http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/issue/feed Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 2020-07-19T12:53:56+07:00 Muhammad Isrul isrulfar@gmail.com Open Journal Systems http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/39 Pengukuran Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Ekstrak Etanol Daun Matoa (Pometia pinnata J.R & G.Forst) 2020-07-19T12:53:54+07:00 Fadillah Maryam dilla.guerjel@yahoo.co.id Burhanuddin Taebe dilla.guerjel@yahoo.co.id Deby Putrianti Toding dilla.guerjel@yahoo.co.id <p>Tanaman matoa (Pometia pinnata J.R. &amp; G.Forst) telah dikenal memiliki banyak efek farmakologis dan digunakan sebagai obat tradisional. Salah satu dari tanaman matoa yang dimanfaatkan adalah daunnya yang&nbsp; berfungsi sebagai antibakteri, diuretik, analgesik dan lain-lain. Agar dapat dijadikan sebagai bahan baku obat tradisional maka perlu dilakukan standardisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai-nilai standar parameter spesifik dan non spesifik. Ekstrak etanol daun matoa diperoleh dengan cara ekstraksi metode maserasi menggunakan etanol 70% menghasilkan rendamen sebesar 12,98%. Ekstrak yang dihasilkan merupakan ekstrak kering, berwarna coklat memiliki rasa pahit dan berbau khas serta mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, steroid, tanin dan saponin dengan pola kromatogram yang menunjukkan adanya beberapa noda dengan nilai Rf yang berbeda. Kadar senyawa yang terlarut pada pelarut air sebesar 32,21%, sedangkan kadar senyawa yang larut dalam etanol sebesar 38,56%. Susut pengeringan sebesar 7,03%. Bobot jenis ekstrak sebesar 0,9013%. Kadar abu total sebesar 2,46%, sedangkan kadar abu tidak larut asam sebesar 0,049%. Kadar air ekstrak sebesar 5%. Total cemaran bakteri sebanyak 7,8x10<sup>4</sup> koloni/g dan cemaran kapang sebesar 5,5x10<sup>4</sup> koloni/g. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat beberapa parameter spesifik dan non spesifik memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan</p> 2020-06-30T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/52 Efek Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Dan Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight.) Pada Tikus Putih Dengan Metode Induksi Aloksan 2020-07-19T12:53:55+07:00 Nikeherpianti Lolok nikeherpianti.apt@gmail.com Wa Ode Yuliastri waodeyuliastri@yahoo.com Fiqri Algafiq Abdillah nikeherpianti.apt@gmail.com <p>Diabetes melitus ditandai dengan terjadinya hiperglikemi. Indonesia merupakan negara menempati urutan ke 7 dengan penderita DM sejumlah 8,5 juta. Penggunan obat bahan alam sudah banyak digunakan secara empiris oleh masyarakat, diantaranya ekstrak daun pandan wangi dan daun salam masing-masing telah dilaporkan memilikiefek hipoglikemik dan berpotensi sebagai antioksidan yang dapat memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, termasuk pankreas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi Ekstrak Daun Pandan Wangi (<em>Pandanus amaryllifolius </em>Roxb.) dan Daun Salam (<em>Syzygium polyanthum </em>Wight.) memberikan efek&nbsp; dalam penurunan kadar gula darah pada tikus (<em>Rattus norvegicus</em>) putih galur wistar yang diinduksi diabetes dibandingkan dengan kelompok negative serta Untuk megetahui kelompok kombinasi Ekstrak Daun Pandan Wangi (<em>Pandanus amaryllifolius </em>Roxb.) dan Daun Salam (<em>Syzygium polyanthum </em>Wight.) dapat memberikan hasil yang optimal dalam penurunan kadar gula darah dibandingkan kelompok positif.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan&nbsp; pelarut etanol 96%. Pengujian efek antidiabetes hewan uji dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kombinasi ekstrak dan kelompok kontrol negatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan <em>One-Way </em>ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD.</p> <p>Hasil uji terhadap tikus yang diinduksi diabetes menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun pandan wangi dan daun salam secara signifikan mampu menurunkan kadar gula darah dibandingkan kontrol negatif (p&lt;0,05), namun hasilnya tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif (p&gt;0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun pandan wangi dan daun salam memiliki kemampuan menurunkan kadar gula darah pada tikus yang diinduksi diabetes</p> 2020-06-30T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/56 Review Jurnal: Potensi Spons Laut Sebagai Anti Kanker Payudara 2020-07-19T12:53:55+07:00 Adryan Fristiohady fristiohady.adryan@gmail.com Lidya Agriningsih Haruna lidyaagriningsih38468@gmail.com <p>Angka kejadian dan kematian pada penderita kanker payudara terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Prevalensi kejadian 8-9% wanita mengalami kanker payudara. Menurut data <em>World Health Organization </em>(WHO) tahun 2018 menyebutkan angka kejadian kanker payudara di Indonesia sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata angka kematian 17 per 100.000 penduduk. Kanker payudara adalah kanker invasif paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia dan penyebab kematian kanker tertinggi kedua, setelah kanker paru-paru. