pada pemberian vaksin tahap II sebesar (p = 0,43). KIPI pada responden dibagi menjadi 2 kelompok yaitu lokal dan sistemik. Berdasarkan analisis statistik didapatkan <em>p value</em> KIPI pada pemberian vaksin tahap I sebesar (p = 0,76) dan tahap II sebesar (p = 0,44). Dapat disimpulkan bahwa analisis data pada efek samping KIPI pada vaksin tahap I dan vaksin tahap II pada responden tidak signifikan secara statistik karena <em>p</em> <em>value</em> &gt; 0,01</p> Monica Safira Martianus Peranginangin Gusti Ayu Rai Saputri Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 251 262 10.35311/jmpi.v7i2.110 Kandungan Beta Karoten Dan Aktivitas Antioksidan Terhadap Ekstrak Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata) http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/111 <p>Labu kuning <em>(Cucurbita moschata)</em>&nbsp; jenis tanaman hortikultura yang cukup banyak ditanam di Indonesia, buah ini kaya akan beta-karoten yang terbukti memiliki aktivitas melawan bahaya radikal bebas. Beta karoten salah satu jenis karotenoid yang berfungsi sebagai provitamin-A, beta karoten juga berperan sebagai antioksidan yang efektif pada konsentrasi rendah oksigen. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kadar beta karoten dan aktivitas antioksidan pada labu kuning <em>(Cucurbita moschata)</em>. Labu kuning diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksan. Hasil ekstraksi dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) sedangkan uji kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Kadar beta karoten pada sampel labu kuning adalah sebesar 14,59%. Untuk hasil antioksidan pada ekstrak labu kuning&nbsp; didapatkan IC<sub>50 </sub>&nbsp;sebesar 30,75 dan asam askorbat sebesar 18,43 sehingga dapat digolongkan sebagai antioksidan dengan kategori sangat kuat.</p> <p><strong>Kata Kunci : Labu kuning <em>(Cucurbita moschata)</em>, beta karoten, antioksidan, spektrofotometer UV-Vis.</strong></p> Lismawati Lismawati Tutik Tutik Nofita Nofita Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 263 273 10.35311/jmpi.v7i2.111 Uji Efek Ekstrak Etanol Umbi Talas (Colocasia esculenta (L) Schott) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa, Ureum Dan Kreatinin Tikus Putih Jantan (Rattus Novergicus) Yang Di Induksi Streptozotocin http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/113 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol umbi talas terhadap penurunan kadar glukosa, ureum dan kreatini tikus putih jantan yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan menggunakan 30 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok, 3 kelompok sebagai kelompok kontrol dan 3 kelompok sebagai kelompok perlakuan yang diberikan dosis masing- masing 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB. Mekanisme diabetonik pada tikus dilakukan dengan penyuntikan streptozotocin dosis 40 mg/kgBB secara intraperitoneal (ip). Data yang diperoleh dari hasil pengukuran kadar glukosa darah serta ureum dan kreatinin dianalisis secara parametric menggunakan analisis satu arah pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi talas dosis efektif 200 mg/kg BB memiliki efek dalam menurunkan kadar glukosa darah dengan nilai rerata 88,0 mg/dL , ureum dengan dosis efektif 300 mg/kgBB dengan nilai rerata 19,54 mg/dL dan kreatinin dengan dosis efektif adalah 100 mg/kgBB dengan rerata 0,61 mg/dL.</p> Joni Tandi Cinda Pradita Sudar Azwaajum Mutahharah Sri Mulyani Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 274 284 10.35311/jmpi.v7i2.113 Efek Antibakteri Daun Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/141 <p>Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik mendorong para peneliti untuk mencari alternatif pengobatan yang lebih efektif dan aman, yaitu dengan memanfaatkan bahan alam salah satunya adalah daun sagu (<em>Metroxylon sagu</em> Rottb.). bakteri uji yang digunakan adalah bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> dan <em>Escherichia coli.</em> Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui skrining fitokmimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun sagu (<em>Metroxylon sagu </em>Rottb.) terhadap <em>Staphylococcus aureus</em> dan <em>Escherichia coli</em>.&nbsp;Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (DMSO), kontrol positif (Kloramfenikol) dan 4 kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak etanol 96% daun sagu secara berturut-turut yaitu 5, 10, 15 dan 30%. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dan menggunakan Uji parametrik yaitu uji one way anova.&nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun sagu (<em>Metroxylon sagu </em>Rottb.) dengan konsentrasi 5, 10, 15 dan 30% pada bakteri <em>Staphylococcus aureus </em>memiliki rata-rata diameter zona hambat berturut-turut yaitu 14,22 mm, 15,11 mm, 16,11 mm dan 17,55 mm. sedangkan pada bakteri <em>Escherichia coli</em> memiliki rata-rata diameter zona hambat berturut-turut yaitu 13,33 mm, 13,89 mm, 15,00 mm, dan 18,55 mm.&nbsp;Kesimpulannya adalah ekstrak etanol daun sagu (<em>Metroxylon sagu </em>Rottb.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus aureus </em>dan <em>Escherichia coli,</em> konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 30% kategori kuat</p> Ratna Umi Nurlila Sudiana Sudiana Jumarddin La Fua Copyright (c) 2021 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2021-12-31 2021-12-31 7 2 285 322 10.35311/jmpi.v7i2.141