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara akan menjalani beberapa jenis operasi. Pembedahan sering dikombinasikan dengan perawatan lain seperti terapi radiasi, kemoterapi, terapi hormon, dan/atau terapi yang ditargetkan. Studi tentang produk alami laut sebagai sumber kandidat obat masih jarang. Sumber daya laut telah menghasilkan sejumlah besar senyawa bioaktif baru. Spons mewakili salah satu sumber senyawa bioaktif laut yang paling menjanjikan terutama untuk bidang farmasi dalam pengobatan kanker payudara. Penulisan review jurnal ini menggunakan metode studi pustaka. Review jurnal ini membahas tentang beberapa spons laut dan aktivitas antikanker payudara. Dari hasil ulasan jurnal didapatkan bahwa&nbsp; beberapa spons laut dengan aktivitas antikanker payudara yaitu <em>Monanchora viridis</em>, <em>Hyrtios erectus</em>, <em>Xestospongia</em>, <em>Psammaplysilla</em>, <em>Haliclona sp</em>, <em>Stylissa carteri, Aaptos sp</em>, <em>Callyspongia siphonella</em>, <em>Ancorina sp</em>, <em>Haliclona caerulea</em>, <em>Spongia pertusa Esper</em>, <em>Siphonochalina siphonella</em>, <em>Geodia cydonium</em>, <em>Manihinea lynbeazleyae</em>, <em>Theonella mirabilis</em>, <em>Spheciospongia vagabunda</em>, <em>Stryphuous ponderosus</em>, dan <em>Theonella sp</em>, dengan berbagai macam aktivitas seperti antiproliferatif, proapoptotik, dan proinflamasi pada lini sel kanker payudara T11, SUM159PT, MCF-7, BT-474, MCF-7/adr, MDA MB 231, MDA MB 468, SKBR3, HCC-1954,&nbsp; T-47D, MCF7-Nanog, MCF-10A, dan SUM149.</p> 2020-06-30T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/57 Analisis Penetapan Kadar Flavonoid Sari Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa ) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS 2020-07-19T12:53:55+07:00 Nurfijrin Ramadhani nurfijrin@gmail.com Agung Giri Samudra nurfijrin@gmail.com Lea Wati Indah Pratiwi nurfijrin@gmail.com <p>Jeruk kalamansi (<em>Citrofortunella microcarpa</em>) banyak terdapat di Kota Bengkulu serta merupakan salah satu produk unggulan di Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya senyawa flavonoid yang terdapat dalam sari buah jeruk kalamansi (<em>Citrofortunella microcarpa</em>) dan untuk mengetahui berapa kadar flavonoid yang terdapat dalam sari buah jeruk kalamansi (<em>Citrofortunella microcarpa</em>). Penelitian ini dilakukan dengan uji kualitatif (uji warna) untuk mengetahui ada atau tidaknya senyawa flavonoid. Selanjutnya penelitian ini dilakukan dengan membuat seri kadar kuersetin yaitu 20, 40, 80, dan 100 ppm dengan menggunakan metode spektrofotometri. Data absorbansi yang diperoleh kemudian dihitung kadarnya. Hasil penelitian uji kualitatif menunjukan bahwa sari jeruk kalamansi positif mengandung flavonoid. Dan hasil kadar flavonoid yang didapat dengan metode spektrofotometri yaitu 10,958 mg/RE.</p> <p>&nbsp;</p> 2020-06-30T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal-pharmaconmw.com/jmpi/index.php/jmpi/article/view/53 Formulasi Dan Uji Aktivitas Sediaan Sabun Cair Pembersih Kewanitaan Ekstrak Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) Terhadap Jamur Candida albicans 2020-07-19T12:53:56+07:00 Nikeherpianti Lolok nikeherpianti.apt@gmail.com Nurhatidjah Awaliyah nikeherpianti.apt@gmail.com Windi Astuti nikeherpianti.apt@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keputihan&nbsp; merupakan suatu gejala gangguan organ reproduksi yang dialami oleh wanita yang disebabkan oleh jamur yang ditandai dengan keluarnya cairan berlebih dari vagina sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Daun waru (<em>Hibiscus tiliaceus) </em>merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antijamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan sabun cair pembersih kewanitaan ekstrak daun waru serta untuk mengetahui konsentrasi paling baik dalam menghambat aktivitaas terhadap jamur <em>Candida albicans</em>.</p> <p>Penelitian dilakukan secara laboratorium eksperimental, sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan&nbsp; pelarut etanol 96% dan diperoleh ekstrak kental sebanyak 99,94 gram. Ekstrak kental digunakan sebagai antijamur dalam pembuatan sabun cair pembersih kewanitaan pada konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15%. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia, formulasi sediaan serta evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, tinggi busa dan uji iritasi. Selanjutnya uji aktivitas antijamur dilakukan dengan menggunakan metode <em>cakram disk</em>. Analisis data dilakukan dengan menggunakan <em>One-Way </em>ANNOVA.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun waru positif mengandung senyawa flavanoid, saponin, triterpenoid dan sterol, tanin dan polifenol. Ekstrak dalam formulasi sediaan sabun cair pembersih kewanitaan ekstrak daun waru memenuhi syarat evaluasi fisik dimana sabun cair pembersih kewanitaan tersebut tetap berwarna hijau pekat, bau khas mawar serta bentuknya cair. Sabun cair pembersih kewanitaan ekstrak daun waru dengan konsentrasi 5% memiliki daya hambat 21,10 mm, konsentrasi 10% memiliki daya hambat 21,77 mm dan konsentrasi 15% memiliki daya hambat 20,55 mm terhadap jamur<em> Candida albicans </em>dengan diperoleh hasil analisis anova yang signifikan 0,01 (p&lt;0,05).</p> 2020-06-30T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement##